Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Fahui China | Singkirkan Rasa Takut Dan Jalan Dengan Bebas

23 Jan. 2014 |   Oleh Seorang Praktisi Dafa dari Provinsi Hubei, China


(Minghui.org) Saya telah menjadi Praktisi Falun Dafa selama 18 tahun. Ini pertama kali saya menuliskan laporan pengalaman. Saya menyesal tidak lebih cepat menulisnya. Tetapi sekarang merasa siap untuk melapor kepada Guru dan berbagi dengan rekan praktisi mengenai kultivasi saya.

Di saat Menemui Jalan Buntu, Memperoleh Fa

Sebelum saya menemukan Falun Dafa, saya menderita peradangan pada mukosa lambung (gastric ulcer), penyakit jantung iskemia (angina), radang selaput lendir di rongga hidung (sinusitis), dan yang paling parah, penyakit saraf (neurasthenia). Kesehatan buruk saya ini membuat saya susah tidur selama lebih dari dua atau tiga jam sekaligus walaupun saya mengkonsumsi obat tidur. Saya bekerja setiap hari, jadi kekurangan tidur sering membuat kepala seya pening sepanjang hari.

Suami saya berselingkuh sewaktu anak perempuan kami berumur enam tahun. Setelah itu hubungan kami tidak bertahan lama dan bercerai. Saya tinggal bersama anak perempuan saya dan membesarkannya. Kemudian di kantor ada perselisihan yang membuat saya berhenti bekerja. Saya tidak mempunyai penghasilan dan merasa kehidupan saya benar-benar sudah buntu.

Suatu hari adik laki-laki saya mengunjungi saya pada Juli 1996. Ia memperkenalkan saya Falun Dafa. Ia memberitahukan saya bagaimana hebatnya, dan bagaimana ia bisa berhenti merokok setelah memulai latihan. Ini sudah cukup menyakinkan saya untuk ingin belajar Falun Dafa juga.

Saya menemukan tempat latihan yang terdekat, hanya berada di seberang jalan dari rumah saya. Saya melihat banyak orang berlatih sewaktu saya ke sana esok paginya. Di sana ada papan yang memperkenalkan Falun Dafa, maka saya membacanya.

Setelah praktisi selesai latihan, saya berbincang-bincang dengan mereka. Mereka sangat ramah dan membantu, memberitahukan saya pengalaman mereka. Banyak yang berkata bahwa semua penyakit mereka hilang melalui latihan. Saya memberitahukan mereka saya ingin belajar. Mereka segera mengajarkan saya lima perangkat latihan dan memberikan saya satu buku  Zhuan Falun. Saya merasa sangat beruntung saya bisa memperoleh Fa.

Dalam perjalanan pulang, sambil menaiki tangga, pergelangan kaki saya keseleo dan membengkak. Saya merasa aneh bisa melukai pergelangan kaki saya seperti ini, karena sebelumnya saya sudah banyak kali menaiki tangga ini tanpa terluka.

Setelah saya membaca Zhuan Falun, saya memahami bahwa ini disebabkan oleh karma saya. Saya melanjutkan latihan.

Suatu hari, saya memegang botol berisi obat tidur di tangan saya sebelum tidur. Saya memutuskan untuk tidak mengkonsumsinya lagi. Sungguh mengejutkan bukan hanya bisa tidur dengan cepat, tetapi saya juga tidur sepanjang malam. Semenjak itu saya rajin berlatih Falun Dafa.

Saya membaca satu ceramah Zhuan Falun dan latihan setiap hari. Semua penyakit saya hilang kurang dari satu bulan. Tubuh saya sekarang bisa santai dan saya merasa enak.

Seorang teman sekolah lama yang sudah beberapa tahun datang mengunjungi saya. Kunjungan yang menyenangkan, dan saya memberitahukannya mengenai kesulitan saya. Ia berkata: “Saya mempunyai uang ekstra. Pakailah untuk berbisnis. Jika rugi saya yang tanggung.” Ia sangat tulus, saya sangat terharu.

Kemudian saya memahami bahwa ini adalah pengaturan Guru untuk membantu saya. Sekarang saya berhasil dalam usaha saya dan cukup dikenal di lokasi saya.

Melepaskan Keterikatan Bersaing, Belajar Bertoleransi

Sebelum saya mulai berlatih Falun Dafa, saya bangga, arogan dan tidak mau kalah. Menceraikan suami saya dan berhenti bekerja disebabkan mentalitas bersaing yang saya miliki. Saya mendorong diri sendiri ke jalan buntu, tetapi masih mengeluh mengenai nasib saya dan ketidakadilan. Setelah belajar Fa, saya mulai menyadari semua ini.

