Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Mulai Hidup Baru Setelah Belajar Falun Dafa, Berkultivasi Xinxing, dan Melenyapkan Kebencian

14 Agu 2013 |   Oleh koresponden Minghui Huang Yusheng dari Taoyuan, Taiwan


(Minghui.org) Hubungan antar manusia sering tegang dalam masyarakat modern. Sementara orang tak bisa berhubungan dengan baik antara teman sebaya, ada yang sulit bekerja sama dengan bos-nya atau teman sekerja. Orang-orang berusia lanjut sering bertengkar dengan pasangannya, dan banyak contoh yang lain.

Ah Yue (kiri) dan Huimei (kanan) dalam usia 60-an, tampak sehat dan santai. Mereka mempunyai keluarga yang bahagia.

Ungkapan kuno mengatakan: “Jika sebuah keluarga hidup harmonis, segalanya akan berhasil.” Tetapi di dalam masyarakat modern, suami dan isteri sering bertengkar dan sering berakhir dengan perceraian atau persengketaan. Dua orang ibu yang melakukan latihan di sebuah tempat latihan di Taiwan adalah contoh nyata keajaiban Falun Dafa. Mereka dapat mengatasi krisis keluarga dengan positif, dan kehidupan keluarga mereka bahagia. Kami ingin membagikan cerita mereka dengan Anda.

Ah Yue

Ah Yue berusia hampir 60, mulai menjadi praktisi Falun Gong pada tahun 2008. Sebelumnya dia melakukan sejenis senam qigong di taman setiap hari. Ketika dia tidak bisa senam lagi karena kakinya terkilir, tetangganya yang baru saja mulai berlatih Falun Gong dan dulu pernah berlatih senam qigong bersamanya menasehati: “Falun Gong sangat baik. Apa kamu mau bergabung dengan kami?” Keesokan harinya dia pergi ke taman belajar gerakan Falun Gong dan langsung merasakannya sangat bagus. Dia membeli sebuah buku Zhuan Falun dan mulai berlatih.

Benar-benar Menyingkirkan Kegetiran

Ah Yue seorang ibu yang berwatak lembut. Ia mengatakan: “Xinxing saya meningkat banyak sejak saya berlatih Falun Gong.” Belajar dari Fa, dia menyadari bahwa setelah menyingkirkan kegetiran yang tertanam dalam-dalam di hatinya dia dapat merasakan kegembiraaan yang murni. Sebelumnya Ah Yue merasa tertekan karena hubungan dengan suaminya. Dokter memperingatkan mengenai depresinya.

Ah Yue juga seorang menantu yang rajin. Ibu mertuanya menderita diabetes dan tinggal bersama dengan keluarganya. Dia merawatnya dengan baik tanpa ada keluhan. Dia tidur sekamar dengan ibu mertua selama enam bulan. Dia menyiapkan makanan, mengukur kadar gula dalam darah, dan membersihkan tempat tidurnya. Pembantu yang dipekerjakan paruh waktu sangat terkesan dan membuatnya bekerja dengan sungguh-sungguh. Adik ipar perempuan dan adik ipar laki-lakinya juga sangat terkesan.

Namun suaminya selalu membuat gaduh. Dia sering memarahi Ah Yue. Para tetangga dan pembantunya sangat simpati kepadanya tetapi menertawai sikapnya yang tolol. Suami ingin menceraikannya. Adik-adik ipar mengatakan kepada suaminya, “Kami ingin kakak ipar tinggal bersama kita dan ingin kamu yang pergi.”

Sebenarnya Ah Yue ingin meninggalkan keluarganya, tetapi terpikir ibu mertua yang tidak ada orang lain merawatnya, dia tetap tinggal. Dia tidak membenci suaminya, tetap memperlakukannya dengan baik.

