Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Xiong Meiying Dianiaya di Penjara Wanita Provinsi Jiangxi

22 Okt. 2020 |   Oleh koresponden Minghui dari Provinsi Jiangxi, Tiongkok

(Minghui.org) Karena menjunjung keyakinannya terhadap Falun Gong, Xiong Meiying [perempuan], seorang pensiunan perawat berusia 72 tahun, menjalani satu tahun kerja paksa dan tiga setengah tahun di penjara. Suaminya juga ditargetkan karena berlatih Falun Gong dan meninggal dunia.

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah latihan spiritual dan meditasi kuno yang telah dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.

Xiong Meiying

Suami Meninggal karena Penganiayaan

Xiong, yang dulunya bekerja di Pusat Kesehatan Umum Kota Shengmi di Kota Nanchang, Provinsi Jiangxi, adalah seorang “anak muda terpelajar yang diturunkan” (sekelompok generasi penduduk kota yang dikirim ke pedesaan oleh pemerintah untuk di “didik ulang” oleh petani miskin) pada tahun 1970-an.

Dia menghabiskan 15 tahun yang sulit di pedesaan. Dia dan suaminya, Liu Pinshen, memiliki dua putra dan empat putri serta berusaha keras untuk memberi makan semuanya. Xiong tidak dalam kondisi yang sehat dan menderita vertigo. Dia sering pingsan tanpa tanda-tanda.

Tahun 1998, Xiong dan suaminya mulai berlatih Falun Gong. Liu dengan ajaib berhenti merokok dan minum-minum. Kesehatan Xiong juga membaik dalam waktu singkat. Rasa pusingnya menghilang. Xiong tidak pernah mengonsumsi sebutir obat pun atau pergi ke rumah sakit sesudahnya, yang mana menghemat banyak biaya pengobatan.

Karena dia menolak untuk melepaskan latihan Falun Gong setelah penganiayaan dimulai, Xiong ditangkap berulang kali, ditahan empat kali, dikirim ke kamp kerja paksa selama satu tahun, dan total sebesar 9.000 yuan dirampas darinya.

Di kamp kerja paksa, Xiong mengalami pencucian otak dan dipaksa untuk bekerja setiap hari dalam waktu yang lama tanpa dibayar. Ketika dia kembali ke rumah, rambut hitamnya berubah menjadi abu-abu.

Suaminya ditahan di Pusat Penahanan Kabupaten Xinjian selama lebih dari tiga minggu pada tahun 2010. Dia menderita secara fisik dan mental dan meninggal tak lama setelah kembali ke rumah. Dia saat itu berusia 70-an.

Dihukum karena Keyakinannya, Disiksa secara Fisik dan Mental

Pada tanggal 24 September 2016, Xiong ditangkap lagi ketika menyebarkan materi klarifikasi fakta di luar pasar sayuran di Distrik Xinjian.

Polisi membawanya ke Brigade Keamanan Nasional Distrik Xinjian dan kemudian ke Pusat Penahanan Pertama di Kota Nanchang. Dia lalu dihukum tiga setengah tahun dan dipindahkan ke Penjara Wanita Jiangxi pada tanggal 27 Juni 2017.

Dia ditempatkan di Brigade Kedua, yang mana terdapat seorang instruktur bermarga Huang dan seorang instruktur bernama Liu Hui yang bertugas menganiaya praktisi Falun Gong.

Dipaksa Menonton Video yang Memfitnah Falun Gong

Di penjara, Xiong dipaksa untuk menonton video yang memfitnah Falun Gong dalam waktu yang lama setiap hari. Ketika “Rekayasa Bakar Diri Tiananmen” diputar, Xiong menunjukkan beberapa bukti yang menunjukkan insiden bakar diri itu direkayasa. Tahanan yang bertanggung jawab untuk mengawasinya memukul lengannya dan berteriak, “Berhenti! Kamu tidak diperbolehkan berbicara!”

Dipaksa Berdiri dalam Waktu yang Lama

Xiong dipaksa berdiri dalam waktu yang lama di tempat kerja saat siang hari dan di samping jendela di luar sel penjara pada malam hari, biasanya hingga tengah malam dan terkadang hingga jam 2 atau 3 pagi. Hal itu berlangsung selama lebih dari dua bulan. Kakinya bengkak dan nyeri yang tidak tertahankan olehnya, dan nyamuk menyiksanya.

Dipaksa Melakukan Pekerjaan Tidak Dibayar

Xiong di usia 70-annya. Terkadang dia tidak menyelesaikan kuotanya hingga jam 9 malam. Hanya ada dua hari libur tiap bulannya. Intensitas tinggi, kerja jangka panjang dan kurang tidur membuat matanya menderita dan dia merasa pusing kembali.

Dipaksa Melafal Peraturan Penjara

Penjara Wanita Jiangxi memiliki ratusan peraturan. Praktisi Falun Gong yang menolak untuk melafal atau mereka yang tidak dapat mengingatnya akan dihina dan dipukuli. Para penjaga menghasut tahanan untuk menganggap praktisi Falun Gong sebagai “musuh” dan mengembangkan konflik antara mereka dan tahanan biasa.

Siksaan Lainnya

Terdapat 12 orang di sel Xiong, dan dia satu-satunya praktisi Falun Gong. Dia dilarang keras menghubungi praktisi lainnya di penjara.

Bulan pertama di sana, demi memaksa Xiong melepaskan keyakinannya, penjaga tidak memberikannya sayuran apa pun, hanya nasi tawar, di jam makan. Dia tidak diperkenankan untuk mandi dalam waktu yang lama. Kemudian dia hanya dapat mandi lima menit dengan air dingin pada tengah malam setelah berdiri untuk waktu yang lama berakhir. Dia hanya diperkenankan untuk menggunakan kamar mandi di waktu yang telah ditentukan. Tiap minggu, barang pribadi Xiong digeledah (ini terutama untuk praktisi Falun Gong), membuat kekacauan tiap kalinya.

Laporan terkait dalam bahasa Inggris:

Retired Nurse Placed on Trial for Her Faith