Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Cerita Kultivasi dari seorang Praktisi Dafa yang berumur 77 Tahun dari Beijing

19 Maret 2014 |   Oleh Si Yugui, seorang murid Dafa di Beijing


(Minghui.org) Selama 21 tahun saya berkultivasi Dafa, saya tidak hanya melihat bahwa kesehatan saya meningkat tapi juga saya menjadi orang yang lebih baik yang selalu berkelakuan menurut Sejati-Sabar-Baik. Untuk mengatakan bahwa saya berutang kepada Guru Li adalah tidak cukup.

Khususnya, saya sangat berterima kasih bahwa Guru menyelamatkan saya 2 kali dari bahaya. Kembali pada tahun 1996 ketika saya terhantam oleh ban truk yang terpental, saya tidak merasakan apapun, dan saya mengetahui Guru menanggung rasa sakit untuk saya. Kemudian pada tahun 2010 ketika saya bertabrakan dengan motor ketika saya mengendarai sepeda. Wajah saya berdarah dan bengkak, tapi sembuh hanya dalam 10 hari.

Mendapatkan manfaat yang sangat banyak dari Dafa, saya tidak terganggu sama sekali ketika Partai Komunis China (PKC) melancarkan serangannya pada latihan ini di bulan Juli 1999. Saya hanya tahu bahwa saya harus lebih baik lagi membuktikan kebaikan dari latihan ini. Saya pernah ditangkap sekali karena melakukan latihan Dafa di depan publik, tapi dengan pikiran lurus, saya meninggalkan pusat penahanan pada hari yang sama.

Walaupun begitu, saya mempunyai masalah berbicara langsung dengan orang lain mengenai fakta tentang penganiayaan. Saya takut ditangkap, tapi terima kasih kepada Guru yang menguatkan saya, saya membuat penerobosan di tahun 2007. Untuk pertama kalinya, saya mengklarifikasi fakta kepada seorang asing dan membuatnya keluar dari Partai, tepat di bawah pengawasan petugas polisi yang berpatroli.

Sejak saat itu, saya tidak pernah berhenti berusaha mengklarifikasi kebenaran secara langsung. Ketika saya tinggal di kampung saya antara 2007 dan 2010, saya mengunjungi seluruh desa tetangga dan berbicara dengan beberapa orang tentang penganiayaan yang tidak berdasar. Saya bisa menolong banyak dari mereka untuk keluar dari PKC dan organisasi terkaitnya.

Sekarang saya tinggal di kota yang sama dengan sepupu ipar saya, yang juga berlatih Falun Dafa, dan kami saling menyemangati satu sama lain untuk lebih baik lagi menjalankan 3 hal. Meskipun saya telah berumur 77 tahun, saya tidak takut mempelajari teknologi baru jadi saya bisa membuat lebih banyak dan lebih baik lagi materi untuk klarifikasi kebenaran. Saya hanya mempunyai satu harapan, yaitu untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang.

Di bawah ini saya membagikan cerita kultivasi saya.

Beruntung untuk Menghadiri Seminar Ceramah Fa Guru yang Keenam

Saya masih mengingatnya dengan jelas waktu itu 4 Januari 1993, ketika saya menghadiri Seminar ceramah Fa Guru yang keenam di aula Pabrik Peralatan Nuklir Beijing.

Pada waktu itu anak laki-laki saya dirawat di rumah sakit karena kanker dubur, dan saya sendiri mempunyai banyak masalah kesehatan. Saya selalu mencari kesembuhan, jadi saya langsung tertarik ketika seorang teman memberitahu bahwa Guru bisa mengobati penyakit di akhir seminar

Saat itu adalah hari kedua seminar ketika saya pergi, tapi saya merasa tersentuh setelah mendengarkan satu ceramah. Saya melihat bahwa Falun Dafa bukanlah Qigong biasa, tapi adalah latihan kultivasi Aliran Buddha.