Dulu dia terbiasa menahan diri, jarang berbicara. Setelah menjadi praktisi Falun Gong ia mengerti bahwa ia bisa menghilangkan ketidakbahagiaannya jika menerapkan ajaran Fa dari Guru dalam kehidupan sehari-hari. Jika dia memperlakukan segalanya dengan cara yang baik, semuanya akan menjadi beres. Suatu hari dia bertengkar dengan suaminya, dan merasa sedih. Ketika belajar Fa, tiba-tiba pada paragraf yang membicarakan tentang memandang sesuatu dari sudut pandang praktisi, segera kesedihannya lenyap. Dia menyadari sangat beruntung menjadi praktisi Dafa.

Bersikap Baik Hati terhadap Orang Lain dan Keluarga Hidup Harmonis

Setelah menjadi praktisi Falun Gong, Ah Yue dapat bersikap dengan baik kepada adik iparnya. Suaminya berasal dari Miaoli. Dia mempunyai dua saudara laki-laki. Pada Hari Qingming, ketika tiba waktunya untuk mendoakan para leluhur, dia (dengan suaminya) dan kedua saudara laki-lakinya diwajibkan menanggung biaya upacara. Pada Hari Qingming, Ah Yue memberikan uang kepada adik ipar perempuannya. Ketika ayah mertua meminta uang kepadanya, adik iparnya berkata di depan semua anggota keluarga, “Tak apalah Ah Yue, kamu memang tidak perlu memberikan uang kepada saya.” Ah Yue tidak membantah kebohongan adik iparnya. Dia berkata kepada mertuanya. “Baiklah, saya akan memberikan kepadanya uang sedikit.” Adik ipar perempuan yang satunya mengetahui bahwa Ah Yue telah memberikan uang dan berkata kepada Ah Yue dengan nada marah, “Mengapa kamu tidak mengatakan telah memberikan uang kepadanya?” Ah Yue tidak menjawab, hanya dibalas dengan senyum. Dia ingat ajaran Guru bahwa seorang praktisi harus memperlakukan orang lain dengan baik hati. Adik iparnya itu masih muda. Untuk menyelamatkan muka adik iparnya, dan demi kebaikan masa depan keluarga, ah Yue tidak mengeluh.

Lepaskan Keterikatan pada Takut

Ah Yue mengatakan bahwa dia merasa Guru selalu hadir melindungi kita. Ah Yue takut kepada anjing. Suatu hari ketika sedang menggantung spanduk di tempat latihan, ada dua ekor anjing berlari mendekatinya. Dulu, dia pasti akan lari ketakutan. Tetapi kali ini dia meneruskan memasang spanduk hingga selesai. Sementara itu anjing-anjing itu berjumpalitan di depannya lalu melarikan diri.

Suatu hari ketika dia ke pasar dengan bersepeda, dia hampir bertabrakan dengan sebuah sepeda yang melaju cepat ke arahnya. Ada kekuatan ajaib yang memindahkan sepedanya sedikit, dan tabrakan itu terhindar. Dia sama sekali tidak merasa takut, dia mengerti bahwa Guru melindunginya.

Keluarga Mendukungnya Membuktikan Fa

Ah Yue sembuh dari depresi melalui latihan Falun Gong, dan mulai menjalani kehidupannya mengikuti prinsip Sejati-Baik-Sabar. Orang-orang disekitar melihat keajaiban Dafa dari perangainya. Di antara mereka ada yang ikut berlatih Falun Gong.

Salah seorang adik ipar perempuan dari Yunlin menderita sakit rematik (rheumatoid arthritis), dan dia mulai berlatih Falun Gong. Setelah itu dia sering menawarkan diri untuk merawat ayahnya. Adik ipar perempuan lainnya yang tinggal di Tucheng telah menjadi praktisi Falun Gong selama enam bulan, dan tampak lebih sehat.

Anak laki-laki Ah Yue bekerja di kantor intelijen. Dia tidak berlatih Falun Gong tetapi mendukung Falun Gong dan ibunya. Dia menyanyikan lagu “Falun Dafa Baik” dihadapannya. Dia menayakan apakah ibunya ikut berpartisipasi dalam kegiatan klarifikasi fakta. Menurutnya orang-orang Falun Gong adalah pemrotes yang paling damai yang pernah dia jumpai.

