Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Qu Bin Dianiaya dengan Sangat Parah di Pusat Penahanan Yaojia

1 Sep. 2012 |   Oleh: koresponden Minghui dari Provinsi Liaoning, China


Nama: Qu Bin (曲滨)
Jenis Kelamin: Laki-laki
Umur: Tidak diketahui
Alamat: Kota Dalian, Provinsi Liaoning
Pekerjaan: Tidak diketahui
Tanggal Terakhir Ditangkap: 6 Juli 2012
Tempat Terakhir Ditahan: Pusat Penahanan Yaojia (姚家看守所)
Kota: Dalian
Provinsi: Liaoning
Siksaan Yang Diderita: Interogasi, penahanan, siksaan, pemukulan, pemberian makanan secara paksa, kurungan soliter, dikekang dan dibelenggu, rumah digeledah, pemerasan.

(Minghui.org) Praktisi Falun Gong, Qu Bin dari Kota Dalian, Provinsi Liaoning ditangkap secara illegal dalam perjalanan pulang dari kerja pada 6 Juli 2012. Ia dipukuli ditahanan polisi dan disiksa sangat parah di Pusat Penahanan Yaojia, dua kali memerlukan bantuan napas. Berikut adalah rincian dari penganiayaan yang diderita oleh Qu sejak ia ditangkap.

Ditanggap Tanpa Sebab

Qu pulang dari tempat kerja, Oriental Fishing Port Hotel di Distrik Jinzhou, Dalian, sekitar jam 8 malam pada 6 Juli 2012, dan berjalan ke pemberhentian bus terdekat untuk menunggu bus. Tiba-tiba dua orang membuntutinya dan mendorongnya ke sebuah mobil van yang sedang menunggu. Kedua orang tersebut mengaku mereka polisi. Mereka memborgol tangan Qu dan menarik ke bawah topinya menutupi mata agar tidak dapat melihat. Mobil van berjalan keliling area Jinzhou sekitar setengah jam. Kemudian berhenti menangkap dua praktisi Falun Gong, Zhang Guoli (pria) dan Zhu Chengqian (pria) yang juga karyawan Hotel Oriental Fishing Port.

Rumah praktisi juga digeledah; 1,000 yuan diambil dari rumah Qu tidak dikembalikan, begitu juga barang lainnya yang tak terhitung.

Para praktisi langsung dibawa ke Kantor Polisi Qingniwaqiao. Praktisi Falun Gong lainnya Wang Shouchen (pria) dari Dafangshen juga dibawa ke kantor polisi ini kemudian. Gao Hongwei, direktur Kantor Polisi Qingniwaqiao bertanggung jawab atas penangkapan ini.

Polisi membaca “pernyataan” untuk Qu untuk tanda-tangan, mereka memerintahkan supaya duduk dilantai. Ketika Qu menolak mereka mengambil kursi untuknya. Selama interogasi berlangsung, Qu menolak menjawab pertanyaan dan tanda-tangan apapun. Seorang petugas polisi bertanya pada Qu apakah sebelumnya pernah dianiaya ditahanan polisi. Qu memperlihatkan bekas luka yang dalam akibat setruman listrik. Petugas itu kemudian memberitahu bahwa polisi tidak akan menyiksa saat ini. Sesudah itu, Qu menolak di ambil foto dan cap jempol. Polisi kemudian memanggil dua petugas lagi untuk memaksa pengambilan cap jempol Qu. Karena Qu tidak mau bekerja sama, seorang petugas polisi memukulnya sampai tergeletak di lantai. Setelah 36 jam penahanan, polisi mengirim Qu Bin, Zhang, Zhu Chengqian, dan Wang ke Changchun Road Hospital untuk pemeriksaan kesehatan. Kemudian mereka dikirim ke Pusat Penahanan Yaojia.

