Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Jia Zhijiang dan Istrinya, Li Rongmei Ditangkap, Putra Mereka yang Masih Kecil Kini Sendirian

24 Sep. 2012 |   Oleh: koresponden Minghui dari Provinsi Hebei, China


(Minghui.org) Orangtua Jia Shuo, anak berusia 14 tahun yang masih duduk di bangku sekolah menengah, ditangkap oleh polisi Kota Shijiazhuang, Provinsi Hebei. Keluarga ini datang ke Shijiazhuang untuk bekerja dan menjalani kehidupan baru.

Kedua orantua Jia Shuo adalah praktisi Falun Gong. Ayahnya, Jia Zhijiang adalah seorang koki dan ibunya, Li Longmei, bekerja di bidang farmasi. Pasangan ini selalu mengikuti prinsip Sejati-Baik-Sabar dan tak pernah melakukan tindakan melawan hukum. Pada hari dimana Jia Zhijiang ditangkap, Jia Shuo menangis kepada polisi, “Ayah saya adalah orang yang baik. Dia tidak mencuri, tidak merampok, dan tidak membunuh atau melakukan pembakaran. Mengapa kalian melakukan ini padanya?”

Selama Olimpiade 2008, PKC melakukan penangkapan missal secara ilegal terhadap praktisi Falun Gong. Jia dan istrinya ditahan, Li ditahan di kamp kerja paksa selama setahun dan Jia dipaksa meninggalkan rumah. Untuk menghindari penganiayaan, keluarga ini akhirnya datang ke Kota Shijiazhuang. Karena mereka berlatih Falun Gong dan menjadi orang baik yang hidup berdasarkan Sejati-Baik-Sabar, kini mereka ditangkap lagi.

Tidak Diketahui Apakah Jia Zhijiang Hidup atau Meninggal

Pada 13 Agustus 2012, pukul sembilan lewat, ada orang mengetuk pintu yang mengaku sebagai staf manajemen gedung. Keluarga itu tidak mau membukakan pintu, dan selama lebih dari sejam. Pemilik gedung akhirnya dengan paksa membuka pintu, dan sekitar tujuh atau delapan polisi dari Kantor Polisi Donghuan dan Yuhua Departemen Kepolisian Kota Shijiazhuang masuk ke rumah dan menangkap Jia Zhijiang. Mereka juga mengambil laptop, camcorder dan barang-barang lainnya. Setelah menggeledah rumah, mereka menunjukkan surat perintah penggeledahan dan mencoba memaksa istri Jia, Li Rongmei, menandatanganinya. Dia menolak, dan pemilik gedung terpaksa menandatanganinya. Dibawah ancaman polisi, pemilik gedung kemudian menyuruh Li Rongmei pindah rumah dalam waktu tujuh hari.

Malam berikutnya, Li sangat khawatir dan bersama putranya pergi ke Kantor Polisi Donghuan untuk mencari suaminya. Polisi Shi Jiangbo berkata, "Saya tidak bisa memberitahu keberadaannya." Li dan putranya harus bolak-balik selama satu hari, mencari kemungkinan keberadaan suaminya, akhirnya diketahui Jia Zhijiang ditahan di Pusat Penahanan Kota Shijiazhuang No. 1, di sana Jia menunjukkan gejala penyakit jantung. Kemudian, Jia Zhijiang "menghilang" lagi, tidak jelas apakah dia masih hidup atau meninggal.

Kantor Polisi Donghuan Menjebak Li, Putranya Kini Sendirian

Pada pagi hari, 19 Agustus, petugas Kantor Polisi Donghuan, Shi Jiangbo, pergi ke kediaman keluarga Jia dan memberitahu Li Rongmei, bahwa sekarang ia bisa mengunjungi suaminya, tapi ia harus menunggu di kantor polisi. Dia menunggu sampai tengah hari lalu berkata ingin pulang ke rumah. Polisi berbohong padanya dan membuatnya tinggal lebih lama. Pada sore hari, ketika dia mengatakan tidak bisa menunggu lebih lama lagi, dia ditahan secara paksa. Li Rongmei memprotes dari jam 7 malam sampai 8 malam, sampai akhirnya ia dibawa pergi dengan mobil. Sampai sekarang, tak seorangpun tahu keberadaannya.

Kepolisian Donghuan dan Yuhua pertama-tama menahan ayahnya, lalu mengancam pemilik gedung untuk mengakhiri kontrak. Lalu dalam beberapa hari, mereka menangkap ibunya dan meninggalkan anak berusia 14 tahun hidup sendiri.

