Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Praktisi Falun Gong Dipenjara Selama 14 Tahun

26 Okt. 2016 |   Oleh Koresponden Minghui di Provinsi Heilongjiang, Tiongkok

(Minghui.org) Praktisi Falun Gong Song Anyu [pria] dari Kota Harbin, Provinsi Heilongjiang, dibebaskan pada bulan April 2016, setelah dipenjara selama 14 tahun. Ia disiksa dalam tahanan dan dipenjara beberapa kali sejak Partai Komunis Tiongkok (PKT) mulai menganiaya Falun Gong pada tahun 1999.

Digantung Dengan Tangan Terikat Di belakang


Ilustrasi Penyiksaan: Digantung dengan kedua tangan terikat di belakang

Ketika PKT mulai menganiaya Falun Gong pada 20 Juli 1999, Song Anyu pergi ke pemerintah provinsi untuk mengajukan permohonan bagi Falun Gong. Dia ditahan di sebuah stadion dengan banyak praktisi lainnya sampai larut malam. Dia berumur 31 pada waktu itu.

Song kemudian ditangkap pada 8 September 2000 karena mendistribusikan materi informasi tentang Falun Gong dan penganiayaannya. Polisi menggeledah rumahnya dan menyita buku-buku Falun Gong, dua tape recorder dan banyak kaset. Dia dibawa ke Kantor Polisi Minhanglu di Kota Qiqihar.

Mereka memborgol tangan di belakang punggungnya dan menggantungnya pada pipa hingga ujung jari-jari kakinya hampir tidak menyentuh lantai. Mereka memukulinya selama dua jam dengan papan kayu. Dia merasa seolah-olah tulang rusuknya telah robek terbuka dan seluruh tubuhnya mati rasa.

Malam itu dia dibawa ke Pusat Penahanan No.1 di Qiqihar. Dua hari kemudian, dia diinterogasi dan digantung lagi selama lebih dari dua jam. Akibatnya, ia bahkan tidak mampu memegang mangkuk nasi dengan tangannya. Bekas luka di pergelangan tangannya masih terlihat bahkan setelah lewat setahun. Hari ini, dia masih tidak dapat menyentuh punggungnya dengan tangannya.

Song ditahan selama dua bulan di pusat penahanan di Qiqihar dan setelah itu dipenjara selama satu bulan lagi di Pusat Penahanan Distrik Nangang di Kota Harbin.

Petugas Polisi Menginjak Lutut Song Yang Patah

Song mengunjungi seorang rekan praktisi di rumahnya pada bulan April 2002 ketika polisi mengepung gedung itu. Song melompat dari lantai 5 dan mematahkan beberapa tulang di tungkai dan kakinya. Tempurungnya lutut remuk dan dia dibawa ke rumah sakit untuk X-ray. Meskipun polisi tahu bahwa dia luka parah, mereka membawanya ke Kantor Polisi Beijuzhai tempat mereka menginterogasinya.

Empat petugas polisi memegang kaki dan lengannya. Sebatang rokok menyala dimasukkan ke dalam hidung Song. Salah satu petugas menginjak-injak lutut Song yang hancur dengan sepatu, sambil berteriak, "Saya tukang daging, saya seorang pembunuh!" Rasa sakit penyiksaan ini tak tertahankan bagi Song.

Bentuk Penyiksaan: Menghirup Asap

Song kemudian dibawa ke Divisi Polisi Kriminal Distrik Tiefeng untuk diinterogasi lebih lanjut. Mereka menghubungkan ibu jari song ke saluran telepon dan menggunakan telepon untuk menyetrumnya dengan listrik.

Ilustrasi Penyiksaan: Kejutan Listrik Dengan Kabel Telepon

Song kemudian diikat pada kursi besi. Kakinya diletakkan di bangku. Tangannya diborgol di belakang punggungnya dan melalui lubang di belakang kursi. Dia diikat di sana selama tujuh hari dan hanya mendapatkan makanan yang sangat sedikit.

Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Xinsheng (sekarang disebut Rumah Sakit Penjara Tailai). Patah tulang di lutut kanannya telah dibuka dan dipasang kawat logam untuk menahan lututnya. Mereka membawanya kembali ke Pusat Penahanan di Qiqihar satu bulan kemudian.

Song tidak mampu mengurus dirinya sendiri dan bahkan tidak bisa berbalik di tempat tidur. Kawat logam dalam lututnya terdorong keluar dari lututnya dan menembus celananya. Kawat tidak diangkat sampai setengah tahun kemudian, ketika dia dibawa ke Penjara Tailai.

Penderitaan di Penjara Selama 13 Tahun

Song ditahan selama hampir setahun sebelum dia dijatuhi hukuman 14 tahun penjara. Hal ini terjadi karena dia telah mengoperasikan tempat produksi informasi. Dia dibawa ke Penjara Tailai pada tanggal 25 April 2003.

Selama empat tahun pertama di penjara, Song tidak dapat jongkok dan hanya mampu berdiri beberapa menit pada suatu waktu. Para narapidana ditugaskan untuk mengawasinya terus-menerus.

Pada tahun 2010, dia dipaksa untuk berdiri dengan borgol dan belenggu karena ia menolak untuk menulis pernyataan tidak berlatih Falun Gong. Karena cedera lututnya, dia tidak mampu berdiri lama. Mereka kemudian membuat dia duduk di lantai beton. Delapan narapidana mengawasinya siang dan malam untuk mencegah dia tidur. Sun Guoyu, kepala Sipir No.17, mengatur narapidana untuk menyiksanya.

Song menderita selama 13 tahun di Penjara Tailai dan satu tahun di pusat penahanan. Meskipun dia kembali ke rumah, dia menghadapi banyak kesulitan, fisik dan keuangan. Saat ini, banyak praktisi Falun Gong yang ditahan di Penjara Tailai dan penganiayaan terhadap praktisi masih berlangsung.