Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Yao Menderita Pendarahan Berat Setelah Mendapat Penyiksaan di Dua Kamp Kerja

16 Agu 2014 |   Oleh Koresponden Minghui dari Provinsi Shandong, Tiongkok


(Minghui.org) Yao Bingfang [wanita] dari Kabupaten Junan di Provinsi Shandong pernah masuk ke kamp kerja paksa dua kali yang jumlah waktunya tiga tahun. Pada bulan Juli 2013, dia tiba-tiba menderita pendarahan dan hampir meninggal di kamp kerja. Dia dibebaskan lantaran kesehatannya yang buruk, tetapi di rumah terpaksa harus merawat suaminya yang sakit. Dengan mendapat ancaman terus menerus Yao mendapat tekanan yang berat, menyebabkan kesehatannya turun drastis. Pada bulan Februari 2014 dia masuk ke rumah sakit dan mendapat transfusi darah. Sekarang dia tidak lagi dapat merawat suaminya.

Dihukum 18 bulan di Kamp Kerja untuk Pertama Kalinya

Chen Xin dan pejabat lainnya dari Divisi Keamanan Domestik dari Junan menangkap Yao pada bulan November 2007. Dia dijatuhi hukuman 18 bulan penjara di Kamp Kerja Paksa Wanita Pertama di Kecamatan Jinan, menjadi target pencucian otak, dipaksa melakukan pekerjaan berat, dan sekali pernah dicegah tidak tidur selama sembilan hari berturut-turut.

Ketika Yao menolak untuk memakai seragam kamp kerja, kepala tim Sun Qunli dan para sipir mengikatnya ke ranjang maut selama 33 hari berturut-turut dan menyiksanya. Dia kehilangan hampir setengah berat badannya dan menderita pendarahan selama delapan bulan. Suaminya Luo Shunyi mencoba untuk membebaskan dia agar bisa mendapat perawatan kesehatan, tetapi justru para sipir memeras 60.000 yuan.

Dihukum 18 bulan di Kamp Kerja untuk Kedua Kalinya

Pada 14 Mei 2012 Chen Xin dan beberapa orang dari Divisi Keamanan Domestik Junan menerobos ke ruang rumah sakit tempat Luo dirawat, mengambil HP dan kunci rumahnya. Chen mengancam akan menahan Yao yang menyebabkan kondisi Luo menjadi lebih buruk.

Chen dan petugas lain mendobrak masuk rumah Yao dan menahannya. Mereka menggeledah tempat tinggalnya dan merampas uang dan barang miliknya. Chen menjatuhkan hukuman kepada Yao di Kamp Kerja Paksa Wanita Pertama Jinan selama 18 bulan lagi, tidak mempertimbangkan bahwa Luo sedang dalam keadaan sangat tidak sehat dan hanya Yao yang bisa merawatnya.

Ketika Yao menolak untuk memakai seragam kamp, para sipir merobek-robek pakaiannya dan mempermalukannya. Dia dipaksa berdiri tegak dalam jangka waktu lama, dicegah tidak tidur dan dipaksa melakukan pekerjaan berat. Dia menjadi sangat lemah. Dalam bulan Juli 2013 tiba-tiba dia mengalami pendarahan, kondisinya sangat serius. Pejabat kamp kerja membebaskan dia, untuk menghindari tanggung jawab bila dia meninggal di kamp.

Gangguan Terus Berlangsung

Petugas dari Kantor 610 dan divisi keamanan domestik sering mendatangi rumah Yao dan mengancam. Meski masih kurang sehat, dia masih harus merawat suaminya yang harus istirahat di tempat tidur. Tekanan mental itu menyebabkan keshatatan Luo terus menurun dan dia sering dirawat di rumah sakit.

Tekanan yang diderita karena harus merawat suaminya dan penganiayaan dalam jangka waktu lama membuat Yao harus membayar dengan kesehatannya. Dalam bulan Februari 2014 dia menderita sakit berat sehingga anak perempuannya harus memindahkannya dari kota tempat tinggalnya ke kota yang lebih besar agar bisa dirawat di rumah sakit besar, untuk bisa menerima transfusi darah. Luo hidup sendiri tak ada yang merawat.

Yao, 62 tahun pensiunan dari perusahaan percetakan di Kabupaten Junan.

Chinese version click here
English version click here