Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Hanya dengan Keyakinan Teguh kepada Guru Barulah Saya Dapat Melangkah dengan Baik di Jalur Kultivasi di Masa Pelurusan Fa

27 Sep. 2012 |   Oleh: praktisi Falun Dafa dari Kota Laixi, Provinsi Shandong, China


(Minghui.org)

Salam Hormat kepada Guru! Salam kepada rekan-rekan praktisi di seluruh dunia!

Menoleh ke belakang perjalanan kultivasi saya selama periode Pelurusan Fa lima tahun ini, saya mengalami penganiayaan yang sangat keji. Namun berkat penyelamatan dan perlindungan Guru yang belas kasih, saya dapat menahan kesengsaraan dengan tekanan yang sangat besar.


Pada tanggal 20 Juli 1999, penganiayaan terhadap Falun Gong terjadi secara menyeluruh di China. Polisi menahan dan menganiaya praktisi Falun Gong, menggeledah rumah mereka, memasukkannya ke dalam penjara, mengirim mereka ke kamp-kamp kerja paksa, memaksa mereka menyerahkan buku-buku Falun Gong, menghancurkan buku-buku Dafa dan menggunakan cara tak bermoral dan kejam untuk menuduh dan menghujat Falun Gong. Di bawah tekanan yang teramat berat dari polisi, karyawan dan anggota keluarga, saya merasa hampir tidak bisa bernafas. Saya terus menerus mempertimbangkan apakah saya harus meneruskan kultivasi atau tidak. Guru mengatakan kepada kita di dalam puisi (Hongyin):

“Tenang Dalam Bencana”

Fa-lurus disebarkan,
Kesulitan di atas kesulitan.
Puluhan ribu iblis menghalangi,
Dalam bahaya ada bahaya.”

Karena saya sudah banyak belajar Fa pada saat itu, Fa Guru terus bermunculan di dalam pikiran saya, yang membantu saya memutuskan untuk selalu mengikuti Guru dan tidak melepaskan Dafa. Sejak itu, saya memperkuat ketetapan hati untuk mengikuti Guru dan melanjutkan kultivasi sampai akhir, tidak peduli seberapa besarnya tekanannya.

Mengatasi Ujian Sulit dari Tekanan Orangtua

Ketika pergi mengunjungi kedua orangtua saya, mereka tidak gembira bertemu dengan saya dan berperilaku seakan tidak menyukai saya. Sesungguhnya, saya merasa mereka benar-benar membenciku. Mereka tidak mau menerima hadiah dari saya, mereka juga tidak mengizinkan saya masuk ke dalam rumahnya. Hal ini terus saja terjadi bila saya mengunjungi mereka. Sungguh amat menyakitkan. Apa yang mesti saya lakukan? Bagaimana cara menunjukkan cinta yang benar kepada mereka? Bagaimana memperlakukan mereka dengan benar?

Setelah belajar Fa, saya menyadari ingin menjadi kultivator sejati dan melakukan apa yang diminta oleh Guru kepada kita. Hanya dengan memperlakukan diri menurut standar seorang praktisi, saya baru dapat menunjukan kasih saya kepada orangtua. Supaya kedua orangtua saya mengetahui bahwa seluruh praktisi Falun Gong adalah orang yang baik merupakan cara yang benar bagi saya untuk memperlakukan mereka dengan baik. Sejak memperoleh pengertian ini, saya tidak lagi memendam rasa sakit hati terhadap mereka atas kesalahpahaman mereka. Alhasil, kedua orangtua saya segera merubah perilakunya terhadap saya, dan sejak itu mereka memperlakukan saya dengan sangat baik ketika mengunjungi mereka. Mereka juga mengantar saya keluar ketika akan pulang, dan ibu saya berkata, ”Datanglah ke rumah kapanpun bila ada waktu, dan tidak perlu membawa apapun. Kami tahu kamu tidak mempunyai banyak uang.” Saya sungguh-sungguh merasakan kekuatan belas kasih Guru dan Dafa. Dengan meningkatkan Xinxing (kualitas moral), saya dengan cepat menerobos tingkatan dari memiliki perasaan yang kuat terhadap kedua orangtua saya.

