Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Catatan Tangan Pertama Kekejaman di Pusat Penahanan Nomor 2 Hegang, Provinsi Heilongjiang

1 Agu 2014 |   Oleh: praktisi dari Heilongjiang


(Minghui.org) Polisi di Kota Hegang, Provinsi Heilongjiang secara ilegal menangkap ratusan praktisi Falun Gong di paruh pertama tahun 2002. Sekitar sepertiga dari mereka dijatuhi hukuman penjara dan ditahan di Pusat Penahanan No 1 Hegang. Ketika polisi menemukan praktisi yang terpaksa meninggalkan rumah, keluarga mereka juga mengalami penganiayaan. Misalnya, ketika Yang Meizhen ditangkap, adiknya, Yang Meijuan, juga dijatuhi hukuman dua tahun penjara.

Berikut ini adalah salah satu praktisi yang menjadi saksi mata atas kekejaman yang dilakukan di Pusat Penahanan Nomor 2 di Hegang.

Penyiksaan dengan Jeruji Besi

Saya ditahan di Pusat Penahanan Hegang. Suatu hari pada bulan Juni 2002, saya mendengar dentingan besi batangan yang berasal dari pekarangan Pusat Penahanan Nomor 2, yang bersebelahan dengan Pusat Penahanan Hegang. Kalkun dan anjing yang dibesarkan di sana juga terganggu, dan ribut. Kebisingan berlangsung selama setengah hari dan saya bertanya-tanya apa yang terjadi.

Beberapa hari kemudian, saya dipindahkan ke Pusat Penahanan Nomor 2. Saya sangat terkejut menyaksikan ketika saya melangkah ke dalam sel. Tempat tidur yang luas itu penuh sesak dengan orang-orang, dan dua baris praktisi duduk di lantai. Masing-masing dari mereka diborgol dan tangan mereka kemudian dirantai ke salah satu kaki mereka. Batang besi ditempatkan di antara kaki mereka, mereka menarik terpisah, untuk membuat praktisi merasa lebih sakit. Saya kemudian menyadari bahwa suara-suara yang saya dengar sebelumnya berasal dari jeruji besi ini yang sedang diikatkan ke praktisi.

Lima puluh tiga praktisi mengalami penyiksaan ini selama berhari-hari, beberapa selama 17 hari berturut-turut. Bahkan saat ini, ketika saya memikirkan adegan menyedihkan itu saya tidak bisa menahan air mata saya.

Peragaan Penyiksaan: Disiksa dengan batang besi

Penganiayaan Yang Tidak Manusiawi

Banyak praktisi dalam sel kami adalah wanita usia lanjut. Xie Xianglan berusia 70-an dan Kong Zhaoqin berusia 60-an. Meskipun mereka tidak disiksa dengan jeruji besi, setiap hari menyaksikan rekan-rekan praktisi disiksa dengan cara ini menyebabkan mereka mengalami siksaan mental.

Narapidana kriminal ditugaskan untuk terus mengawasi praktisi sehingga mereka tidak bisa melakukan latihan Falun Gong atau menutup mata mereka.

Beberapa narapidana merendam handuk kedalam air, kemudian memeras mereka di atas kepala praktisi. Air menetes ke pakaian praktisi, membasahi mereka, tetapi mereka tidak diperbolehkan untuk mengganti.

Menampar wajah praktisi dengan sandal adalah praktek lazim. Penjaga You Jie memukul praktisi sangat keras dengan pentung karet, hingga praktisi Lu Yuanqiu pingsan.

Peragaan Penyiksaan: Menampar wajah dengan sepatu

Itu sangat sulit bagi praktisi disiksa dengan besi untuk menggunakan kamar mandi tanpa bantuan orang lain. Agar tidak mengganggu siapa pun, mereka makan dan minum sangat sedikit.

Ketika rekan-rekan praktisi membantu mereka ganti baju, lengan dan sisi pakaian mereka harus dipotong terbuka. Mereka hanya bisa menggantungkan pakaian di atas bahu mereka.

Pantat salah satu praktisi terdapat luka yang terinfeksi karena duduk di bangku kecil sangat lama. Para penjaga menarik celananya ke bawah dan memaksanya untuk membaringkan perutnya di tempat tidur. Penjaga pria datang untuk memeriksa setiap hari saat ia berbaring telanjang.

Praktisi Chen Pingzhen berusia 40-an. Seluruh punggungnya ditutupi dengan luka bernanah setelah dipukuli sangat keras dengan pentungan karet oleh penjaga You Jie. Dia juga tidak bisa lagi berjalan akibat dirantai sangat lama.

Cobaan Berat Yao Yulian

Yao Yulian berusianya diakhir 30-an. Dia mulai mengalami demam tinggi selama berhari-hari dan batuk parah, tapi pusat penahanan tidak memperhatikan kondisinya.

Suatu hari, suhu tubuhnya sangat tinggi sehingga dia mulai mengejang dan mengatupkan giginya. Dokter pusat penahanan datang dan mengatakan kepada kami untuk membuka mulutnya dengan sumpit dan menggosok tubuhnya dengan alkohol. Yao tampaknya menderita penyakit kulit dan bisul pecah terbuka di mana pun kami gosok. Dia mengejang untuk waktu yang lama, tapi para penjaga menolak untuk mengirimnya ke rumah sakit.

