Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Li Shanshan Meninggalkan Kamp Kerja dengan Bermartabat setelah Penutupan Kamp Kerja Paksa Wanita Hebei

30 Des. 2013 |   Oleh koresponden Minghui dari Provinsi Hebei


(Minghui.org)

Latar Belakang
( Kutipan dari: http://en.minghui.org/html/articles/2013/5/2/139144.html )

“Pada 2003, untuk menyelamatkan Zhou Xiangyang (pria), pacarnya pada waktu itu, Li menyerahkan permintaan kepada pejabat penjara untuk menikahi Zhou. Untuk menghentikan penganiayaan terhadapnya, Li mengajukan permohonan atas nama Zhou mengabaikan dahsyatnya tekanan dan resiko untuk ditangkap. Ia ditangkap dan dijatuhi hukuman 15 bulan kerja paksa. Li melanjutkan permohonannya untuk pembebasan suaminya setelah ia dibebaskan. Zhou juga berusaha semampunya untuk menahan penganiayaan di penjara. Ia melakukan mogok makan selama setahun dan kemudian akhirnya dibebaskan. Pasangan muda ini akhirnya bersatu kembali setelah tujuh tahun terpisah karena penganiayaan.

“Tetapi, kurang dari setahun kemudian, Zhou ditangkap lagi dan dikirim ke Penjara Gangbei, dia disiksa dengan brutal. Li mulai lagi memohon dan berusaha untuk menyelamatkannya. Ia menulis surat terbuka, “Perjalanan Pasangan Muda: Tunangan Zhou Xiangyang Mengajukan Permohonan Selama Tujuh Tahun untuk Pembebasannya,” yang menyentuh hati ribuan orang, banyak dari mereka mengeluarkan air mata. Beberapa dari mereka membuat petisi untuk menyelamatkan Zhou: 2,300 penduduk di 10 kota dan desa terdekat menandatangi surat meminta Zhou dibebaskan dan mereka yang bertanggung jawab atas penganiayaan ini diselidiki.”

Li Shanshan, yang menjadi pekerja paksa selama 2 tahun karena menyelamatkan suaminya, akhirnya meninggalkan Kamp Kerja Paksa Wanita Hebei pada 8 November 2013. Momen bersejarah ini memperlihatkan kehancuran dari kamp kerja paksa yang kejam.

Kamp Kerja Paksa Wanita Hebei Runtuh

Sebelum Li dibebaskan, suami dan ibu mertuanya telah memohon pembebasan untuk Li di gerbang Kamp Kerja Paksa Wanita Hebei selama dua bulan. Mereka berkata kepada orang-orang bagaimana Li telah menunggu suaminya selama tujuh tahun, bagaimana dia mengajukan permohonan untuk menikahi tunangannya yang dipenjara, tapi dirinya sendiri dipenjara di Penjara Kota Tianjin, karena usahanya untuk menyelamatkan suaminya.

Li menulis surat terbuka ke publik, dan lebih dari dua ribu orang menandatangani surat menunjukkan dukungan mereka. Mereka juga berkata kepada orang-orang bagaimana Li telah dianianya oleh Biro Keamanan Domestik Tangsan, yang menjatuhi hukuman kerja paksa terhadapnya, dan bagaimana Li masih dipenjara di kamp kerja paksa meskipun sistem kerja paksa di China telah dibongkar.

Li akhirnya meninggalkan kamp kerja dengan bermartabat dan berkumpul kembali dengan keluarganya. Dinding kamp kerja telah runtuh, gerbang besinya telah jatuh ke tanah. Kamp kerja diselimuti puing dan sampah seperti berkata bahwa setelah melakukan kejahatan yang tidak terhitung terhadap Dafa, kamp kerja kejam ini hilang dari dunia, tapi kejahatannya akan selamanya terekam dalam sejarah.

Pada hari Li akan dibebaskan, lebih dari 100 orang menunggu diluar kamp kerja untuk membawanya pulang ke rumah. Empat orang petugas polisi dari Biro Keamanan Domestik Kota Tangsan juga menunggu Li, berniat untuk membawanya pergi. Tetapi, mereka membatalkan rencana mereka di depan kelompok besar praktisi yang berani.

Kamp Kerja ini juga mencoba untuk mengancam teman-teman dan keluarga Li, hanya untuk menemukan bahwa mereka tidak takut sama sekali.

Sebelum berjalan keluar dari kamp kerja, Li diberhentikan oleh para penjaga, yang berusaha menghalanginya untuk pergi. Pada saat ini, lebih dari seratus suara berteriak dari luar kamp kerja, “Shanshan, keluar! Shanshan keluar!” Kekuatan penganiayaan runtuh seketika.

Jika peristiwa ini direkam, hal ini pasti dikenal sebagai peristiwa bersejarah. Peristiwa yang sangat indah.

Jiwa yang Mulia

Sanak saudaranya mempersembahkan sebuket bunga lotus sebagai penggambaran dari kemurnian dan kemuliaannya. Air mata menetes ke pipi Li. Ia menderita dari penganiyaan karena belas kasih dan kebaikan hati. Ia dipenjara karena ia berusaha menyelamatkan suaminya. Ia tidak mau menyerah kepada kekuatan jahat. Ia menunjukkan keindahan hidup dan jiwanya yang mulia dan murni.

Seorang pengacara menulis di blognya, “Ketika dipenjara telah menjadi sebuah kehormatan untuk masyarakat, pemerintah tidak punya harapan.”

Penjaga kamp kerja dan petugas polisi dari Keamanan Domestik Tangsan menyaksikan adegan tersebut dengan perasaan kagum.

Harapan

Khalayak ramai melihat Li masuk ke dalam mobil bersama keluarganya dan pergi menjauh. Setelah tujuh tahun, ia akhirnya pulang ke rumah.

Pada momen ini, para penjaga tercengang, berkecil hati, dan dengan sunyi pergi di dalam keputusasaan. Semoga, jiwa mereka telah tersentuh oleh peristiwa ini, dan hati mereka bangkit, sehingga dari momen ini, mereka tidak akan lagi berpartisipasi menganiaya Dafa. Sementara itu, peristiwa ini juga mungkin membantu mereka untuk sadar bahwa menjadi anggota dari sistem kerja paksa, mereka membantu kekuatan jahat untuk menganiaya orang-orang baik.

Artikel Terkait:
Deeply Touched by Her Faith, 900 Tangshan Residents Sign Petition Calling for Ms. Li Shanshan's Release
Mr. Zhou Xiangyang Not Allowed to Visit His Wife in Forced Labor Camp
Ms. Li Shanshan Sent to Forced Labor, Denied Family Visitation for Six Months
Ms. Li Shanshan Sentenced to Forced Labor Again, Tangshan Residents Try to Rescue Her, Collecting 528 Signatures So Far
Ms. Li Shanshan Arrested by Tangshan Domestic Security Division (Photos)

Chinese version click here
English version click here