Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Terbangun dari Mimpi (bagian-5)

12 Feb. 2014 |   Oleh Praktisi Bali

Sambungan dari: Bagian 4

(Minghui.org) Setelah terbitnya Ceramah Fa pada Konferensi Fa Internasional di Amerika Serikat Barat Tahun 2013, praktisi yang telah memiliki lingkungan klarifikasi fakta di daerah tujuan wisata semakin gigih maju mengajak semua berperan baik langsung ke tempat wisata atau membantu memancarkan pikiran lurus.

Kami merangkum beberapa pengalaman praktisi Bali yang membantu orang-orang asal daratan China menarik garis pemisah dari kejahatan Partai Komunis China serta melakukan pemunduran diri dari PKC dan organisasi afiliasinya di tempat wisata. Berikut beberapa pengalaman yang disampaikan:

Pengalaman praktisi A

Usaha Kita Semua dan Bantuan Shifu

Mari sama-sama memancarkan pikiran lurus terhadap tempat-tempat tiga pemunduran di daerah-daerah wisata di Bali. Kita adalah satu tubuh kesatuan, orang yang mundur di lokasi A bukan semata karena teman-teman di lokasi A, orang yang mundur di lokasi B juga bukan karena semata teman-teman di lokasi B, namun karena Shifu dan kita semua, serta dukungan pikiran lurus kita semua.

Mungkin awalnya ia ke lokasi wisata C, D, A sudah dibersihkan unsur kejahatan di baliknya lalu ke lokasi wisata B - baru mundur, ini sangat mungkin terjadi, karena orang yang makan di lokasi wisata A besoknya ketemu juga di D.

Memajang Formulir Tiga Pemunduran dan Diamati dari Kejauhan

Selamat Gigih Maju Teman-teman

Agar teman-teman lebih semangat memancarkan pikiran lurus untuk proyek tiga pemunduran kita, tadi di meja pengunduran diri tanpa kita arahkan tamunya menghampiri formulir dan mundur sendiri. Pemunduran wisatawan China itu saya yakin berkat pemancaran pikiran lurus kita semua. Mari kita sama-sama perkuat pikiran lurus agar yang berjodoh mencari jalan mereka, apa pun peran yang kita lakoni saya pahami keagungan De-nya sama [De= Substansi putih, kebajikan]

Berikut ceritanya: Saya hari ini selepas kerja pergi ke lokasi wisata A sekitar pukul 16.00, teman yang lebih awal datang mendekati saya dan berkata, ”Formulir tiga pemunduran yang diletakkan di meja batu di tepi jalan ada yang mundur. Wisatawan China-nya lihat kiri kanan di saat mau mundur agar tidak dilihat oleh pemandu wisata.” Tidak terasa saat mendengar, mata saya berkaca-kaca hampir meneteskan air mata, teringat awal-awal merintis proyek tiga pemunduran di sana. Saat saya mau duduk tempat duduknya sangat kotor, saat kelelahan memegang spanduk tiba-tiba sehelai daun jatuh menutupi kotoran itu dan akhirnya saya bisa duduk. Shifu maha belas kasih, saya diingatkan lagi awal proyek pemunduran berdiri, banyak hal yang harus saya kultivasikan terutama hati manusia. Hari ini karena saya susah mendapat parkir berputar sampai dua kali - hati manusia sudah tergerak, panas dan sesak, banyak asap kendaraan, tetapi setelah mendengar ada yang mundur di meja batu yang diamati dari jauh, saya cari ke dalam, hati manusia saya lebih dominan. Terima kasih Shifu sudah mengingatkan saya, dan saya sadari siapapun yang berjodoh akan mundur, walau tidak kita dekati tetapi kalau sudah memahami fakta kebenaran akan mencari tempat atau kesempatan untuk mundur dan menarik garis pemisah dari kejahatan.

Mengklarifikasi Fakta kepada Pramu Wisata Lebih Mendalam

Sebenarnya praktisi harus memiliki inisiatif sendiri. Praktisi di lokasi wisata A biasanya selalu menghampiri pramu wisatanya untuk menjelaskan apa yang mereka lakukan kepada wisatawannya. Mereka biasanya ada yang mengerti, kadang ada yang tidak. Pramu wisata China banyak, saya yakin kalau praktisi harus berinisiatif dan tidak menunggu dan mengandalkan orang lain. Saya pahami jika membentuk tim klarifikasi fakta kepada pramu wisata, praktisi akan kurang inisiatif dan saling mengandalkan. Kita harus bertanya pada diri sendiri, kenapa pramu wisata ini tidak baik responnya. Saya biasanya langsung mendekati mereka dan memberi penjelasan. Pramu wisata biasanya tidak asing lagi, paling orang itu-itu saja, yang baru sangat sedikit. Kita kalau langsung bertemu mereka di lapangan, lepaskan konsep apa pun, dekati dan klarifikasi fakta lebih mendalam. Setelah itu, beberapa malah meminta kami membagikan materi klarifikasi kepada wisatawannya. Kita harus mencoba, sekali tidak mau besok bertemu dekati lagi sampai dia memahami fakta.

Hanya pengalaman yang sangat dangkal tolong diluruskan dengan belas kasih.

Pengalaman praktisi B

Tadi malam sepulang kerja teman Xiulian sharing mengenai situasi tiga pemunduran di sebuah lokasi wisata.

Berikut ceritanya: Dia mendekati wisatawan China untuk memberi brosur kecil. Wisatawan itu mengatakan sudah dapat. Dia bertanya lagi, "Apakah anda sudah mundur?" Wisatawan menjawab, "Boleh saya lihat?" dalam bahasa Inggris, lalu ditunjukkan formulir tiga pemunduran, dibacanya dan berkata, "ok, ok, ok" lalu pergi. Saya bertanya apa ia bilang ‘ok, ok’ menolak atau tanda setuju, katanya ok tanda setuju.

Lalu saya sharingkan apa yang pernah saya sharingkan dengan praktisi lain bahwa tidak semua wisatawan China mau pegang pulpen untuk centang formulir tiga pemunduran. Kita yang harus membantunya asal ia bilang ‘ok’ atau ‘mengangguk tanda setuju’.

Tunjukkan nama samaran yang mana dia mau pilih, dan diantara tiga kolom pionir muda, liga pemuda, atau partai yang mana dia mau pilih. Kita yang membantu centang dan menulis tanggal. Kita harus tanggap melihat wajahnya begitu menggangguk tanda setuju berarti dia sudah mundur.

Lain halnya kalau ia mau menggunakan nama asli, dia harus menulis namanya sendiri karena kita tidak bisa menulis Mandarin.

Setelah saya sharing seperti itu, teman Xiulian merasa sedih Klarifikasi fakta belum tuntas. Dalam hal ini saya yang salah, seharusnya saya mensharingkan hal ini sebelumnya sehingga kejadian ini tidak terjadi. Ini pelajaran, kita dalam proses, semoga hal ini tidak terulang lagi.

Bersambung ke: Bagian 6