Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Perjalanan ke Uzbekistan untuk Memperkenalkan Falun Dafa

18 Des. 2014 |   Oleh praktisi dari Israel


(Minghui.org) Dari Hong Yin III:

"Sekilas Pikiran. Orang awam dan orang suci terpaut dengan sebuah sungai kecil. Maju atau mundur berupa dua tingkat langit. Ingin masuk biara di tengah hutan. Dengan satu langkah membubung ke awan"

Salam kepada Guru terhormat! Salam rekan-rekan praktisi

Pada hari yang khidmat ini, saya ingin berbagi dengan anda pengalaman kultivasi saya saat memulai perjalanan 10 hari ke Uzbekistan. Saya lahir di Tashkent, ibukota Uzbekistan, tapi ibu saya dan saya pergi ke Latvia ketika saya masih kecil. Di Uzbekistan tidak ada praktisi Xiulian Falun Dafa.

Tiga tahun yang lalu, saya melakukan perjalanan kembali ke sana dan mendistribusikan banyak materi klarifikasi fakta Falun Dafa. Pada saat itu, saya berpikir bahwa saya telah melakukan semua yang saya bisa untuk mengklarifikasi fakta kebenaran di sana, tapi kemudian saya menyadari bahwa itu tidak cukup.

Gembira dalam Menyingkirkan Sebuah Keterikatan

Beberapa bulan yang lalu, saya menerima pesan dari seorang praktisi Kanada. Dia telah membaca di halaman media sosial saya bahwa saya lahir di Tashkent dan meminta saya untuk pergi ke sana dan membuat orang untuk menandatangani petisi Doctors Against Forced Organ Harvesting (DAFOH). Jika saya mampu mengumpulkan 20 tanda tangan, dan mengirim petisi yang ditandatangani secara tertutup dalam surat dari Uzbekistan, maka Uzbekistan akan masuk daftar negara yang menentang pengambilan organ. Ia juga mengirimkan saya daftar negara-negara yang belum ada menandatangani petisi.

Saya berpikir sendiri: praktisi Kanada ini melakukan pekerjaan yang besar. Dia pasti memeriksa pada media sosial di mana setiap praktisi lahir dan menyarankan agar mereka melakukan perjalanan ke negara-negara yang tidak mengambil sikap dalam perjuangan besar antara yang baik dan yang jahat. Saya berpikir: sungguh praktisi Xiulian yang hebat! Tapi dalam kultivasi  kita harus membuang semua emosi manusia "Dia baik, dia buruk."

Saat saya sedang berpikir tentang dia, saya melihat bahwa ia juga menerbitkan beberapa pendapat tentang situasi politik negara kami. Saya berpikir: kenapa dia harus terlibat dalam politik? Tapi saya juga menyadari bahwa saya harus mencari ke dalam. Mengapa saya diizinkan melihat ini? Tentunya saya tidak mengecam atau memujinya. Mengapa hal itu menyebabkan ketidaknyamanan dan perasaan tidak menyenangkan? Dan kemudian saya mengerti. Itu mungkin karena orang lain yang mencela kebijakan pemerintah kami. Itu adalah akar penyebab perasaan tidak menyenangkan.

Jadi siapa yang benar-benar terlibat dalam politik di sini - apakah dia atau saya? Saya adalah orang yang berurusan dengan politik!

Tapi saya seorang praktisi Xiulian, jadi saya tidak harus tertarik dalam politik. Kita harus menyelamatkan semua makhluk - adalah satu-satunya hal yang benar-benar penting. Saya merasa ringan dalam hati, perasaan buruk lenyap. Saya berhenti mengkritisi praktisi dalam pikiran saya. Saya hanya merasakan belas kasih terhadap semua makhluk hidup. Saya tidak bisa menggambarkan perasaan ini dengan kata-kata. Saya pikir banyak praktisi merasa bahwa keberhasilan dalam kultivasi  terjadi setelah keterikatan disingkirkan.

