Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Disiksa sampai Mati: Adik Kami Gao Rongrong (Bagian 2)

12 Nov. 2014 |   Oleh Gao Weiwei dan Gao Lili


Lanjutan dari Bagian 1

(Minghui.org)

Sepuluh tahun yang lalu, penjaga menyetrum muka Gao Rongrong dengan tongkat listrik selama lebih dari 7 jam. Ketika mereka berhenti, darah dan rambut menempel pada kulitnya yang terbakar, dan lepuh muncul di wajah dan lehernya. Seri ini melihat kembali kengerian kasus Gao dari perspektif anggota keluarganya.

Setelah penyiksaan disetrum dengan tongkat listrik tanggal 7 Mei 2004, Gao dikurung di bangsal rumah sakit yang dijaga ketat selama hampir lima bulan sampai dia diselamatkan oleh sekelompok praktisi Falun Gong tanggal 5 Oktober. Namun, ia ditangkap lagi tanggal 6 Maret tahun berikut dan meninggal karena penyiksaan tiga bulan kemudian tanggal 16 Juni 2005. Dia berumur 37 tahun.

Gao Rongrong menjadi contoh terkenal dari penganiayaan Partai Komunis Tiongkok terhadap Falun Gong, sebuah latihan kultivasi diri berdasarkan prinsip Sejati-Baik-Sabar. "Kejahatannya" hanya karena keyakinannya pada Falun Gong.

Lebih dari sembilan tahun telah berlalu sejak kematian Gao, namun penganiayaan terhadap Falun Gong belum mereda. Berduka karena kehilangan Gao, dua kakak perempuannya sekarang tinggal di luar Tiongkok berbagi rasa sakit keluarga pada masyarakat dengan harapan bahwa lebih banyak orang yang dapat melihat kebrutalan Partai Komunis Tiongkok dan berdiri melawan penganiayaan yang tidak berkeprimanusiaan.

Pada empat bagian seri ini, kakak Gao menceritakan detail peristiwa yang terjadi antara 14 Mei 2004, hari mereka menemukan penyiksaan adik mereka, dan 16 Juni 2005, hari adik mereka meninggal.

Dalam Bagian 1, Rongrong bercerita tentang wajah cacatnya di Rumah Sakit Keamanan Umum Shenyang.

Bagian 2: Permintaan Rongrong Agar Wajahnya Difoto dan Publikasikan kepada Dunia

Lili tinggal dengan Rongrong malam itu (14 Mei 2004) di Rumah Sakit Keamanan Umum Shenyang. Sebelum Weiwei pergi, saat para penjaga mengganti shift malam itu, Rongrong mengatakan kepada kami [dua kakak, Lili dan Weiwei] bahwa dia ingin kami untuk mengambil gambar wajah cacat dan kakinya yang terluka. Dia mengatakan bahwa banyak praktisi lainnya juga dipukuli dan disetrum dengan tongkat listrik pada pagi hari tanggal 7 Mei.

Rongrong berkata, "Banyak orang lain telah mengalami penyiksaan jauh lebih parah daripada yang saya alami. Namun, praktisi Falun Gong biasanya disiksa di sudut-sudut gelap dari kamp-kamp kerja paksa, tersembunyi oleh pejabat. Ketika saya memutuskan untuk melompat keluar jendela, saya punya pikiran bahwa saya harus tetap hidup. Saya perlu untuk melarikan diri dan menunjukkan kepada publik luka bakar dan cedera saya dan mengekspos tindakan jahat mereka kepada dunia."

Keesokan paginya, Weiwei berhasil membawa kamera. Ibu kami juga datang untuk mengunjungi. Dia berjalan ke penjaga dan bertanya mengapa mereka melakukan itu kepada putrinya. Dia mengikuti mereka ke balkon ketika mereka mencoba untuk menghindari menjawabnya.

Dengan bantuan Weiwei, Lili mengambil foto. Dia menyalakan flash, dan gambar ternyata sangat jelas. Sebenarnya, Lili baru saja membeli kamera digital malam sebelumnya, dan kami tidak tahu bagaimana mengubah flash off. Semua yang kami inginkan adalah untuk mendapatkan beberapa gambar sebelum penjaga memperhatikan, tapi mereka tidak pernah melakukannya.

Beberapa rekan praktisi khawatir bahwa publikasi foto wajah cacatnya akan menempatkan dia dalam bahaya yang lebih besar. Ketika kami mengatakan kekawatiran mereka kepada Rongrong, dia berpikir sejenak dan berkata dengan tenang, "Kita harus mengungkap penganiayaan. Selama bertahun-tahun, begitu banyak praktisi telah menderita penyiksaan mengerikan, tapi sulit untuk mengungkap penganiayaan. Banyak praktisi sekarang meningkatkan kesadaran di Kota New York. Tolong beri foto ke mereka." Dia juga ingin diwawancarai melalui telepon oleh media internasional.

Pada tanggal 7 Juli 2004, sebuah foto wajah Rongrong yang hangus diterbitkan di situs web Minghui. Sekitar enam minggu sebelumnya, pada tanggal 21 Mei 2004, Minghui melaporkan penyiksaan yang ia derita.

Teman: "PKT Memang Sangat Jahat."

Salah satu teman kami, seorang pria lanjut usia, tahu benar betapa jahatnya Partai Komunis Tiongkok (PKT). Dia telah memikirkan mengambil foto Rongrong ini dikirim ke Amerika dan mengungkap penganiayaan sebelumnya, tetapi ia juga khawatir.