Kembali ke rumah pada malam itu, saya menyingkirkan semua buku-buku Qigong yang saya punya dan menjadi praktisi Dafa.

Meskipun saya mempunyai hati untuk berkultivasi, saya tidak terlalu tekun hingga beberapa tahun kemudian ketika saya mengalami kecelakaan dan diselamatkan oleh Guru.

Saya Tidak Merasakan Apapun Setelah Disambar oleh Ban yang Terpental

Satu malam di bulan Agustus 1996, saya sedang mendorong sepeda saya ke persimpangan ketika saya melihat sebuah benda hitam terbang ke arah saya. Saya berhenti dan melihat sebuah benda berat menghantam dinding di sisi jalan sebelum bergulir menjauh.

Beberapa orang bergegas ke arah saya dan bertanya bagaimana keadaan saya. Saya tercengang karena saya tidak merasakan apapun. Mereka tidak bisa mempercayainya: “Tapi kami baru saya melihat ban terpental dari sebuah truk dan menabrakmu. Bahkan sepedamu rusak. Bagaimana kamu bisa tidak merasakan apapun?”

Seorang anak muda bertanya, “Bu, apakah Anda percaya kepada Buddha? Sepertinya kamu mempunyai perlindungan kekuatan super!”

Saya mengetahuinya, sebagai seorang praktisi Dafa, saya mendapatkan perlindungan dari Guru.

Ketika supir truk datang, semua orang mendesaknya, “Banmu menghantam ibu ini. Cepat, bawa dia ke rumah sakit!”

Ia merasa takut, tapi saya memastikan kepadanya, “Jangan khawatir. Saya berlatih Falun Dafa dan saya mendapatkan perlindungan dari Guru. Kamu bisa pergi sekarang.”

Ia menawarkan untuk membayar saya, tapi saya dengan tegas menolaknya. Akhirnya, ia kagum dengan keberuntungan yang tidak bisa dipercaya ini: “Saya sangat beruntung bertemu dengan orang yang baik seperti Anda hari ini!”

Seluruh pejalan kaki setuju, “Benar! Orang yang baik sangat sulit ditemukan saat ini!”

Ketika melakukan olahraga pagi keesokan harinya, saya merasakan sesuatu berputar di bagian kanan perut bawah saya. Ketika saya memeriksanya di rumah, saya melihat benjolan berwarna ungu di perut saya dimana ban itu menghantam saya, tapi tidak terasa sakit sama sekali.

Setelah kecelakaan itu, saya mengetahui apa yang Guru katakan semuanya adalah benar! Guru adalah Buddha! Saya merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan Guru!

Setelah itu saya menjadi lebih tekun dalam berkultivasi. Saya menghadiri latihan kelompok setiap pagi dan selalu belajar Fa ketika ada waktu sesempit apapun. Segera saya merasa saya berubah menjadi orang yang berbeda.

Saya Sembuh dalam waktu 10 Hari setelah Bertabrakan dengan Motor

Ketika saya sampai ke sebuah persimpangan dengan mengendarai sepeda suatu malam di bulan September 2010, saya bertabrakan dengan sebuah motor yang membawa sebuah keluarga muda.

Saya menyentuh wajah saya dan merasakan darah menetes. Saya segera berteriak, “Guru, tolong selamatkan saya! Falun Dafa baik! Sejati-Baik-Sabar baik!”

Suami istri tersebut menawarkan untuk membawa saya ke rumah sakit, tapi saya menolaknya, saya meyakinkan mereka bahwa saya akan baik-baik saja dengan perlindungan dari Guru.

Untuk beberapa alasan, istrinya terus melihat ke arah saya dengan mata terbelalak. Ia tidak bisa menahan rasa ingin tahunya lebih lama lagi dan bertanya, “Ibu, ini sangat aneh. Saya bisa melihat lebam di wajah Anda menghilang di depan mata saya. Warna ungu lebam menghilang, bengkaknya mengecil, dan pendarahan telah berhenti. Apa yang Anda teriakkan ketika kami menabrak Anda?”