Sepenuhnya Menyangkal Pengaturan Kekuatan Lama dan Menentang Penindasan

Pada tanggal 1 November 1999, saya naik kereta untuk pergi ke Beijing demi mengajukan permohonan. Ada empat atau lima orang yang berangkat bersama waktu itu. Salah seorang rekan praktisi ditahan oleh polisi di kereta dan memberikan informasi tentang siapa saja yang pergi bersamanya. Jadi polisi menemukan kami dan membawa kami kembali di tengah perjalanan ke Beijing. Akhir Desember, saya berangkat lagi ke Beijing untuk mengajukan permohonan. Saya membentangkan spanduk di Lapangan Tiananmen. Saat memegang spanduk, saya berteriak keras-keras, “Falun Dafa Hao (baik)!” Saya pergi ke Beijing beberapa kali untuk melindungi Fa. Saya ditangkap secara illegal, disiksa dan dipenjara berkali-kali.

Ketika mereka memukuli praktisi di pusat tahanan, polisi berkata bahwa mereka sedang membantu para praktisi menghapus karma mereka dan meningkatkan Xinxing. Saya paham bahwa dengan cari ini polisi hanyalah berbuat dosa dan mendapatkan karma. Mereka tidak pantas menghapuskan karma orang lain, mereka juga tidak dapat meningkatkan Xinxing orang lain. Hanya Guru yang bisa menanggung ini untuk praktisi dan makhluk hidup serta menghapus karma mereka. Saya menyadari bahwa makhluk hidup tidak boleh melakukan kejahatan terhadap Dafa, karena siapapun yang melakukan kejahatan terhadap Dafa akan jatuh ke dalam gerbang tanpa kehidupan. Jadi selama bertahun-tahun penganiayaan ini, tidak ada satupun yang berani memukul atau memaki saya ataupun menghujat Guru dan Dafa di depan saya, dan juga tidak ada seorangpun yang berani mencoba memaksa saya menulis apa yang disebut sebagai Pernyataan Jaminan. Karena saya mempunyai pikiran lurus dari lubuk hati, tidak ada seorangpun yang boleh memperlakukan saya seperti ini.

Saya juga melihat polisi menggunakan kesempatan ini untuk memeras uang dari praktisi. Polisi berkata kepada anggota keluarga praktisi ataupun majikan mereka, jika mereka memberi uang kepada polisi, maka praktisi tersebut akan dibebaskan. Saya pikir seharusnya tidak membantu polisi di dalam kejahatan ini. Saya mengerti bahwa tidak bisa menggunakan uang untuk menukarkan kebebasan berkultivasi. Setelah pikiran ini timbul, anggota keluarga saya tidak memberikan uang sepersen pun, namun tetap saja polisi membebaskan saya.

Pada tanggal 16 Juli 2000, saya pergi ke Beijing lagi untuk membela Dafa. Polisi menangkap lebih dari dua puluh praktisi dan saya di rumah seorang rekan praktisi. Mereka membawa kami ke kantor polisi di Beijing dan menanyakan nama dan alamat semua praktisi. Ketika saya melihat beberapa praktisi dipukul dengan sangat keji sampai mereka menjerit kesakitan, saya mulai terus menerus membaca sajak di dalam hati.

