Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Memperluas Kapasitas dan Menjadi Lebih Rajin Saat Melakukan Pekerjaan Media

8 Jan. 2016 |   Oleh pengikut Dafa perantauan


(Minghui.org) Saya merantau luar negeri dari Tiongkok dua tahun yang lalu. Saat ini saya bekerja sebagai tenaga penjualan full-time di media. Hari ini, saya ingin berbagi beberapa pengalaman kultivasi saya.

1. Mencari Ke Dalam untuk Menemukan Akar Penyebab Keterikatan

Pekerjaan tenaga penjualan umumnya detail dan membosankan. Saya biasanya bekerja dengan praktisi yang lain. Selain mencari calon pelanggan iklan, saya juga harus membuat isi dan kata-kata iklan, melakukan wawancara, dan mengedit file audio.

Kami berusaha sebaik mungkin untuk menjaga kepuasan pelanggan dengan melakukan pekerjaan sebaik mungkin. Namun demikian, saya terus-menerus membuat kesalahan yang ceroboh. Ketika rekan-rekan praktisi menemukan kesalahan saya, mereka kadang-kadang membuat komentar-komentar yang agak keras.

Secara permukaan, saya melihat ke dalam, dan saya tidak pernah mengalami konflik dengan rekan praktisi. Tapi saya benar-benar tidak melakukan apa pun berkenaan dengan kesalahan saya yang terus-menerus terjadi, sampai suatu hari seorang praktisi berbicara kepada saya dengan berat hati dan sangat frustrasi.

Dia berkata, "Anda benar-benar harus mengkultivasikan kecerobohan Anda."

Saat itulah saya akhirnya menyadari bahwa saya memiliki masalah tersebut dari usia yang sangat muda. Ketika mulai bekerja, karena saya bekerja sendirian, kecerobohan saya tidak mendapatkan perhatian. Selain itu, karena saya selalu menjadi orang yang cuek, saya bergaul baik dengan semua orang.

Sekarang saya bekerja di media dan perlu bekerja sama dengan orang lain, kecerobohan saya yang terus-menerus terungkap dan menjadi sangat menonjol.

Kecerobohan saya sebenarnya adalah keterikatan tidak bertanggung jawab. Kesalahan saya menimbulkan banyak beban tambahan kepada praktisi lain. Saya menyadari bahwa kultivasi adalah serius. Menyelamatkan makhluk hidup adalah misi kita. Ketidak-profesionalan saya akan menciptakan celah bagi kekuatan jahat untuk mengambil keuntungan dan dapat mempengaruhi interaksi kami dengan pelanggan serta menghalangi mereka menandatangani kontrak dengan kami.

Saya tahu harus mengkultivasikan keterikatan ini. Saya bersyukur bahwa bekerja di media dan bekerja sama dengan praktisi telah membantu saya untuk melihat pentingnya untuk melepaskan diri dari keterikatan ini agar meningkatkan diri.

2. Mengkultivasi Hati yang Berbelas Kasih dan Pemaaf

Di media, kami mengadakan kelompok belajar Fa setiap minggu, dan kami sering saling berbagi pemahaman Fa.

Suatu waktu saya selalu bisa melihat bagaimana orang lain berucap atau melakukan sesuatu tidak sesuai dengan Fa, atau di mana orang lain bisa sedikit lebih rajin. Saya juga menemukan bahwa saya menikmati berbagi pendapat saya dan sering menulis permintaan maaf yang panjang untuk menjelaskan pendapat atau mendukung argumen saya.

Suatu hari, saya mendengar diri sendiri menggunakan kata-kata Guru lagi untuk membuktikan sudut pandang untuk menunjukkan bahwa saya benar dan orang lain salah. Tiba-tiba, saya menyadari cara menggunakan Fa seperti itu bukan membuktikan kebenaran Fa tetapi mentalitas pencuri yang berbahaya.

Saya berhenti dan mulai mencari ke dalam dengan serius. Perlahan-lahan, saya mengetahui bahwa saya secara tanpa sadar membuktikan kebenaran diri sendiri dan berpikir saya telah berkultivasi dengan baik.

