Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Fahui Tiongkok | Seorang Wanita 94 Tahun Berbagi Berkah Falun Dafa dengan Polisi

13 Nov. 2018 |   Oleh Shanniang, seorang praktisi Falun Dafa di Provinsi Sichuan, Tiongkok

(Minghui.org) Saya hampir berusia 94 tahun. Saya dulu bekerja di pabrik pakaian dan menjalani kehidupan yang pahit hampir sepanjang waktu. Saya mencari pelipur hati di kuil, tetapi tidak ada yang berubah pada diri saya.

Namun berlatih Falun Dafa, mengubah hidup saya sepenuhnya. Semua penyakit saya hilang. Sekarang di usia 90-an, saya tidak menggunakan tongkat atau memakai kacamata. Tetapi yang paling penting bagi saya, adalah memahami arti sebenarnya dari kehidupan, yaitu kembali ke jati diri saya yang asli.

Menyebarkan Kata-Kata yang Baik tentang Falun Dafa Terlepas dari Penganiayaan

Setelah rezim komunis mulai menganiaya Falun Dafa pada tahun 1999, saya tidak pernah ragu dalam tekad untuk berlatih. Saya mencoba yang terbaik untuk menyampaikan berita dan memberi tahukan orang bahwa penganiayaan tidak memiliki dasar hukum.

Guru berkata:

“Segenap pengikut Dafa, praktisi baru dan lama, semua harus bertindak, secara menyeluruh mulai mengklarifikasi fakta. Terutama pengikut Dafa di daratan Tiongkok, setiap orang juga harus keluar berbicara, seperti bunga bermekaran di mana-mana, tempat di mana terdapat manusia tidak ada yang tak terjangkau.” Lepaskan Hati Manusia, Selamatkan Manusia di Dunia” Petunjuk Penting Untuk Gigih Maju III)

Saya sering pergi ke tempat umum untuk membagikan materi Falun Dafa dan berbicara dengan orang-orang dari semua lapisan masyarakat, termasuk siswa, buruh, petani, pejabat pemerintah, personel militer dan sebagainya. Banyak dari mereka setuju untuk mundur dari Partai.

Saya ingin berbagi pengalaman mengklarifikasi fakta kepada petugas polisi.

Mengeluarkan Tanda Mata Falun Dafa di Kantor Polisi

Saya sering pergi keluar untuk berbicara dengan orang-orang tentang Falun Dafa dengan Ann, praktisi lain yang berusia 74 tahun pada saat itu. Pada tahun 2016, beberapa petugas mengelilinginya dan ingin menggeledah tasnya. Ketika saya pergi untuk berbicara untuknya, polisi juga mengepung saya dan ingin menggeledah tas saya juga. Ketika saya menolak, mereka memanggil mobil polisi dan membawa kami berdua ke kantor polisi.

Polisi menggeledah tas Ann dan menemukan buku Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis dan brosur Falun Dafa. Ketika mereka sedang menggeledah tasnya, saya mengambil tanda mata Falun Dafa yang ada di tas saya dan memasukkannya ke dalam saku jaket saya sehingga polisi tidak melihatnya ketika mereka menggeledah tas saya.

Mereka mengatakan kepada kami untuk tetap tinggal dan menunggu mereka kembali. Kami memancarkan pikiran lurus dan membagikan tanda mata ke petugas lain yang masuk dan keluar dari kantor.

Beberapa jam kemudian mereka membawa kami ke departemen kepolisian setempat.

Kepala Departemen Kepolisian Membaca Sembilan Komentar

Di departemen kepolisian, mereka menempatkan kami di ruang interogasi. Dua petugas mengawasi kami.

Kepala Polisi Wang masuk dan mengambil buku Sembilan Komentar yang ada di meja dan mulai membacanya.

"Saya sudah lama ingin membaca buku ini, tetapi saya tidak punya uang untuk membayar anda," katanya.

“Kami tidak akan menagih anda. Kami membagikannya secara gratis,” saya menjawabnya sambil tertawa.

Dia bertanya kepada kami mengapa kami ada di sana. Saya memberi tahu dia apa yang telah terjadi dan mengatakan bahwa kami ingin memberi tahu orang-orang tentang kebenaran Falun Dafa.

"Tidak apa-apa," katanya dan pergi.

Petugas Polisi Mengundurkan diri dari Partai

Ketika kami pertama kali dibawa ke departemen kepolisian, para petugas di sana tampak sangat gugup. Tetapi melihat bagaimana kami berbicara dengan kepala polisi mereka, mereka tenang dan beberapa di antaranya mulai mengobrol dengan kami.

Saya menceritakan kepada seorang perwira muda tentang sejarah kekerasan rezim komunis dan mengapa kami mendorong orang untuk mengundurkan diri. Dia menulis namanya di selembar kertas dan setuju untuk mengundurkan diri dari Partai. Saya memintanya untuk tidak berpartisipasi dalam penganiayaan Falun Dafa di masa depan dan dia mengatakan tidak akan.

Setelah dia pergi, lima petugas lainnya datang dan meminta kami untuk membantu mereka untuk mengundurkan diri dari Partai. Saya memberi mereka masing-masing tanda mata dan mengucapkan semoga mereka beruntung di tempat kerja.

Kepala Departemen Kepolisian Mengundurkan diri dari Partai

Menjelang akhir hari, polisi memberi tahu Ann untuk menandatangani catatan interogasi dan meminta untuk mengambil foto dirinya. Ketika kami berbicara, kepala departemen lain yang bernama Huang datang dan bertanya mengapa kami masih di sana. Ann memberitahunya bahwa dia tidak mau menandatangani namanya di catatan polisi karena dia tidak melakukan kesalahan. Kepala polisi itu berbalik dan berkata kepada petugas, "Biarkan saja mereka pergi."

