Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Fahui China | Usia Tua Bukan Alasan Untuk Mematut Diri di Bawah Standar Kultivasi

23 Maret 2014 |   Laporan secara lisan oleh seorang praktsi Tiongkok, ditulis oleh rekan praktisi


(Minghui.org) Salam kepada Guru yang belas kasih! Salam kepada rekan-rekan praktisi!

Saya adalah praktisi Falun Dafa yang berusia 81 tahun. Istri saya berusia 79 tahun. Kami mulai berlatih Falun Dafa pada tahun 1997, dan semua penyakit kami lenyap. Kami adalah bukti hidup dari kehebatan dan kekuatan besar Dafa. Anak-anak kami menyaksikan sendiri  peningkatan kesehatan kami; mereka merasa senang untuk kami dan sepenuhnya mendukung latihan kultivasi kami.

Meskipun Partai Komunis Tiongkok (PKT) memfitnah Falun Dafa dan menganiaya praktisi, kami tahu bahwa Dafa adalah ilmu pengetahuan yang lebih tinggi dan kami teguh pada keyakinan kami.

Istri saya pergi ke Beijing untuk memohon hak berlatih Falun Dafa, tetapi dibawa ke pusat penahanan. Dia diborgol, bersama dengan seorang praktisi wanita lainnya. Polisi menginterogasi mereka dan berusaha untuk memaksa mereka melepaskan keyakinan. Praktisi lain dipukuli dan menderita berbagai macam luka.

Istri saya tidak takut. Saat ditanya apakah dia akan terus berlatih Falun Dafa, dia menjawab: “Iya! Kenapa saya harus berhenti berlatih Dafa yang begitu bagus? Jika saya berhenti berlatih dan penyakit saya kambuh, apakah kalian mau membayari biaya perawatan medis saya? Apa kesalahan dengan melakukan latihan yang telah menyembuhkan penyakit saya? Apa yang salah dengan klarifikasi fakta? Apakah alasan Anda dengan menahan dan memborgol seorang wanita tua?”

Para interogator tidak bisa memberikan jawaban dan melepaskan borgolnya. Akhirnya, istri saya dibebaskan tanpa menandatangani surat pernyataan jaminan untuk melepaskan latihannya ata hak untuk memohon.

Agen PKC terus menerus mengancam kami dan berusaha untuk memaksa kami melepaskan latihan ini setelah istri saya kembali ke rumah. Kami tetap teguh pada keyakinan kami bahwa Dafa sangat bagus dan memutuskan untuk selalu mendukung Dafa dan Guru. Meskipun dilanda begitu banyak ancaman, kami terus menerus belajar Fa dan melakukan latihan Falun Dafa setiap hari.

Para penganiaya tidak bisa mengambil keuntungan apapun jika kita tidak memiliki rasa takut.

Setelah peristiwa rekayasa bakar diri di Lapangan Tiananmen yang dilakukan oleh PKC untuk memfitnah Falun Dafa, pejabat PKC datang ke rumah kami untuk mengancam lagi.

Istri saya berargumentasi: “Kalian mengatakan bahwa orang-orang itu di Lapangan Tiananmen  adalah praktisi Falun Dafa, tetapi saya tidak yakin. Jika seseorang berasal dari Provinsi Henan ingin membakar diri, kenapa dia berpergian ribuan mil untuk melakukannya di Beijing? Apakah itu masuk akal?”

Para petugas tidak bisa menjawab dan berhenti mengganggu kami sejak itu. Kami mendapatkan pemahaman dari belajar Fa yaitu saat menghadapi penganiayaan dengan keyakinan kuat dan pikiran lurus, kita dapat menceraiberaikan faktor-faktor jahat di belakang para penganiaya, sambil menciptakan kesempatan untuk membuktikan kebenaran Fa.

Usia Tua Bukan Alasan untuk Mengendurkan Diri dalam Berkultivasi

Kami telah mengikuti ajaran Guru dengan rajin selama 15 tahun terakhir. Usia tua seharusnya tidak boleh dijadikan alasan untuk mengendurkan diri. Kami belajar Fa setiap hari, baik hujan maupun cuaca cerah, dan bekerja keras dalam melakukan tiga hal. Belajar Fa dengan baik adalah basis dari segalanya. Dafa telah menguatkan pikiran lurus kami, membimbing kami mengambil tindakan yang lurus, dan memberikan fondasi bagi kami untuk meningkatkan sifat sejati hati kita, atau Xinxing (watak, kualitas moral).