Bekerja-sama dengan Rekan-rekan Praktisi

Saya mulai mempersiapkan perjalanan ke Uzbekistan. Saya merasa bahwa saya tidak harus melakukan perjalanan sendiri, tetapi dengan sebuah kelompok kecil. Saya mengirim pemberitahuan ke daftar email lokal kami dan menelepon beberapa praktisi di Rusia. Dua orang dari Rusia langsung setuju untuk bergabung. Kami sudah memiliki pengalaman dalam bekerja sama satu sama lain pada berbagai kegiatan, jadi saya memutuskan bahwa kami akan mampu mengerjakan tugas ini bersama-sama.

Kami mulai mempersiapkan perjalanan. Praktisi Israel membantu menerjemahkan materi ke dalam Bahasa Rusia. Mereka bahkan menerjemahkan dan meriwayatkan film NTD tentang anggota Muslim Knesset dan seorang Muslim Syekh yang berbicara tentang Hak Asasi Manusia dan pengambilan organ di Tiongkok. Uzbekistan adalah negara muslim, jadi saya juga mengumpulkan banyak foto-foto di mana umat Islam terlihat menandatangani petisi untuk mendukung Falun Dafa.

Saya menyiapkan surat-surat resmi untuk biro pemerintah di sana. Para praktisi Rusia juga menyiapkan banyak materi: surat kabar, brosur dan bunga lotus kertas yang indah. Dari pengalaman masa lalu saya bepergian ke Uzbekistan, saya baru  tahu bahwa dilarang untuk mendistribusikan materi. Polisi berdiri di setiap sudut jalan. Semua agama dianiaya. Oleh karena itu, saya harus menangani segala sesuatu dengan bijaksana dan belas kasih.

Sesaat sebelum perjalanan, praktisi lain dari Israel meminta bergabung dengan saya, bersama dengan seorang praktisi yang berusia 12 tahun yang orang tuanya berasal dari Tashkent. Ia lahir di Israel, tetapi juga berbicara bahasa Rusia. Saya pikir itu baik. Jadi kami bertiga melakukan perjalanan dari Israel ke Tashkent untuk bertemu dengan rekan-rekan praktisi Rusia. Di hotel, mereka sudah memesan kamar untuk kami. Ketika kami berada di pesawat, kami sudah mulai mendistribusikan materi untuk orang-orang yang kami temui di jalan.

Ketika kami mendarat di Tashkent, ada antrian panjang di pemeriksaan paspor. Saya mulai mengklarifikasi fakta kepada orang-orang yang berdiri di samping saya, sementara dua praktisi Israel lainnya yang bersama saya mulai memancarkan pikiran lurus. Orang-orang mendengarkan dengan penuh perhatian. Praktisi yang tidak berbicara Bahasa Rusia, tapi ia melihat bahwa banyak orang yang mendengarkan sehingga dia menyerahkan formulir permohonan dalam Bahasa Rusia dan berkata: "Cobalah!" Saya menawarkan petisi untuk seorang pemuda yang berdiri di samping saya dan ia menandatanganinya. Saya terus ke depan, menawarkan petisi kepada orang lain. Orang menandatangani dengan ekspresi serius dan meneruskan petisi lebih lanjut di antrian. Kami mengumpulkan banyak tanda tangan di bandara. Itu memberi kami keyakinan bahwa kami melakukan hal yang benar dan bahwa makhluk hidup sedang menunggu kami.

Pada hari berikutnya, kami bertiga pergi ke Kedutaan Besar Israel di Tashkent, yang cukup dekat dengan hotel kami. Para praktisi Rusia pergi ke lokasi lain untuk mengklarifikasi fakta kepada orang-orang. Dalam perjalanan ke kedutaan, kami terus menghentikan orang-orang di jalan dan berbicara dengan mereka, dan hampir semua orang yang kami ajak berbicara menandatangani petisi. Meskipun semua orang mendengarkan dengan penuh perhatian dan menandatangani petisi, saya merasakan tekanan besar, yang dimanifestasikan sebagai kesulitan dalam berjalan. Tubuh saya terasa sangat berat, seolah-olah berat badan saya 200 kg, dan saya terus melawan keinginan yang kuat untuk duduk dan beristirahat untuk sementara waktu.

