Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Peshtera, Bulgaria: Anak-anak Berkultivasi Hati dan Pikiran, Berkat Falun Dafa

24 Nov. 2018 |   Oleh praktisi di Bulgaria

(Minghui.org) Selama tiga bulan terakhir, sekelompok anak-anak dari kota pegunungan, Peshtera, Bulgaria memperoleh kedamaian dan keyakinan dalam Falun Dafa, sebuah latihan kuno Tiongkok untuk berkultivasi jiwa dan raga. Latihan terdiri dari lima perangkat meditasi dan sebuah filosofi yang berdasarkan prinsip universal, Sejati-Baik-Sabar.

Setelah melihat Praktisi Dafa melakukan latihan yang indah di taman central city, keenam anak ini mempelajari gerakan latihan dari praktisi dan sejak itu menjadi bagian dari kelompok latihan.

Ini bermulai ketika salah seorang anak, Ivan mengunjungi taman beberapa kali bersama ibunya. Ia kemudian membawa teman-temannya. Anak-anak menjadi suka pada latihan Falun Dafa dan lokakarya pembuatan bunga lotus origami yang indah. Setiap kali praktisi bertemu pada waktu dan tempat yang biasa, anak-anak sudah menunggu di sana dengan tidak sabar. Seperti ini kemudian kunjungan mereka menjadi setiap hari.

“Pada awalnya kami memperagakan latihan dan mengadakan lokakarya origami lotus, di mana waktu itu kami memperkenalkan prinsip Sejati-Baik-Sabar. Kemudian anak-anak mempelajari latihan dengan seksama. Kami melakukan latihan bersama dan belajar lebih banyak dari buku Falun Gong,” kata praktisi lokal, Kalina Kostova.

Selama liburan musim panas, anak-anak ingin lebih sering pergi berlatih. Mereka sangat tertarik pada bahasa Mandarin dan kebudayaan Tiongkok. Mereka mendengar dengan seksama syair dalam bahasa Mandarin sebelum setiap latihan dan berusaha untuk mengingatnya dengan mengulanginya.

Anak-anak tidak selalu ingin melakukan semua lima latihan, maka praktisi membuat jadwal harian khusus untuk anak-anak saja. Pada hari-hari itu, anak-anak akan meminta latihan mana yang akan dilakukan. Praktisi berusaha mengendalikan ketertarikan anak-anak menuju pada tuntutan moral Falun Dafa dan membimbing mereka dalam menjalankan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari.

“Ada hari-hari di mana hanya melakukan dua atau tiga latihan dan kemudian membuat origami lotus dan membahas prinsip Falun Dafa atau menulis huruf bahasa Mandarin Zhen, Shan, Ren (Sejati-Baik-Sabar). Anak-anak sungguh menyukai bahasa Mandarin dan berusaha untuk belajar lebih banyak kata-kata. Kadang-kadang kami membaca Zhuan Falun, buku utama Falun Gong. Saya menyarankan bahwa mereka mencatat di buku harian setiap malam tentang bagaimana mereka mengobservasi prinsip Falun Dafa dan tentang hal-hal yang menarik apabila ada,” kata Kalina.

Anak-anak mengikuti ide ini dan langsung mulai menulis buku harian. Dalam waktu yang sangat pendek, mereka sungguh ada kemajuan dalam pemahaman mereka terhadap prinsip Falun Dafa, bagaimana mengaplikasikannya dan bagaimana memperbaiki sifat mereka.

“Pada awalnya, anak-anak tidak bisa fokus. Sulit bagi mereka untuk berkonsentrasi, dan mereka akan melihat pejalan kaki yang melewatinya. Tetapi seiring waktu gerakan latihan mereka ada perbaikan, mereka menjadi bisa lebih berkonsentrasi, dan mereka mulai menutup mata dan bermeditasi dengan benar. Ketrampilan motorik, orientasi, dan koordinasinya meningkat,” Kalina berkomentar.


Enam anak-anak lokal di kota pegunungan, Peshtera, Bulgaria, berlatih Falun Gong bersama di central park kota.

Kalina Kostova adalah seorang Praktisi Falun Dafa dan seorang Psikologis anak. Anak-anak berbicara tentang perubahan dahsyat yang dialaminya dalam waktu pendek berlatih Falun Dafa. Hubungan mereka dengan orang tua dan saudara membaik. Pada awal tahun ajaran, banyak dari mereka terkejut setelah mengetahui mereka menjadi lebih mudah mengerjakan PR, mereka juga bisa berkomunikasi lebih baik dengan guru-guru mereka dan murid-murid lain, dan mereka sungguh bisa berkonsentrasi di sekolah.


Elina

Elina berusia 9 tahun. Ia mengatakan bahwa ia telah mengetahui Falun Dafa sekitar dua tahun karena beberapa anggota keluarganya berlatih Falun Gong dan ia juga kenal beberapa anak praktisi lain. Ia telah berpartisipasi dalam banyak lokakarya origami dan kegiatan Dafa, tetapi ia baru memulai latihan dengan rutin. Ia juga menceritakan bagaimana ia ingin mengajar teman paling baiknya latihan ini karena temannya suka berbohong tanpa alasan. Awalnya, temannya tidak tertarik tetapi ketika Eli terus memberitahukannya tentang “Latihan yang indah dan bunga lotus origami yang indah,” anak itu ingin mencobanya.

