Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Berkat Dafa, Saya Sepenuhnya Menjadi Orang yang Baru

13 Des. 2013 |   Oleh praktisi Dafa dari China


(Minghui.org) Saat saya memikirkan kembali perjalanan kultivasi saya, saya menyadari bahwa Guru telah mendukung dan menyadarkan saya di setiap langkah saya. Kata-kata tidak bisa mengungkapkan rasa hormat saya yang besar kepada Guru. Saya telah menuliskan pengalaman saya diberkati oleh rahmat Guru untuk berbagi dengan rekan-rekan praktisi.

“Pembawa Nasib Buruk”

Saya lahir pada tahun 1946 di sebuah desa pegunungan kecil. Saya datang ke dunia menangis, menangis begitu keras hingga saya menjengkelkan semua orang. Ayah adalah seorang buruh kasar, dan sering pulang kelelahan dari pekerjaan sehari-hari. Tapi tangis saya membuat dia tidak dapat tidur di malam hari.

Sebelum saya berusia satu tahun, ayah bergabung dengan tentara dan meninggalkan desa kami. Empat tahun kemudian, ia kehilangan nyawanya di Provinsi Guangdong. Beberapa orang mengatakan bahwa tangis saya penyebab kematiannya, dan kerabat mulai memanggil saya "si pembawa sial."

Masa Kecil yang Sulit

Ketika saya masih berumur 6 tahun, saya dan ibu pindah ke rumah ayah tiri saya. Ibu dan saya mengambil baskom air untuk ayah tiri setiap hari untuk mencuci muka dan kakinya. Saya bertubuh kecil dan mengalami kesulitan membawa baskom penuh ke oven. Setiap kali saya tidak sengaja menumpahkan sedikit saja, saya akan mendapatkan omelan dan tamparan di wajah.

Pada usia delapan tahun, saya diharapkan untuk menjaga adik saya atau melakukan pekerjaan rumah tangga. Setiap kali adik meludahkan biskuit atau nasi yang dia tidak mau makan, ayah tiri saya akan memerintahkan saya untuk memakannya, yang tidak akan saya lakukan. Saya tidak akan diizinkan untuk makan sampai saya selesai melakukan semua pekerjaan rumah yang telah diberikan. Pada saat itu, saya sudah tahu rasa air mata.

Ibu ingin saya berperilaku baik dan mengatakan hal-hal baik tentang ayah tiri saya di depan saudara-saudara. Ketika saya menolak untuk mematuhi, dia akan memarahi saya "bodoh." Saya dimarahi sampai saya berada di sekolah menengah.

Kata-Kata Bijak di Tengah Ketidakbahagiaan yang Semakin Besar


Selama Revolusi Kebudayaan, saya ditugaskan di bagian yang sangat terpencil di negeri ini. Di tempat kerja, saya rajin dan tidak mengeluh. Tapi gaji saya, yang seharusnya lebih tinggi daripada kebanyakan pekerja usia saya, adalah setengah dari orang lain. Suami memarahi saya "bodoh." Salah satu rekan kerja berusia lebih tua menghibur saya, mengatakan, "Nak, jadilah orang yang selalu jujur dan berbuat benar. Penderitaan adalah berkat." Saat itu bagaimana mungkin saya dapat mengerti kata-kata itu!

Ibu mertua, yang tinggal bersama kami, memiliki semua jenis aturan. Di rumah, saya tidak berani berbicara terlalu banyak. Ketika saya berusaha untuk berjalan dengan perlahan-lahan, dia mengatakan bahwa saya tampak seperti pencuri. Ketika langkah-langkah saya sedikit lebih keras, dia menuduh saya berusaha untuk membuatnya kaget sampai mati. Demi dua anak saya, saya menelan semua ketidakbahagiaan itu selama bertahun-tahun. Pada saat saya berumur 30an, saya menderita banyak jenis masalah kesehatan. Terutama, saya memiliki penyakit jantung dan harus tidur dengan posisi duduk. Saya punya mimpi buruk setiap kali saya berbaring untuk tidur.