Dianiaya dengan Sangat Parah di Pusat Penahanan Yaojia

Qu ditahan di sel 2-18 di bawah perintah direktur Tian. Qu mulai mogok makan pada hari ia ditangkap. Pada hari keenam, saat berada di dalam pusat penahanan, ia dicekoki. Ia dengan tegas menolak dan menarik keluar selang yang dimasukkan keperutnya. Pada hari kedua dicekoki, penjaga memasukkan selang makanan ke tenggorokannya, Qu hampir tak berdaya karena sakit yang sangat menyiksa. Ia menggunakan kekuatan terakhirnya untuk memuntahkan makanan yang dipaksa masuk ketubuhnya yang bercampur dengan darah. Ketika penjaga menyadari bahwa selang makanan dimasukkan pada tempat yang salah, ia mengatakan, “Ia hanya perlu dianiaya. Tidak akan menarik jika tidak disiksa.”


Peragaan penyiksaan: Dicekoki dengan brutal

Penjaga kemudian terus mencekoki (memeberi makan dengan paksa) mengabaikan kondisi fisik Qu. Setelah itu Qu jatuh pingsan dan dibawa turun ke bawah oleh dua tahanan. Ketika mereka melewati gerbang di zona kedua, kepala dari zona itu menuduh Qu berpura-pura. Kemudian ia menendang punggung Qu menempatkannya di sel yang kecil, merantai tangan dan kakinya ke klem besi di lantai. Qu tidak sadarkan diri sewaktu hal ini terjadi.


Peragaan penyiksaan: Tangan diborgol ke cincin besi di lantai

Pada sekitar jam 10 malam dua tahanan ditunjuk untuk mengawasi Qu menemukan kondisinya kritis dan melaporkannya ke direktur yang bertugas saat itu. Direktur kemudian mencari dokter yang bertugas untuk mengukur tekanan darahnya, yang hanya 40/70. Qu segera dikirim ke Rumah sakit 210 untuk penanganan darurat.

Pusat penahanan memiliki bangsal penjara di dalam Rumah Sakit 210, terdiri dari 3 kamar dan 12 tempat tidur. Setiap hari ada 3-5 polisi yang bertugas. Nama belakang kepala tim adalah Wang.

Qu Siuman di dalam bangsal penjara rumah sakit. Sepuluh hari kemudian ia dikirim kembali ke Pusat Penahanan Yaojia. Di sore hari yang sama ia dicekoki lagi. Untuk mencegahnya menarik keluar selang makanan, pihak berwenang menempatkannya di sel 26, dengan lebih sedikit narapidana dan dibawah pengawasan direktur Tian.

Dua klem besi dipasang di ranjang dan tangan Qu diborgol ke klem ini. Para penjaga pikir bahwa Qu tidak akan mampu menarik keluar tabung makanan ketika ditahan dengan cara seperti ini. Namun pada jam 4 sore, Qu berhasil menarik keluar tabungnya. Pada malamnya, direktur zona dua, Xing Da membuka pintu sel dan membujuk Qu supaya makan. Direktur itu berkata mogok makan tidak ada gunanya. Ia berkata, “Bahkan sampai kamu meninggal, kami tidak akan melepaskan kamu. Di sini, praktisi Falun Gong mati sia-sia.”

Pada jam 8 pagi berikutnya, direktur Tian beserta tiga tahanan membawa Qu ke atas untuk melanjutkan pemberian makan secara paksa. Pada jam 5 sore dihari yang sama Qu tak sadarkan diri. Para tahanan yang mengawasinya segera melaporkan kepada direktur yang bertugas, yang kemudian mencari dokter yang sedang bertugas. Dokter menemukan pupil mata Qu membesar, segera mengirimnya ke Rumah Sakit 210 untuk perawatan daruruat.

Setelah staf rumah sakit memeriksa Qu, mereka segera memberitahu keluarga untuk menjemputnya, dan memberitahu polisi. Bahkan di dalam runah sakit, polisi mencoba membuat Qu menandatangani “pernyataan” mereka, dengan mengatakan ia akan segera dibebaskan setelah menandatanganinya. Mereka baru menghentikannya ketika mereka menyadari, Qu dalam keadaan sangat kritis.

Chinese version click here
English version click here