Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Ibu Saya Mengalami Ujian Hidup dan Mati

14 Okt. 2017 |   Oleh Qing Feng

(Minghui.org) Ketika ibu saya yang berusia 75 tahun pulang dari belanja bahan makanan tujuh tahun yang lalu, dia tiba-tiba jatuh dan pingsan.

Dia dikirim ke rumah sakit. Keluarga dan saya mendengarkan dokter menjelaskan gambar CT scan-nya. Dokter mengatakan kepada kami bahwa banyak tempat di otaknya tersumbat karena gumpalan darah. Bahkan jika selamat, dia akan menjadi manusia sayur.

Terlepas dari prognosis yang mengejutkan, saya memiliki pemikiran bahwa ibu saya adalah seorang praktisi Falun Dafa dan keajaiban itu bisa terjadi.

Tubuhnya sudah Dimurnikan

Ibu menderita banyak masalah fisik termasuk malnutrisi, tekanan darah tinggi, dan masalah jantung. Dia telah kehilangan pendengarannya di satu telinga.

Dia sering pergi ke rumah sakit saat merasakan ketidak-nyamanan di sana sini. Dia minum segenggam obat setiap hari, yang menyebabkan tubuhnya membengkak. Dia sangat lemah sehingga sepertinya dia akan ambruk kapan saja.

Semuanya berubah saat dia berlatih Falun Dafa di musim panas 1997.

Dia berseru, "Ini adalah latihan yang hebat! Kenapa saya terlambat mendengarnya!" Kegembiraannya membuat wajahnya tampak cerah, wajah yang belum pernah kami lihat untuk waktu yang lama.

Dia berkata kepada kami, "Biar ibu beri tahu apa yang terjadi. Ibu sedang berjalan di tepi sungai tempo hari. Ibu mendengar musik dan kemudian, merasakan seseorang mendorong dari belakang. Ibu berbalik dan tidak melihat siapa pun. Ibu menjadi penasaran dan mengikuti musik. Itu berasal dari arena latihan Falun Dafa. Praktisi tersebut sangat ramah dan mengajak berlatih. Ibu tinggal di sana dan belajar beberapa gerakan darinya. Ibu tidak mempelajari semua gerakan, tapi merasa sangat nyaman. Tubuh ibu terasa sangat ringan. Itu sangat ajaib!"

Kami semua kagum dengan pengalamannya. Kami mendukung dan mendorongnya untuk terus belajar Dafa.

Dia mengatakan kepada saya suatu hari dia mengalami gejala seperti demam. Dia melewatkan makan malam dan pergi tidur. Dia terbangun di tengah malam dan berkeringat di sekujur tubuhnya. Bau keringat itu menyerupai campuran obat. Lalu, dia merasa sangat nyaman, dan suhu tubuhnya kembali normal. Dia menyadari bahwa Guru Falun Dafa memurnikan tubuhnya.

Sekarang dalam keadaan sehat, ibu saya mandiri dan sering membantu orang lain.

Karena dia tidak pernah bersekolah, dia merasa sulit membaca Zhuan Falun, buku utama Falun Dafa. Melihat keinginannya yang tulus untuk belajar, kami sepakat untuk mengajarinya. Saat membacakan buku itu kepadanya, saya juga berlatih.

Dia bergabung di beberapa tempat belajar bersama dengan praktisi lainnya. Akhirnya, dia bisa membaca keseluruhan buku.

Persidangan dan Kesengsaraan

Hari-hari baik tidak berlangsung lama. Ketika penganiayaan Falun Dafa secara nasional dimulai pada bulan Juli 1999, hidup kami terbalik.

Kesal dengan propaganda fitnah tentang Falun Dafa yang disiarkan di seluruh negeri, ibu memutuskan untuk melakukan yang terbaik agar orang tahu fakta kebenaran.

Dia sering pergi ke pedesaan atau lingkungan perumahan untuk membagikan pamflet tentang Falun Dafa dan menceritakan kisahnya kepada orang-orang. Karena melakukan ini, dia dijatuhi hukuman dua kali, dan uang pensiunnya ditahan di tempat kerjanya.

