Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Pasangan Kanada Menyerukan Pembebasan Putrinya yang Ditahan di Tiongkok

17 April 2014 |   Oleh: koresponden Minghui di Calgary, Kanada


(Minghui.org) Dalam upaya menyelamatkan putri mereka yang sekarang ditahan di Tiongkok karena keyakinannya pada Falun Gong, Huang Jinling dan suaminya menggelar konferensi pers di Chinatown Calgary pada 5 April 2014, meminta dukungan internasional.

Menurut Huang, putrinya, Chen Yinghua telah melakukan mogok makan selama 22 hari di Pusat Tahanan Shijiazhuang No. 2 dan kondisinya dalam kritis. Pengacaranya dapat menemuinya pada 2 April dan menyampaikan kondisi terakhir kepada keluarganya.

Chen Yinghua ditangkap pada 12 Maret 2014. Penjaga melakukan cekok paksa dan menggantungnya sambil menyiksanya dengan kejam. Mereka juga berusaha untuk menghalangi pengacara membela dia.

Huang Jinling berbicara di konferensi pers pada 5 April 2014 di Calgary


Huang Jinling (tengah) sedang diwawancarai oleh reporter

Selama konferensi pers, Jeff Yang, juru bicara Himpunan Falun Dafa Calgary, mengecam pelanggaran HAM dan kebebasan berkeyakinan yang dilakukan oleh partai komunis. “Menghalangi pengacara mengikuti prosedur hukum,” kata Yang, “adalah tindakan berbahaya lainnya, tindakan serampangan selama 15 tahun penganiayaan ini.”

Yu Hua, praktisi Kanada yang sebelumnya pernah ditahan di pusat cuci otak di Tiongkok, juga berbicara di konferensi pers. Ia berharap polisi dan petugas penegak hukum di Tiongkok memikirkan kembali keputusan mereka. Ia berkata, ”Bahkan beberapa pemimpin utama yang mendorong penganiayaan baru-baru ini telah ditangkap atau diselidiki, seperti Zhou Yongkang (mantan kepala polisi) dan Li Dongsheng (mantan kepala Kantor 610). Petugas lainnya harus membuat keputusan bijaksana dan tidak membiarkan diri mereka binasa bersama partai komunis.”

Ini bukan pertama kali Chen ditahan. Ia ditangkap pada Agustus 2003 dan secara brutal dianiaya selama ditahan. Setelah melakukan mogok makan selama 39 hari, ia dicekok paksa. Ini menyebabkan lambungnya menderita luka parah, kondisi jiwanya kritis. Ia dibebaskan pada Oktober setelah abangnya yang tinggal di Kanada, meminta masyarakat internasional membantu pembebasannya.

Chen ditangkap lagi pada Juli 2013 dan ditahan selama 11 hari di Pusat Tahanan Nanjing. Ia melakukan mogok makan untuk memprotes kesewenangan ini dan kemudian dibebaskan.

Beberapa media berita menghadiri konferensi pers. Ketika diwawancarai oleh Global Television Network, Jenny Yang, jubir Himpunan Falun Dafa Calgary, mengungkap harapannya bahwa “pemerintah Kanada dan masyarakat internasional dapat menaruh perhatian khusus atas masalah ini, supaya tindakan langsung dapat diambil untuk menghentikan penganiayaan terhadap putri warga negara Kanada.”

Global Television Network melaporkan kejadian ini pada hari yang sama, menyatakan bahwa praktisi disiksa di Tiongkok karena keyakinan mereka pada Sejati-Baik-Sabar. Selain siksaan fisik dan mental, pengambilan organ juga dilancarkan terhadap praktisi dalam keadaan hidup.

Chinese version click here
English version click here