Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Mengidentifikasi dan Menghilangkan Keterikatan Hati Terhadap Pengejaran

10 April 2020 |   Oleh seorang praktisi dari Tiongkok

(Minghui.org) Melalui kultivasi, saya telah menemukan bahwa setiap pemikiran yang saya miliki muncul dari beberapa bentuk pengejaran, mendambakan hal-hal seperti uang, nama, dan emosi. Saya menginginkan ini, dan saya berpikir untuk mendapatkan itu. Setiap pikiran adalah ketamakan. Namun, hati yang rakus akan pengejaran ini tersembunyi dan sulit dideteksi, karena sudah mendarah daging.

Saya menyadari setelah mencari ke dalam bahwa saya setiap hari telah meminta banyak hal kepada Guru. Saya terkejut dengan penemuan ini. Saya telah meminta bantuan Guru untuk semua hal, dari hal-hal di tempat kerja hingga di rumah, dan dalam kultivasi. Segera setelah saya mengalami kesulitan, saya meminta bantuan Guru. Bukankah ini setara dengan meminta Guru berkultivasi untuk saya? Jika Guru tidak dapat membantu saya, bukankah saya meminta roh jahat untuk datang? Sudah seperti ini selama bertahun-tahun. Saya memiliki potret Guru di dinding, dan saya pikir keluarga saya dan saya dilindungi dari kejahatan. Saya telah memperlakukan pengejaran ini sebagai “percaya pada Guru dan Fa.” Seberapa rendah Xinxing saya.

Ketidaksabaran

Saya menghargai waktu untuk berkultivasi dan berusaha meluangkan seluruh waktu saya untuk melakukan tiga hal, jadi saya menjadi tidak sabar ketika harus melakukan pekerjaan rumah atau ketika saya mengalami masalah sepele dalam kehidupan sehari-hari saya. Dalam pikiran saya, semua hal sepele dari kehidupan sehari-hari adalah gangguan. Ketika saya menemukan hal-hal kecil, hati saya bergolak dan saya merasa sangat tidak sabar. Ini sering menyebabkan perasaan kebencian dan bersaing dengan orang lain. Saya tidak bisa tenang. Saya telah disiksa oleh ketidaksabaran ini selama bertahun-tahun, dan tersandung dalam kultivasi saya karenanya. Saya sekarang telah menemukan bahwa di balik ketidaksabaran ini adalah ego dan keegoisan. Saya selalu berpikir hal yang saya lakukan adalah hal yang paling penting. Tetapi saya tidak mengerti esensi dari kultivasi, mengasimilasi Sejati-Baik-Sabar, dan memprioritaskan orang lain. Hanya jika seseorang mempertimbangkan orang lain maka dia benar-benar berkultivasi. Jika seseorang mempertimbangkan orang lain, hatinya akan menjadi lapang dan kebencian apa pun akan hilang. Hati seseorang akan dipenuhi dengan kebajikan dan kasih sayang. Seseorang akan merasa nyaman, semuanya akan berjalan dengan lancar, dan ketidaksabaran juga akan hilang. Saya menyadari bahwa ini adalah kondisi sebenarnya dari seorang kultivator.

Senang terhadap Penderitaan Orang Lain

Semua orang tahu bahwa senang dengan penderitaan orang lain adalah kejahatan. Ini disebabkan oleh iri hati. Saya telah mengalami bahaya yang ditimbulkannya, dan saya sangat tidak menyukainya. Dalam kultivasi, saya melihat bahwa saya memiliki masalah ini juga, dan saya ingin menghilangkannya, tetapi sulit. Kadang-kadang saya bahkan merasa tidak bisa mengendalikannya. Saya sekarang menyadari bahwa saya selalu memperlakukannya sebagai konsep buruk saya dan berusaha menyingkirkannya. Itu sebabnya sangat sulit. Sebenarnya sifat ini bukan diri saya, jadi tidak bisa dikendalikan oleh saya. Saya terkejut ketika saya menyadari bahwa sifat ini adalah manifestasi dari setan. Kesadaran itu membuat saya menangis. Saya kemudian melihat iblis itu dan merasa takut. Itu bukan diri saya. Ia bergantung pada makhluk lain, makhluk jahat dengan iri hati. Ketika saya menyadari hal ini, makhluk itu ketakutan karena tahu akan dimusnahkan. Saya mengeksposnya di sini, dan saya akan memancarkan pikiran lurus untuk melenyapkannya setiap hari sampai benar-benar hilang.