Saya mengalami ini sampai tahun 1997, ketika dua anak perempuan saya akhirnya menemukan pekerjaan dan teman hidup. Pada saat itu, saya akhirnya bisa mengatakan bahwa saya telah memenuhi tanggung jawab saya.

Saya Mulai Berlatih

Ibu saya sudah mulai berlatih Falun Gong, dan dia meminta saya untuk berlatih, juga. Ibu tidak bisa membaca, jadi suatu hari dia datang dengan buku Zhuan Falun dan menyuruh saya membacakannya.

Saya membaca Zhuan Falun sampai ibu saya tertidur, tapi saya merasa saya seperti telah terbangun melihat sesuatu dengan jelas. Saya membaca seluruh isi buku itu sampai selesai menjelang fajar. Saya mengerti bahwa latihan ini bukan latihan qigong biasa, tapi benar-benar kultivasi. Saya menangis ketika saya menyadari hal ini. Sambil melihat langit malam, saya benar-benar ingin berteriak, "Sekarang saya juga dapat berkultivasi!" Saya menjadi seorang praktisi Dafa pada bulan Februari 1997.

Guru Mendorong Saya

Ketika pertama kali mulai berlatih, gerakan saya tidak tepat. Pernah saat melakukan latihan keempat, ketika saya membuat lingkaran di sekitar kaki dengan tangan saya, ada sebuah busur cahaya terang. Saya terkejut dan pada awalnya mengira itu adalah ilusi belaka. Tapi ketika saya perlahan membuat lingkaran di sekitar kaki saya lagi, saya melihat busur cahaya terang lagi. Saya sangat senang, dan tahu bahwa Guru mendorong saya untuk memiliki keyakinan yang teguh.

Ketika membuat dua kepalan tangan di belakang punggung saat latihan keempat, saya khawatir saya tidak melakukan gerakan dengan benar, jadi saya melirik praktisi lain. Tapi mereka semua melakukannya berbeda-beda. Pada saat itu, Guru muncul di depan saya melakukan gerakan itu berulang-ulang. Kemudian, dalam sekejap mata, ia menghilang.

Sekitar 10 hari setelah mulai belajar Fa, saya pergi ke rumah seorang rekan praktisi untuk menonton video ceramah Guru. Saya duduk di depan televisi dan menyaksikan dengan penuh konsentrasi, khawatir akan melewati sesuatu yang Guru katakan. Seperti semua orang di rumah itu telah lenyap, dan saya satu-satunya orang yang hadir. Sebelum Guru mulai berbicara tentang Tianmu (Mata Ketiga), saya merasa otot-otot di antara alis saya menegang.

Guru berbicara tentang membersihkan buku-buku qigong lain di rumah, jadi ketika sampai di rumah saya merobek-robek dan membakar semua buku qigong yang saya miliki. Pada saat itu, tubuh saya penuh dengan energi hangat, dan ketika saya membaca Zhuan Falun malam itu, saya bisa merasakan sesuatu berputar di perut saya.

Ketika saya tidur, saya tidur dengan gelisah. Lalu saya merasakan sensasi adanya sebuah tongkat yang besar memukul punggung saya tiga kali. Benar-benar sakit, tetapi ketika saya menyentuh punggung tidak berdarah. Sejak saat itu, tubuh saya selalu ringan. Orang yang mengenal saya mengatakan bahwa saya telah berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda, mereka juga mengakui kebaikan Dafa.

Melakukan Sesuatu yang Benar

Penganiayaan terhadap Falun Gong dimulai pada tahun 1999. Saya pergi ke Beijing pada tanggal 25 Desember tapi sebelum saya bisa menemukan kantor permohonan, petugas berpakaian sipil menangkap saya dan membawa saya ke kantor polisi Lapangan Tiananmen. Saya dikawal pulang, dan ketika mobil polisi telah mencapai pinggiran Kota Jinzhou, saya mendengar genderang perayaan dan musik dimainkan. Namun, ketika saya melihat keluar jendela, saya hanya melihat tanah tandus, lahan terbuka bermil-mil jauhnya dan tidak ada seorang pun yang terlihat. Saya mengerti bahwa makhluk hidup di dimensi lain sedang merayakan fakta bahwa saya telah melakukan hal yang benar.