Suatu hari di tempat bekerja, saya berjalan masuk ke satu ruang di mana orang-orang sedang berbincang-bincang. Saya mendengar seorang laki-laki dan perempuan mengeluh mengenai seseorang. Kemudian saya sadar bahwa mereka mengeluh mengenai saya. Saya bisa merasa darah saya sedang mendidih; sangat marah terhadap mereka. Saya menyembunyikan kemarahan saya, tetapi di dalam hati, saya berpikir bagaimana membalas mereka.

Selagi berlatih meditasi pada keesokan pagi, saya berpikir untuk memecat kedua karyawan itu. Saya bertanya kepada Guru dalam pikiran saya, apakah ini perbuatan yang baik. Setelah menanyakan ini, kepala saya tidak bisa berhenti bergerak ke kiri dan ke kanan. Saya terkejut. Saya sadar ini adalah cara Guru memberitahukan saya bahwa ini tidak benar. Saya seorang praktisi dan harus menggunakan prinsip Sejati-Baik-Sabar di dalam segala hal.

Saya pergi bekerja dengan pikiran yang tenang. Kedua orang yang telah mengkritik saya kemarin bertindak seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Mereka berbicara dan tertawa dengan saya seperti biasa.

Suatu hari, saya naik bis dan duduk di paling belakang. Dua perempuan setengah baya masuk ke bis dan berjalan ke paling belakang juga. Tidak ada tempat duduk kosong di sisi lain bangku paling belakang dan ada satu tempat duduk kosong di sebelah saya. Di tempat kosong ini ada tumpukan debu dibawahnya. Kedua perempuan memberi isyarat supaya saya pindah ke tempat yang kotor. Saya memberitahukan mereka di sana kotor dan tidak mau berpindah. Mereka berdua mulai memarahi saya.

Saya membalasnya dengan singkat, tetapi kemudian saya teringat bahwa saya seorang praktisi dan ini adalah ujian. Dengan perlahan saya berdiri dan pindah ke depan. Kedua perempuan ini terus berteriak ke saya. Setiap orang di bis bisa mendengarkannya. Saya menahan air mata saya: ini sulit sekali.

Saya sering menemukan hal semacam ini. Kadang saya bisa bertoleransi, tetapi kadang saya gagal. Dengan terus belajar Fa, saya memahami bahwa sebagai seorang praktisi, saya harus ketat terhadap diri saya sendiri dan mengikuti standar Dafa yang tinggi. Dengan perlahan, saya bisa mengatasi hal-hal seperti ini dengan ringan dan akhirnya tidak terganggu oleh ini lagi. Berapa kasarpun orang-orang berprilaku terhadap saya, saya bisa tersenyum dan tidak terpengaruh.

Menyingkirkan Keterikatan

Setelah meminjam uang dari teman sekolah untuk berbisnis. Saya bersusah payah untuk memulai. Pikiran saya banyak terfokus pada bisnis, tetapi menghadapi banyak masalah.

Dalam tahun kedua berbisnis, agar mendapatkan proyek, saya pribadi memberikan 10,000 RMB kepada pimpinan proyek. Saya juga mengirimkan hadiah kepadanya banyak kali dan mengundangnya makan untuk mempererat hubungan. Pimpinan proyek berkata kepada saya bahwa proyek ini akan diberikan kepada kami dan ia tidak akan memberikannya kepada orang lain. Saya menunggu hasilnya dengan harapan yang tinggi. Akhirnya proyek tersebut diberikan kepada orang lain. Sewaktu saya mendengar kabar ini, saya merasa jantung saya ditusuk.

Sewaktu menderita pukulan ini, saya membaca Zhuan Falun. Saya melihat photo Guru dan merasa Guru tersenyum dengan saya. Air mata keluar dari mata saya, dan pikiran saya menjadi jernih. Saya mengerti ini adalah sebuah kesengsaraan dan suatu ujian untuk saya lewati. Pikiran saya menjadi tenang dan saya mulai belajar Zhuan Falun.