Setelah kami tiba di kedutaan, kami meminta bertemu dengan delegasi. Seorang delegasi Israel mendekati kami dan praktisi yang berbicara Bahasa Ibrani berbicara dengan dia. Dia mendengarkan dengan penuh perhatian, membaca materi, tapi tidak menandatangani apa pun. Bagaimanapun, kami sudah mengklarifikasi fakta kepadanya dan itu penting.

Pada hari berikutnya, kami semua pergi bersama-sama ke pasar sentral untuk mengumpulkan tanda tangan. Rencana kami adalah sebagai berikut: Kami akan mengumpulkan tanda tangan sebanyak mungkin dan kemudian kami akan mendekati berbagai biro pemerintah.

Saya merasa jauh lebih ringan pada saat itu, seolah-olah ada sesuatu yang dimurnikan di dimensi lain. Kami dibagi menjadi kelompok-kelompok dan mulai mendistribusikan materi. Semuanya harus dilakukan dengan sangat hati-hati, sehingga kami tidak akan menarik perhatian polisi. Orang-orang di Tashkent sangat baik hati dan tidak takut menandatangani petisi. Ada kasus di mana seseorang yang sudah menandatangani petisi mengklarifikasi fakta kepada orang-orang yang berdiri di sampingnya, dan terus mengalir dengan sendirinya melalui semua jalur kios-kios pasar.

Setelah kami mengumpulkan banyak tanda tangan, kami membeli beberapa buah dan kembali ke kamar hotel. Jadwal kami sangat ketat. Kami bangun setiap pagi, berlatih selama dua jam penuh di halaman Hotel. Setelah sarapan, kami akan memancarkan pikiran lurus dan belajar Fa. Kadang-kadang, kami hanya membaca Lunyu dan kemudian pergi keluar untuk mengumpulkan tanda tangan. Kemudian, kami akan makan siang dan di malam hari kami akan kembali ke kamar hotel untuk belajar Fa lebih banyak lagi.

Dari Hong Yin III:

"Membantu Guru.
Pahlawan berjumlah banyak
berkumpul dan menyatu dalam arus mahabesar.
Walau berbeda golongan,
usaha dan pekerjaan.
Namun pengikut Dafa adalah satu tubuh.
Membantu Shifu meluruskan Fa
mengekang pengaruh jahat"

Dari Hong Yin III:

"Siapa Benar Siapa Salah.
Orang Xiulian.
Mencari kesalahan pada diri sendiri.
Berbagai sifat hati manusia banyak yang disingkirkan.
Cobaan besar maupun kecil jangan sampai gagal.
Yang benar adalah dia.
Yang salah adalah aku.
Apa yang diperdebatkan?"

Menyingkirkan Ketakutan

Suatu hari, kami pergi ke jalan di mana sebuah pekan raya yang disebut "Broadway" diadakan rutin. Pada pameran ini, karya seni yang dijual dan pelukis jalanan akan menggambar potret orang yang lewat itu. Kami mengklarifikasi fakta dan orang-orang menandatangani petisi. Saat kami menuju ke arah taman, kami tidak melihat bahwa di sebelah kiri taman ada biro di balik pagar, dengan penjaga di pintu masuk. Pada saat itu, salah satu praktisi Rusia mengklarifikasi fakta kepada pejalan kaki, petugas satpam atau polisi mendekatinya dari gedung, dan kemudian  bergabung dengannya. Mereka mengajukan banyak pertanyaan padanya. Praktisi Rusia lainnya kemudian bergabung dengannya. Kami berdiri tak jauh dari mereka, memancarkan pikiran lurus.

