Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

​Kesaksian Praktisi Li Jingxia Atas Penganiayaan Brutal yang Dialaminya

27 Okt. 2017 |  

(Minghui.org) Li Jingxia, wanita, 80 tahun, tinggal di Kota Qiqihar, Provinsi Heilongjiang. Dia ditangkap sebanyak empat kali antara tahun 2000 dan 2005 karena menolak melepaskan latihan Falun Gong, sebuah metode kultivasi yang dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok.

Pensiunan guru ini mengalami penganiayaan brutal setiap kali ditahan. Petugas Niu Gang pernah berkata kepadanya, “Saya akan memperkosa kamu seandainya anda lebih muda!”

Berikut adalah kesaksian Li yang pernah mengalami cobaan berat.

Mengapa Saya Menolak Melepaskan Falun Gong

Saya memiliki banyak penyakit sebelum berlatih Falun Gong. Latihan ini membantu saya mencapai kesehatan jasmani maupun rohani. Selain itu Falun Gong mengajarkan saya menjadi orang baik mengikuti prinsip “Sejati-Baik-Sabar”.

Pada tahun 1999, Partai Komunis Tiongkok (PKT) mulai melancarkan kampanye penganiayaan terhadap Falun Gong, serta melakukan fitnahan terhadap latihan ini. Saya memutuskan untuk mengklarifikasi kepada orang-orang tentang kebenaran Falun Gong serta penganiayaan.

Polisi Menghasut Para Napi untuk Bersama-sama Memukuli Praktisi

Kami berencana melakukan permohonan untuk Falun Gong ke pemerintah pusat di Beijing pada Desember 2000. Saat kami memasuki stasiun kereta di Changchun, saya menyaksikan polisi memukuli seorang praktisi hingga terjatuh berguling di atas tanah, sementara polisi itu terus memukulinya.

Kami dihentikan sebelum naik kereta api dan ditahan bersama praktisi lain di dalam ruangan kecil di stasiun kereta. Seorang penjaga berkata pada seorang kriminal yang ditahan bersama kami, seandainya ia mau membantu memukuli praktisi, pihaknya akan membebaskan dia. Kriminal ini pun memukuli kami bersama penjaga lain. Praktisi yang datang bersama saya dipukul hingga terjatuh ke lantai, dan mukanya diinjak-injak oleh mereka. Kaki saya juga lebam akibat ditendang. Semua praktisi yang ditahan di sana semuanya dipukuli secara brutal.

Polisi Xia Zelin yang kemudian meninggal dalam kecelakaan, pernah memaksa saya membayar denda 10.000 yuan. Dia menulis catatan sebagai tanda terima, yang tidak memiliki cap resmi:

Tanda tangan petugas Xia Zelin sebagai tanda terima tertanggal 19-12-2000. Tulisannya: “Li telah membayar denda 10.000 yuan.”

Kerusakan Tengkorak akibat Pemukulan

Pada tahun 2002, beberapa praktisi di Changchun membajak saluran TV pemerintah dan menyiarkan program yang melawan propaganda terhadap Falun Gong. Setelah kejadian itu, mantan pemimpin PKT Jiang Zemin, memerintahkan untuk menangkap semua praktisi Falun Gong yang menolak melepaskan keyakinan. Operasi skala besar digelar di Changchun untuk menangkap praktisi. Komite Urusan Politik dan Hukum Qigihar memerintahkan seluruh kantor polisi harus menahan sedikitnya 15 praktisi.

Peragaan penyiksaan: menutup kepala korban dengan kantong plastik

Tiga petugas dari Kepolisian Anshun tiba di depan rumah saya setelah pukul 22.00. Begitu masuk apartemen, mereka langsung menyita buku-buku Dafa dan barang pribadi saya, kemudian membawa saya ke kantor polisi setempat.

Ketika memasuki gedung, saya mendengar teriakan kesakitan dari praktisi yang mengalami penyiksaan. Suaranya seakan menggetarkan tulang-tulang saya di malam yang sunyi.

“Mengapa kamu berlatih Falun Gong?” tanya petugas Liu Dayi.

“Untuk kesehatan.”

Dia mengutuk dan menutup kepala saya dengan kantong plastik. Dia juga memborgol kedua tangan saya ke belakang dan memukul keras kepala saya dengan pentungan, hingga tengkorak saya retak.

Kemudian saya dipindahkan ke Pusat Penahanan No. 2, dimana saya ditahan selama 15 hari. Di sana, saya menyaksikan praktisi yang dianiaya hingga sekujur tubuhnya penuh lebam, wajahnya babak belur, dan kakinya menjadi bengkak.

Praktisi lain yang ditahan di sana ada yang berusia dua puluhan, dia berasal dari perdesaan. Seluruh keluarganya berlatih Falun Gong. Namun kedua orangtuanya telah dipenjara. Hasil panen mereka tahun itu disita oleh komite partai komunis tingkat desa. Polisi lokal juga membuang atap rumah mereka. Dia ditangkap saat sedang bekerja dan tidak sempat mengganti pakaian.