Guru berkata:

“Oleh karena itu, kita berprinsip mengikuti keadaan secara wajar. Ada kalanya anda merasa bahwa benda tersebut adalah milik anda, orang lain pun memberi tahu benda itu adalah milik anda, tetapi sebenarnya itu bukan milik anda. Anda mungkin beranggapan itu memang milik anda, akhirnya itu bukan milik anda, dengan demikian ingin melihat apakah terhadap hal ini anda dapat melepas, jika tidak dapat melepas, itu berarti keterikatan hati, maka perlu digunakan cara ini guna menyingkirkan rasa kepentingan anda, inilah masalahnya.” (Zhuan Falun)

Kata-kata Guru menyentuh saya. Saya tidak menganggap pengalaman ini sesuatu yang menyakitkan lagi. Kemudian saya bisa menjalankan bisnis saya sambil mengingat kata-kata Guru. Saya melepaskan keterikatan mengejar kepentingan pribadi.

Perusahaan saya bukan lagi sebagai alat untuk mencari uang; telah menjadi lingkungan buat kultivasi saya. Saya belajar bertoleransi dengan orang lain dan memikirkan mereka terlebih dahulu. Perusahaan berjalan di jalur yang benar, dan kami mendapat penghargaan. Karyawan saya memberitahukan saya, mereka suka bekerja untuk saya karena lingkungan perusahaan baik dan semua orang berhubungan baik satu dengan lain. Walaupun perusahaan lain menawarkan gaji lebih tinggi, mereka tidak ingin meninggalkan perusahaan.

Guru berkata,

“Cahaya Buddha menerangi seluruh penjuru, menegakkan kebenaran memberi penerangan,” (Zhuan Falun)

Menyingkirkan Perasaan Takut

Setelah penganiayaan dimulai, saya merasa takut untuk klarifikasi fakta kepada publik. Saya selalu latihan sendiri. Saya mendapat informasi mengenai Dafa dari saudara saya yang bekerja dengan saya, dan berbagi informasi ini dengannya. Saya hanya merasakan nyaman mengklarifikasi fakta mengenai Dafa di lingkungan perusahaan saya, keluarga saya dan teman-teman. Karyawan saya semua mengetahui Falun Dafa baik.  Bagi orang-orang yang berbisnis dengan saya, saya mengklarifikasi fakta kepadanya apabila ada kesempatan.

Di tahun 2006, saya mendapat beberapa brosur berjudul Kenangan Keagungan Guru dari saudara perempuan saya (juga seorang praktisi). Mereka memuat artikel dari praktisi yang mengingat kembali peristiwa yang terjadi sewaktu Guru memperkenalkan Fa ke seluruh dunia. Di dalam itu, saya melihat ketulusan Guru, keagungan Dafa, kebajikan Guru yang selalu memikirkan orang lain terlebih dahulu.

Setelah habis membaca setiap artikel, saya merasa mata saya penuh dengan air mata. Saya merasa telah mengecewakan Guru dan Dafa. Saya harus mengejar laju pelurusan Fa dan mengklarifikasi fakta untuk menyelamatkan makhluk hidup. Saya mulai belajar ceramah Guru dan artikel lain dengan serius.

Setelah belajar Fa, saya memahami tanggung jawab Praktisi Dafa di masa pelurusan Fa. Saya menyadari saya harus mengklarifikasi fakta untuk menyelamatkan makhluk hidup. Ini adalah tanggung jawab saya. Saya membeli satu komputer dan satu printer, dan belajar bagaimana mendownload dan mencetak materi klarifikasi fakta. Saya mendirikan tempat produksi materi rumah tangga.

Setelah selesai produksi materi klarifikasi fakta, saya berencana mendistribusikannya. Tetapi ini lebih sulit dari yang saya perkirakan. Begitu saya memegang tas berisi penuh materi dan menuju pintu, saya tidak bisa keluar dari pintu. Saya bolak balik dengan khawatir dan menanyakan diri apa yang tidak beres dengan saya. Saya memahami prinsip Fa, tetapi terus terang saya takut. Saya takut ditangkap secara ilegal dan membawa masalah pada bisnis saya.

Saya mempunyai keterikatan dengan ego, dan ini yang mencegah saya untuk mengklarifikasi fakta.

Maka saya mulai meluruskan pikiran. Saya bertanya pada diri sendiri: Apakah saya akan berhenti membuktikan Fa karena takut ditangkap? Apakah saya akan berhenti berkultivasi Falun Dafa apabila bisnis saya hancur?