Tas kami diisi dengan materi informasi dan petisi. Hampir semua petisi ditandatangani, sekitar 150 banyaknya, berada di dalam tas saya. Saya berpikir bahwa kami harus segera mengirim semua petisi yang ditandatangani, dan tidak ada yang boleh mengganggu. Saya bertanya kepada orang yang lewat arah ke kantor pos terdekat, namun ia mengatakan bahwa itu adalah hari libur dan semuanya sudah tutup.

Seorang polisi mendekati kami dan bertanya kepada saya apakah tahu wanita di seberang jalan. Saya berkata ya, sehingga polisi meminta kami untuk menemani mereka ke tempat di mana para praktisi Rusia berdiri.

Ketika kami tiba di sana, kami melihat para praktisi Rusia dengan ramah berbicara dengan dua petugas lainnya, menjelaskan kepada mereka tentang penganiayaan di Tiongkok. Mereka sudah memiliki banyak pengalaman mengklarifikasi fakta kepada petugas polisi. Di Rusia, mereka sering ditangkap, ditahan dan kemudian segera dibebaskan. Saya menerjemahkan semuanya dalam Bahasa Ibrani untuk praktisi Israel yang bersama saya.

Saya tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang bagaimana berperilaku, dan saya tidak merasa belas kasih terhadap polisi - sesuatu yang saya sadari setelah itu. Sementara itu, para praktisi Rusia sudah mengklarifikasi fakta kepada beberapa petugas polisi, yang tampaknya tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan kami dan menelpon beberapa petugas senior untuk menegaskan. Kemudian, kami diminta untuk menemani mereka ke kantor polisi. Saya mempunyai banyak pikiran terlintas di kepala saya. Saya akhirnya meminta bantuan Guru: "Guru, tolong, beri saya kebijaksanaan, saya tidak tahu apa yang harus dilakukan, tetapi jika ada sesuatu yang harus saya lakukan, hanya mengikuti Guru!"

Kami melakukan sesuatu yang baik – siapa yang berani mengganggu? Saya mengatakan kepada petugas dengan sangat mantap bahwa kami tidak akan pergi ke mana pun, kami adalah warga negara Israel dan tidak melanggar hukum. Saya menuntut untuk bertemu seorang delegasi dari Kedutaan Besar Israel. Saya bisa mengatakan bahwa mereka mulai merasa kurang percaya diri, dan mereka mulai berkata: "Baik, baik", dan kemudian mereka membuat panggilan telepon. Kemudian mereka mengatakan kepada kami bahwa kami tidak akan diminta untuk pergi ke mana pun, dan hanya harus berbicara dengan orang lain dari keamanan publik.

Kemudian, petugas berpangkat tinggi berpakaian preman tiba di tempat kejadian. Kami mengatakan kepadanya tentang penganiayaan dan pengambilan organ paksa praktisi Falun Gong di Tiongkok. Dia mengatakan bahwa jika kami ingin mengumpulkan tanda tangan dan mendistribusikan materi maka kami harus mendapatkan izin dari Departemen Kesehatan. Ia juga menyarankan bahwa kami mengunjungi rumah sakit, di mana kami bisa mendekati dokter dan memberitahu mereka. Kami sudah punya rencana untuk mengunjungi rumah sakit, tapi itu membuatnya lebih jelas bahwa mereka membuka jalan bagi kami, karena sekarang kami bisa memberitahu  rumah sakit karena polisi telah mengirim kami.

Kami berjanji bahwa kami akan pergi ke Departemen Kesehatan dan pada saat itu kami sudah melakukan beberapa jam aktivitas, jadi saya mengatakan kepada petugas bahwa mereka tidak boleh menahan kami, dan kami sudah lelah, dan tidak punya sesuatu untuk dimakan atau diminum sejak pagi. Ini berfungsi lagi. Mereka mengambil gambar dari paspor, nomor telepon dan memberitahu bahwa kami boleh pergi.

