Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Qi Yaru di Ambang Kematian Setelah Disiksa di Penjara Wanita Heilongjiang

12 Feb. 2014 |   Oleh: koresponden Minghui dari Provinsi Heilongjiang, China


(Minghui.org) Qi Yaru berusia 47 tahun adalah seorang praktisi Falun Gong dari Harbin, Provinsi Heilongjiang. Dia secara ilegal dihukum 4,5 tahun penjara pada tahun 2012. Qi secara brutal disiksa di Penjara Wanita Heilongjiang sampai ia kehilangan kesadaran. Pejabat penjara menyatakan, "Kami tidak akan melepaskan, sampai dia sekarat."

Qi baru dikembalikan ke keluarganya pada tanggal 21 November 2013, setelah penjara menerima surat keterangan medis menunjukkan bahwa dia berada dalam "keadaan koma dan ada risiko meninggal."

Qi Yaru sekarang koma akibat penyiksaan.

Perubahan Positif setelah Berlatih Falun Gong

Kesehatan Qi sangat buruk sejak kecil. Tubuhnya penuh bekas luka dan dia juga menderita hepatitis. Rumah sakit tidak bisa menyembuhkan penyakitnya. Namun, dia menjadi sehat setelah dia mulai berlatih Falun Gong.

Dia tidak perlu lagi memakai celana tebal di musim panas. Berat badannya bertambah dan penuh energi. Dia bisa melakukan segala macam pekerjaan di dalam dan di luar rumah, keluarga dan mertuanya merasa sangat senang.

Qi Yaru dan putrinya, Wang Yuan.

Berulang kali Dianiaya sejak tahun 1999

Partai Komunis China mulai menganiaya Falun Gong pada tahun 1999. Qi telah berulang kali dianiaya karena keyakinannya sejak putrinya baru berusia 3 bulan. Dia dilecehkan, ditangkap, ditahan dan dihukum penjara.

Qi menderita berbagai bentuk penyiksaan dalam tahanan, termasuk pemukulan, dipaksa untuk berdiri atau jongkok sangat lama, dan disetrum dengan tongkat listrik.

Ditangkap Lagi dan Dihukum Ilegal

Pada tanggal 31 Desember 2011, Qi dan putrinya mengunjungi kakaknya di Kecamatan Wuzhan, Kota Zhaodong, untuk merayakan tahun baru. Sekelompok polisi datang dan menangkap ibu dan anak.

Qi kemudian dijatuhi hukuman 4,5 tahun penjara.

Karena Qi menolak untuk melepaskan keyakinannya saat di Penjara Wanita Heilongjiang, dia digantung dengan borgol, dipaksa untuk jongkok sangat lama, dan sasaran metode penyiksaan lainnya.

Dia juga dipaksa untuk melakukan kerja paksa sampai ia berada diambang kematian.

Qi melanjutkan mogok makan pada tanggal 8 Oktober 2013, untuk memrotes penganiayaan. Pada saat itu, dia tidak punya refleks di kakinya, kaki atau lengan akibat penyiksaan. Tubuhnya menjadi kaku dan dia akhirnya kehilangan kesadaran.

Penjara Menolak membebaskan Qi Sampai Dia Koma

Dengan usaha yang luar biasa, keluarga Qi akhirnya mendapat kesempatan untuk melihat dia di Rumah Sakit Pusat Penjara Biro Administrasi Provinsi Heilongjiang pada 7 November 2013.

Qi terbaring di tempat tidur tak sadarkan diri. Seluruh tubuhnya, termasuk wajahnya, kaku, giginya terkatup, dan matanya tertutup. Dia dilengkapi dengan selang urin dan infus. Ada beberapa tanda merah di lehernya. Kakaknya mengangkat kelopak matanya, tapi tidak melihat bola matanya.

Anggota keluarga Qi terkejut dan salah satu dari mereka pingsan di tempat .

Li Lihua, kepala bagian hukuman di penjara, mengatakan kepada mereka dengan dingin, "Dia melakukan mogok makan, jadi dia bertanggung jawab atas akibatnya." Penjaga penjara mengatakan kepada keluarga Qi bahwa mereka berencana untuk melakukan pemeriksaan. Salah satu anggota keluarga Qi menjawab, "Dengan kondisinya saat ini, tidak ada gunanya melakukan pemeriksaan fisik." Penjaga itu kemudian memaksa keluarga keluar dari ruangan.

Keluarga Qi mencoba untuk bernegosiasi dengan Li Lihua dan bersikeras untuk membawa Qi pulang. Li mengatakan kepada mereka, "Jika dia benar-benar mati, kami akan membiarkan dia pulang segera." Seorang anggota keluarga mengatakan dengan marah: "Sungguh tidak dapat dipercaya Anda mengatakan hal seperti itu. Jika dia adalah salah satu anggota keluarga Anda, apakah Anda akan meperlakukannya seperti ini?"

Keluarga Qi begitu khawatir sehingga mereka terus datang ke penjara selama lebih dari setengah bulan dalam upaya membebaskan Qi. Namun, pejabat penjara bersikeras bahwa tidak ada masalah besar dan menolak untuk melepaskan Qi.

Keluarganya mengatakan: "Menurut Anda, tidak ada yang serius. Tapi dia tidak sadar. Jika dia meninggal di penjara, kami akan menuntut kalian ke pengadilan." Ketika pejabat penjara mengalihkan topik dengan berbicara tentang apa yang disebut "aturan, " keluarga Qi memberi tahu mereka, "Anda dapat melaporkan kepada atasan Anda dan kami akan berbicara dengan mereka."

Keluarga Qi telah mengunjungi penjara, Biro Administrasi Rumah Sakit Pusat Penjara Provinsi, dan Kejaksaan dalam penjara. Selama periode itu, pejabat penjara bertemu dengan polisi yang mengawasi masyarakat di mana keluarganya tinggal dalam upaya untuk menangkap mereka yang "membuat masalah."

Penjara akhirnya membebaskan Qi pada tanggal 21 November 2013, setelah dokter mendiagnosanya "berada dalam keadaan koma dan risiko meninggal."

Artikel terkait:

Di umur empat belas tahun, Wang Qi Harus Membantu Menjaga Keluarganya

Qi Yaru Ditangkap Kelima Kalinya – Keluarganya Lama Berpisah Dengannya Selama Beberapa Tahun

Qi Yaru Disiksa di Penjara Wanita Heilongjiang, Putri mudanya dalam kesediahan

Penjara Wanita Heilongjiang Memaksa Praktisi untuk Bekerja Tanpa Tidur

Qi Yaru dalam Kondisi Kritis Akibat Penyiksaan

Dalam Situasi Kritis, Qi Yaru Masih Kembali ke Penjara Wanita Heilongjiang

Chinese version click here

English version click here