Saya menjawab. “Saya mempunyai rahasia. Karena takdir telah mempertemukan kita bersama, biarkan saya memberitahu Anda apa rahasia itu.

Seluruh keluarga sangat ingin tahu, “Tolong, beritahu kami!”

Saya beritahu mereka, “Ketika kamu berada dalam bahaya, ingat untuk berteriak ‘Falun Dafa baik! Sejati-Baik-Sabar baik!’”

Suami, istri dan anak mereka yang berumur 6 tahun segera berteriak “Falun Dafa baik! Sejati-Baik-Sabar baik!”

Sepupu ipar saya, yang menemani saya mengendarai sepeda, dan saya duduk untuk berbicara kepada keluarga itu tentang penganiayaan kejam Falun Dafa dan menasehati mereka untuk memutuskan hubungan dengan Partai dan organisasi terkaitnya. Tanpa ragu-ragu, mereka keluar menggunakan nama asli mereka. Mereka juga dengan senang hati menerima materi klarifikasi kebenaran yang kami berikan kepada mereka.

Mereka terus berterima kasih kepada saya, tapi saya mengingatkan mereka bahwa mereka harusnya berterima kasih kepada Guru.

Hati saya penuh dengan sukacita melihat keluarga muda itu terselamatkan.

Ketika dua keluarga saya yang bukan praktisi datang mengunjungi saya keesokan paginya, mereka tidak bisa mempercayai bahwa saya menolak tawaran pengendara motor untuk pergi ke rumah sakit, “Benar, jika itu adalah orang lain, ia pasti akan memeriksakan diri ke rumah sakit dan menghabiskan beberapa ribu yuan untuk memastikan bahwa semuanya baik-baik saja.”

Saya memberitahu mereka, bahwa sebagai praktisi, saya tidak bisa melakukan itu. Saya memastikan kepada mereka bahwa saya akan baik-baik saja dalam beberapa hari.

Sepupu ipar saya tinggal bersama saya sepanjang hari, belajar Fa, berlatih gerakan, dan memancarkan pikiran lurus dengan saya. Bagi saya, ia adalah rahmat dari Guru. Kami meminta Guru untuk menolong saya sembuh jadi saya tidak akan mempunyai luka di wajah. Bagaimanapun saya tidak ingin membuat rusak reputasi murid Dafa.

Kurang dari seminggu, bengkaknya berkurang, dan wajah saya sembuh sepenuhnya, tidak ada luka atau bekasnya.

Dua Keluarga saya yang bukan praktisi sangat terkejut dengan kesembuhan saya yang sangat cepat dan akhirnya mengerti kenapa saya sangat bertekad hati dengan kultivasi saya. Dahulu, tidak peduli bagaimana saya berusaha, mereka menolak untuk keluar dari Partai. Sekarang mereka yakin akan kekuatan Dafa. Mereka tidak hanya keluar dari Partai, mereka juga berhenti menyebut Guru dengan tidak hormat.

Saya merasa seperti mendapatkan empat perolehan dari kecelakaan ini. Saya telah meniadakan pengaturan kekuatan lama untuk membunuh saya dan membuktikan Fa, dan saya telah meningkatkan xinxing saya dan menyelamatkan lebih banyak orang.

Saya Dibebaskan di Hari yang Sama dengan Saat Saya Ditangkap

Ketika saya menonton TV tentang pembakaran diri di Lapangan Tiananmen pada 23 Januari 2001, saya segera mengetahui bahwa itu adalah lelucon. Banyak elemen yang mencurigakan.

Saya memutuskan untuk menunjukkan kepada publik bagaimana baiknya Dafa.

Saya mulai untuk berlatih gerakan di lapangan di luar apartemen kami dengan suami saya. Empat orang praktisi di sekitar segera bergabung dengan kami.

