Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Pembenaran Diri

6 Juli 2020 |   Oleh praktisi Falun Dafa di Tiongkok

(Minghui.org) Baru-baru ini saya menyadari bahwa pembenaran-diri dan keras kepala memperlihatkan indikasi dari berbagai keterikatan. Ketika seseorang yang memiliki pembenaran-diri melihat keterikatannya, dia mungkin tidak ingin melenyapkannya, karena dia telah terhalangi oleh konsepnya sendiri. Hanya ketika seseorang menyingkirkan konsep dan pembenaran-diri, dia baru bisa berkultivasi.

Karena kita semua memiliki pemahaman Fa yang berbeda, kita semua memiliki tingkat kultivasi yang berbeda. Kita mengungkapkan rasa hormat pada Guru dengan berbagai cara. Namun, kita berkultivasi pada Fa yang sama, dan mencoba mencapai kriteria Fa yang sama.

Bentuk dan Perkembangan Pembenaran-Diri

Guru berkata, “Belajar Fa dengan membawa keterikatan bukanlah kultivasi sejati. Namun dalam proses Xiulian boleh berangsur-angsur mengenali keterikatan dasar diri sendiri, dan menyingkirkannya, sehingga memenuhi kriteria dari seorang praktisi Xiulian. Kalau begitu apa yang dimaksud dengan keterikatan dasar itu? Manusia dalam dunia telah memupuk banyak konsep, sehingga dikendalikan oleh konsep tersebut, mengejar hal-hal yang didambakan.” (“Melangkah Menuju Kesempurnaan, Petunjuk Penting untuk Gigih Maju II)

Seseorang yang dalam semasa hidupnya telah mengalami banyak hal, bagaimana pikiran dan konsepnya berkembang, dan menilai segala sesuatu, termasuk orang-orang di sekitarnya, berdasarkan konsep tersebut. Jika konsep itu diyakini benar, ia akan menjadi opini dan berubah menjadi pembenaran-diri. Pembenaran diri, pada gilirannya akan melindungi konsep orang tersebut dari perubahan atau kritikan.

Sebagai contoh, ketika dikritik, seorang pengemudi yang merasa dirinya “benar”, mulai berdebat dengan seseorang untuk melindungi dirinya. Sebagai praktisi, pada saat itu ia seharusnya ingat dengan puisi Guru.

“Di kala mengalami perdebatan yang sengit janganlah berkeras

Carilah penyebabnya dari dalam, ini adalah Xiulian

Semakin ingin menjelaskan semakin terasa berat di hati

Dengan lapang dada tanpa keterikatan maka kebijakan akan muncul” (“Sedikit Berdebat,” Hong Yin III)

Pembenaran-diri juga melindungi semua jenis keterikatan, mengendalikan pikiran dan perilaku seseorang. Dia akan mengatur pikiran seseorang, dan menentukan apakah menerima atau menolak pengetahuan baru. Dengan proses mencari ke dalam seseorang baru dapat melawan konsep ini. Jika ia tidak bisa mengenali dengan jelas, dia bukan berkultivasi sejati.

Bahaya dari Keterikatan Superior (Merasa Lebih Unggul)

Saat dikritik, banyak praktisi berkata, “Kata-kata anda tidak membuat saya tersentuh.” Mereka menggunakan qing dan konsep mereka untuk melindungi konsep, keterikatan dan kepentingan pribadi. Mereka tidak ingin mengkultivasi diri mereka dan hanya berkultivasi secara pasif. Mereka tidak ingin berubah sampai mereka terharu oleh kata-kata orang lain. Tapi Guru berkata pada kita bahwa tidak seorang pun yang dapat memaksakan orang lain untuk berkultivasi.

Setiap orang memiliki konsepnya sendiri, yang mengarahkan pikirannya dan membuat ia berpikir bahwa ia benar dalam segala hal. Pembenaran-diri adalah alasan kegagalan seseorang untuk melihat keterikatan hati dan tidak bisa mendapatkan Fa saat belajar Fa.

Guru berkata: “Saya punya beberapa jilid buku, dan juga audio tape, video tape, dari sana anda akan menemukan bahwa setelah satu kali anda membaca atau mendengar, lewat beberapa waktu kemudian anda membaca—mendengarnya lagi, pasti masih punya peran sebagai pembimbing bagi anda, anda juga secara terus-menerus meningkatkan diri, ia terus menerus punya peran sebagai pembimbing bagi anda, inilah yang dimaksud dengan Fa. Uraian di atas adalah dua sebab yang menjelaskan mengapa tidak tumbuh Gong walau selalu berlatih Gong: Tidak mengetahui Fa tingkat tinggi, jadi tidak ada Fa untuk digunakan berkultivasi. Tidak berkultivasi ke dalam, tidak Xiulian Xinxing sehingga tidak tumbuh Gong. Dua hal inilah sebabnya.” (Ceramah Satu, Zhuan Falun)

Pemahaman saya adalah bahwa Fa yang kita pelajari setiap hari merupakan manifestasi Dafa di dunia manusia. Jika kita terus meningkatkan xinxing, Guru akan membimbing dan memberikan petunjuk pada kita, dan memperkenankan kita melihat kandungan makna yang lebih tinggi dari Fa. Kita mengalami pencerahan selama kultivasi dan pencerahan tersebut membantu kita berkultivasi. Ketika mencapai tingkat tertentu, Guru akan menunjukkan pada kita Fa di tingkat itu, yang akan membimbing kita naik ke tingkat berikutnya.

