Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Fahui Tiongkok | Menghafal Fa Membuat Saya Tetap Berada di Jalur yang Tepat

14 Des. 2015 |   Oleh praktisi di Tiongkok Daratan


(Minghui.org)

Salam kepada Guru yang terhormat!

Salam kepada rekan-rekan praktisi!

Ini adalah keenam kalinya saya berpartisipasi dalam Fahui Tiongkok di website Minghui sejak pertama kali ikut pada tahun 2008. Setiap kali menulis artikel Fahui, saya hampir tidak dapat menahan air mata. Tidak ada kata-kata yang dapat mengungkapkan rasa terima kasihku atas belas kasih Guru!

1. Perubahan setelah 11 Tahun

Saya mulai berlatih Falun Dafa pada Maret 1999, dan kebanyakan waktu saya berkultivasi sendirian. Dari waktu ke waktu saya akan bertemu dengan rekan-rekan praktisi, tetapi karena lingkungan saya terus berubah, sulit bagi saya untuk membentuk kelompok belajar Fa. Yang membuat saya tetap berkultivasi adalah rajin belajar Fa serta menghafal Fa. Oleh karena itu, hanya berkat Guru dan Fa, saya berhasil bertahan sampai hari ini.

Dimulai pada April 2005, dengan menghafal Zhuan Falun serta buku-buku Fa lainnya, Guru telah memperkuat saya. Dalam 11 tahun terakhir ini, kondisi kultivasi saya, juga pekerjaan dan lingkungan tempat tinggal, telah berubah dengan drastis.

Waktu itu sangat sulit bagi saya untuk pertama kali menghafal Fa. Saya berada di bawah “pengawasan pemukiman” di pedesaan rumah saya. Sebelum itu, saya pernah ditahan secara ilegal selama enam bulan, mengalami siksaan fisik maupun mental saat dalam tahanan, yang mengakibatkan saya mengalami masalah kesehatan yang sangat parah. Pada saat itu, saya baru berusia 30 tahun, namun saya merasakan rasa sakit yang amat sangat di dada dan perut sehingga tidak bisa duduk untuk waktu lebih dari dua jam. Saya juga menderita batuk parah serta rasa sakit di salah satu kaki.

Karena keyakinan pada Falun Gong, saya dipecat dari tempat kerja dan tidak mempunyai sumber pemasukan. Saya hidup dari nafkah ayah yang sedikit dan juga sedikit tabungan saya. Selama satu tahun, saya menghabiskan biaya hidup kurang dari 50 yuan.

Penganiayaan yang saya alami serta kebohongan Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah menciptakan kesalahpahaman keluarga saya terhadap Dafa, jadi mereka tidak mendukung saya berlatih. Saya tidak berkultivaasi dengan baik dan merasa malu karenanya. Saya merasa takut dan kemudian rasa takut itu menjadi sangat intens sehingga suara keras dari luar saja membuat saya gemetaran.

Sekarang, 11 tahun kemudian, saya bersemangat tinggi dan kesehatan saya juga pulih kembali. Walaupun sekarang usia saya lebih dari 40 tahun, saya terlihat seperti berusia 20 tahunan. Keadaan finansial juga meningkat, dan saya bekerja sebagai manajer di sebuah perusahaan multinasional yang terkenal. Atasan memandang tinggi pada saya, dan rekan-rekan kerja menghormati saya. Penghasilan saya bagus dan mampu membeli rumah di distrik pusat kota. Saya juga membeli rumah yang bagus untuk orangtua saya yang sekarang telah berusia lanjut.

Kebanyakan anggota keluarga saya telah mengubah sikapnya terhadap Dafa dari membenci menjadi bersyukur. Mereka semua telah mundur dari Partai Komunis Tiongkok serta afiliasinya, dan ayah serta adik saya telah membaca Zhuan Falun dan juga beberapa buku Dafa lainnya. Ibu ikut berkultivasi pada awal tahun. Selama beberapa tahun terakhir ini, beliau bekerja keras untuk membantu memberitahu orang-orang tentang kebaikan Falun Dafa.

Sedangkan kultivasi saya sendiri, saya menghabiskan waktu 7 sampai 8 jam sehari melakukan tiga hal yang Guru minta kita lakukan, selain pekerjaan saya.

Ketika para praktisi mulai menuntut Jiang Zemin pada tahun ini, saya melakukan hal yang sama dan mengirim surat saya ke Kejaksaan Agung dan Mahkamah  Agung. Dua hari kemudian, saya menerima tanda terima.

2. Melenyapkan Karma dan Memperkuat Pikiran Lurus Melalui Menghafal Fa

Semua hasil positif ini datang dari menghafal Fa setiap hari, yang memungkinkan saya untuk menempuh jalur kultivasi saya dengan lurus dan stabil.