Saat itu, kepala polisi Wang, yang telah membaca Sembilan Komentar muncul. Saya memintanya untuk mengundurkan diri dari Partai dan dia setuju. Dia menawarkan untuk mengantarkan kami pulang dengan mobil polisi, tetapi kami bersikeras jalan sendiri. Dia memberi kami sedikit uang untuk membayar bus dan meminta Ann menjaga saya dengan baik.

Memberikan Selebaran Falun Dafa kepada Polisi

Setelah kami pergi, saya merasa tidak enak karena saya tidak membantu kepala departemen kepolisian Huang mundur dari Partai. Saya terus memikirkannya dan juga berharap para petugas yang mundur dari Partai dapat belajar lebih banyak tentang Falun Dafa.

Saya menyiapkan beberapa selebaran dan mengirimkannya ke kantor polisi dan departemen kepolisian.

Saya bertemu dengan kepala kantor polisi dan memberikannya selebaran. Saya memintanya untuk membagikannya kepada semua stafnya dan memastikan untuk memberikannya kepada kepala departemen kepolisian Huang. Dia langsung setuju.

Ada satu kantor polisi lain di daerah yang perwiranya secara aktif menganiaya praktisi Dafa. Mereka telah mengirim setidaknya selusin praktisi ke penjara. Saya ingin mereka memahami fakta dan berhenti berpartisipasi dalam penganiayaan, jadi saya membawa materi informasi dan mengunjunginya.

Pertama kali ketika saya pergi, kepala polisi sedang dalam perjalanan bisnis ke luar kota. Saya berbicara dengan tiga resepsionis dan mereka semua setuju untuk mengundurkan diri dari Partai.

Ketika saya pergi untuk kedua kalinya, kepala polisi masih di luar dan seorang resepsionis yang berbeda sedang bertugas. Saya memintanya untuk membantu saya menyampaikan materi itu kepada kepala polisinya dan dia mengatakan akan melakukannya. Ketika saya pergi, resepsionis datang dan membantu saya berjalan menuruni tangga. Saya berbicara dengannya dan dia juga setuju untuk mundur dari Partai.

Selain kantor polisi di daerah saya, saya juga mengantarkan materi Falun Dafa ke departemen kepolisian di sebuah kota besar di dekat kami, di mana penganiayaan terhadap Falun Dafa jauh lebih parah. Salah satu petugas yang bertugas setuju untuk mundur dari Partai. Mereka juga menerima selebaran dan setuju untuk memberikannya kepada kepala polisi mereka.

Refleksi

Ketika berbicara dengan petugas yang mundur dari Partai di kantor polisi setelah penangkapan saya dan Ann, saya bertanya kepada mereka, "Apakah Anda setuju dengan saya bahwa Falun Dafa baik?" "Kami setuju," kata mereka. Saya juga meminta mereka untuk melafalkan "Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik," mengatakan itu akan membawa berkah." Mereka menganggukkan kepala.

Ketika saya berbicara dengan polisi, apakah itu petugas biasa atau kepala polisi, saya merasa sangat santai, belas kasih dan tenang. Saya pikir sisi mengerti mereka yang berharap untuk mempelajari kebenaran dan diselamatkan sedang memperlihatkan dirinya.

Interaksi saya dengan polisi membuat saya menyadari betapa berharganya kehidupan. Tetapi seseorang bisa menjadi tersesat dan menyimpang dalam perjalanan panjang sejarah. Guru tidak hanya ingin menyelamatkan para kultivator, beliau juga ingin menyelamatkan semua makhluk.

Guru berkata:

“Tadi sudah saya katakan, semua orang di dunia adalah sanak famili saya. Tidak mengakui pengaturan kekuatan lama, lakukanlah sedapat mungkin di dalam mengklarifikasikan fakta.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa di Amerika Serikat Barat Saat Hari Yuansiao Tahun 2003”)

Saya tercerahkan bahwa sanak famili yang Guru katakan juga termasuk mereka yang memainkan peran negatif dalam Pelurusan Fa, seperti petugas polisi yang menangkap dan menahan praktisi. Mereka dikendalikan oleh kekuatan lama dan dimanfaatkan oleh rezim komunis untuk melakukan kejahatan.

Guru tidak mengakui semua pengaturan kekuatan lama. Jika kita memperlakukan polisi sebagai musuh dan membenci mereka, kita sedang merampas kesempatan mereka untuk diselamatkan.

Dari paragraf Fa di atas, saya merasakan belas kasih Guru yang luar biasa untuk semua makhluk. Kita juga harus mencapai tingkat yang lebih tinggi dan merangkul semua orang sebagai sanak famili kita.

Beberapa praktisi bertanya kepada saya apakah saya takut ketika saya mengirim materi ke polisi. Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya tahu saya melakukan hal yang benar dan tidak peduli seberapa irasionalnya perilaku polisi di permukaan, jauh di dalam hati mereka ingin diselamatkan. Kita tidak akan bisa menjangkau mereka jika kita masih memiliki rasa takut di hati kita sendiri. Saya percaya Guru bersama saya dan melindungi saya sepanjang waktu. Adalah tanggung jawab kita sebagai pengikut Dafa untuk menyebarkan kebenaran dan menyelamatkan orang. Semua orang di dunia adalah sanak famili Guru dan mereka juga sanak famili kita, termasuk polisi. Siapa pun yang diselamatkan akan dapat tinggal setelah Pelurusan Fa berakhir.