Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Korea: Konferensi Berbagi Pengalaman Falun Dafa Diadakan

17 Sep. 2012

(Minghui.org) Konferensi Berbagi Pengalaman Kultivasi Falun Dafa Korea tahun 2012 diadakan pada tanggal 2 September 2012 di Aula Majelis Pemuda, dekat Mt. Songnisan. Hampir 1000 praktisi menghadiri konferensi dan 14 peserta mempresentasikan cerita mereka tentang bagaimana mereka mengikuti prinsip-prinsip Fa di berbagai lingkungan dan terus mencari ke dalam, menyingkirkan konsep-konsep manusia, dan gigih maju dalam kultivasi.


Tanggal 2 September 2012 Konferensi Berbagi Pengalaman Kultivasi Falun Dafa Korea diadakan di Aula Majelis Pemuda dekat Mt. Songnisan

Mt. Songnisan adalah salah satu dari delapan keajaiban Korea. Tempat ini juga adalah lokasi Taman Nasional Songnisan, merupakan daerah yang sangat kaya akan budaya. Sehari sebelum konferensi pada tanggal 1 September, para praktisi belajar Fa bersama dan mengadakan sharing dalam kelompok kecil.


Seorang praktisi Falun Gong berbagi pengalamannya dalam berkultivasi


Seorang praktisi Falun Gong berbagi pengalaman


Tiga bersaudara kecil yang berlatih Falun Dafa

Berasimilasi dengan Fa

Sebelum belajar Falun Dafa, sel-sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh nyonya Jin Aizi. Dokter langganannya memperkirakan kematiannya dan meminta keluarganya menyiapkan pemakaman. Sebulan setelah dia belajar Falun Dafa, ia sembuh. Sudah hampir 16 tahun berlalu dan dia tetap sehat dan baik.

Ketika Jin mulai membaca Zhuan Falun dalam bahasa Mandarin, dia tidak bisa mengenali hurufnya dan sangat sulit baginya membaca buku. Dia bertahan membaca buku kata demi kata. Suatu hari dia melihat setiap kata pada Zhuan Falun berubah menjadi Falun kecil. Dengan bimbingan dari Falun, matanya menelusuri kata demi kata, dia bisa membaca setiap karakter dengan benar, bahkan karakter yang tidak diketahui. Dia merasa bahwa dia tengah melebur ke dalam Fa. Ketika ia membuka buku itu, dia merasakan medan energi yang tidak bisa dilukiskan. Pada akhirnya, dia bisa membaca buku dengan lancar.

Jin memahami bahwa seseorang harus sangat fokus saat belajar Fa, seperti setiap kata terpatri di otak. Belajar terlalu cepat cenderung menyebabkan pikirannya menyimpang. Jika dia membaca pada kecepatan yang wajar, ia melihat setiap karakter di Zhuan Falun termanifestasi jelas di depan matanya. Dia mengalami keajaiban melebur dengan Fa dan tercerahkan dengan prinsip-prinsip Fa pada tingkat yang berbeda.

Mempromosikan Shen Yun Setiap Hari

Nyonya Piao mulai berlatih Falun Dafa pada tahun 1999. Dia bekerja di RS Universitas Nasional Chungnam di Daejeon. Ketika dia mengetahui bahwa Shen Yun Performing Arts akan tampil di Daejeon tahun 2012, ia sangat bersemangat dan gembira. Dia cemas dan stres. Namun, ia berpikir bagaimana praktisi di Tiongkok membuktikan Fa dengan bermartabat dan mulia ketika sedang ditindas oleh rezim komunis China. Dia secara bertahap menemukan jalan. Dia mengikuti bimbingan Guru dan mempromosikan Shen Yun kepada masyarakat arus utama. Setiap hari saat istirahat makan siang, dia merekomendasikan Shen Yun kepada staf, perawat, profesor dan dokter di rumah sakit dan menjual banyak tiket.

"Shen Yun belum selesai dan masih berlangsung. Saya berbicara dengan semua orang tentang Shen Yun setiap hari dan menerima banyak umpan balik," ujar Piao.

Mencari ke Dalam dan Menggunakan Peluang untuk Menyelamatkan Orang

Nyonya Zheng Zhenshun usia tujuh puluh tiga tahun telah mencari Fa Buddha selama lebih dari 36 tahun di berbagai kuil di Korea. Meskipun seberapa tulus dia, penyakitnya tidak kunjung lenyap. Orang-orang di sekitarnya banyak yang meninggal karena penyakit tak dikenal, yang membebani mentalnya. Pada bulan Maret 2004, anak perempuannya membawa buku Zhuan Falun dan dia membacanya. "Dalam waktu singkat setelah saya belajar latihan, Guru memurnikan tubuh saya dan semua penyakit saya hilang. Saya berjalan seperti mengambang dan merasakan kebahagiaan tidak memiliki penyakit apa pun. Saya tidak merasa lelah sama sekali ketika saya bekerja," kata Zheng.

Zheng memahami bahwa praktisi bertanggung jawab untuk menyelamatkan makhluk hidup. Praktisi harus belajar Fa dan mencari ke dalam kapanpun dan di manapun. Praktisi harus menempatkan diri dalam posisi orang lain dan berpikir tentang bagaimana orang lain bisa diselamatkan. Ketika Shen Yun tampil di Korea, sebagian besar anggota keluarganya menonton pertunjukan karena mereka melihat hatinya yang baik dan menghormatinya. Hanya ada satu pengecualian, ibu mertuanya. Dia menolak untuk menonton pertunjukan.

Zheng mencari ke dalam mencoba untuk menemukan apa yang salah. Dia akhirnya ingat apa yang dia lakukan puluhan tahun yang lalu. Anak bungsu ibu mertua  sekolah dekat dengan tempat tinggal Zheng. Dia meminta Zheng untuk merawatnya. Karena kondisi keuangan sulit, Zheng menolak. Ibu mertua tidak senang. Zheng pergi ke rumah ibu mertuanya dan tulus meminta maaf. Beberapa hari kemudian, ibu mertua dan lima anggota keluarganya membeli tiket untuk menonton Shen Yun. "Itu kebetulan pada hari ulang tahun ke-73 saya. Lima belas anggota keluarga saya memuji keindahan Shen Yun dan mengucapkan selamat ulang tahun. Saya tidak akan pernah melupakan hari itu," ujar Zheng.

Menyingkirkan Konsep Manusia untuk Menyelamatkan Orang

Praktisi pria Li Yonghe mulai berlatih pada tahun 2003. Melalui belajar Fa secara terus-menerus dan berbagi dengan praktisi lain, Li memahami pentingnya menyelamatkan orang. Namun, ia percaya bahwa ia hanya perlu untuk mengklarifikasi fakta penganiayaan kepada orang-orang Tiongkok. Jika seorang praktisi menyebutkan pentingnya menyelamatkan orang-orang Korea, ia akan berpikir bahwa praktisi itu pemahamannya masih dangkal. Ketika Shen Yun tampil di Korea, ia masih memiliki pemahaman yang serupa dan karenanya tidak menjual banyak tiket. Hanya beberapa orang yang dia kenal pergi untuk menonton Shen Yun.

Melalui belajar Fa secara cermat dan berbagi dengan orang lain, ia tahu pentingnya peran Shen Yun dalam menyelamatkan orang. Seiring peningkatannya, banyak kenalannya pergi untuk menonton Shen Yun. Salah satu dari mereka mengatakan kepada Li setelah melihat pertunjukan, "Saya orang yang demikian beruntung!" Li sangat berterima kasih atas bantuan Guru.

Chinese version click here
English version click here