Akhirnya, saya memberitahukan diri sendiri, selama saya masih bernapas, saya akan berkultivasi Dafa, bahkan jika saya kehilangan nyawa sekalipun. Saya berbicara dengan diri sendiri sampai pikiran lurus saya menjadi semakin kuat dan ketakutan saya menjadi lemah. Saya kemudian bisa berjalan keluar dari rumah dan mendistribusikan pamflet. Saya membagi materi di bus. Saya juga mengirim surat klarifikasi fakta, membagi materi di gedung-gedung dan secara langsung mengklarifikasi fakta kepada orang-orang.

Saya harus memahami sepenuhnya informasi di materi yang saya distribusikan, maka saya membaca setiap materinya. Dengan cara demikian, saya merasa saya sedang menyelamatkan makhluk hidup dan bukan membagikan pamflet.

Suatu hari di bis, saya mendengar seorang perempuan bertengkar dengan suaminya melalui telepon. Saya bisa melihat ia lelah dalam hal fisik maupun mentalnya. Saya kasihan melihatnya; orang-orang begitu penuh dengan rasa sakit terlibat dalam emosi dan pencarian nama dan kepentingan pribadi. Dengan senyum di wajah, saya berjalan menujunya dan berkata; “Ini sedikit informasi buat anda. Saya mengharapkan anda bisa memahami fakta yang tertulis di sini dan mendapat manfaatnya.” Ia kelihatan tersentuh oleh ini dan menerima materi saya. Ia senyum dan berkata, “Terima kasih.”

Saya juga memberikan materi kepada seorang laki-laki yang duduk di baris depan sambil berbicara dengannya. Seorang laki-laki lain disekitarnya mendekati untuk mendengarnya, maka saya memberikan satu kepadanya juga. Ia menerima dengan kedua tangannya, dan bertanya, “Apakah ini untuk saya?” Saya mengatakan, “Ya.” Ia sangat senang dan berterima kasih kepada saya.

Saya merasa senang melihat orang-orang di bis yang membaca materi klarifikasi fakta. Ini adalah semangat yang diberikan oleh Guru. Setelah menerima materi, sebagian orang mengingatkan saya untuk berhati-hati dengan keselamatan saya. Yang lain cepat-cepat membacanya dan menyimpannya di kantong atau tasnya.

Ada juga orang yang melemparkan materi ke samping, dan ada juga yang tidak ingin menerimanya. Saya tidak terpengaruh oleh mereka; Saya terus melakukan apa yang harus saya lakukan.

Saya mulai mendistribusi DVD Pertunjukan Kesenian Shen Yun setelah DVD ini dikeluarkan.  Pertunjukan Shen Yun bagus sekali dalam hal artistik dan rohani. Saya telah menonton DVD 2009 paling sedikit lima kali. Setiap kali saya sangat tersentuh. Saya telah membagikan lebih dari 1,000 keping DVD Shen Yun mulai Februari sampai November tahun itu.

Saya juga mulai mengirim surat klarifikasi fakta kepada pelanggan. Saya memberikan sebagian list pelanggan kepada praktisi lain dan sebagian saya kerjakan sendiri. Dengan alasan keselamatan, kami tidak bisa mengirim terlalu banyak surat dari kantor pos yang sama, maka saya pergi ke banyak kantor pos di daerah sini dan mengirim lebih dari 1,300 surat dalam empat bulan.

Pada awalnya, saya sedikit enggan sewaktu menulis surat klarifikasi kepada pelanggan saya. Semua dilakukan dengan tulisan tangan saya, dan saya tidak ingin membahayakan bisnis saya jika ada orang yang melaporkan saya kepada pihak otoritas. Kemudian saya mulai memakai printer. Saya mengirim sebagian surat ke teman-teman dan sanak keluarga untuk percobaan. Sewaktu saya mengetahui mereka tidak menerima surat saya, saya menyadari bahwa ada masalah dengan xinxing saya.

Rasa takut mencegah keberhasilan pengiriman surat ini. Saya memberitahukan diri sendiri: “Karena mereka adalah pelanggan saya, mereka mempunyai hubungan takdir dengan saya. Mereka adalah makhluk hidup yang harus saya prioritaskan. Saya tidak boleh takut kepentingan pribadi saya terganggu.” Saya kembali menulis dengan tangan saya. Kemudian sanak keluarga dan teman-teman mengatakan mereka telah menerimanya.

Pada semester kedua tahun 2010, saya menyerahkan pengelolahan bisnis saya kepada manager yang profesional. Saya bergabung dengan grup belajar Fa di komunitas. Rekan praktisi di dalam grup rajin, dan kami semua ikut dalam proyek klarifikasi fakta. Seorang rekan praktisi dan saya memimpin satu tim untuk mendistribusikan materi. Kami menargetkan membagi materi ke kotak pos.