Pemulihan Ajaib

Saya ingat ibu terbaring di unit perawatan intensif tujuh tahun yang lalu. Dokter dan perawat bekerja keras. Mereka memasukkan semua jenis selang ke dalam tubuhnya antara lain selang oksigen, selang makanan, dan kateter kemih. Dia tampak berada di dunia lain. Kami terus berbicara dengannya, tapi dia tidak pernah menanggapi.

Tujuh hari kemudian, dia terbangun dari koma.

Dia mengatakan kepada saya bahwa dia pergi ke tempat yang seperti surga, beberapa Tao menyambutnya. Dia berkata kepada mereka, "Saya adalah seorang praktisi Falun Dafa. Guru Li Hongzhi menjaga saya. Saya tidak boleh tinggal di sini." Sebuah bayangan gelap melintas di depan matanya, dan dia terbangun.

Kami semua tercengang mendengar ceritanya. Ini adalah ujian nyata hidup dan mati baginya. Dengan keyakinannya yang kuat akan Dafa, dia berhasil melewatinya.

Meski begitu, tubuhnya cacat. Kaki kirinya dan tangan kirinya lumpuh, dan sisi kiri mulutnya terkulai. Dia juga tampak hiperaktif dan mengalami kesulitan berkonsentrasi. Misalnya, dia ingin minum air dan satu menit kemudian ingin menggunakan kamar kecil, atau dia terus berubah pikiran tentang ke mana dia ingin pergi.

Hal-hal lebih buruk di malam hari. Dia bangun empat atau lima kali di malam hari untuk menggunakan kamar mandi, jadi siapa pun yang merawatnya tidak bisa tidur semalaman.

Saya benar-benar frustrasi dan tidak mengerti mengapa hal ini terjadi padanya. Namun, setelah bertahun-tahun berkultivasi Dafa, saya tahu bahwa segala sesuatu memiliki ikatan karma dan bahwa tidak ada yang terjadi secara kebetulan.

Guru berkata di Zhuan Falun:

Selain itu jika anda tidak punya kekhawatiran yang harus diperhatikan di belakang hari, jika anda tidak punya kesulitan apa pun, lalu Xiulian apa yang masih akan anda lakukan? Apakah berlatih Gong itu dapat dilakukan dengan berenak-enakan? Mana ada hal semacam itu?”

Saya merasa tercerahkan. Sebagai praktisi Falun Dafa, kita berkultivasi di dunia ilusi dan di antara masalah duniawi. Tidak ada jalan mudah untuk berkultivasi.

Ibu membutuhkan pertolongan, dan saya harus membantunya. Keinginan sederhana untuk membantu Ibu melanjutkan kultivasi ternyata merupakan perjalanan yang sulit bagi saya.

Saya mulai membacakan buku Falun Dafa kepadanya, bahkan jika dia hanya mendengarkan satu kata atau satu kalimat setiap saat. Saya berkata pada diri sendiri untuk memiliki kepercayaan diri dan sabar dengannya.

Praktisi Falun Dafa lainnya juga bergabung dengan saya dalam membaca buku-buku tersebut kepadanya dan berbicara kepadanya tentang pengalaman kultivasi mereka.

Perlahan-lahan, Ibu tenang. Dia berkonsentrasi dan mendengarkan pembacaan buku kepadanya, memperpanjang waktu dari sepuluh menit sampai lima belas menit, dan kemudian setengah jam.

Dafa juga mewujudkan kekuatan dalam dirinya. Seiring berjalannya waktu, semakin dia mendengarkan buku-buku itu, semakin cepat dia membaik. Dia mulai membaca bersama kami, dan kemudian dia mulai melafalkan puisi dari Hong Yin. Mulutnya tidak terkulai lagi, dan dia bisa bangun sendiri untuk menggunakan kamar kecil di malam hari.

Saya sangat bahagia dan juga sangat berterima kasih kepada Guru.