Tidak heran saya tidak pernah sungguh-sungguh berhasil dalam mempengaruhi teman-teman atau meyakinkan orang lain, dan seringkali orang lain bahkan menemukan kata-kata saya tidak efektif dan menyakitkan.

Saya berkata pada diri sendiri, "Semua praktisi adalah pengikut Dafa. Masing-masing dari kita berusaha untuk mengikuti ajaran Guru agar sesuai dengan tuntutan Dafa. Bagaimana saya bisa mengatakan seseorang tidak sesuai dengan Fa? Apakah pemikiran seperti itu sesuai dengan Fa? Dafa tak terbatas. Apa pentingnya pemahaman saya yang rendah ini? Atas dasar apa saya bersikap kritis terhadap orang lain? Saya harus hanya melihat pada diri sendiri."

Pada saat itu, saya menjadi sadar sepenuhnya terhadap maha belas kasih Guru – bagaimana beliau memberikan semua tingkatan Fa dari tingkat kehidupan berbeda, isi dari tingkat-tingkat berbeda, tingkat-tingkat berbeda dari pemahaman dan harapan dari tingkat-tingkat berbeda.

Dalam kehidupan sehari-hari, saya adalah seorang ibu yang hidup bersama ibu saya (juga seorang praktisi). Dalam menjalani peran yang berbeda, di tengah berbagai konflik, saya belajar untuk menghargai kebiasaan ibu saya yang mengganggu dan mentolerir kenakalan putri saya yang jahil.

Sebelumnya, saya pernah bekerja sebagai manajer di sebuah perusahaan selama lebih dari satu dekade. Sekarang, saya adalah salah satu staf di tim penjualan saat ini. Guru mengatur bagi saya untuk belajar keterampilan manajerial dan memperoleh pengalaman supervisi sehingga saya dapat bekerja sama dan berkoordinasi lebih baik dengan praktisi lain.

Dalam kultivasi, setiap langkah dalam perjalanan, apa pun yang kita hadapi adalah kesempatan bagi kita untuk menghadapi setiap konflik dengan tepat supaya meningkat. Tidak ada jalan pintas.

3. Menemukan Kembali Pikiran Lurus dalam Kultivasi

Saya telah bekerja di posisi saat ini lebih dari satu tahun sekarang. Ketika pertama kali memulainya, saya penuh percaya diri dan diliputi ambisi untuk memberi kontribusi kepada media. Dengan momentum dari lonjakan awal, dan berkat dari Guru, saya merasa gembira dengan prestasi kerja saya dan apa yang mampu saya capai.

Secara bertahap, ketika keberuntungan awal saya berkurang, berbagai bentuk gangguan muncul ke permukaan, dengan hasil tidak peduli berapa banyak panggilan telepon yang saya lakukan, saya hanya bisa mendapatkan beberapa wawancara.

Beberapa pelanggan akan membuat perjanjian, tetapi meminta perubahan lokasi atau waktu. Kadang-kadang ditunda atau bahkan dibatalkan.

Beberapa pelanggan setuju untuk bertemu, namun merasa ragu-ragu untuk menandatangani kontrak; ada yang setuju untuk menandatangani kontrak, tetapi akhirnya berubah pikiran pada menit terakhir.

Selama waktu itu, saya selalu merasa makhluk hidup yang memiliki takdir pertemuan dengan saya entah bagaimana dihalangi dengan kuat dari saya, jadi saya gagal berhubungan dengan mereka, apalagi menyelamatkan mereka.

Saya tahu itu pasti karena ada celah kekosongan pada masalah kultivasi saya, tetapi saya tidak dapat menemukan letak masalahnya. Saya sangat tertekan.

Saya selalu mencoba untuk memecahkan masalah pelanggan dengan menerapkan berbagai keterampilan dan teknik penjualan. Pada akhirnya, bahkan janji tanpa harapan dari calon pelanggan berlalu dari genggaman saya.

Ketika skenario seperti itu terjadi berulang kali, saya harus berhenti dan memutuskan untuk mencurahkan waktu belajar Fa, belajar Fa, dan belajar Fa.

