Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Pengadilan Banding di Kota Hengyang Membatalkan Dakwaan Pengadilan Tingkat Bawah Namun Membuat Dakwaan Palsu Baru Agar Tetap Memvonis 3 Tahun

26 Sep. 2013 |   Oleh: koresponden Minghui di Provinsi Hunan, China


(Minghui.org) Pengadilan Menengah Kota Hengyang baru-baru ini memutuskan permohonan naik banding Xiong Qiuling, seorang praktisi Falun Gong yang divonis 3 tahun penjara secara ilegal. Kota Hengyang terletak di Provinsi Hunan, China. Pengadilan menengah membatalkan dakwaan di tingkat lebih rendah terhadap Xiong, tetapi sebaliknya, mendakwa dengan kejahatan lain: “menyembunyikan penjahat.” Ini dilakukan agar tetap mempertahankan hukuman semula yaitu tiga tahun penjara. Pelanggaran pengadilan menyolok ini telah menjadi lelucon di kalangan peradilan. Seorang hakim berkata, “Direktur kami tidak mengetahui hukum.” Pengadilan mengetahui dengan baik bahwa mereka tidak mengikuti prosedur hukum, dan kenyataanya telah melakukan sidang secara diam-diam, menghindari pengawasan publik.

Hasil Persidangan Rahasia adalah Hukuman 3 Tahun

Xiong, 53 tahun, dari Koa Laiyang, seorang pensiunan dari Perusahaan Obat Kota Laiyang. Pada 28 Oktober 2012, dia ditangkap oleh belasan petugas polisi dari Divisi Keamanan Domestik Kota Hengyang dan Kota Laiyang, dan petugas dari Kantor Polisi Caizichi, dia dibawa ke Pusat Penahanan Laiyang pada hari yang sama. Huang Duohong, praktisi Falun Gong dari Xiangtan yang sedang mengunjungi Xiong pada waktu itu juga ditangkap.

Pengadilan Kota Laiyang menyidangkan Xiong secara diam-diam pada Februari 2013, tepat sebelum Hari Tahun Baru Imlek. Penasihat hukum tidak hadir di sana. Hanya putrinya pada saat persidangan. Pengadilan memvonis tiga tahun penjara kepadanya, dibawah tuduhan yang dibuat-buat “menggunakan organisasi untuk merusak penegakan hukum.”

Naik Banding

Xiong dan keluarganya menyewa seorang pengacara dan mengajukan banding ke Pengadilan Menengah Kota Hengyang. Pengacara mengatakan dalam pembelaannya bahwa Pengadilan Kota Laiyang tidak memiliki cukup bukti untuk menghukum Xiong. Ia berkata bahwa bukanlah kejahatan bagi seseorang memiliki keyakinan. Hukum hanya menghukum perilaku seseorang. Ia menyimpulkan bahwa Xiong tidak melanggar hukum dan harus dibebaskan tanpa hukuman.

Pada Mei 2013, Hakim Kuang Jingzi dan wakil direktur ruang pengadilan, Chen Hong, pergi ke Kota Hengyang untk menginterogasi Xiong. Akan tetapi, mereka sangat tertarik pada kasus Huang Duohong, yang ditangkap saat berada di rumah Xiong. Xiong berbicara kepada mereka tentang Falun Gong secara mendalam, dan mendesak mereka jangan menindas orang yang mematuhi hukum.

Pengadilan Menengah Hengyang menyampaikan hukuman final kepada Xiong pada Juni 2013. Mereka membatalkan semua dakwaan yang diputuskan oleh pengadilan tingkat bawah, tetapi mereka mendakwa dia dengan kejahatan lain, “menyembunyikan penjahat” (karena Huang Duohong ada di rumahnya), dan tetap menghukum dia tiga tahun penjara.

Logika yang Dipelintir

Huang Duohong sering mengunjungi Xiong. Huang adalah seorang istri, putri dan menantu yang baik. Ia membantu orang-orang lanjut usia di keluarganya, dan sangat menghormati orangtua dan mertuanya. Ia sering membantu siswa-siswa yang kekurangan uang. Kebaikannya terhadap orang lain merupakan hasil dari mengikuti prinsip-prinsip Dafa “Sejati-Baik-Sabar.”

Persidangan Pengadilan Distrik Yuhu, Kota Xiangtan, Provinsi Hunan

Pada pertengahan Mei 2013, Pengadilan Distrik Yuhu memberi tahu pengacara Huang bahwa Departemen Kepolisian Kota Xiangtan telah mengumpulkan “bukti baru,” dan bertanya apakah dia akan memberikan pembelaan lainnya atas nama Huang.  Pengacara menolak dengan tegas, dan memberi tahu mereka bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah.

Ironi dari kasus ini adalah Pengadilan Menengah Hengyang memvonis Xiong karena kejahatan “menyembunyikan penjahat,” untuk membuktikan bahwa Huang, dalam kenyataannya, “bersalah” sebagai penjahat. Logika yang dipelintir oleh Pengadilan Menengah Kota Hengyang berlawanan dengan alasan. Ini mengherakan para hakim yang dengan bercanda mengatakan, “Direktur pengadilan kami tidak memahami hukum.”

Partai Komunis China (PKC) tidak pernah mengikuti peraturan ketika menganiayaa praktisi Falun Gong. Mereka telah menipu rakyat jelata dan menggunakan sistem pengadilan sebagai alat untuk menganiaya orang-orang tidak bersalah.

Chinese version click here

English version click here