Menghilangkan Roh Jahat

Saya berpikir bahwa begitu saya mundur dari Partai Komunis Tiongkok (PKT), saya akan terbebas dari roh jahat Partai. Saya bahkan tidak membaca Sembilan Komentar tentang Partai Komunis. Dalam beberapa tahun terakhir, saya telah mengirimkan artikel berbagi pengalaman ke situs web Minghui.org, tetapi tidak pernah diterima. Saya kecewa. Saya berpikir, “Saya pandai menulis dan saya telah berkultivasi selama bertahun-tahun. Mengapa artikel saya tidak pernah diterima?” Saya telah membantu rekan-rekan praktisi menulis artikel, tetapi mereka juga tidak diterima. Saya pikir cerita rekan-rekan praktisi sangat menyentuh, jadi mengapa saya tidak dapat menulisnya dengan baik?

Saya telah membaca banyak artikel berbagi selama beberapa tahun terakhir, dan sering tersentuh hingga menangis. Bahasa sederhana dan kata-kata sederhana memanifestasikan kesabaran dan kultivasi murid-murid Dafa, dan ini adalah esensi yang menyentuh hati pembaca.

Perlahan-lahan saya melihat perbedaan antara artikel mereka dan artikel saya — perbedaan itu berasal dari kultivasi yang solid.

Saya telah berkultivasi selama 20 tahun, dan saya berpikir bahwa saya berbelas kasih, tetapi orang lain tidak dapat merasakannya. Saya menangis ketika saya menyadari hal ini. Saya dengan tenang mencari ke dalam dan melihat bahwa saya sangat dipengaruhi oleh indoktrinasi Partai jahat. Tanpa sadar saya telah membentuk banyak kebiasaan, sejak saya masih kecil, di bawah pencucian otak Partai jahat. Saya pikir saya berbelas kasih dan memiliki dasar budaya tradisional yang dalam, jadi saya bahkan tidak membaca Sembilan Komentar tentang Partai Komunis. Sebenarnya, saya jauh dari memenuhi standar Sejati-Baik-Sabar. Dari pikiran saya, hingga pembicaraan dan perilaku saya, ada banyak unsur tipu daya, kekejaman, dan persaingan budaya Partai jahat. Saya ingin mengekspos elemen-elemen ini di bawah ini. Saya akan menghancurkan mereka dengan pikiran lurus.

Tipu daya: Apa yang saya katakan tidak selalu sama dengan apa yang saya pikirkan. Saya ingin berkomunikasi dengan orang-orang secara jujur, tetapi saya sering khawatir menyinggung mereka dan kemudian mencoba melindungi diri saya sendiri.

Saya tidak menganggap serius kata-kata saya. Saya pernah mengklarifikasi fakta kepada orang-orang di halte bus. Seseorang bertanya kepada saya bus mana yang saya tunggu. Dengan santai saya memberinya jawaban. Tepat setelah saya menjawabnya, bus itu datang. Saya harus naik bus, karena apa yang saya katakan. Saya kemudian turun dua perhentian kemudian.

Ketika saya berbicara dengan sekelompok orang biasa, saya sering dengan santai mengatakan hal-hal yang sejalan dengan kebohongan mereka, lupa bahwa saya adalah seorang kultivator.