Kami mendirikan kelompok belajar Fa dengan rekan-rekan praktisi di rumah kami. Dengan belajar setiap hari dan berbagi pengalaman, kami saling membantu untuk meningkat bersama. Cara ini terbukti sangat efektif.

Kami menawarkan penyelamatan kepada makhluk hidup dengan menjelaskan fakta kebenaran Falun Dafa dan memberikan materi klarifikasi fakta kepada mereka. Suatu kali, saya membagikan materi kepada para pekerja pendatang yang berada di dalam mobil van, dan mereka mulai membacanya. Seorang pria bertubuh besar yang ada di sebelah van meneriaki saya, “Apa yang kamu berikan kepada mereka?” Saya membalas dengan tenang dan ramah: “Pesan-pesan yang dapat menyelamatkan orang. Bacalah. Kamu akan mendapatkan manfaat darinya juga. Kamu tidak boleh menghancurkannya.” Dia pun merubah sikapnya dan setuju untuk membaca.

Saya belajar dari pengalaman ini bahwa paling baik kalau klarifikasi fakta Dafa dengan sikap terbuka dan hati yang tulus. Ini sesuai dengan ajaran Guru tentang pikiran lurus dan perbuatan lurus. Saat kami tidak memiliki celah kekosongan, kekuatan lama tidak bisa mengambil keuntungan apapun dari kami dan Guru akan melindungi kami.

Meski kami tidak memiliki banyak uang, istri dan saya memutuskan untuk membeli becak listrik, jadi kami bisa menyebarkan fakta kebenaran Falun Dafa ke berbagai tempat yang letaknya bermil-mil jauhnya. Kami selalu pergi bersama, jadi kami bisa saling membantu dan berkoordinasi dengan baik. Dengan belas kasih Guru, kami bisa melewati banyak kesulitan dan tidak pernah menemui penganiayaan.

Suatu kali, istri saya sedang membagikan Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis dan dia terjatuh dengan sangat parah. Meski sangat sakit sekali, dia tetap dengan tenang bangun dan mengambil semua brosur yang tercecer di atas tanah. Tasnnya rusak, jadi dia harus membawa semua materi di tangannya, dia pun tidak berhenti hingga selesai membagikan semuanya. Dia mengatakan bahwa setelah itu dia sadari bahwa kekuatan lama sedang mencoba untuk menghentikannya membagikan materi. Dia lalu memutuskan untuk menyangkal pengaturan ini dan tidak mau dihalangi. Dia menyelesaikan tugasnya dengan selamat dibawa perlindungan Guru.

Mengalami Keajaiban

Saya secara pribadi mengalami berbagai keajaiban Dafa yang ingin saya bagikan dengan rekan-rekan praktisi.

Suatu hari di tahun 2003, saya sedang mengendarai becak untuk membeli lebih banyak kertas untuk proyek klarifikasi fakta dan saya melihat becak saya terbang. Saya terkejut melihat becak terbang dan dengan jelas melihat roda-rodanya hilang. Saya menggenggam pegangannya dengan kuat dan sangat cemas becaknya akan menabrak seseorang. Saya ingin berhenti – dan becak pun berhenti. Saya turun dan periksa roda-rodanya sudah kembali ke tempatnya. Saya merasa lega dan mulai mengendarainya lagi.

Guru pasti telah melihat ketulusan saya untuk menyelamatkan makhluk hidup dan menyemangati saya dengan keajaiban ini.

Pada suatu malam di musim dingin, semua lampu jalanan di daerah saya tiba-tiba padam, sehingga menjadi gelap gulita. Saya segera menyadari bahwa ini adalah kesempatan yang sempurna bagi saya untuk membagikan materi klarifikasi fakta tanpa terlihat oleh polisi.

Saya mengambil setumpuk materi dan mulai membagikannya dari pintu ke pintu. Saya tiba-tiba terpelesat di tangga dan jatuh dari tempat yang lumayan tinggi saat hampir selesai. Saya secara insting berteriak, “Guru, tolong selamatkan saya!”

Tubuh saya mengambang bagaikan ada seseorang yang mengangkat diri saya dan perlahan menurunkan saya. Saat membuka mata, saya temukan diri saya sedang terbaring di atas lantai beton. Saya berdiri, bergerak, dan memeriksa apakah ada luka pada badan saya. Saya baik-baik saja dan tidak merasa sakit sekalipun. Saya sangat berterima kasih atas perlindungan Guru.