Kami melakukan latihan pagi kami seperti itu selama 6 bulan, ketika petugas keamanan memperingatkan kami pada 28 Juni, “Jangan melakukan itu lagi di sini. Saya mendengar bahwa polisi akan menangkap kalian hari ini.”

Saya menjawab kembali, “Tidak ada yang salah dengan latihan kami di sini setiap pagi.” Ia mengakui, “Baiklah, saya tidak bermaksud untuk mengganggu Anda, tapi sekarang polisi telah membuat peringatan, saya tidak ingin kehilangan pekerjaan hanya karena Anda.”

Saya segera mengingat apa yang Guru ajarkan kepada kita di Zhuan Falun:

“Jika anda selalu dalam belas kasih, memperlakukan orang dengan Shan, selalu memikirkan orang lain sebelum melakukan sesuatu, setiap kali berjumpa masalah yang pertama-tama dipikirkan ialah, apakah hal ini bagi orang lain terasa berat atau tidak, apakah dapat mencederai orang lain, dengan demikian tidak akan timbul masalah. Oleh karena itu dalam berlatih Gong anda harus mengikuti kriteria yang tinggi, kriteria yang lebih tinggi lagi untuk mematut diri.”

Saya menyarankan kepada keempat praktisi tetangga untuk pulang dan berlatih sendiri, tapi suami saya dan saya memutuskan untuk pindah ke tempat di luar kompleks apartemen kami. Seorang praktisi bersikeras ingin bergabung dengan kami, jadi kami bertiga mulai untuk berlatih di lokasi baru.

Pemutar musik tiba-tiba berhenti ketika kami sudah akan menyelesaikan latihan keempat. Saya membuka mata dan melihat seorang polisi di depan kami. Mengetahui bahwa kami berlatih Falun Dafa, petugas itu meminta kami untuk menyerahkan semua buku Dafa kami.

Tidak akan saya perbolehkan ia untuk menyentuh foto Guru di rumah saya, jadi saya berkata kepadanya setelah ia membawa kami ke gedung apartemen, “Kamu tidak bisa naik ke apartemen saya. Kamu harus tunggu di sini; jika tidak saya tidak akan memberikan buku saya kepadamu.”

Ia setuju untuk menunggu di luar dan membiarkan saya mengambil buku saya sendirian.

Kami bertiga dibawa ke kantor polisi sebelum dipindahkan ke pusat penahanan. Setelah menyelesaikan beberapa dokumen, kami dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa.

Awalnya saya berpikir kepada diri saya sendiri, sebagai praktisi, kami tidak mempunyai penyakit apapun. Tidak mengejutkan, foto x-ray dan tekanan darah semuanya normal.

Tapi kemudian saya sadar kami seharusnya tidak membiarkan polisi untuk menahan kami, jadi saya mengeluarkan sebuah pikiran bahwa kami mempunyai detak jantung yang tidak normal. Kami bertiga benar-benar mempunyai EKG yang tidak normal.

Pusat penahanan menolak untuk menerima kami berdasarkan hasil itu. Kami tahu bahwa Guru melindungi kami. Hari itu sangat panas (38 derajat celcius) dan seragam polisi semuanya basah oleh keringat. Tapi kami tidak berkeringat sedikitpun.

Kami semua kembali ke rumah sekitar pukul 10 malam.

Karena polisi tidak memberikan buku Dafa dan pemutar musik saya kembali, saya memutuskan untuk pergi ke kantor polisi beberapa hari kemudian untuk meminta mereka mengembalikannya.

Anggota keluarga saya sangat khawatir dengan keselamatan saya, tapi saya mempunyai puisi Guru “Kekuatan Kebajikan” dalam hati:

“Dafa tidak meninggalkan tubuh,
Hati mengandung Zhen Shan Ren,
Arhat besar di dunia,    
Dawa dan hantu paling takut.” (Hong Yin)

Hari itu hujan, dan polisi sangat terkejut karena melihat saya. Ketika mereka mendengar apa yang saya lakukan di sana, mereka memberitahu saya bahwa polisi yang menangkap saya yang memegang buku saya.