Segera setelah memulai menghafal Fa, gangguan seperti suara berisik dari luar, menghilang. Ketika menghafal Fa, ruang saya menjadi jernih dan terang. Beberapa kali saya melihat hal-hal yang indah, termasuk pemandangan di mana seluruh ruangan penuh dengan bunga lotus. Yang paling penting, proses menghafal Fa juga merupakan proses memusnahkan karma dan menambah pikiran lurus.

Awalnya, sulit untuk memulai menghafal Fa. Saya memiliki banyak gejala tidak nyaman di kepala dan juga segala macam pikiran buruk.

Kemudian, saya menjadi sangat fokus di tahun pertama dalam menghafal Fa. Saya ditampakkan makna dari Fa, selapis demi selapis. Setelah satu tahun, saya telah menghafal kata-kata dari buku. Namun demikian, setelah itu saya menghadapi banyak kesulitan untuk tetap fokus. Ketika akan mengucapkan Fa, seringkali saya bahkan tidak tahu apakah mengucapkan kata-kata yang tepat, dan tidak ada seorang pun yang bisa saya minta untuk mendengarkan dan mengoreksi. Keadaan ini berlangsung hampir satu tahun, dan saya mengalami kesulitan serta tidak tahu bagaimana cara menerobos semua ini.

Saya mampu menabung cukup banyak uang untuk membeli komputer di akhir tahun 2006. Saya memutuskan untuk mengetik kata-kata dari Zhuan Falun ke komputer melalui ingatan saya, dan memeriksanya menggunakan buku setelah selesai tiap paragraf. Saya akan memeriksa kesalahan yang saya buat. Keadaan menjadi lebih baik dari sebelumnya, tetapi saya masih tidak dapat benar-benar fokus. Saya bisa merasakan ada halangan di otak saya, sekeras baja, yang menahan Fa untuk masuk mendalam ke kepala saya. Situasi ini berlangsung sekitar dua tahun.

Kemudian, saya merasa bahwa metode ini terlalu lambat. Perlu sekitar tiga bulan bagi saya untuk selesai mengetik buku Zhuan Falun satu kali. Saya sering lupa terhadap kesalahan yang telah saya koreksi setelah tiga bulan. Jadi saya membaca Fa melalui ingatan lagi. Efeknya bagus selama beberapa bulan, tetapi kemudian hambatan di kepala terasa seperti tumor yang tumbuh di belakang hidung saya. Saya merasa sangat tidak nyaman ketika menghafal Fa. Saya tidak bisa fokus, tetapi saya tahu perlu meningkatkan Xinxing. Saya mampu memperlakukan diri sendiri sebagai seorang kultivator dalam kehidupan sehari-hari ketika menghadapi konflik, dan bisa merasakan keterikatan saya berkurang. Tetapi hambatan yang sekuat baja itu masih ada di sana.

Kemudian, saya mengalami ujian terbesar dalam kultivasi saya, yang berlangsung dari pertengahan tahun 2011 hingga pertengahan awal tahun 2013.  Ujian ini mengaduk semua konsep dan pikiran buruk saya. Saya tidak bisa menghafal Fa dan waktu untuk belajar Fa menjadi sangat sulit. Saya merasakan kebencian, dan memiliki pikiran untuk membalas dendam, perasaan sentimentil, dan bahkan hasrat untuk nama dan keuntungan. 

Selama masa ini, saya sering menghabiskan dua sampai tiga jam untuk belajar Fa, namun harus berjuang sangat keras untuk dapat menyelesaikan dua halaman sekali pun. Saya merasa sedang berada di titik di mana saya akan dihancurkan. Saya kemudian berulang-ulang berlutut di hadapan foto Guru, menangis untuk meminta bantuan. Beberapa kali Guru muncul dalam mimpi saya, memberi petunjuk, menyemangati dan menghibur saya. Saya melihat Guru membersihkan substansi buruk di dalam otak saya – gumpalan darah merah dan hitam, daging busuk, materi hitam yang bentuknya aneh, cacing putih yang kurus, cangkang belatung, dan lain-lain.

Ketika bangun, saya bisa mengenali bahwa pikiran buruk itu bukan diri saya dan harus dimusnahkan.

Selama masa ini, bahkan terasa sangat sakit dan semuanya berjalan dengan buruk, saya tidak mengendur dalam menghafal Fa. Saya tahu bahwa belajar Fa setiap hari adalah satu-satunya cara supaya saya dapat melewati ujian ini. Untuk sementara waktu ketika kondisi kultivasi saya sangat buruk, saya berhenti keluar untuk membagikan materi klarifikasi fakta, malahan, saya berpartisipasi di dalam proyek online dan penulisan artikel. Guru melihat hati saya dan menyediakan proyek yang lebih cocok untuk saya.

Sekarang, saya telah berhasil melewati ujian itu. Guru membimbing saya untuk menemukan jalan yang paling cocok bagi saya untuk belajar Fa. Saya membaca atau menghafal Fa melalui ingatan selama dua atau tiga jam setiap hari. Fokus saya meningkat pesat ketika sedang belajar Fa.