Sekali lagi, saya bertanya kepada seorang pejalan kaki untuk arah ke kantor pos terdekat, dan dia mengatakan kepada kami bahwa kantor pos besar 10 menit berjalan kaki, dan itu beroperasi pada hari libur. Sekarang sangat penting mengirim petisi yang ditandatangani dengan cepat. Kami berhasil mengumpulkan lebih banyak tanda tangan dari kuota yang dibutuhkan untuk Uzbekistan pada daftar negara yang menentang pengambilan organ paksa.

Kami tiba di kantor pos hanya 10 menit sebelum waktu penutupan. Kami mengirimkan petisi melalui pos tercatat ke alamat yang ditentukan pada formulir petisi. Malam itu, ketika kami belajar Fa bersama, ketika giliran saya untuk membaca saya harus membaca bagian berikut Ceramah Enam di Zhuan Falun:

"Keterikatan hati anda ini harus disingkirkan, agar anda menimba pelajaran kali ini, dengan demikian perasaan takut tersingkir dan anda meningkat naik."

Saat saya membaca ini, ketakutan saya lenyap. Guru membantu saya melihat keterikatan dan membersihkannya. Tidak ada kata-kata atau pikiran manusia untuk mengekspresikan perasaan terima kasih saya kepada Guru.

Pada hari-hari berikutnya, kami mengunjungi Departemen Kehakiman, Departemen Dalam Negeri, Departemen Luar Negeri, Kejaksaan, gedung parlemen dan organisasi Hak Asasi Manusia. Setiap tempat yang kami kunjungi, kami diizinkan untuk masuk atau mereka akan mengirim delegasi untuk menemui kami, dan kami akan menyerahkan kepada mereka surat dan materi yang kami persiapkan sebelumnya. Kadang-kadang, kami diberi nomor telepon yang bisa dihubungi. Kami diterima sangat terhormat di semua kantor pemerintah.

Di Departemen Kehakiman, kami bertemu seorang Israel Ortodoks yang menandatangani petisi. Kami juga bertemu seseorang yang mengatakan kepada kami bahwa setelah kami kembali ke rumah harus ada seseorang di Uzbekistan yang akan terus mengumpulkan tanda tangan. Saya mendorong dia untuk menjadi orang itu dan kami menyerahkan semua materi yang diperlukan kepadanya.

Setelah itu, kami pergi ke Samarkand, dua jam perjalanan dengan mobil. Kami pergi ke rumah sakit pusat untuk bertemu manajer rumah sakit. Dua praktisi Rusia pergi menemuinya. Salah satunya adalah seorang dokter tentara dan seorang pensiun Mayor dari Tentara Merah. Kami terus memancarkan pikiran lurus di halaman rumah sakit, dan mengumpulkan tanda tangan dari orang-orang. Manajer rumah sakit mendengarkan dengan penuh perhatian kepada praktisi Rusia, berterima kasih kepada mereka, mengambil materi dari mereka, dan mengatakan bahwa itu sangat penting dan bahwa ia akan memberitahu dokter tentang hal itu dalam pertemuan dokter sehari-hari. Ia memberikan kartunya sehingga kami bisa mengirimkan lebih banyak materi.

Kami ke Tashkent membawa buku Zhuan Falun dan Jalan Kesempurnaan Falun Dafa dalam bahasa Rusia. Kami bermaksud memberikan itu sebagai hadiah kepada perpustakaan pusat di Tashkent. Manajer perpustakaan melihat buku dan mulai mengatakan bahwa kami mempromosikan agama, bahwa itu adalah sebuah buku agama, dll. Dia berbicara seolah-olah ia telah membaca propaganda PKT, dan tidak mau mendengarkan fakta kebenaran. Dia memanggil beberapa petugas polisi untuk membawa kami ke kantor polisi dan kami memberikan materi klarifikasi fakta kepada semua orang yang kami ajak bicara.