Kekuatan Dafa Termanifestasi Saat Pikiran Kita Lurus

Guru berkata,

“Kami mengatakan, baik atau buruk yang akan terjadi berasal dari pikiran sekilas seseorang, beda pikiran sekilas ini juga akan membawa konsekuensi yang berbeda.” (Zhuan Falun)

Guru juga berkata:

“Bagi seseorang yang menjalani Xiulian, di tengah ujian hati manusia, di tengah pemahaman dan saling berbenturan antara dua macam pengertian tentang manusia dan Dewa, maka akan timbul kondisi semacam ini. Bila pikiran manusia menduduki posisi yang dominan, maka ia akan melangkah menuju manusia; bila pikiran Dewa dan pikiran lurus manusia menduduki posisi yang dominan, dia akan melangkah menuju Dewa.” (“Ceramah Fa di San Francisco, 2005”)

Istri dan saya memperoleh banyak pemahaman dari kata-kata Guru selama perjalanan kultivasi kami, belajar dari kesalahan kami. Kami mengalami masalah bilamana kami menggunakan pemikiran manusia saat menghadapi ujian dan penderitaan. Begitu kami menggunakan pikiran lurus, masalah berubah menjadi positif.

Suatu kali, istri saya terjatuh saat membagikan materi klarifikasi fakta, pundaknya terkilir. Dia mencari seorang ahli yang bisa menangani urusan terkilir. Tidak lama kemudian, pundaknya mulai terasa sakit lagi.

Dia sadar bahwa tidak menanggapi insiden ini dengan pikiran lurus. Istri saya lalu membangkitkan pikiran lurus yang kuat dan berhenti mengkhawatirkan pundaknya, sambil percaya sepenuhnya kepada Guru dan kekuatan Dafa. Dia memutuskan untuk melewati ujian ini dengan belajar Fa, memancarkan pikiran lurus dan melakukan latihan gerakan. Dua hari kemudian, rasa sakitnya hilang sepenuhnya dan tidak pernah kambuh kembali.

Saya mendapat pelajaran yang lebih baik dari kejadian yang lain. Tahun lalu, saya melihat kaca mata baca istri saya sangat membantu dirinya, jadi saya juga ingin membeli kaca mata untuk diri saya sendiri. Saya tidak sadari bahwa ini adalah mencari ke luar. Celah kekosongan saya dimanfaatkan oleh kekuatan lama. Pandangan saya menjadi buram saat membaca buku-buku Dafa. Anak-anak kami bawa saya untuk diperiksa, dan dokter menemukan penyakit katarak di mata saya yang harus segera dilakukan operasi.

Saya tiba-tiba teringat bahwa saya adalah praktisi Falun Dafa. Bagaimana saya bisa tiba-tiba mendapatkan katarak? Keinginan saya untuk membeli kaca mata pasti telah dimanfaatkan oleh kekuatan lama untuk menciptakan ujian ini. Setelah memahami hal ini, saya memberi tahu anak-anak bahwa mata saya akan baik-baik saja dan tidak usah cemas. Dengan saya begitu yakin, mereka pun tidak meminta saya untuk menjalani operasi.

Pikiran lurus saya membawa perubahan yang cepat terhadap pandangan saya, di mana menjadi  jelas. Setiap kata di dalam buku terlihat tajam lagi. Saya sangat senang dan berterima kasih atas bantuan Guru.

Saya semakin gigih belajar Fa sejak itu, dan pandangan saya kini bahkan lebih baik. Kejadian ini secara langsung telah mencerminkan ajaran Guru yaitu “baik atau buruk yang akan terjadi berasal dari pikiran sekilas seseorang” (Zhuan Falun). Saya harap rekan-rekan praktisi bisa belajar dari pengalaman saya dan menggunakan pikiran lurus saat menghadapi cobaan.

Perjalanan kultivasi kami yang mulus sepenuhnya mengandalkan belas kasih dan bimbingan Guru. Kami terjatuh dari standar Dafa dalam banyak cara, tetapi tetap gigih mengikuti arahan  Guru.

Guru berkata,

“Makin menjelang akhir makin tidak boleh mengendurkan diri, makin menjelang akhir makin harus belajar Fa dengan baik, makin menjelang akhir pikiran lurus harus makin kuat.” (“Kepada Konferensi Fa Kanada”)

Chinese version click here
English version click here