Yao menderita kejang, memburuk setiap saat. Para penjaga masih menolak untuk mengirimnya ke rumah sakit sampai dokter mengeluh dan Yao pingsan

Keesokan harinya, penjaga Wu Yan membawa Yao kembali ke sel dan kami mengetahui bahwa ada perintah dari atasan mereka, praktisi Falun Gong tidak diperbolehkan dibebaskan dengan alasan medis.

Kondisi Yao memburuk. Dia batuk darah dan terus demam tinggi. Setiap hari ia dibawa ke rumah sakit untuk injeksi dan keluarganya harus membayar semua biaya. Kakak Yao akhirnya dapat membebaskannya dengan jaminan setelah ia menghabiskan banyak uang.

Suami Yao adalah seorang pekerja tambang batubara yang telah meninggal dalam ledakan gas. Keluarganya hanya menerima 17.000 yuan untuk kompensasi dari pemerintah yang korup. Yao harus berjuang untuk dirinya sendiri, bersama anaknya. Meski begitu, dia dihukum tiga tahun kerja paksa dan dianiaya sampai dia nyaris meninggal.

Guo Xingguo Disiksa sampai Mati

Guo Xingguo adalah salah satu praktisi yang ditangkap pada tahun 2002 dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Karena kondisi fisiknya yang buruk, ia dua kali ditolak oleh Penjara Harbin dan kembali ke pusat penahanan. Ketika kepala pusat penahanan melaporkan kasusnya ke atasannya, Kong Lingyan, juga kepala Kantor 610 di Distrik Xing'an, Kong memblokir pembebasan bersyarat medis dengan berbagai cara dengan berkata, "Dia harus dikurung di penjara bahkan jika ia mati!" Guo Xingguo dibawa ke Penjara Hulan dan di sana sampai dia hampir mati. Dia meninggal beberapa hari setelah ia dikirim pulang.

Kasus Penganiayaan Lain

Zhang Shuxia ditahan di pusat penahanan selama 6 bulan. Suaminya hampir menjual rumah mereka agar mendapatkan uang untuk mengeluarkannya.

Ketika masa hukumannya 6 bulan berakhir, polisi Wang Cai dan Zhang Tao datang lagi untuk menginterogasi Zhang dan berusaha memaksanya untuk menandatangani pernyataan melepaskan Falun Gong. Wang Cai berkata kepadanya, "Kongres PKT ke 16 berakhir dan praktisi Falun Gong diberi label sebagai penjahat politik. Pendidikan anak Anda juga akan terpengaruh." Zhang berkata," Secara hukum harus ada bukti kesalahan. Kami tidak melakukan tindak kejahatan." Polisi tertawa terbahak-bahak, "Bukti apa yang kami butuhkan dalam menangani Falun Gong?"

Mereka memindahkan Zhang Shuxia ke Pusat Penahanan No 1. Pada hari persidangan, pengacara yang disewa oleh keluarganya tidak diizinkan untuk tampil di pengadilan. Tak ada pengacara bisa melakukannya jadi ia mengembalikan biaya kepada suaminya. Suami Zhang harus membayar hakim ketua 2.000 yuan untuk mengurangi masa tahanannya dari empat menjadi dua tahun penjara.

Xie Xianglan berusia tujuh puluh satu tahun ditangkap dari rumahnya dan dibawa langsung ke pusat penahanan. Dia kemudian dihukum tiga tahun kerja paksa.

Wang Xiuzhi menderita berbagai macam penyakit. Melalui berlatih Falun Gong, semua masalah kesehatannya lenyap. Setelah dia dibawa ke pusat penahanan, penyakit perutnya kambuh karena kualitas makanan yang buruk. Dia mulai muntah setiap hari. Pada akhirnya dia tidak bisa makan apa-apa dan muntah darah. Namun, pusat penahanan menolak untuk membebaskannya. Putrinya diizinkan untuk membawa pulang ketika dia sedang sekarat.

Kong Zhaoqin, berusia 60-an, tergelincir di kamar kecil dan mengalami serangan jantung. Dia kejang dan mulutnya berbusa. Itu beberapa jam sebelum pusat penahanan memanggil ambulans untuk membawanya ke rumah sakit.

Tepung jagung berjamur digunakan untuk membuat roti kukus untuk para tahanan di Pusat Penahanan Nomor 2. Tepung disebar di tanah di tempat terbuka, di mana merpati dan anjing berlari di atasnya. Orang-orang menjadi sakit setiap hari karena makan makanan yang sangat jelek. Bahkan ketika beberapa praktisi berada dalam kondisi yang mengancam jiwa, mereka masih belum dibebaskan.

Para penjaga berkata kepada anggota keluarga mereka, "Jika Anda ingin menyelamatkan orang yang Anda cintai sebaiknya Anda mencoba untuk mencari mereka ke Kamp Kerja Paksa Jiamusi, dan jika mereka ada, Anda dapat membawa mereka untuk perawatan medis." Anggota keluarga tertipu oleh kebohongan ini merasa putus asa dan menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan orang yang mereka cintai dipindahkan ke kamp kerja paksa dari pusat penahanan.

Chinese version click here
English version click here