Eli mengatakan Sabar adalah prinsip yang paling sulit untuk dijalankan. Ia menulis dalam buku hariannya pada tanggal 5 September, “Hari ini teman-teman saya dan saya menangkap seekor cicak kecil. Kami ingin menaruh di botol sebagai binatang peliharaan. Tetapi kemudian saya menyadari bahwa kami telah membawanya keluar dari lingkungan alamnya dan tidak memedulikan kesehatannya, maka ini bukan perbuatan Shan (Baik). Kemudian kami melepaskannya.”

Ivan

Pada tanggal 2 September, Ivan yang berusia 12 tahun menulis dalam buku hariannya, “Hari ini saya bertengkar dengan nenek. Nenek meminta saya matikan TV karena saya sudah menonton TV lebih lama dari yang ditentukan. Saya meminta supaya bisa menonton sampai habis episode ini dan berjanji akan segera mematikan TV kemudian. Saya memenuhi janji saya, saya mengikuti prinsip Sejati.” Pada tanggal 4 September, Ivan menulis, “Hari ini saya bertengkar dengan nenek karena kue. Saya mengikuti prinsip Sejati karena saya mengaku telah memakan potongan yang terakhir.”

Ivan juga menceritakan bahwa berlatih Falun Dafa membuatnya bisa lebih tenang. “Saya pikir prinsip Sejati yang paling sulit untuk dijalankan karena saya sering bertemperamen buruk dan dilarang keluar rumah, tetapi ternyata yang paling sulit adalah prinsip Sabar… Tetapi saya telah ada perbaikkan dalam Kesabaran dan juga Kebaikan. Saya mulai berbicara dengan jujur … Sebelumnya saya sulit tidur, tetapi sejak berlatih Falun Dafa, mimpi buruk tidak ada lagi. Saya tidur nyenyak pada malam hari, dan bangun pagi dengan penuh semangat. Saya sekarang berhubungan baik dengan guru dan teman sekelas.”

Ivan terkejut dan senang mengetahui bahwa ia benar-benar ada kemajuan dalam hubungan dengan guru dan teman sekelas pada awal tahun ajaran sekolah. Ia juga terpilih sebagai ketua kelas. “Sekarang saya memahami bahwa mendapat kehormatan ini, saya harus memenuhi tanggung jawab atas kewajiban saya.”

Emi

Emi yang berusia sembilan tahun menulis dalam buku hariannya, “Hari ini saya ingin mengambil uang dari kotak tabungan berbentuk anak babi milik kakak saya. Tetapi sesuatu menghentikan saya dan saya menyadari ini tidak baik, maka saya tidak melakukannya. Kemudian saya memberitahukan niat saya kepada kakak saya.”

Lilia

Lilia, 11 tahun mengatakan bahwa menjalankan prinsip Baik paling mudah baginya dan sabar yang paling sulit. Ia mengatakan bahwa sulit untuk mengendalikan diri pada saat pertengkaran dan pada saat tidak mendapat apa yang ia inginkan, tetapi sekarang ia berusaha tidak melawan balik. “Tahun ini saya menjadi sangat bertoleransi kepada guru dan teman sekelas. Saya melakukan apa yang saya harus lakukan, dan mengerjakan PR tanpa mengeluh atau marah.” Pada tanggal 3 Oktober ia menulis dalam buku hariannya: “Kakak saya tidak mau membereskan tas sekolah, buku-buku dan buku catatannya. Saya mengikuti prinsip Baik dan membantu membereskannya.”

Angela

Angela, 10 tahun mengatakan bahwa ia suka semua latihan tetapi paling ia suka latihan ke empat. Ia memperoleh pemahaman yang baik dalam prinsip Falun Dafa dengan cepat. “Saya ingin belajar berlatih semua lima latihan dengan baik termasuk meditasi. Kami semua mendapat lencana Falun Dafa, dan kami harus menyayanginya dan memakainya dengan bangga. Kami harus bertanggung jawab pada latihan ini.”

Kalina

Kalina yang berusia sembilan tahun adalah adik Ivan. Ia menulis dalam buku hariannya, “Kemarin saya bermain kartu dengan saudara saya. Ia menang karena curang, saya marah dan menyimpan kartunya. Kemudian saya menyadari bahwa saya tidak mengikuti prinsip Baik, dan mengeluarkan kartu untuk memulai lagi main kartu.”

Sejak awal tahun ajaran sekolah, anak-anak mempunyai waktu yang lebih sedikit, tetapi setiap Sabtu mereka datang ke city park untuk latihan berkelompok. Mereka sekarang membawa murid lain ke lokasi latihan, dan jumlah mereka telah bertambah.

Mereka semua mengetahui penganiayaan Falun Gong di Tiongkok, dan kebanyakan telah menandatangani petisi untuk menyerukan pengakhiran penganiayaan. Seorang anak berkomentar, “Ini adalah latihan yang sangat baik. Setiap orang harus diperbolehkan berlatih, dan setiap orang di Tiongkok harus melupakan bahwa mereka pernah menganiaya atau mempunyai niat buruk terhadap Pengikut Falun Dafa.”

“Saya berharap petisi dan praktisi di Tiongkok bisa sukses,” Ivan berkata.