Hong Humei

Hong Humei berusia 64 tahun dan pensiun dua tahun yang lalu. Dia mulai berlatih Falun Gong pada tahun 2009. Waktu itu dia bekerja sepuluh jam sehari. Anak perempuannya memberikan satu set pakaian yoga dan mengharapkan dia selalu berlatih yoga agar tetap sehat.

Suatu hari salah seorang tetangga datang mengunjunginya. Dia menanyakan tetangga itu apakah ada orang yang berlatih yoga di dekat tempat mereka. Tetangganya yang berlatih Falun Gong mengatakan: “Saya tak tahu orang yang berlatih yoga, tetapi Anda dapat berlatih Falun Gong dengan saya jika mau.” Begitulah, keesokan harinya pada pagi buta dia ikut berlatih Falun Gong di taman. Dia berlatih selama satu setengah jam lalu pergi bekerja. Di atas bus dia belajar Fa dan melakukan latihan selama istirahat makan siang. Dia sangat rajin.

Menangani Perselisihan Secara Positif

Huimei memperoleh banyak manfaat dari berlatih Falun Gong. Wataknya adalah yang paling berkembang. Ketika dia masih baru berlatih, kadang-kadang masih suka marah. Dengan belajar Fa terus menerus, akhirnya mengerti arti sebenarnya “sabar,” suaminya telah lama pensiun, Huimei menjadi tulang punggung keluarga. Dia mengatakan andaikan tidak berlatih Falun Gong dia tidak kuat menanggung tekanan harus membayar hipotik sebesar 3 juta yuan dengan tanpa khawatir. Suaminya hanya mementingkan dirinya sendiri. Huimei harus berlatih sabar lebih tekun setelah pensiun dan tinggal di rumah.

Xinxing Huimei menjadi lebih baik setelah mulai berlatih Falun Gong. Dia tidak mengeluh tentang hipotik. Dia memisah-misahkan sampah yang dicampur adukan suaminya. Dia tidak ingin bercerai, dan dengan sopan mengatakan kepada suami bahwa mengisap puntung rokok bekas itu tidak baik, ia membereskan pekerjaan rumah sebelum keluarganya pergi berlibur, pergi belanja dan membersihkan rumah. Dia mengatakan jika tidak menjadi praktisi Falun Gong dia pasti sering bertengkar sengit dengan suaminya.

Menyaksikan Keajaiban Dafa, Sanak Keluarga Berlatih Falun Gong

Keluarga tidak lagi keberatan dia menjadi praktisi Falun Gong karena mereka menyaksikan manfaat yang didapatnya. Suatu hari dia pergi untuk menengok seorang pasien dan mampir ke tempat keponakan perempuannya yang berlatih qigong lain. Keponakannya mengatakan bahwa dia tampak sangat sehat. Lalu mereka saling berbagi cerita. Keponakannya mengatakan bahwa dia tidak dapat duduk bersila ganda bahkan hanya untuk lima menit. Pada akhirnya keponakannya mengunjungi situs web Falun Gong dan membeli buku Zhuan Falun.

Huimei pensiun pada 1 Maret 2013, ketika itu cucu laki-laki lahir. Setiap hari dia berlatih, belajar Fa, mengerjakan pekerjaan rumah, dan merawat cucunya. Dia menyadari bila belajar Fa dengn fokus, dia dapat memahami Fa lebih baik. Ketika ujian xinxing tiba, dia tak tergoyahkan. Katanya: “Biasanya saya bertengkar dengan suami. Setelah berlatih Falun Gong saya merasakan bahwa saya berubah banyak, saya menjadi lebih kalem. Sungguh beruntung saya telah berlatih Falun Gong.”

Dari pengalaman kedua orang ibu itu, kita dapat melihat bahwa “jika seorang berlatih suatu jalan yang lurus, seluruh keluarga akan memperoleh manfaat.” Hal ini terjadi pada berjuta-juta praktisi Falun Gong. Karena mereka berkultivasi, mereka bertekad untuk bertahan melalui penderitaan hidup. Karena mereka berkultivasi, mereka benar-benar meningkat.

Jika anda ingin mengalami sendiri, silahkan datang berlatih Falun Gong.

Chinese version click here

English version click here