Pada musim semi 2001, saya mulai membagikan materi klarifikasi fakta untuk pertama kalinya. Saya begitu takut serasa jantung hampir melompat keluar dari dada. Malam itu, saya bermimpi Fashen Guru muncul di depan saya, Fashen itu sangat tinggi dan memancarkan cahaya ilahi. Ini memperkuat tekad saya bahwa saya telah melakukan hal yang benar.

Pada bulan November 2001, saya ditangkap, dan rumah saya digerebek. Sewaktu di pusat penahanan, saya dan seorang rekan praktisi melakukan mogok makan. Pada hari kelima, bibir saya retak dan berdarah, denyut jantung saya di atas normal, tangan saya gemetar, dan napas dangkal. Tapi di ruang interogasi, saya tersenyum saat saya mengklarifikasi kebenaran tentang adegan "bakar diri" di Lapangan Tiananmen kepada polisi, yang mendengarkan dengan seksama.

Suami, Kerabat, dan Kawan-Kawan Mengetahui bahwa Falun Dafa Baik

Pada tahun 2004 suami saya menderita pendarahan di otak, yang membutuhkan operasi. Dia koma selama empat hari. Personil ICU berkata kepada saya, "Adik ipar Anda mencari seorang peramal, yang mengatakan bahwa karena Anda berlatih Falun Gong, dia akan sadar, karena dia punya nasib baik dari Anda."

Suami saya sadar keesokan harinya, pada saat itu kakak ipar (yang bukan praktisi) segera memberitahu dia untuk mengatakan, "Falun Dafa Hao (Falun Dafa baik)." Ketika rekan-rekannya berkunjung, dia akan menyapa mereka dengan, "Falun Dafa Hao."

Suami saya dirawat di rumah sakit selama 40 hari, dan selama dua minggu pertama saya hanya tidur satu hingga dua jam setiap malam. Saya harus berdiri atau berjalan saat belajar Fa, saya tidak bisa duduk, karena saya akan langsung tertidur jika duduk. Saya merasakan ketika saya semakin sibuk, semakin cepat Falun di tubuh saya berputar. Jadi setiap kali saya memasang dupa untuk Guru, saya akan mengatakan, "Terima kasih, Guru!" Setiap kali saya merasa Falun berputar cepat saya juga akan mengatakan, "Terima kasih, Guru!"

Saya membagikan brosur informasi dan bercerita tentang Dafa kepada pasien lain di bangsal. Hasilnya dua pasien sakit berat terselamatkan. Seorang kerabat dari salah satu pasien itu adalah seorang pria tinggi tegap, bersujud kepada saya di depan bangsal penuh pasien dan kerabat mereka. Saya buru-buru menghentikannya dan berkata, "Tidak perlu berterima kasih pada saya, Anda harus berterima kasih kepada Guru saya dan berterima kasih kepada Falun Dafa. Dapatkan buku Zhuan Falun untuk kerabat Anda pelajari, dan ia akan pulih lebih cepat."

Selama waktu itu, ketika tetangga melihat betapa sibuknya saya setiap hari, mereka berkata, “Falun Gong memang benar-benar baik. Perempuan itu sungguh cakap, bahkan orang muda tidak dapat dibandingkan dengannya.”

Pada saat itu, mimpi saya adalah seperti apa yang Guru jelaskan: Saya seakan mengambang saat berjalan, dan dari mengambang menjadi terbang. Saya pernah melihat beberapa bidadari. Awalnya saya pikir mereka adalah lukisan dinding, saya mengulurkan tangan untuk menyentuh mereka. Tiba-tiba mereka tersenyum pada saya, yang mengejutkan saya.