Kejahatan: Saya sangat iri hati dan sering memandang rendah orang lain. Saya juga mencoba mengendalikan orang lain. Ketika saya merasa marah, saya akan menggunakan nada kasar untuk menyalahkan orang lain, memanifestasikan sifat iblis saya. Saya mengeluh tentang orang-orang ketika cara mereka melakukan sesuatu tidak sesuai dengan bagaimana saya akan menghadapi situasi yang mereka hadapi.

Mentalitas bersaing: Saya sering menyela pembicaraan orang lain dan suka berdebat dengan orang lain. Saya selalu ingin menang dalam kehidupan sehari-hari. Saya merasa bahwa orang lain harus mendengarkan saya, karena saya pandai dalam segala hal, dan saya selalu benar. Saya menolak untuk mengakui kesalahan saya dan menolak untuk meminta maaf. Selama berkultivasi, saya juga menggunakan mentalitas bersaing ini untuk menghilangkan keterikatan. Saya benci ketika saya melakukannya dengan buruk atau tidak memiliki pikiran yang kuat. Kebencian itu adalah manifestasi dari konsep manusia.

Saya juga membuat kesalahan karena pengaruh budaya Partai pada saya. Ketika saya mencoba meyakinkan orang untuk mundur dari Partai, untuk membuat mereka menerima kata-kata saya, saya sering mengatakan kepada mereka bahwa saya dulu adalah anggota, dan sesuatu seperti “Anda dan saya bergabung karena kita adalah pekerja yang baik.” Kadang-kadang, ketika saya mengucapkan kata-kata itu, saya bahkan merasa menjadi anggota adalah suatu kehormatan — saya adalah anggota karena saya sangat baik, dan alasan saya mundur adalah karena Partai menganiaya Falun Gong, dan saya tidak ingin tenggelam bersamanya. Sepertinya saya berpikir bahwa Partai itu dulunya baik, tetapi kemudian menjadi buruk. Saya bahkan mengatakan kepada anggota Partai, “Bahkan jika orang yang baik membunuh seseorang, dia akan dihukum.” Kalimat ini menunjukkan bahwa secara tidak sadar saya menganggap Partai itu baik. Saya tertipu oleh roh jahat Partai, dan gagal melihat bahwa sifat Partai jahat itu pada dasarnya adalah iblis yang digunakan kekuatan lama untuk menghancurkan umat manusia. Terus-menerus memberi tahu orang-orang bahwa saya telah bergabung dengan Partai adalah sedang memberi energi kepada roh jahat, dan kesempatan padanya untuk hidup di medan saya. Saya benar-benar harus menyingkirkan pikiran seperti itu.

Tidak Mengikuti Perasaan

Orang pada umumnya mengikuti perasaan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Semua perasaan yang mereka alami, termasuk kegembiraan dan kepahitan, muncul dari keterikatan pada pengejaran terhadap nama, uang, dan perasaan.

Sulit untuk menghilangkan keterikatan jika anda mengikuti perasaan anda. Pada tingkat permukaan, anda mungkin berusaha keras untuk melepaskan keterikatan anda, tetapi gagal lulus ujian yang sebenarnya. Hanya jika anda secara rasional memahami alasan mengapa anda harus melepaskan keterikatan tersebut dan memahami bagaimana cara benar-benar melepaskannya, baru anda dapat melepaskannya.

Saya menyadari bahwa seorang kultivator tidak boleh mengikuti perasaan, dan hati seorang kultivator tidak boleh tergerak. Seorang kultivator seharusnya tidak mengembangkan pemikiran tentang menyukai atau tidak menyukai sesuatu. Kita seharusnya tidak terikat pada apa pun. Kita tidak mengejar atau menghindari apa pun di dimensi ini. Kita hanya mengikuti keadaan secara alami. Mengikuti perasaan kita akan membuat kita mengembangkan konsep dan memperkuat keterikatan kita.