“Hidup dan mati bukanlah kata bualan
Dapat atau tidak melihat wujud sebenarnya”
(“Hati Mengerti Sendiri,” Petunjuk Penting Untuk Gigih Maju 2)

Saya bertanya pada diri sendiri apakah saya datang ke sini untuk membuktikan Dafa ataukah hanya ikut-ikutan dengan membabi buta saja. Karena saya datang untuk membuktikan Dafa, seluruh perkataan dan perbuatan saya harus sesuai dengan permintaan Dafa dan saya harus mengikuti apa yang Guru katakan. Setelah memiliki pikiran lurus ini, saya merasa sangat lega. Tidak ada seorang polisi pun yang menginterogasi saya. Kemudian Guru berkata,

“Saya beritahu anda, jika seseorang sekiranya tidak punya karma yang begitu besar, mereka mutlak tidak akan diterpa kesulitan yang begitu besar. Harus dingin kepala dengan jernih membedakan antara Xiulian pribadi dengan kejahatan yang menganiaya Fa adalah dua hal yang berbeda.”
(“Ceramah Fa di Amerika Bagian Barat,” Dao Hang)

Saya menyadari bahwa jika saya tidak memiliki keterikatan yang kuat terhadap rasa takut dan pikiran manusia lainnya, tidak akan ada penambahan kesesengsaraan yang disebabkan oleh diri sendiri, karena Fashen Guru selalu bersama saya.

Pada saat itu, saya merasa Guru sedang mengawasi dan melihat kesungguhan hati saya. Guru akan melakukan apapun untuk saya apabila saya mempunyai pikiran yang lurus. Saya mengerti bahwa apa pun cara yang digunakan oleh kekuatan lama, seperti memukul dan menginterograsi, mereka tidak ingin semua terlihat. Apa yang sesungguhnya mereka inginkan adalah untuk mengetahui apakah praktisi akan terus berlatih Falun Gong atau tidak. Oleh sebab itu, bilamana polisi menginterograsi saya, saya selalu menolak bekerjasama dengan mereka. Saya berkata kepada mereka bahwa tidak peduli bagaimana atau mengapa saya pergi ke sana atau dengan siapa saja, karena mereka tidaklah benar-benar peduli dengan detail tersebut. Apa yang mereka benar-benar pedulikan adalah apakah saya akan terus berkultivasi atau tidak. Saya kemudian berkata kepada polisi, ”Saya memutuskan untuk mengikuti ‘Sejati-Baik-Sabar’ dan berasimilasi dengan ‘Sejati-Baik-Sabar.’”

Akhir bulan Juli, saya menerima artikel Guru “Pengumuman” (sekarang ada di Petunjuk Penting Untuk Gigih Maju II) dari seorang rekan praktisi. Saya jadi mengerti bahwa saya harus mengklarifikasi fakta kepada manusia biasa dan menyingkap penganiayaan keji terhadap Falun Dafa. Saya mulai melakukan klarifikasi fakta. Saya keluar dan menggantungkan spanduk, menempelkan materi di dinding dengan pita perekat, dan mengantarkan materi klarifikasi ke rumah-rumah. Suatu kali, saya dan seorang rekan praktisi menggantungkan spanduk, polisi melihat kami dan mengejar kami. Saya bilang kepada praktisi itu untuk tidak perlu takut ataupun cemas. Kami berpisah arah. Dan akhirnya polisi tidak dapat menemukan kami dan meninggalkan area tersebut. Di bawah perlindungan Guru, kami lolos dengan selamat. Kami telah menerobos penganiayaan itu.

Bulan Maret 2001, selama Kongres Nasional Ke-16 di Tiongkok, beberapa orang ingin menculik dan mengirim saya ke kelas pencucian otak. Saya menolak pergi karena pikir masih banyak orang yang sedang menunggu untuk mengetahui kebenaran Falun Dafa. Karena kelas-kelas pencucian otak adalah tempat yang diatur oleh kekuatan lama untuk menganiaya praktisi Dafa, saya putuskan tidak akan pergi. Akhirnya mereka tidak berhasil mengirim saya.

