Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Dokumen Menunjukkan Kantor 610 di Provinsi Liaoning Tetap Aktif dalam Menganiaya Praktisi Falun Gong

11 Sep. 2019

(Minghui.org) Falun Gong, sebuah latihan pikiran-tubuh berdasarkan prinsip Sejati-Baik-Sabar, telah dianiaya oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) sejak Juli 1999. Kantor 610, sebuah pasukan keamanan di luar kerangka hukum diluncurkan pada tanggal 10 Juni 1999, telah memainkan peran penting dalam 20 tahun terakhir penganiayaan melalui kantor pusat dan daerahnya.

Menurut Laporan Peringatan 20 Tahun Minghui, Kepemimpinan 610 berganti nama menjadi "Pusat Kepemimpinan dalam Berurusan dengan Agama-Agama sesat" pada tahun 2003 dan terintegrasi ke dalam perangkat PKT sambil terus menekan Falun Gong sebagai target utamanya. Sebuah dokumen yang diterbitkan pada bulan Maret 2018 mengumumkan penghapusan Kantor 610 dan pengalihan tugasnya ke Komisi Urusan Politik dan Hukum Pusat (PLAC) dan Kementerian Keamanan Publik.

Pembaruan dari Provinsi Liaoning

Terlepas dari pengumuman di atas, dokumen terbaru yang diterima oleh Minghui.org menunjukkan bahwa cabang lokal Kantor 610 di Provinsi Liaoning masih aktif. Ini mengonfirmasi spekulasi awal bahwa Kantor 610 setempat masih berfungsi meskipun kantor pusat telah dibubarkan. Ini juga membantu menjelaskan mengapa polisi setempat dan fungsi pemerintah lainnya dilaporkan terus menerima perintah dari Kantor 610 seperti dalam banyak kasus penganiayaan yang dilaporkan oleh Minghui.

Satu dokumen dari Provinsi Liaoning menunjukkan Kantor 610 setempat masih aktif menganiaya praktisi Falun Gong

Di bawah ini adalah terjemahan dari dokumen ini:

Pernyataan Situasi

Meskipun Kepemimpinan Pusat dalam Berurusan dengan Agama-Agama sesat telah dihentikan, reorganisasi Kepemimpinan Provinsi Liaoning untuk Menangani Agama-Agama sesat belum dimulai. Sampai menerima pemberitahuan resmi dari pejabat tinggi, tanggung jawab Kepemimpinan dalam Menangani Agama-Agama sesat di dalam Departemen Kepolisian Kota Shenyang tetap sama. Silakan merujuk ke Pasal 15 Interpretasi Hukum tentang Kasus Pidana Terkait dengan Agama-Agama sesat, "Jika item-item yang terkait sulit untuk menentukan apakah mereka adalah materi propaganda untuk agama sesat, departemen kepolisian di kota tingkat kabupaten atau lebih tinggi dapat memutuskan."

(dengan segel dari Kepemimpinan dalam Menangani Agama-Agama sesat di dalam Departemen Kepolisian Kota Shenyang) 12 Desember 2018

Interpretasi yang disebutkan dalam dokumen tersebut dikeluarkan oleh Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung, dengan tanggal penerbitan 25 Januari 2017 dan tanggal efektif 1 Februari 2017. Interpretasi tersebut memberi wewenang kepada departemen kepolisian untuk menganiaya praktisi Falun Gong di luar Hukum Pidana dan Hukum Acara Pidana Tiongkok.

Selain itu, Interpretasi mulai berlaku lebih dari setahun sebelum Kantor 610 Pusat berhenti beroperasi. Ini memungkinkan penganiayaan berlanjut bahkan tanpa Kantor 610. Fakta bahwa Kantor 610 setempat masih aktif lebih jauh memastikan kelanjutan kebijakan penganiayaan selama 20 tahun.

Sejumlah Besar Praktisi Ditangkap di Provinsi Liaoning

Sejak 1999, Kantor 610 di setiap tingkat telah beroperasi di bawah PLAC tingkat itu. Demikian pula, kasus penganiayaan yang dilaporkan di Provinsi Liaoning pada 2019 juga menunjukkan peran penting PLAC.

Li Wenzhang, mantan sekretaris PLAC Provinsi Liaoning, sering memfitnah Falun Gong selama pertemuan provinsi dan memberikan instruksi untuk menekan praktisi. Setelah ia pergi pada Januari 2019 untuk mengepalai Departemen Politik Kementerian Keamanan Nasional, Yu Tianmin, 55, diangkat pada Maret 2019 sebagai sekretaris PLAC dan anggota Komite Partai provinsi.

Setelah Yu berbicara di konferensi PLAC Provinsi Liaoning pada tanggal 13 April 2019, 44 praktisi Falun Gong ditangkap pada bulan Mei di Provinsi Liaoning, menjadikannya salah satu provinsi dengan penangkapan praktisi terbanyak.

Dalam enam bulan pertama tahun 2019, setidaknya 160 praktisi di Provinsi Liaoning ditangkap, dengan yang tertua berumur 83 tahun. Selain itu, 44 praktisi (yang tertua 81) dijatuhi hukuman 7 tahun penjara dan didenda total 83.000 yuan. Selanjutnya, 7 praktisi disiksa sampai mati di tahanan polisi. Angka-angka ini hanya mencerminkan kasus yang diajukan ke Minghui setelah mengatasi sensor online di Tiongkok, dan jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi.

Atas nama merayakan peringatan 70 tahun kebangkitan PKT, para pejabat menangkap lebih dari 20 praktisi dan menggeledah rumah mereka pada bulan Juli di ibu kota provinsi Shenyang. Menurut informasi yang diterima oleh Minghui, 91 praktisi ditangkap di seluruh provinsi pada Juli 2019, di antaranya 41 berasal dari Shenyang.

Artikel terkait dalam bahasa Mandarin:

两高解展示中共司法流氓诡诈

2018年沈阳市法轮功学员被迫害概述(图)