Kami menjangkau komunitas kami sendiri dan komunitas sekitarnya juga. Beberapa tempat kami kunjungi lebih dari satu kali. Kemudian kami ke asrama universitas. Sewaktu saya mendistribusikan materi, saya merasa saya sedang menyingkirkan konsep pikiran manusia, keterikatan saya terhadap rasa takut dan malas. Xinxing saya meningkat.

Selama proses itu, Guru terus membangun keagungan De yang lebih besar untuk pengikutnya.

Memahami Dengan Jelas Prinsip Fa

Pada Januari 2010, saya pergi ke kota lain untuk menghadiri konferensi industri tahunan. Sewaktu di hotel, saya mengklarifikasi fakta mengenai Dafa kepada seorang wartawan wanita dari kota Shanghai. Ia mendengar dengan sungguh-sungguh sewaktu saya membagi pengalaman pribadi saya dengannya hampir satu jam.

Ia memahami kebenaran. Ia berkata kepada saya: “Saya percaya Yesus. Saudara perempuan saya percaya Buddha. Kami semuanya percaya bahwa kebaikan mendapat balasan yang baik, kejahatan mendapat ganjaran buruk. Ini adalah prinsip langit. Saya adalah anggota PKC. Apakah bisa membantu saya mundur dari PKC?” Saya senang ia telah diselamatkan.

Besok pagi, sewaktu saya berdiri di depan sebuah jendela dan melihat keluar, saya melihat satu mata di atas gunung. Saya menyadari itu adalah mata saya. Saya melihat sisi lain dan melihat mata lain, demikian juga hidung dan sketsa kepala saya. Gunung itu kelihatan seperti setengah bagian atas dari seluruh kepala saya. Saya merasa gembira, namun tenang. Saya mengetahui Guru telah memberi semangat kepada saya, mempertunjukan diri saya yang di dimensi lain.

Pada waktu yang lain, saya pergi bersama praktisi lain ke komunitas besar untuk mendistribusikan materi di hari hujan. Kita berpisah untuk menjangkau daerah itu. Sewaktu kami bertemu kembali, praktisi lain memberitahukan saya telah melompati beberapa tempat. Saya balik ke tempat yang belum dilewati. Kaki saya mulai kram dalam perjalanan balik, dan saya tidak bisa berjalan. Saya memahami bahwa ini adalah kesempatan untuk membangun keagungan De yang lebih besar.

Suatu malam, saya tidak ingin bangun dan memancarkan pikiran lurus pada tengah malam. Saya merasa terlalu ngantuk, tapi saya akhirnya bangun. Sewaktu saya melipatkan kaki sebelum memancarkan pikiran lurus, energi kuat tiba-tiba membungkus saya, saya merasa segar dan berenergi. Saya memancarkan pikiran lurus selama 30 menit. Sewaktu saya kembali tidur, saya merasa tubuh saya seperti terapung di atas awan yang besar.

Seorang rekan praktisi dan saya pergi ke suatu komunitas untuk mendistribusikan materi klarifikasi fakta. Di sana ada ruang kontrol dengan layar tiga baris, mengawasi semua pintu masuk. Dua satpam berbicara di dalamnya. Semua kotak pos di bawah pengawasan. Saya menarik praktisi keluar dengan rasa takut. Pada saat kritis, pikiran manusia dan rasa takut muncul lagi. Saya merasa sedih saya tidak menjadi lebih stabil setelah berkultivasi begitu banyak tahun.

Praktisi yang sama dan saya kembali ke komunitas yang sama beberapa hari setelahnya. Kami mendistribusikan materi di semua pintu gerbang dan pintu masuk gedung, dan tidak terjadi apa-apa. Hal pertama yang saya lihat sewaktu saya bangun pada besok pagi adalah kata-kata “Sejati-Baik-Sabar adalah baik.”

Saya banyak mengalami hal seperti ini. Pemahaman saya adalah apabila kita belajar Fa dengan baik dan ketat terhadap diri kita sendiri sesuai dengan prinsip Fa, kita bisa mengkultivasikan diri kita sendiri dengan baik dan dapat menyelesaikan misi sejarah dan tanggung jawab kita. Guru akan membangun keagungan De untuk kita dan memberikan kita yang terbaik.

Di atas hanyalah pemahaman pribadi saya. Mohon petunjuk apabila ada yang tidak pantas.

Chinese version click here

English version click here