Kultivasi Kita Berkaitan dengan Nasib Makhluk Hidup

Saya telah melihat pemandangan mengerikan makhluk hidup dimusnahkan. Orang-orang dengan kostum kuno mengantre menangis. Barisan depan adalah wanita dan anak-anak, dan manula berada di tengah. Barisan terlalu panjang untuk melihat akhirnya. Kelompok itu berjalan menuju sungai. Setelah jeda singkat, mereka mulai berjalan ke sungai, dan kemudian menghilang ke dalam air. Tidak ada yang memaksa mereka, tetapi orang-orang tidak berhenti. Mereka semua menangis. Saya mendengar suara laki-laki, “Karena dia tidak berkultivasi dengan baik, banyak dari makhluknya tersingkir.” Pada saat itu, hati saya sedih. Saya menangis dan bangun.

Saya melihat pemandangan ini bertahun-tahun yang lalu. Itu membuat saya mengerti bahwa kondisi kultivasi saya berhubungan dengan banyak kehidupan. Saya akan mengkhianati mereka jika saya tidak berkultivasi dengan baik, dan mereka akan menghadapi kehancuran.

Siapa yang Berkultivasi?

Untuk waktu yang lama, saya sering menyalahkan diri sendiri karena tidak melakukan hal-hal tertentu dengan baik. Saya akan memanggil nama saya sendiri dan memarahi diri sendiri dengan keras, “Mengapa kamu tidak melakukannya dengan baik? Kamu seharusnya melakukan ini dan itu.” Dalam beberapa tahun terakhir, saya menyadari bahwa itu tidak pantas, karena itu seolah-olah adalah orang yang berbeda sedang berkultivasi untuk saya. Ketika saya berbicara pada diri sendiri, mengapa saya menyebut diri saya sendiri “Kamu”? Siapa kehidupan yang memanggil saya ini “Kamu”? Saya menyadari bahwa pikiran ini membuat saya tidak dapat melihat diri saya yang sebenarnya. Ia telah menipu saya selama bertahun-tahun.

Saya ingat bahwa Guru telah memberi tahu kita untuk mengultivasi diri kita sendiri, dan:

Siapa Berlatih Gong Dialah yang Memperoleh Gong.” (Ceramah 8, Zhuan Falun)

Kata-kata ini terdengar sederhana, tetapi maknanya sangat mendalam. Bagaimana kita berkultivasi jika kita tidak dapat melihat diri kita sendiri? Sekarang saya benar-benar melihat bahwa kesadaran sekunder (Fu Yishi) benar-benar ada bersama saya di tubuh yang sama. Guru memberi tahu kita:

Kekuatan lama telah mengatur seperangkat benda mereka bagi seluruh pengikut Dafa, jika pengikut Dafa berbuat tidak menuruti permintaan Shifu, maka pasti adalah sedang berbuat menuruti pengaturan kekuatan lama.” (“Sadar dengan Jernih,” Petunjuk Penting untuk Gigih Maju III)

“…dahulu biar cara kultivasi apa pun juga adalah kultivasi Fu Yuanshen,” (“Ceramah Fa di Manhattan,” Ceramah Fa di Berbagai Tempat – 10)

Kebijaksanaan kekuatan lama terbatas. Kita telah belajar dari Fa bahwa Guru ingin menyelamatkan kesadaran utama kita. Guru terus-menerus memberi tahu kita untuk mencari ke dalam dan mengultivasi diri kita sendiri.

Akhir-akhir ini ketika saya mencoba mendorong diri saya sendiri, saya berpikir, “Kesadaran utama saya mengendalikan pikiran dan tubuh saya. Saya harus melakukannya dengan baik dan mengikuti ajaran Guru.” Saya sering memperkuat pikiran ini ketika membaca Fa, memancarkan pikiran lurus, dan melakukan latihan. Saya secara bertahap menemukan diri saya sendiri. Saya sudah mulai mengultivasi diri sejati saya, dan saya mulai melihat perubahan dalam kultivasi saya.