Polisi yang menangkap saya tidak kembali ke kantor hingga pukul 6 sore, tapi ia pergi lagi dengan cepat tanpa menangani masalah saya. Ia muncul lagi kedua kalinya kira-kira sejam kemudian dan terkejut karena saya masih berada di sana menunggunya.

Ini membuatnya sadar bahwa saya tidak akan pergi sampai saya mengambil buku saya kembali. Ia mengeluh, “Saya tidak percaya kamu berani datang ke sini untuk meminta buku kamu kembali! Beruntungnya kamu! Saya tidak menyerahkan mereka ke supervisor saya.”

Ia memberikan buku Dafa saya kembali dan pemutar musik dan mengingatkan saya untuk latihan di rumah saja.

Saya bisa menghadapi polisi, semuanya berkat kebijaksanaan dan dorongan dari Guru. Saya benar-benar mangalami apa yang Guru katakan di “Budi Jasa Guru dan Pengikut:”

“Pikiran lurus para pengikut kuat
Guru memiliki kemampuan mengatasi keadaan langit.”
(Hong Yin II)

Saya Membuat Seorang Mahasiswa Keluar dari Partai Di Depan Polisi

Ada banyak polisi berpakaian preman di Beijing yang membuat saya selalu takut untuk membicarakan tentang penganiayaan, langsung kepada orang-orang. Saya tidak berhasil menghilangkan ketakutan saya hingga Januari 2007.

Satu hari ketika naik bus ke Taman Zhongshan saya mendistribusikan materi klarifikasi kebenaran dan memancarkan pikiran lurus, saya tiba-tiba merasa tidak sehat dan harus turun sebelum mencapai tujuan saya.

Saya duduk di sebuah kursi dan memancarkan pikiran lurus dan segera pulih. Seorang wanita muda duduk di kursi yang sama sangat ingin tahu dan bertanya, “Anda tidak terlihat sehat awalnya, tapi sekarang, hanya dalam waktu singkat, terlihat baik-baik saja. Bagaimana bisa terjadi?”

Saya memberitahu ia bahwa itu adalah keajaiban, tapi sebelum saya bisa menjelaskan bagaimana hal itu terjadi, sebuah mobil polisi berhenti di depan kami. Beberapa polisi yang berseragam dan berpakaian sipil keluar dan mulai berpatroli di area itu.

Saya tidak merasa terhalang dan berbicara dengan wanita muda itu seakan-akan polisi-polisi itu tidak ada.

Saya menjelaskan kepadanya kenapa rezim melancarkan penganiayaan terhadap Falun Dafa dan bagaimana keluar dari Partai bisa memberikan keuntungan yang baik bagi orang-orang. Ia sangat tertarik tapi gelisah karena keberadaan polisi yang berpatroli.

Saya meyakinkannya, “Jangan khawatir. Hanya orang baik yang bisa mendengar kita, dan orang-orang jahat tidak bisa menangkap satu katapun.”

Ia adalah mahasiswa tingkat dua yang bergabung dalam Partai tidak lama sebelumnya tapi sangat senang untuk keluar dari Partai setelah pembicaraan kami. Ia juga mengambil amulet dengan pesan klarifikasi kebenaran. Ia terus berterima kasih kepada saya sebelum berpisah.

Ini adalah pertama kalinya saya berbicara dengan orang asing dan membuatnya mengerti kebenaran, dan hal ini terjadi tepat di depan polisi! Saya mengetahui bahwa Guru telah membuat pengaturan untuk saya dan membawa seseorang dengan takdir pertemuan dengan saya. Saya sangat terinspirasi dengan pengalaman ini dan sangat senang untuk bisa mengatasi ketakutan saya untuk melakukan klarifikasi kebenaran secara langsung.