Ancaman

Sekitar dua bulan sebelum penangkapan, polisi dari Kepolisian Donghuan telah mengunjungi rumah Jia untuk mengancam dan menyuruhnya pindah secepat mungkin. Di saat yang sama, petugas dari Kantor Polisi Distrik Zhuodong, Yuhua pergi ke hotel tempat Jia bekerja dan mengancam dia di sana, menyuruhnya berhenti dan tidak bekerja di wilayah mereka lagi. Meski begitu, Jia Zhijiang tidak hanya tidak mengeluh, tapi malah memberitahu polisi dengan hati penuh belas kasih tentang perubahan fisik dan mental setelah berlatih Falun Dafa, berharap mereka bisa memahami kebenaran. Ketika ia ditangkap, ia mengatakan pada polisi agar tidak menganiaya orang-orang baik dan berpikir untuk keluarga dan anak-anak mereka sendiri.

Berkultivasi Falun Gong Menyembuhkan Kemandulan

Pada tahun 1994, Jia didiagnosa menderita penyakit reproduksi laki-laki. Dia terbebani secara mental dan finansial.

Dia menghabiskan seluruh penghasilannya untuk menyembuhkan penyakitnya. Ahli medis memastikan bahwa dia tidak akan memiliki anak dan hal yang terbaik yang dapat mereka lakukan adalah memperbaiki situasi ini sehingga tidak bertambah buruk. Pada tahun 1996, Jia Zhijiang sesekali pernah mendengar tentang Falun Gong dan berpikir bahwa Sejati-Baik-Sabar pasti sangat baik. Akhirnya ia mulai berlatih. Sebelumnya, dia selalu tidak suka dipermalukan dan selalu berpikir cara membalasnya. Setelah berkultivasi Dafa, dia memahami kriteria tinggi seorang manusia dan menyingkirkan pikiran buruk serta mengembangkan pola pikir yang luas. Perlahan ia mulai melupakan penyakitnya.

Pada tahun 1997, Jia Zhijiang menikah. Tidak lama setelah itu, Li Rongmei mengandung. Jia langsung mengerti bahawa inilah adalah salah satu manfaat dari berlatih Falun Dafa. Penyakit reproduksinya sembuh tanpa ia sadari; penyakit gigi dan sakit kepalanya juga disembuhkan.

Setelah Memahami Kebenaran, Li Berhenti Mencegah Suaminya Berlatih Falun Dafa dan Menjadi Kultivator

Setelah PKC menganiaya Falun Gong pada 1999, karena tekanan, Li tidak ingin suaminya berlatih Falun Gong lagi, tidak peduli alasannya. Ibunya teracuni oleh berita negatif atas rekayasa bakar diri di Lapangan Tiananmen yang memfitnah Falun Gong. Jia kemudian mengatakan bahwa ia sebelumnya divonis tidak bisa memiliki anak dan Dafa telah memberikan seorang anak pada mereka. Kenyataan ini sangat mengejutkan bagi Li. Setelah itu, Li tidak hanya berhenti mendesak suaminya, dia sendiri juga mulai ikut berlatih Falun Dafa.

Anak mereka, Jia Shuo, adalah anak yang manis. Ia masih bayi saat terbungkus oleh selimut, setiapkali ia menjulurkan jari kecilnya, membentuk telapak lotus, sama seperti latihan Falun Dafa. Dia sehat dan bijak. Terkadang ia masuk angin, tapi sembuh dengan cepat saat mendengarkan rekaman Ceramah Falun Dafa. Jia mengatakan, “Setelah berkultivasi, Guru memberikan seorang anak kepada saya.”

Dianiaya dan Diusir dari Rumah, Jia Mengklarifikasi Fakta dengan Belas Kasih dan Menyelamatkan Istrinya

Selama Olimpiade di China, PKC telah menahan dan menganiaya banyak praktisi Falun Gong. Pada Juni 2008, pasangan praktisi ditahan oleh Li Zhaohua dan polisi intel dari Tim Keamanan Nasional Kabupaten Hualai, Propinsi Hebei. Jia dipukuli, empat sampai lima giginya tanggal. Dadanya sangat sakit. Sungguh ajaib, ia berhasil lolos. Mereka lalu mengintensifkan penganiayaan terhadap Li, menganiaya sambil memborgol tangannya, membelenggu, menutupi kepalanya dengan kain hitam, kursi besi, dan lain-lain. Dua kali dia pingsan. Kemudian dimasukan ke dalam kamp kerja paksa selama setahun.

Penanggung jawab utama atas penganiayaan ini:

Kantor Polisi Donghuang, Departemen Kepolisian Yuhua, Biro Keamanan Umum Kota Shijiazhuang

He Zhiyuan, direktur: +86-13931979537(selular) (orang yang bertanggung jawab atas penangkapan Li Rongmei)

Rong Xingang, Direktu Kantor Polisi Dongguang: +86-13513215198(selular)

Silakan mengacu pada artikel Mandarinnya untuk nama dan nomor telepon lainnya.

Chinese version click here
English version click here