Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Pengadilan Kota Jinchang Mengadakan Persidangan Sandiwara untuk Mengadili Li Dexiang: Suatu Pelanggaran Hukum Terang-terangan

3 Juni 2014 |   Oleh koresponden Minghui dari Provindi Gansu, Tiongkok


(Minghui.org) Pengadilan Distrik Jinchuan dari Kecamatan Jinchang mengadakan pengadilan sandiwara pada hari Rabu 16 April 2014 dengan hanya ada enam orang pengamat. Pejabat kemanan publik, mendudukkan Li Dexiang, seorang praktisi wanita Falun Gong, dalam sidang pengadilan setelah dikenai tuduhan rekayasa dan setelah ditahan hampir delapan bulan.

Pengadilan direncanakan dimulai pada jam 9.00 pagi. Berbagai jenis kendaraan diparkir di dekat pintu gerbang Gedung Pengadilan Distrik Jinchuan. Ada dua atau tiga orang berada di setiap kendaraan. Hanya tiga orang dari keluarga Li boleh memasuki ruang sidang sebagai pengamat.

Petugas pengadilan menutup pintu masuk ruang pengadilan setengah jam sebelum sidang dimulai. Polisi dari Departemen Kepolisian Kota Jinchang dan dari kantor kepolisian distrik mengelilingi ruang sidang. Semua petugas memakai pakaian sipil, kecuali beberapa petugas pengadilan memakai seragam.

Keluarga Li Dexiang dan beberapa orang praktisi Falun Gong berada jauh dari gedung pengadilan. Beberapa petugas yang menyamar berpakaian sipil berada bersama-sama di antara mereka, dengan maksud memata-matai.

Seorang pemuda berpakaian sipil melangkah ke depan para praktisi Falun Gong dan dengan seenaknya membuat foto mereka. Diketahui kemudian, bahwa tiga orang dari empat orang yang berada di van membuat video tape orang-orang yang berada di luar gedung pengadilan, walau dilakukan secara rahasia. Van mengitari wilayah itu dua kali. Menurut seorang saksi, Dai Baoji, orang yang terlibat dalam penganiayaan, duduk dalam van itu.

Banyak polisi dikerahkan dalam sidang pengadilan ini. Lebih dari 30 buah kendaraan diparkir mengelilingi gedung pengadilan, dan ada 60 hingga 70 polisi mengelilingi pengadilan. Zhang Yongsheng, Wakil Kepala Departemen Kepolisian Kota, Li Yuyun dan Li Yongshen dari Kantor Cabang Kepolisian Jalan Guangzhou, dan Kepala dari kantor cabang kepolisian lainnya dikenali oleh saksi mata.

Li Ditangkap Delapan Bulan yang Lalu.

Li Dexiang diikuti dan ditangkap setelah dia menemui seorang praktisi Falun Gong, Duan Zhihu (pria) pada jam 8.00 pagi tanggal 28 Agustus 2013. Suaminya (yang sakit mental) dan anak laki-lakinya (yang juga mempunyai gejala sakit mental) juga ditahan.

Polisi membuat jebakan dan mengancam mereka agar membuat apa yang disebut sebagai “pengakuan.” Misalnya seorang polisi bertanya kepada mereka: “Apakah kamu punya printer?” Jika mereka mengingkarinya, para pemeriksa bertanya lebih keras: “Tidak? Kami tahu kamu punya printer di rumahmu. Jawab, apakah kamu punya printer atau tidak. Jika punya, di mana printer itu sekarang? Dibawa ke mana?”

Penahaban dan Pnganiayaan Li Sebelumnya

Sebelum berlatih Falun Gong Li menderita berbagai macam penyakit, antara lain asma, cholecystitis (radang empedu), dan hemiplegia (lumpuh badan sebelah) ringan. Dengan dua anak laki-laki yang masih kecil dan suami yang sakit mental, hidupnya berantakan. Hal ini menjadi parah ketika penyakit suaminya meningkat, sering keluar rumah siang maupun malam. Dia harus mengasuh kedua anaknya, dalam waktu yang sama harus selalu memantau ke mana suaminya pergi. Setelah dia berlatih Falun Gong pada tahun 1995, dia bisa mengerti mengapa harus menderita dalam hidup, dan akhirnya menjadi sehat. Bahkan kondisi suaminya juga membaik.

Li telah ditangkap secara ilegal sembilan kali oleh polisi Kota Jinchang, dan tempat tinggalnya digeledah berkali-kali. Dia ditahan di kamp kerja selama delapan belas bulan, dan kemudian dijatuhi hukuman lima tahun penjara.

Li pernah ditahan di pusat penahanan, pusat rehabilitasi narkoba, kamp kerja, dan penjara, yang totalnya sebelas tahun, dan sering mendapat siksaan. Dia sangat menderita, baik fisik maupun mentalnya; dan keluarganya juga menderita di bawah tekanan penganiayaan itu. Ibunya yang berumur 80 th yang hampir buta sering mengkhawatirkannya dan menangis. Ayahnya meninggal dunia dan tak sempat bertemu karena dia sedang dipenjara.

Artikel yang terkait:
Ms. Li Dexiang’s Personal Account of the Persecution
Ms. Li Dexiang from Gansu Province Facing Trial
Prosecutor in Jinchang City Attempt s to Unlawfully Try Ms. Li Dexiang Again

Chinese version click here
English version click here