Klarifikasi Kebenaran di Kampung Halaman Saya

Pertengahan tahun 2007, polisi lokal dan anggota komite jalan terus melecehkan kami di rumah sebagai persiapan mereka untuk tahun Olimpiade Musim Panas. Anak perempuan saya dibawa ke kamp kerja paksa dan suami saya meninggal setelah gagal melewati ujian karma penyakit.

Anak laki-laki saya, satu-satunya yang bukan praktisi di keluarga saya, meminta saya untuk pindah dari rumahnya karena ia tidak mau terlibat karena saya seorang kultivator.

Saya memutuskan untuk meninggalkan Beijing dan kembali ke kampung saya di pedesaan.

Telah tinggal di Beijing selama lebih dari 40 tahun, saya terbiasa dengan kenyamanan modern dan ruangan yang mempunyai iklim terkendali. Tetapi, rumah yang disediakan kakak perempuan ketiga untuk saya tinggal tidak mempunyai alat pengatur udara. Saya harus menahan gigitan nyamuk pada musim panas dan kedinginan pada musim dingin.

Setiap pagi saya bangun pada pukul 3:50 untuk berlatih gerakan dan membaca buku Dafa. Sedikit demi sedikit saya tidak merasakan kesepian lagi dan segera bisa beradaptasi dengan lingkungan baru.

Saya memutuskan untuk berkultivasi dengan baik dan menyelamatkan lebih banyak makhluk hidup.

Di antara selusin atau lebih praktisi di lebih dari 40 desa di wilayah tersebut, hanya 3 yang dengan aktif melakukan aktivitas klarifikasi kebenaran. Tidak mempunyai tempat untuk memproduksi materi klarifikasi kebenaran, mereka harus melakukan perjalanan ke kabupaten terdekat (Sekitar 10 mil) setiap satu bulan sekali untuk mengambil materi.

Desanya tersebar jauh, membutuhkan waktu dan materi yang banyak untuk bisa mencukupi semuanya. Saya secara sukarela pergi ke kabupaten itu dua kali setiap bulan untuk mengambil berbagai jenis materi (termasuk brosur, DVD, dan stiker).

Sekarang, saya menyarankan koordinator lokal untuk membuat kelompok belajar Fa. Saya juga mengundang praktisi yang tinggal di kabupaten untuk datang berbagi pengalaman mereka dalam melakukan tiga hal.

Satu persatu dari praktisi lokal menghilangkan ketakutan dan mulai merasakan desakan untuk menyelamatkan makhluk hidup. 4 dari mereka memasang satelit parabola untuk menerima program TV New Tang Dynasty, sebuah TV independen yang menyiarkan berita yang tidak disensor dan acara yang juga meliput Falun Gong.

Selama empat tahun saya tinggal di kampung, saya mengunjungi hampir seluruh desa. Pengalaman saya adalah jika saya tetap mempunyai pikiran lurus yang kuat, semua orang yang berbicara dengan saya senang untuk mengambil materi klarifikasi kebenaran dari saya.

Hal itu menolong mereka keluar dari Partai dan organisasi terkait, tua ataupun muda, dari murid SMP hingga senior berumur 80 tahun. Mereka berasal dari kalangan manapun, termasuk pejabat pemerintahan, polisi, guru, murid, supir, pemilik toko, peramal, supir truk, dan pedagang.

Sekarang saya tinggal di kota yang sama dengan sepupu ipar saya, dan kami saling menyemangati satu sama lain untuk melakukan tiga hal dengan baik.

Karena tidak ada tempat produksi materi, saya berusaha untuk memikirkan cara bagaimana untuk melakukannya sendiri untuk menyelamatkan makhluk hidup, saya harus belajar membuat materi klarifikasi kebenaran yang lebih baik.

Pada poin ini, saya sudah mengetahui bagaimana mengunggah dan mengunduh informasi dari internet. Meskipun banyak yang harus dipelajari, saya yakin bahwa saya bisa.

Saya selalu menyemangati praktisi yang lebih muda, “Jika saya bisa belajar bagaimana melakukan ini, kamu juga bisa.”

Chinese version click here
English version click here