Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Perasaan Seseorang Tidaklah Berarti

2 Okt. 2014 |   Oleh praktisi Falun Dafa di Tiongkok


(Minghui.org) Saat saya memancarkan pikiran lurus suatu sore, saya merasakan ada energi kuat di sekitar saya. Saya pikir saya telah melakukan dengan baik, tetapi praktisi muda yang berada di sebelah saya melihat energi itu berasal dari kekuatan lama.

Saya berkata kepada makhluk yang mengeluarkan energi itu: “Kamu memanfaatkan sisi manusia praktisi Dafa (untuk hidup di dunia manusia, kita harus memiliki tubuh manusia), dan mencegah sisi dewanya untuk mempergunakan kekuatan supernatural. Sungguh tercela dan memalukan bagi dewa melakukan hal seperti itu. Jika kamu tidak menyadari betapa memalukannya perbuatanmu, kamu tidak lagi pantas menjadi dewa.”

Makhluk itu tetap diam tetapi tetap menutupi saya dengan energinya. Saya menyangkal perasaan itu. Dan Guru membantu saya menyangkal perisai energi kekuatan lama itu.

Guru memberitahu kita:

“Ada yang berlatih Gong dengan mengandalkan perasaannya, bagaimana perasaan anda dapat diperhitungkan? Sama sekali bukanlah apa-apa.” (Zhuan Falun)

Janganlah kita dibodohi oleh perasaan kita. Perasaan di tubuh manusia ini dapat dengan mudah memicu atau menjebak kita dalam keterikatan manusia. Jiwa prima akhirnya dapat salah mengira bahwa perasaan itu adalah nyata.

Sebenarnya tidak demikian. Ambil contoh perasaan mengantuk. Suatu kali saat rekan praktisi muda sedang memancarkan pikiran lurus, ia mengatakan bahwa ia sangat lelah dan mengantuk. Saya berkata, “Mungkin itu karena kamu mengantuk, tetapi mungkin juga ada yang mengganggu medan kamu.”

Ia melihat ke dalam medannya dan, cukup yakin, di sana ada makhluk “berwajah melon pahit” sedang menembakan “peluru pahit” ke arahnya. Hanya terkena satu peluru saja orang biasa akan langsung roboh. Praktisi Falun Dafa dapat menahannya lebih banyak.

Ketika praktisi muda melihat itu, ia langsung membasmi “wajah melon pahit” itu dan menangkis semua peluru. Ia langsung menjadi lebih bersemangat. Si wajah melaon pahit itu kelelahan. Dia mempunyai banyak lapisan dan dapat menggandakan dirinya sendiri. Tidak mudah untuk memusnahkan seluruhnya. Selama kita tidak mengakui perasaan mengantuk itu, Guru akan membantu kita memusnahkannya.

Ada lagi sebuah perasaan yang sangat mengganggu kultivator – nafsu birahi. Itu bukan apa yang benar-benar Anda rasakan, tetapi sesuatu yang diikatkan pada Anda oleh iblis birahi. Jika Anda percaya itu adalah Anda, ia akan sulit dikendalikan.

Jika Anda tidak mengakuinya, dengan teguh menyangkalnya, dan memusnahkannya, perasaan itu tidak akan bertahan lama. Jika kemampuan Anda belum cukup, selam Anda teguh, Guru akan membantu Anda memusnahkannya. Beberapa teman praktisi belum melakukan dengan baik dalam hal ini. Ini karena mereka tidak menyadari masalah inti di balik perasaan mereka.

Saya hanya mendiskusikan beberapa perasaan, tetapi sesungguhnya ada banyak sekali.

Sumber dari perasaan manusia adalah substansi tingkat rendah di lingkungan ini, yang digunakan untuk memasung manusia di dunia ini dan mencegah mereka meningkat. Jika kultivator tidak dapat menghancurkan belenggu mereka, ia tidak akan pernah mencapai kesempurnaan.

Bagi kita praktisi Falun Gong, perasaan kita juga adalah apa yang makhluk di luar triloka buat untuk kita. Jika kita bisa menerobos pengekang itu, bukankah berarti tingkatan kita telah melampaui makhluk-makhluk itu?

Tolong tunjukkan bila ada yang tidak pantas dalam pemahaman pribadi saya di atas.

Chinese version click here
English version click here