Akhir Juni 2001, ketika saya menempelkan materi-materi Dafa di sebuah dinding apartement, seorang penjaga menangkap saya di pintu gerbang. Dengan didorong dan diseret, dia membawa saya ke kantor keamanan. Dia menggunakan tongkat listrik menyentuh meja dan tongkat itu memercikan api. Jelas dia akan menyengat saya dengan tongkat itu. Jantung saya berdebar keras, namun kemudian saya terpikir bahwa seharusnya saya tidak boleh merasa takut, dan saya teringat perkataan Guru,

“Bila seorang praktisi Xiulian dalam kondisi apapun dapat melepaskan pikiran perihal hidup dan mati, kejahatan pasti akan takut, bila semua praktisi dapat berbuat demikian, dengan sendirinya kejahatan akan lenyap. Kalian sudah tahu tentang prinsip Fa saling menghidupi dan saling membatasi, bila sudah tidak ada lagi rasa takut, maka faktor yang membuat anda takut juga sudah tidak eksis lagi. Ini bukanlah secara paksa dilakukan, melainkan dicapai dengan pelepasan sungguh-sungguh yang tanpa beban.”
(“Menyingkirkan Keterikatan Terakhir,” Petunjuk Penting Untuk Gigih Maju II)

Saat menjadi tenang, saya mulai menjelaskan kepada polisi itu bagaimana Falun Gong mengajarkan orang menjadi baik dan bagaimana pemerintah menjebak dan memfitnah Falun Gong di televisi. Dia lalu berkata, ”Saya sekarang mengerti. Anda boleh pergi dan teruskan pekerjaanmu. Juga, tolong tinggalkan beberapa materi Dafa di kendaraan pimpinan kami.” Kemudian dia membebaskan saya.

Pada tanggal 9 Juli 2001, saya ditangkap karena mencetak materi-materi klarifikasi. Saya dipenjara di pusat tahanan Dashan di Kota Qingdao. Saya mencari ke dalam, seperti yang Guru minta, dan menemukan bahwa saya masih memiliki keterikatan rasa cemburu dan pamer. Saya melihat kebocoran ini telah dimanfaatkan oleh kejahatan. Apakah ketidakmurnian pikiran saya telah memberikan peluang kepada kekuatan lama untuk menganiaya saya? Saya memahami bahwa apakah kekuatan lama yang menganiaya ataukah itu adalah kebocoran saya sendiri, yang pasti saya tidak akan menerima penganiayaan ini. Tidak peduli bagaimanapun lingkungan saya, saya harus mengerjakan dengan baik permintaan Guru. Jadi setiap hari saya memancarkan pikiran lurus, melakukan latihan dan mengklarifikasi fakta kepada sesama tahanan. Saya pikir bahwa tidak seharusnya saya berada di dalam penjara dan saya harus keluar serta klarifikasi fakta dan menyelamatkan orang. Oleh karena itu, di bawah perlindungan Guru, saya keluar dari pusat tahanan itu dengan kepala tegak dan bermartabat.

Pada tanggal 28 Desember 2001, saya ditahan kembali saat berada di rumah seorang rekan praktisi. Satu bulan kemudian, saya dikirim ke Desa Wangcun, Kota Zibo dan dijatuhi hukuman secara ilegal dua tahun di kamp kerja paksa. Setelah sampai di kamp, saya terus memancarkan pikiran lurus dan dalam waktu yang sama mencari ke dalam untuk menemukan hal apa yang tidak saya kerjakan dengan baik dan di bagian mana saya telah mengakui pengaturan kekuatan lama. Ketika beberapa bekas praktisi yang tersesat berusaha untuk mencuci otak saya, segera saya menyadari bahwa saya harus merubah konsep sesudah lahir saya yang melenceng menjadi pikiran lurus yaitu mengasimilasi diri dengan Sejati-Baik-Sabar, daripada berkompromi dengan kejahatan. Pikiran lurus saya menjadi sangat kuat. Dengan tegas saya bertanya kepada para kolaborator itu, ”Mengapa kalian memutarbalikan Dafa dan terlibat dengan hal yang disebut sebagai menyingkap dan mengkritik Guru? Sebelum penganiayaan dimulai, mengapa kalian tidak berkata hal yang negatif terhadap Guru? Kalian bertindak seperti ini karena kalian takut pada penganiayaan dan pencucian otak. Kalian tidak melindungi Dafa.” Mereka tidak menjawab sepatah kata pun.