Kemudian saya sampai pada bagian ini:

“Kalian menyelamatkan manusia di dunia ingin agar mereka terbangun, lalu menyelamatkan mereka, namun kalian sendiri juga harus terbangun, juga harus terbangun dengan sadar. Jangan karena hal-hal yang dilakukan sudah banyak sehingga lupa pada Xiulian diri sendiri, ini juga tidak benar. Kalian adalah orang Xiulian, perkataan ini bukan berarti anda dahulu, anda pernah, atau penampilan anda adalah orang Xiulian, perkataan ini menandakan hakiki anda, makna dari jiwa anda, tanggung jawab yang anda pikul di pundak, misi sejarah anda adalah orang Xiulian, dengan demikian anda barulah sebagai pengikut Dafa yang sejati.”(“Apa yang disebut sebagai Pengikut Dafa”)

Saya menyadari masalah saya adalah saya tersedot dalam melakukan sesuatu dan perlahan-lahan luput dari menjaga pikiran lurus sebagai pengikut Dafa. Jika seorang kultivator melakukan sesuatu dengan pemikiran manusia biasa, berbagai faktor luar akan mengganggu.

Jadi saya menggunakan waktu di jalan setiap hari untuk menghafal Zhuan Falun dan ceramah-ceramah lainnya. Saya menyesuaikan cara berpikir saya dan tidak membiarkan diri sendiri dipengaruhi atau diganggu oleh sikap negatif pelanggan.

Selama saya bisa bertemu dengan klien secara langsung, saya akan memancarkan pikiran lurus yang kuat. Di dalam hati, saya tidak peduli terhadap penandatanganan kontrak mereka atau kinerja saya.

Saya hanya punya satu pemikiran, bahwa setiap makhluk hidup yang kita ajak bicara secara langsung telah menaruh harapan yang tak terbatas dalam diri kita, menanti untuk diselamatkan, dan menanti untuk membuat pilihan yang tepat di tengah masa sulit untuk mendukung media Dafa. Misi pengikut Dafa adalah menyelamatkan orang, dan ini adalah satu-satunya hal yang perlu kita lakukan.

Ketika bertemu klien yang berusaha untuk mengabaikan saya dengan tanggapan negatif seperti "tidak ada waktu," "tidak ada uang," "tidak ingin beriklan," atau tanggapan negatif lainnya, saya akan memancarkan pikiran lurus ke sisi mengerti mereka, “Saya ada di sini untuk menawarkan keselamatan dari Dafa kepada Anda. Apa yang Anda utarakan tidak masuk hitungan. Anda harus mendengarkan saya."

Ketika saya selalu mengingat misi saya menyelamatkan orang, keajaiban sering kali terjadi.

Suatu kali, seorang klien yang berbahasa Kanton memegang tangan saya dan berkata penuh semangat, "Saya menyukai program Anda selama bertahun-tahun. Saya tidak pernah menyangka Anda akan datang. Saya sangat senang akhirnya Anda muncul!"

Melihat wajahnya yang gembira dan bersemangat, saya menyadari bahwa Guru selalu merencanakan segala sesuatu di depan, dan kita hanya perlu melakukan apa yang seharusnya kita lakukan.

4. Menemukan kembali Kondisi Menjadi Rajin

Ketika pertama kali tiba di luar negeri dari daratan Tiongkok, rekan-rekan praktisi berkata kepada saya, "Di Tiongkok, seseorang harus melepaskan pikiran hidup dan mati. Di luar Tiongkok, seseorang harus mengatasi keterikatan kemudahan hidup dan kurang tidur."

Saya mendengarkan tetapi tidak setuju. Di Tiongkok, saya selalu cukup rajin dan sudah mampu mengatasi kurang tidur. Di luar negeri, saya juga berbagi dengan para praktisi cara saya untuk menaklukkan rasa kantuk.

Namun, kemudian, untuk beberapa waktu, ketika menjadi sangat sibuk, saya menemukan diri saya harus tidur selama lima atau enam jam, dan kadang-kadang saya tidak bisa bangun di pagi hari untuk memancarkan pikiran lurus.