3. Menemukan Diri Sejati Saya Melalui Belajar Fa

Walaupun kondisi ekonomi saya sangat buruk pada awalnya, dan tidak ada praktisi lain di wilayah saya, hal terberat bagi saya adalah banyak pikiran buruk yang ditaruh oleh kekuatan lama ke dalam otak saya. Hal ini menyebabkan rasa sakit dan kesulitan yang besar bagi saya. Bukan hanya iri hati, kebencian, dan mentalitas pamer; ada banyak macam materi kotor lainnya.

Jika saya mengendurkan kewaspadaan sebentar saja, mereka akan mengganggu dan mengendalikan saya. Mereka membuatnya menjadi lebih sulit khususnya ketika saya sedang menghafal Fa.

Jadi kali ini, sekali pun saya menghabiskan waktu berjam-jam untuk menghafal Fa, saya tidak bisa menghafal apa pun. Saya merasa seperti seorang manusia biasa. Ketika menghadapi konflik, saya sering tidak ingat bahwa saya adalah seorang kultivator. Saya tidak mampu membedakan yang benar dan yang salah. Saya tidak bisa membedakan apakah itu adalah diri saya yang sejati ataukah sesuatu yang diatur oleh kekuatan lama. Namun perlahan-lahan, saya mulai belajar untuk membedakan mana diri saya yang sejati.

Saya ingat untuk melihat ke dalam, dan sedikit demi sedikit memusnahkan keterikatan satu per satu. Perlahan-lahan bisa melihat diri saya yang sebenarnya. Saya merasa – kesadaran utama saya – sangat mungil seperti biji wijen yang terkubur di istana Niwan. Otak saya terisi dengan keterikatan manusia seperti gunung besar yang menekan kesadaran utama saya ke bawah. Selama satu periode waktu, ketika sedang menghafal Fa atau melihat ke dalam, saya sering kali bisa melihat situasi dengan kesadaran utama saya. Selama belajar Fa, kesadaran utama saya tumbuh seolah seperti biji wijen sedang mencoba untuk berkecambah.

Setelah perjuangan dan rasa sakit yang tak terhitung jumlahnya, suatu hari ketika sedang belajar Fa, saya melihat kesadaran utama saya menerobos gunung tersebut, yang mana sekarang penuh dengan retakan. Ketika menghafal Fa, gunung tersebut sedang dihancurkan oleh suatu kekuatan yang besar. Lapisan demi lapisan materi buruk telah dihancurkan. Saya merasa bahwa sedikit lagi gunung tersebut akan hancur sepenuhnya, dan pada awalnya, mereka adalah gunung yang sangat besar sementara saya adalah sekecil biji wijen.

Sekarang situasinya berbalik, saya sangat besar sementara gunung itu sedang runtuh. Saya tahu dari lubuk hati bahwa selama saya terus berusaha menghafal Fa dan melakukan tiga hal dengan baik, suatu hari gunung itu akan hilang.

4. Memanfaatkan Waktu untuk Melakukan Tiga Hal

Bagi para praktisi yang bekerja full time, menjadi tantangan untuk dapat memanfaatkan waktu yang cukup untuk membuktikan kebenaran Fa di dalam jadwal kerja mereka. Tidak terkecuali dengan saya. Selain pekerjaan, saya menghabiskan enam sampai delapan jam untuk belajar Fa, melakukan latihan, memancarkan pikiran lurus, dan melakukan proyek penyelamatan. Di akhir pekan, saya dengan segenap hati dan jiwa melakukan tiga hal. Selama lebih dari satu dekade, saya tidak makan sarapan. Awalnya untuk menghemat uang, tetapi kemudian hal itu menjadi kebiasaan. Jadi terus-menerus tidak makan sarapan untuk menghemat uang dan waktu. Biasanya saya makan siang di tempat kerja. Di malam hari saya tidak punya waktu untuk memasak. Jadi, saya akan makan sebuah bakpao, kue, atau semangkok mie yang dapat dimasak dengan cepat. Di akhir pekan, saya memasak bubur atau mie. Saya tidak pernah memasak lebih dari satu kali dalam sehari sehingga bisa menggunakan semua waktu untuk melakukan tiga hal.

Sejak mulai belajar Dafa, saya menjadi tahu tentang makna kehidupan. Sekarang saya mempunyai tujuan. Sejak masa muda sampai ke usia paruh baya, saya telah berkultivasi dan tidak mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh manusia biasa seperti menonton film, memakai pakaian mewah dan merias wajah, berkencan ataupun jalan-jalan. Saya tidak tertarik dengan semua itu. Saya tetap menjaga semangat yang lurus.

Tidak ada yang dapat dibandingkan dengan apa yang telah saya dapatkan dari kultivasi dan kebahagiaan yang diberikan Dafa kepada saya!

Terima kasih Guru yang belas kasih! Terima kasih rekan-rekan praktisi!

(Fahui Tiongkok ke-12 di Minghui.org)

Chinese version click here

English version click here