Berikutnya datang penjaga. Saya teringat perkataan Guru pada artikel “Saran,” (Petunjuk Penting untuk Gigih Maju II):

“Mereka yang melakukan apa yang disebut pekerjaan ‘merubah pendirian orang,’ juga adalah manusia yang terkelabui. Mengapa tidak sebaliknya menyingkap kejahatan dan mengklarifikasi fakta pada mereka? Saya sarankan agar semua praktisi yang sedang dirubah pendiriannya secara paksa (tidak termasuk mereka yang belum ditangkap untuk dirubah pendiriannya) menyingkap kejahatan dan mengklarifikasi fakta pada orang-orang yang melakukan pekerjaan merubah pendirian, bersamaan itu beritahu pada mereka tentang hubungan sebab akibat dari “kebaikan dan kejahatan pasti ada balasannya.” Yang takut orang-orang mengetahui fakta kebenaran adalah kejahatan, bukan pengikut Dafa.”

Para penjaga mengatakan padaku bahwa lingkungan di sana sangat bagus. Lalu saya bertanya kepada mereka, ”Bukankah tempat ini di mana Zhou Songtao dari Kota Qingdao dianiaya sampai meninggal?” Kemudian saya menceritakan peristiwa bakar diri di Lapangan Tiananmen kepada mereka. Setelah selesai, mereka meninggalkan saya tanpa sepatah kata pun. Dengan perlindungan Guru, saya menggunakan kekuatan pikiran lurus untuk memusnahkan seluruh unsur kejahatan di dimensi lain yang menganiaya saya. Akhirnya, saya keluar dari pusat penahanan itu dengan kepala tegak dan bermartabat dalam dua hari. Sekali lagi saya terjun ke dalam arus Pelurusan Fa.

Dalam perjalanan kultivasi, secara umum saya telah merasa tenang, walau terkadang juga mengalami frustrasi. Karena saya mempunyai kepercayaan yang teguh terhadap Guru, dari lubuk hati saya, tidak ada yang dapat memaksa saya untuk melepaskan “Sejati-Baik-Sabar.”

Guru berkata,

“Bukankah orang-orang mengatakan, kamu punya seribu akal cerdik, saya punya ketentuan yang sudah ditetapkan? Dengan kata lain pengikut Dafa harus tahu apa yang sedang kita lakukan, harus berkesadaran jernih, apakah ada kaitannya dengan pembuktian kebenaran Fa.” (“Ceramah Fa Pada Konferensi Fa di Atlanta Tahun 2003”).

Selama kultivasi di masa Pelurusan Fa, beberapa rintangan berat telah membuat saya menjadi lebih jernih, rasional, dan teguh. Pada saat yang sama, banyak keterikatan dan konsep-konsep pikiran yang tidak lurus telah disingkirkan. Saya memahami bahwa untuk menyangkal pengaturan kekuatan lama, kita harus sangat ketat terhadap diri kita sendiri, mencurahkan sepenuh hati belajar Fa lebih banyak, serta lebih memperhatikan hal pemancaran pikiran lurus. Kita harus menggunakan Dafa untuk membimbing kita dan mengikuti permintaan Guru. Kita harus sepenuhnya menyangkal pengaturan kekuatan lama dan melangkah dengan lurus. Saya akan terus berusaha keras untuk melangkah ke depan dengan pikiran lurus dan perbuatan lurus. Kita akan berbuat sesuai dengan ajaran dan harapan Guru, dan kita tidak akan mengecewakan makhluk hidup. Kita tidak akan gagal dalam memenuhi sumpah janji dan harapan kita.   

Ini hanyalah pemahaman pribadi. Mohon tunjukkan jika ada hal yang tidak tepat.

Sumber: Buku “Compassion Overcomes Evil” (Belas Kasih Mengalahkan Kejahatan)