Bila kita tidak meningkatkan diri, Guru tidak akan menunjukkan Fa yang lebih tinggi, dan kita tidak akan menyadari Fa di tingkat lebih tinggi. Dalam hal ini, kita gagal memperoleh Fa pada saat belajar Fa, dan apa yang kita sadari hanyalah prinsip di tingkat permukaan saja.

Beberapa praktisi tidak ingin berbicara tentang kesadaran. Kesadaran sangat penting dalam seluruh proses kultivasi. Guru mengajarkan Fa pada kita. Tanpa kesadaran, kita tidak akan memperoleh Fa. Seorang praktisi pernah berkata bahwa Guru tidak pernah memberi petunjuk padanya. Saya merasa bahwa perkataan ini sangat tidak menghormati Guru. Jika anda tidak bisa menyadari, bagaimana anda bisa mengatakan bahwa Guru tidak memberi petunjuk?

Setelah dia berkata seperti itu, dia bermimpi malamnya, di mana Guru mengendarai sepeda motor. Dia mencoba mengikuti Guru dengan barang bawaannya, tapi gagal.

Keras kepala dan pembenaran-diri akan selalu menjadi penghalang bagi orang Xiulian di setiap tingkat. Seseorang mungkin bisa melenyapkan keterikatan di tingkat permukaan, namun banyak keterikatan yang sangat tersembunyi, dan masih tertutup dengan konsep diri sendiri.

Beberapa praktisi mencoba meluruskan diri mereka dengan konsep yang mereka miliki. Karena pembenaran-diri, mereka berpikir bahwa hal itu sudah sesuai dengan kriteria Fa, dan karena itu mereka berpikir bahwa mereka sudah melakukan dengan baik. Ini adalah alasan utama mengapa mereka gagal untuk gigih maju.

Saya pernah mengerjakan proyek dengan anak saya. Saya menunjukkan bahwa pendekatannya tidak benar. Dia menolak mendengarkan, dan akhirnya marah dan berhenti. Pada awalnya, saya tidak bisa menerima. Saya berpikir bahwa pendekatan saya sudah benar, dan tidak ada yang salah dengan mengajarkan anak saya dengan teknik yang benar. Secara permukaan saya tidak salah, tapi dari sudut pandang kultivator, saya salah.

Saya meminta maaf padanya. Tapi dia mengkritik saya, “Pendekatan anda tentu saja benar. Karena sejak masih kecil saya harus mendengarkan anda dalam segala hal, karena anda selalu benar. Anda tidak pernah salah.” Pria berusia 20 tahun itu menangis keras.

Dia menolak permintaan maaf saya, dan tidak mau menjawab telepon saya. Saya mengirimkannya banyak pesan singkat, tapi dia menanggapinya dengan sarkastik, “Tidak pantas bagi seorang ayah untuk meminta maaf pada anaknya. Anda benar. Bagaimana anda bisa membuat kesalahan?” Saya terus meminta maaf selama dua hari, tapi dia selalu sarkastik. Semakin saya meminta maaf, semakin saya merasa bahwa saya salah. Saya menyadari bahwa orang-orang di tingkat berbeda memiliki pemahaman berbeda terhadap segala hal, dan mereka hanya menerima hal-hal tersebut di tingkat mereka. Bila saya memaksakan pemahaman saya pada orang lain, itu akan menyakiti hati orang tersebut. Saya melihat bahwa saya salah. Benar-benar salah. Membantu orang lain mencapai apa yang mereka inginkan adalah dengan menunjukkan belas kasih. Kita seharusnya mempertimbangkan orang lain saat melakukan sesuatu.

Iri hati, licik, berpura-pura, mentalitas pamer, ketidaksabaran serta mentalitas bersaing adalah keterikatan yang dilindungi oleh pembenaran-diri.

Menyingkirkan Pembenaran-Diri

Banyak praktisi menyadari konsep mereka, tapi tidak tahu bagaimana melenyapkannya, karena konsep tersebut tidak berwujud, dan dilindungi oleh pembenaran-diri. Ketika kita mencoba meluruskan diri di dalam Fa, dan melenyapkan pembenaran-diri, semua keterikatan dan konsep akan muncul, dan akan mudah untuk dilenyapkan. Jadi untuk menyingkirkan berbagai keterikatan, kita harus menyingkirkan pembenaran diri.

Hanya jika kita mengenali bentuk dan manifestasi pembenaran-diri, dan melenyapkannya, kita baru dimurnikan oleh Dafa, berasimilasi dengan Fa, dan meningkatkan diri kita di dalam Fa. Hanya dengan cara ini kita tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga untuk berkultivasi.

Guru mengubah diri kita dari tingkat paling mikroskopis dan paling mendasar, untuk menginginkan kita mencapai kesempurnaan. Tergantung dari upaya kita apakah kita dapat sungguh-sungguh berkultivasi, dan dapatkah kita kembali ke jati diri kita yang asli.