Saya menjadi cukup khawatir, menemukan kebiasaan tidur yang tanpa sadar seperti ini sulit diterobos. Saya terus-menerus belajar Fa. Saya melakukan latihan Gong. Saya terus-menerus bekerja keras. Namun, saya merasa hanya mengikuti arus. Kekuatan Fa tampaknya jauh tak dapat dicapai.

Kadang-kadang, saya akan menghabiskan sepanjang hari melakukan banyak panggilan telepon tetapi gagal untuk membuat satu perjanjian. Saya merasa sedih karena tidak bisa membuat kemajuan dalam upaya penjualan atau kontribusi saya kepada media. Saya mulai mengalami rasa kehilangan yang mendalam.

Saya bertanya pada diri sendiri, "Guru mengatur bagi saya untuk bekerja dalam proyek penjualan di media. Apakah itu untuk keberhasilan proyek ini atau untuk keberhasilan pribadi saya? Berapa banyak konsep manusia yang termanifestasi dalam rasa kehilangan saya ini? Bukankah keterikatan saya terhadap kemuliaan, nama, pengakuan, kepentingan diri sendiri?"

Saya merenung, "Guru secara pribadi membimbing proyek Shen Yun. Berapa banyak orang yang bekerja diam-diam di belakang layar dari proyek ini, sedang menyelamatkan makhluk hidup? Orang-orang ini tidak akan pernah bermimpi mendapatkan pengakuan dari para penonton.”

Mengapa saya menempatkan begitu banyak kepentingan pada perasaan pribadi saya? Bukankah Guru secara konsisten menegaskan peran penting media dalam menyelamatkan makhluk hidup? Menjadi bagian dari media, bukankah saya hanya peduli bagaimana melakukan bagian saya dengan baik? "

Saya akhirnya tersadarkan perlu mengkultivasi dan meningkatkan diri sendiri ke standar tinggi yaitu kemurnian dan belas kasih, agar benar-benar membantu Guru dalam meluruskan Dafa dan menyelamatkan makhluk hidup. Saya harus menjadi bagian sebenarnya dari media untuk membawanya ke tingkat kelas dunia.

Saya juga tersadarkan oleh fakta bahwa, di Tiongkok, saya bisa mempertahankan ketekunan dan mencapai tujuan saya meskipun di bawah lingkungan yang jahat dan kondisi ekstrem yang diatur oleh Partai Komunis, karena tekanan diciptakan secara eksternal. Tekanan itu nyata.

Sekarang, dengan tidak ada tekanan eksternal, saya perlu bergantung pada motivasi intrinsik agar seorang kultivator dapat bekerja di lingkungan longgar – tapi - sibuk saat ini. Saya tahu Guru menantang saya dengan memberi tuntutan yang lebih banyak kepada saya. Tidak peduli apa pun, saya percaya apa yang diatur oleh Guru adalah yang terbaik.

Setelah meluruskan kondisi pikiran saya, saya merasa jauh lebih rileks. Bulan Mei lalu, saya dan putri saya yang berumur 11 tahun bergabung dengan Tian Guo Marching Band Amerika Barat. Sekarang, selain bekerja sebagai tenaga penjualan selama enam hari seminggu, saya menghabiskan lima jam setiap hari Minggu di pelatihan marching band.

Alasan saya bergabung dengan marching band sangat sederhana. Saya tahu bahwa Guru ingin band tersebut terbentuk sebanyak 200 anggota, dan ada kebutuhan mendesak untuk mencapai angka itu.

Saya tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman sebelumnya, tetapi saya punya keinginan besar untuk menjadi bagian dari proyek khusus ini yang akan membantu menyelamatkan makhluk hidup, jadi saya mendaftar dan tekun belajar serta berlatih tanpa pemikiran atau peduli apakah saya cukup baik atau tidak.

Lima bulan kemudian, dengan dukungan Guru, saya bisa berpartisipasi dalam pawai pertama saya.

Saya berterima kasih kepada Guru atas kesempatan ini. Saya akan menghargai kesempatan ini. Saya akan mengerahkan upaya terbaik saya tidak hanya melakukan pekerjaan dengan baik tetapi juga untuk berkultivasi dengan baik dalam lingkungan ini.

Ini adalah pengalaman kultivasi saya. Mohon tunjukkan kekurangan saya.

Chinese version click here
English version click here