Belajar Fa

Pada tahun 2007 beberapa rekan praktisi ditangkap, dan pencetakan Mingguan Minghui untuk sementara berhenti. Rekan-rekan praktisi menyuruh saya untuk istirahat sementara, dan mereka mengatakan kepada saya untuk menahan diri untuk pergi ke rumah praktisi lain.

Itu adalah waktu yang ideal bagi saya untuk belajar Fa dengan tenang. Saya menghafal Fa dan menyalin ceramah. Ketenangannya begitu besar sehingga bahkan suara dari televisi dan lingkungan sekitar menghilang. Semua yang tersisa adalah buku di depan saya, buku catatan, tulisan tangan saya, dan kesadaran saya yang menghafal Fa Guru. Guru berkata "Haruslah banyak membaca buku, banyak membaca buku,..." ("Ceramah Fa pada Konferensi Fa Amerika Serikat Barat") Belajar Fa adalah sukacita yang tidak dapat dijelaskan.

Bertanggung Jawab Terhadap Fa

Untuk jangka waktu tertentu, saya membantu rekan-rekan praktisi mengubah huruf dalam buku Dafa. Pada awalnya, huruf yang disisipkan kotor dan tidak bisa dilihat dengan jelas. Jadi saya harus menemukan huruf yang sama dalam salinan Mingguan Minghui dan memotongnya lalu menempelkannya di atas huruf yang kotor. Dan saya harus memastikan bahwa huruf yang kotor itu benar-benar tidak terlihat. Saya harus melakukan ini pada hampir 300 huruf. Butuh waktu yang sangat lama, dan saya bekerja sampai punggung dan badan saya sakit.

Untuk mengejar ketertinggalan dalam belajar Fa, saya belajar tiga ceramah dari Zhuan Falun setiap hari. Tapi penglihatan saya buram, jadi saya selalu berusaha menatapnya sekuat mungkin untuk menyelesaikan tiga ceramah per hari. Sebuah keajaiban kemudian terjadi - halaman dalam edisi lama Zhuan Falun saya menjadi putih kembali, dan huruf-hurufnya berubah menjadi besar dan jelas, bahkan mereka bersinar terang.

Pernah, saya menghabiskan sore dengan mendistribusikan materi ke rumah-rumah di sebuah desa. Malam itu, seperti biasa, saya membantu rekan-rekan praktisi membetulkan huruf dalam Zhuan Falun mereka. Tanpa menghilangkan sebuah huruf pun, saya belajar, membaca keras, dan menyalin kata-kata di bawah cahaya lampu, memerlukan sedikit usaha.

Tiba-tiba, saya melihat ada cahaya terang datang dari bawah tangan saya yang memegang buku terbuka. Saya mengangkat tangan dan menatap telapak tangan saya, tapi tidak ada apa pun di atasnya. Ketika saya meletakkan tangan saya di atas buku lagi, saya melihat cahaya terang lagi. Saya sangat senang dan tercerahkan dengan fakta bahwa, selama saya berjalan di jalan yang benar berdasarkan Fa, Guru akan membimbing saya berjalan dengan baik.

Rahmat Guru

Seluruh keluarga kami tidak akan pernah melupakan rahmat Guru, terutama selama insiden mengejutkan yang belum berani saya bicarakan selama bertahun-tahun. Itu terjadi pada tahun 2003, ketika China dilanda  wabah SARS.

Putri kedua saya baru saja mendapat pekerjaan di Beijing, tetapi 10 hari kemudian, karena wabah itu, sekolah yang  mempekerjakan dia mengumumkan istirahat panjang. Semua siswa pulang untuk menghindari tertular.

Pada saat itu, saya tidak menyadari betapa buruknya wabah itu, jadi pada saat itu saya meminta anak saya untuk mencari pekerjaan sambilan untuk sementara waktu. Dia tidak berhasil dan pulang dua hari kemudian. Dia telah merasa tidak sehat di Beijing, namun, karena dia tidak mengalami demam, dia berhasil melewati pos pemeriksaan suhu badan saat naik dan turun kereta.

