Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Washington DC: Nyala Lilin Malam untuk Mengenang Praktisi yang Terbunuh karena Penganiayaan Menyentuh Hati Orang-orang

23 Juli 2012 |   Oleh: Xu Jing di Washington DC


(Minghui.org) Kira-kira seribu praktisi Falun Gong dari seluruh dunia berkumpul di ibukota Amerika Serikat pada tanggal 13 Juli 2012, untuk mengenang rekan-rekan praktisi yang dibunuh oleh Partai Komunis China (PKC) selama penganiayaan 13 tahun yang masih berlangsung hingga hari ini. Mereka duduk dengan tenang di depan Washington Momument, sebuah simbul kebebasan dan harapan, dalam formasi 3 karakter Mandarin: Sejati, Baik dan Sabar, prinsip utama dari Falun Gong. Para peserta menyalakan lilin untuk mengenang ribuan orang yang dibunuh karena keyakinan mereka, menghormati semangat dan keyakinan mereka yang teguh.


Para praktisi Falun Gong dari seluruh dunia menyelenggarakan nyala lilin malam di depan Washington Momument pada tanggal 13 Juli 2012, membentuk karakter Mandarin Sejati, Baik dan Sabar untuk mengenang mereka yang dibunuh oleh Partai Komunis China karena berlatih Falun Gong


Seorang praktisi muda Falun Gong memegang lilin dan foto dari Huang Liping, yang dianiaya hingga meninggal dunia pada tahun 2005 karena berlatih Falun Gong


Seorang praktisi Falun Gong dari India mengenang rekan-rekan praktisi yang dibunuh oleh rejim Komunis China karena keyakinan mereka








Para praktisi dari berbagai lapisan masyarakat menyalakan lilin untuk menghormati rekan-rekan praktisi yang dibunuh oleh Partai Komunis China

Orang-orang Mempelajari Fakta Sebenarnya dan Membantu Menyebarkan Fakta Kebenaran

Acara dimulai pada saat matahari terbenam, sambil menyalakan lilin, para praktisi menghormati mereka yang kehilangan nyawa karena keyakinan mereka. Suasana yang khidmat dan megah menarik orang-orang yang lewat untuk berhenti, menanyakan lebih lanjut tentang Falun Gong dan penganiayaan yang masih berlangsung di China.

Sebuah keluarga dari Irlandia yang terdiri dari lima orang sangat terkesan dengan pemandangan yang penuh kedamaian. Istrinya berkata: “Ini adalah pertama kalinya kami mendengar tentang Falun Gong. Tidak dapat dibayangkan untuk dianiaya sedemikian rupa, dan ini telah berlangsung begitu lama! Mereka (para praktisi) begitu penuh kedamaian. Suami saya telah memfotonya. Kami datang ke Amerika Serikat untuk berlibur dan kami sangat berterima kasih kepada Anda karena memberitahu semua hal ini; Ini sangat berarti.” Seluruh keluarga duduk di rumput dan menonton acara hingga selesai.

Sally, seorang wanita keturunan Amerika-Itali tinggal di Washington DC, tidak tahan untuk tidak berhenti ketika melihat nyala lilin malam. Setelah mengetahui bahwa para praktisi Falun Gong dianiaya di China, dia berkata: “Saya sedih (mendengar hal ini). (Mereka dianiaya) hanya karena latihan yang begitu damai? Saya harapkan yang terbaik untuk kalian.”

Joe mengendarai sepeda roda tiga untuk membawa wisatawan di sekitar ibukota untuk bertamasya. Dia berhenti di acara nyala lilin malam dan mengenalkan Falun Gong pada para wisatawan. Dia kemudian turun dari sepeda untuk meminta materi informasi dari seorang praktisi, dan membagikan para wisatawan. Dia berkata: “Saya melihat para praktisi Falun Gong berlatih setiap hari, dan saya telah mengetahui fakta sebenarnya. Saya juga ingin memberitahu orang-orang tentang fakta sebenarnya.”

Setelah seorang praktisi berbicara pada para wisatawan tentang Falun Gong dan penganiayaan tersebut, Joe dengan gembira berkata: “Anda lihat, saya telah memberitahu semua yang dia katakan kepada kalian.” Para wisatawan mengangguk dan berterima kasih padanya. Sebelum pergi, Joe berkata, “Saya akan meneruskannya (memberitahu kepada orang-orang tentang fakta sebenarnya)!”

Para Imigran China Mempelajari Fakta Sebenarnya

He (pria) dan keluarganya dari Beijing berimigrasi ke Amerika Serikat kurang dari setahun yang lalu. Suami istri dan anak mereka lewat dan berhenti, untuk mendengarkan seorang praktisi yang sedang berbicara dengan orang-orang tentang Falun Gong. He terkejut mendengar bahwa para praktisi dari seluruh dunia datang ke acara ini secara sukarela. Dia berbicara dengan praktisi selama lebih dari 30 menit untuk menanyakan lebih lanjut tentang Falun Gong.

He berkata: “Sudah agak lama sejak kami melihat begitu banyak praktisi Falun Gong. Kami selalu dapat melihat mereka di Beijing sebelumnya (sebelum penganiayaan dimulai).” Namun saat ini, untuk berkumpul seperti ini di China tidak diperbolehkan, ungkapnya.

He menunjuk pada pemandangan nyala lilin malam dan bertanya: “Apakah orang-orang yang duduk di sini semuanya praktisi Falun Gong? Dari apa yang Anda katakan, saya dapat melihat bahwa Sejati-Baik-Sabar benar-benar hebat.” Dia berkata bahwa dia dan istrinya mulai membaca situs web Epoch Times dan mingguan Minghui sejak tinggal di Amerika Serikat. Dia sangat prihatin dengan kejahatan kejam dalam pengambilan organ tubuh praktisi Falun Gong secara hidup-hidup dan mengajukan banyak pertanyaan.

Praktisi Falun Gong: Kami Akan Melanjutkan Usaha Kami untuk Mengakhiri Penganiayaan

Du (pria) dari New York ikut serta dalam acara lilin malam dan berkata: “Saya datang setiap tahun. Saya berbicara dengan pejabat pemerintah di kota saya tentang Falun Gong tahun ini, seperti di tahun-tahun sebelumnya. Kami tidak pernah berhenti dan akan terus melakukan lebih banyak untuk membangkitkan kesadaran tentang penganiayaan. Teman-teman dan orang-orang di sekeliling saya bukan praktisi, namun mereka mulai menyebarkan fakta sebenarnya. Hari ketika penganiayaan berakhir tidak lama lagi.”

Xu (pria) dari Michigan berkata: “Ketika mengangkat lilin, saya tiba-tiba merasa begitu dekat dengan para praktisi yang meninggal akibat penganiayaan. Kami sudah bersama-sama selama ini, untuk mengakhiri penganiayaan dan membantu orang-orang mempelajari fakta sebenarnya.”

Chinese version click here
English version click here