Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Praktisi Muda Terus Meningkatkan Kesadaran Selama Pandemi

19 Juli 2020 |   Oleh praktisi Falun Dafa di Tiongkok

(Minghui.org) Saya lahir pada tahun 1992 dan mulai berlatih Falun Dafa pada awal tahun 1999 dengan ibu saya. Dulu, saya memberi tahu orang-orang bahwa saya adalah seorang praktisi anak-anak. Dua puluh satu tahun telah berlalu dan sekarang saya sudah tumbuh dewasa.

Dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi dan sekarang di tempat kerja, saya mengklarifikasi fakta kepada orang-orang di sekitar saya. Banyak orang terkejut mendengar tentang penganiayaan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Mereka memutuskan untuk mundur dari PKT dan selalu mengingat bahwa “Falun Dafa baik.” Saya perhatikan bahwa setelah itu banyak dari mereka mengalami perubahan positif.

Suatu kali, seorang gadis tinggal di tempat saya dan saya menggunakan komputer saya untuk menerobos blokade Internet untuk menunjukkan bahwa situs webnya diblokir di Tiongkok. Saya mengatakan kepadanya fakta kebenaran tentang “insiden bakar diri” dan pengambilan organ oleh PKT. Dia berterima kasih kepada saya dan segera mundur dari PKT di situs web mundur dari PKT. Kemudian, dia mengatakan kepada saya bahwa dia berprestasi sangat baik dalam ujian sekolah, melebihi harapannya. Dia juga mendapat hasil baik ketika dia melamar sekolah di luar negeri. Saya sangat bahagia untuknya.

Ketika saya di sekolah menengah, saya dilaporkan oleh seseorang karena berbicara dengan orang-orang tentang Falun Dafa. Sekolah mulai menyiarkan program yang memfitnah Dafa dan saya dikritik di depan umum. Karena itu, banyak teman sekelas tidak berani bergaul dengan saya. Seorang gadis di kelas saya percaya pada agama Buddha, jadi dia percaya pada saya dan mundur dari PKT. Saya memberi tahu banyak teman sekelas lain tentang Falun Dafa namun mereka takut dan menolak untuk mendengarkan, tetapi gadis ini tidak mengikuti mereka. Dia diberkati dan berprestasi sangat baik selama ujian masuk perguruan tinggi. Nilai-nilainya di sekolah rata-rata tetapi ia bisa masuk ke universitas terbaik di provinsi itu. Kemudian, dia dinobatkan sebagai peringkat pertama dalam kompetisi guru dan dia mengajar di sekolah umum di dekat rumahnya. Keluarga suaminya ada di Wuhan. Dia dan suaminya pergi mengunjungi keluarganya pada tahun baru ini tetapi keluar tepat sebelum kota itu dikunci. Dia mengatakan merasa diberkati karena tahu fakta kebenaran. Seluruh keluarganya aman dan sehat.

Ada beberapa insiden serupa. Saya bertemu dua gadis di kampus bernama Feifei dan Linlin. Setelah memahami fakta kebenaran Dafa, mereka bereaksi secara berbeda dan kemudian memiliki pengalaman yang sangat berbeda.

Feifei sangat terkejut dan sedih mengetahui tentang penganiayaan terhadap Falun Dafa. Dia setuju mundur dari PKT. Karena ayah Linlin adalah profesor ilmu politik, ini mempengaruhi sikap Linlin. Dia tidak tersentuh mendengar tentang penganiayaan dan menolak untuk mundur dari PKT.

Feifei tidak pandai bahasa Inggris atau matematika tetapi diterima di Program Magister yang diinginkannya sedangkan Linlin gagal masuk ke Program Magister mana pun.

Ketika virus PKT (virus corona) merajalela di Tiongkok, saya tahu bahwa saya tidak bisa tinggal di rumah. Saya harus lebih berupaya melakukan tiga hal. Setiap kali pergi untuk mendistribusikan materi informasi Dafa, saya akan meminta perlindungan kepada Guru agar kami bisa masuk dan keluar dengan lancar dari komunitas yang dibarikade. Kami selalu bisa menemukan jalan masuk dan keluar. Suatu kali, kami menyaksikan seorang penduduk dihentikan di pintu masuk komunitas. Dia diinterogasi dan harus menunjukkan semua jenis kartu izin lewat dan sertifikat tetapi kami diizinkan masuk dengan mudah. Terkadang, gerbang gedung yang membutuhkan kode keamanan untuk masuk tidak sepenuhnya tertutup. Mereka sepertinya menunggu kami untuk melewatinya. Situasi epidemi lebih parah pada bulan Februari tetapi saya tidak berhenti menyelamatkan makhluk hidup selama pandemi ini.

Pelajaran terbesar yang saya pelajari adalah kita harus memprioritaskan belajar Fa. Guru berkata:

“Fa dapat menjebol segala keterikatan, Fa dapat menghancurkan segala kejahatan, Fa dapat menangkal segala kebohongan dan Fa dapat memperteguh pikiran lurus.” (“Menyingkirkan Ganguan,” Petunjuk Penting untuk Gigih Maju II)

Saya mengingat kata-kata ini dan belajar Fa setiap hari. Saya tidak terikat pada membaca novel, internet, atau bermain video game, tetapi hidup saya tidak membosankan. Saya melakukan tiga hal dengan baik dan terus belajar dan memperkaya pengetahuan saya. Saya berharap untuk menyelamatkan lebih banyak makhluk hidup, membantu mereka memahami fakta kebenaran dan diberkati.