Ketika sampai di rumah, ia berbaring dan tidak bergerak. Saya pikir dia kelelahan karena mencari pekerjaan dan menempuh perjalanan, tapi setelah satu hari, saya menemukan ia pingsan dan tidak bisa dibangunkan. Dia tidak bisa minum dan mulutnya berbusa, semua itu adalah gejala SARS.

Saat saya berdiri di samping putri saya, saya berkata dalam hati kepada Guru, "Guru, biarkan virus itu terkurung di rumah saya, dan ijinkan keluarga kami yang menanggungnya. Tolong jangan biarkan penyakit ini menular kepada orang lain. Distrik kami belum ada yang terkena kasus SARS. Jika dia dikirim ke rumah sakit, dia tidak akan kembali, dan juga akan menyebabkan lebih banyak masalah bagi semua orang yang berhubungan dengannya. Biarkan keluarga kami yang menanggung beban ini!"

Saya mengusap busa putih dari mulutnya dengan tisu, dan melemparkan tisu ke dalam tungku. Ayahnya tidur di rumah lain untuk menghindari tertular, saya tinggal di sisinya. Setelah tiga hari dan tiga malam yang mencekam, akhirnya dia membuka matanya dan berbicara lemah kepada saya.

Segera setelah itu, ia menderita sakit gigi tapi tidak berani untuk pergi ke rumah sakit. Beberapa hari kemudian dia menderita fistula anal yang memerlukan operasi. Kurang dari 24 jam setelah operasi dia pergi ke toilet di rumah sakit, tiba-tiba ia berteriak, "Bu, saya tidak tahan lagi. Cepat!" Dan kemudian ia jatuh pingsan. Saya menangkapnya saat ia jatuh.

Saat itu tengah malam, dan saya tidak bisa memanggil dokter karena takut membangunkan pasien lain. Saya harus memancarkan pikiran lurus diam-diam: "Singkirkan semua kejahatan, setan busuk, dan tangan hitam yang menggunakan keterikatan saya terhadap keluarga untuk mengintimidasi saya!" Saya memanggil nama putri saya dan berkata, "Ikutlah dengan Ibu!"

Dengan susah payah, saya setengah menyeret dan setengah menggendongnya ke tempat tidur dan kemudian pergi untuk memanggil dokter. Wajah putri saya pucat pasi. Dia akhirnya terbangun setelah waktu yang lama. Menangis, dan berkata, "Bu, saya mengerti sekarang. Saya berhasil dua kali lolos dari kematian karena Anda berlatih Falun Dafa."

Sebelum kembali ke Beijing, putri saya membantu saya memasang spanduk dan membagikan materi, meskipun dia belum sepenuhnya sembuh dari operasi. Pada tanggal 13 Mei tahun 2009 (Hari Falun Dafa Sedunia) dia menemani saya ke gerbang Tiananmen untuk memancarkan pikiran lurus, membantu saya memenuhi keinginan yang telah lama saya miliki.

Bahkan sekarang, ketika orang bertanya putri saya tentang kesehatan orangtuanya, dia mengatakan kepada mereka bahwa kesehatan ibunya sangat baik karena dia berlatih Falun Gong, ayahnya juga memperoleh manfaat darinya dan hidupnya telah diperpanjang. Dengan demikian, dia bisa bekerja jauh dari rumah tanpa khawatir.

Dia juga memperlakukan dirinya sesuai prinsip Fa yang tertuang dalam Zhuan Falun dalam kehidupannya sehari-hari. Setiap tahun dia pulang membawa buah untuk melakukan penghormatan kepada Guru, dan kadang-kadang dia akan menelepon saya dan berkata, "Tadi malam saya bermimpi buruk, tapi Guru datang menyelamatkan saya lagi." Dia mengatakan, "Falun Dafa Hao" kemanapun dia pergi. Bagaimana kita bisa tidak berterima kasih kepada Guru atas belas kasihNya dan atas usahaNya menyelamatkan kita?

Chinese version click here
English version click here