Salah satu petugas polisi melihat buku itu dan melihat berisi gambar latihan. Kemudian dia mengatakan kepada orang lain bahwa dia berlatih seni bela diri dan bahwa buku ini pasti bukan buku agama. Dia mengatakan bahwa hukum Uzbekistan tidak melarang memberikan buku sebagai hadiah untuk perpustakaan. Kemudian ia berkata bahwa ia ingin membaca buku itu. Tapi kami tidak bisa memberikannya dalam situasi seperti itu. Ketika banyak petugas lainnya tiba, dan mereka semua menerima materi dari kami. Manajer Perpustakaan bersikeras menangkap kami, tapi jelas bahwa polisi tidak ingin menangkap kami. Manajer perpustakaan kemudian menghubungi seorang petugas senior dari Departemen Pendaftaran dan Visa, yang mengatakan kepada kami bahwa kami lebih baik meninggalkan perpustakaan. Kami pergi dengan dia ke kantor polisi, dan di sana kami memberikan pernyataan tentang bagaimana kami mencoba untuk memberikan buku sebagai hadiah ke perpustakaan. Petugas senior dari departemen Pendaftaran dan Visa menyatakan keinginannya untuk menerima buku untuk membacanya sendiri dan kami memberinya. Untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya, ia memberi kami tumpangan ke restoran. Dia mengatakan bahwa jika kami mengunjungi Uzbekistan lagi di masa depan, kami harus menghubunginya, dan dia akan datang untuk menjemput kami dari bandara dan membantu kami menemukan akomodasi, dll.

Pada hari berikutnya, polisi dari perpustakaan, orang yang juga berlatih seni bela diri, menelpon kami menanyakan bagaimana kami menangani. Dia mengatakan kepada kami bahwa polisi semua mengerti Falun Dafa jauh lebih baik daripada manajer perpustakaan. Ia kemudian berharap kami semua menjadi yang terbaik.

Di bandara, ketika kami menunggu penerbangan kami ke Israel, saya dihentikan karena masih banyak surat kabar klarifikasi fakta dalam bahasa Rusia yang tersisa jadi saya ingin membawa mereka ke Israel. Di Rusia, praktisi tidak membagikan selebaran. Sebaliknya mereka mendistribusikan surat kabar, karena orang cenderung tidak membuang surat kabar di lantai. Saya diminta untuk memberikan semua surat kabar yang saya bawa. Saya mengatakan kepada mereka bahwa ini adalah surat kabar yang saya bawa dari Israel untuk dibagikan di Uzbekistan. Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya adalah relawan dari organisasi DAFOH, dan misi saya adalah untuk mengunjungi berbagai kantor pemerintah dan mendistribusikan surat kabar. Namun, di Uzbekistan itu jelas dilarang untuk membagikan materi, jadi saya harus membawanya kembali ke Israel.

Di sini juga, peristiwa ajaib yang sama terjadi, di mana setiap petugas meminta petugas lain untuk menangani kasus saya, dan akhirnya semua orang menerima surat kabar dan penjelasan tentang fakta-fakta, dan bahkan link ke situs Internet. Akhirnya, mereka mengambil foto paspor saya dan membiarkan saya pergi.

Perjalanan kami ke Uzbekistan berakhir. Selama perjalanan, saya rasa sangat jelas bahwa Guru memimpin kami sepanjang jalan, dan makhluk hidup menunggu untuk di selamatkan. Seolah-olah semuanya direncanakan dan kami hanya harus menindaklanjuti. Kami saling mendukung dan bekerja sama dengan baik satu sama lain. Sementara salah satu dari kami mengklarifikasi fakta, yang lain akan memancarkan pikiran lurus bersama-sama. Kami memutuskan bahwa kami harus mengunjungi negara lainnya di dekat Uzbekistan, di mana tidak ada pengkut Dafa; terutama karena kami telah mendapatkan sangat banyak pengalaman.

Terima kasih Guru. Tidak ada kata-kata untuk mengungkapkan rasa terima kasih.

Terima kasih rekan-rekan praktisi yang menemani saya sebagai satu tubuh pada misi kami untuk membantu Guru menyelamatkan makhluk hidup

Dan terima kasih untuk semua rekan-rekan praktisi, di manapun mereka berada.

Disampaikan pada  Konferensi Berbagi Pengalaman Israel 2014

English version click here