Dia berkata, "Ini adalah pedang bermata dua. Setelah foto tersebut dipublikasikan dan dilihat oleh masyarakat internasional, PKT mungkin mundur sedikit, tapi mungkin juga bertambah marah. Akibatnya, mereka akan memperlakukan Rongrong bahkan lebih buruk. Namun, jika kita tidak mengungkap penganiayaan, PKT akan mengintensifkan pelecehan mereka kepada Rongrong untuk menyembunyikan bukti. PKT sangat jahat. Tidak peduli apa, ia hanya berbuat jahat, dan berbuat jahat sampai akhir."

Ahli Mengkonfirmasi Cedera Akibat Tongkat Listrik

Sambil mengekspos penganiayaan, kami mulai berkonsultasi dengan ahli untuk memeriksa cedera Rongrong ini. Kami pergi untuk mengunjungi pemeriksa cedera tubuh, salah satu yang terbaik di bidangnya. Kami mengatakan bagaimana petugas dari Kamp Kerja Paksa Longshan menyetrum saudari kami dengan tongkat listrik dan merusak wajahnya, namun para pejabat dari kedua kamp kerja paksa dan biro pengadilan mengklaim bahwa ia telah terluka karena jatuh. Kami ingin tahu apakah ia bisa mengidentifikasi penyebab cederanya. Kami berkata kepadanya, "Kami mengikuti prinsip Sejati-Baik-Sabar, jadi kami tidak berbohong. Saudari kami disetrum dengan tongkat listrik selama beberapa jam. Praktisi Falun Gong telah menderita segala macam penyiksaan selama bertahun-tahun."

Ahli melihat gambar dan tidak mengatakan apa-apa, kemudian mengambil disc kami. Dia duduk di depan komputer, foto Rongrong diperbesar, dan memeriksanya. Setelah beberapa saat, ia meminta kami untuk melihat gambar diperbesar. Dia mengatakan kepada kami, "Lihatlah bagian hangus dari wajah, tangan dan kaki adikmu. Mereka disertai dengan tanda putih kecil. Itu adalah jejak tongkat listrik. Tanda putih tersebut hanya bisa dibuat oleh dua elektroda dari tongkat listrik."

Ahli memperbesar gambar Rongrong dan menunjukkan kepada kami dahinya, wajah, dan leher hangus sambil menjelaskan apa yang dilihatnya. Kami bisa melihat bahwa tanda putih oval sebesar butir beras muncul berpasangan.

Kemudian ia melanjutkan menganalisis: "Jika cedera akibat jatuh, maka wajahnya membuat kontak dengan tanah? Dia harus jatuh ke dalam cetakan yang sama persis dengan bentuk wajah adikmu. Jika tidak, jika kelopak mata, hidung, rahang bawah, dan leher terluka seperti ini, tulang pipinya akan rusak, bukankah seperti itu? Benarkah? Cedera pada tulang pipinya dan tulang alis sama dalam tingkat keparahannya seperti pada bagian bawah wajahnya. Itu karena menggunakan kekuatan eksternal."

Majikan Rongrong Menyerah dengan Tekanan PKC

Selama Rongrong menginap di Rumah Sakit Umum Keamanan Shenyang, ayah dan saudari kami juga mengunjungi. Mereka sakit hati. Rongrong adalah putri bungsu dalam keluarga dan selalu menjadi orang yang ceria dan penuh perhatian. Ayah lanjut usia kami nyaris tidak bisa berdiri saat melihat wajah terbakar dan cedera Rongrong.

Kami menelepon direktur Wei Ershen dari Academi Seni Rupa Lu Xun di mana Rongrong bekerja, dan bercerita tentang apa yang terjadi dan bahwa dia berada dalam kondisi kritis. Dia menjawab, "Bagaimana ini bisa terjadi? Tidak, ini tidak bisa."

Direktur Wei dan dua rekan Rongrong mengunjunginya di rumah sakit beberapa hari kemudian. Mereka dihentikan oleh penjaga di lorong. Ketika salah satu dari rekan-rekannya mencoba untuk melihat melalui panel kaca di pintu, penjaga Wang Chunmei berjalan mendekat dan berdiri di jalan.

Weiwei keluar dan bertemu dengan direktur Wei di lorong. Namun, direktur Wei, seorang seniman mapan dan anggota dari Kongres Rakyat Nasional, merasa terintimidasi oleh para penjaga kamp kerja paksa. Dia tidak berani maju bahkan satu langkah kecil ke depan. Direktur Wei telah aktif bekerja sama dengan pemerintah setempat dalam menganiaya praktisi Falun Gong sejak tahun 1999.

Bahkan, Akademi Seni Rupa Lu Xun dan Kantor 610 setempat telah berkolaborasi pada penangkapan terakhir Rongrong, yang menyebabkan penahanan ilegalnya di Kamp Kerja Paksa Longshan. Ketika Rongrong sangat lemah di awal tahun 2004, para petugas kamp bermaksud membebaskannya dengan persetujuan majikannya. Direktur Wei, mengatakan kepada Rongrong ketika ia mengunjunginya, jika dia tidak "berubah" dan melepaskan Falun Gong, ia tidak akan dibebaskan.

Weiwei mengatakan kepada kami kemudian bahwa direktur Wei mengatakan sebelum dia pergi, "Gao Rongrong hebat dalam segala hal, kecuali karena dia berlatih Falun Gong." Weiwei mengatakan kepadanya, "Fakta karena dia berlatih Falun Gong justru alasan dia begitu hebat." Dia tampak agak terkejut.

Beberapa orang telah benar-benar kehilangan martabat mereka dan memilih untuk membantu kejahatan dalam penganiayaan demi memperoleh keuntungan pribadi. Pejabat di akademi terlibat dalam penganiayaan Rongrong sejak awal penganiayaan. Untuk mengawasi praktisi lain dari akademi, mereka menyewa seorang pekerja kontrak untuk memantau praktisi terus-menerus.

Bersambung ke Bagian 3

Chinese version click here
English version click here