Memborgol Tangan ke Belakang Punggung Disertai Pemukulan

Pada musim semi 2003, komandan Lin Tian datang ke rumah saya bersama empat polisi dan seorang polwan untuk membawa saya ke kantor polisi. Saat itu anak saya menelepon. Tian merebut telepon dari tangan saya dan berkata dengan suara keras, “Kami membawa ibumu ke Kantor Polisi Anshun!”

Saya melawan, sehingga dua petugas paksa menggotong saya ke bawah lewat tangga untuk dimasukkan ke mobil polisi. Saya dikurung di dalam ruangan kecil dengan berbagai jenis alat penyiksaan.

Saya dikirim ke Pusat Penahanan No. 1 selama empat bulan. Suatu hari, ketika praktisi sedang memancarkan pikiran lurus, kepala pusat penahanan (namanya Hao) menendang praktisi Wang tepat di kepalanya, hingga langsung membentur dinding beton. Ketika Wang mengatakan bahwa itu merupakan penganiayaan ilegal terhadap praktisi, Hao mengumpulkan lebih banyak penjaga untuk menyeret Wang dan praktisi lain ke lorong, secara brutal memukuli mereka. Setelah itu penjaga mengikat tangan dan kaki mereka ke belakang punggung untuk dikembalikan ke dalam sel, namun mereka tidak dapat duduk atau berbaring.

Peragaan penyiksaan: tangan dan kaki dibelenggu ke belakang punggung. Dalam posisi berlutut, tangan korban diikat ke belakang dan disambungkan dengan kaki di belakang punggung, tangan dan kaki diikat sangat ketat.

Penganiayaan Brutal yang Saya Alami di Tahanan Polisi

Saya menaruh Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis di kantor saya pada tahun 2005. Rupanya hal itu terekam oleh kamera pengawas.

Polisi mengetuk rumah saya pada hari yang sama. Komandan Sun menanyakan apakah saya memberikan Sembilan Komentar pada orang lain. Mereka mengatakan telah memiliki bukti berupa rekaman video, dan mulai menggeledah rumah saya.

Saya mengatakan bahwa mereka seharusnya merekam rumah saya saat itu. Saya berkata bahwa tidak satupun manusia yang akan melakukan hal ini terhadap siapapun, dan seharusnya mereka mengetahui dengan sangat baik apa itu Falun Gong dan seperti apa praktisi Falun Gong itu. Saya bertanya, “Tidakkah anda menginginkan keturunan anda mengingat sesuatu hal positif tentang anda?”

Mereka ingin membawa saya pergi, namun saya tidak mau berkompromi. Wakil komandan Niu Gang berjanji mereka tidak akan memukuli saya. Namun setibanya di Kantor Polisi Anshun, Niu Gang menutup jendela dan mulai menganiaya saya. Sampai tengah malam, mereka terus memaksa saya melakukan metode “peregangan tubuh ekstrem” dimana tangan dan kaki saya dibelenggu, dan tempat tidur ditekan langsung ke dada saya - saat itu saya terus diinterogasi dan dipukul.

Peragaan Penyiksaan:”terbang dengan pesawat”

Karena saya menolak bekerja sama dengan mereka, Niu Gang menganiaya saya dengan metode “terbang dengan pesawat”, dimana saya dipaksa untuk membungkukkan tubuh di dinding dengan kedua tangan direnggangkan sampai menyentuh tembok. Niu juga menampar dan memaksa saya untuk memberitahu dimana saya menyimpan buku-buku Dafa.

Ketika kelelahan, dia mengikat tangan saya ke belakang punggung dan menggunakan pematik listrik untuk membakar telinga saya. Ketika saya berusaha menghindari api , ia bermaksud membakar saya dengan menggoyang-goyangkan api di sekitar kepala saya. Telinga saya mengalami luka bakar yang parah, minyak keluar dari kulit dan daging hangus.

Ia melepaskan sepatu dan kaos kaki saya, menginjak kaki saya hingga berdarah. Setelah lelah, ia membuka Sembilan Komentar dan membaca bagian berandal. “Berandal? Saya memang berandalan? Jika anda masih muda, saya sudah memperkosa anda di sini.” Lalu, dia menaruh kaki di atas perut dan menendang saya . Dia mengambil sabuk saya dan mencambuk sekujur tubuh saya dengan keras hingga sabuknya rusak.

Kepala saya bengkak dan wajah babak belur akibat penganiayaan. Setelah tengah malam, kepala polisi Jiao berkata, “Kami akan membawa anda ke tempat nyaman untuk beristirahat.” Mereka mengangkat saya ke tangga antara lantai satu dan dua, dimana mereka membuat saya berdiri di atas bangku dan mengikat tangan saya ke pipa pemanas. Mereka menyingkirkan bangku hingga kaki saya menggantung di atas tangga.

Niu mengawasi saya. Gigi saya menggeretak sepanjang malam akibat sakit yang melanda di sekujur tubuh. Bahu dan lengan saya mati rasa setelah mereka menurunkan saya pada pagi berikutnya. Sampai hari ini, ibu jari saya mati rasa.

Informasi kontak pelaku:

Kantor Polisi Anshun

Alamat: #61 Jalan Anshun, Distrik Longsha, Kota Qiqihar, 161005.

Telepon: +86-452-2812398