Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Saya Hanya Mendengarkan Guru

21 Jan. 2021 |   Oleh praktisi Falun Dafa di Tiongkok

(Minghui.org) Saya berusia lima puluhan, dan tinggal di pedesaan. Saya lemah dan sakit sejak kecil. Saya sering merasa pusing, sakit perut, dan sering masuk angin. Saya mulai berlatih Falun Dafa pada musim semi tahun 1999. Berbagai penyakit saya lenyap dalam waktu singkat dan saya tidak lagi membutuhkan obat apa pun.

Mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) memulai penganiayaan brutal terhadap Falun Dafa pada bulan Juli 1999. Banyak praktisi ditangkap, dijatuhi hukuman penjara, dikirim ke kamp kerja paksa, dll. Saya tidak takut. Saya punya satu pikiran, “Tidak salah menjadi orang baik dan mengikuti prinsip Sejati-Baik-Sabar. Saya hanya mendengarkan Guru! Saya sangat percaya pada Guru dan Dafa, dan saya akan terus berlatih apapun yang terjadi.”

Guru selalu melindungi saya selama lebih dari 20 tahun, meskipun saya tidak gigih. Saya mengalami banyak pengalaman luar biasa di mana teman dan kerabat saya menyaksikan keindahan serta kekuatan Falun Dafa. Mereka semua percaya bahwa Falun Dafa baik, dan dengan jelas melihat wajah asli PKT. Beberapa telah mundur dari Partai dan organisasi afiliasinya.

Terhindar dari Berbahaya

Saya merasakan sakit di perut bagian bawah pada suatu malam di bulan November 2017. Saya mengatakannya pada suami dan putri saya yang bukan praktisi. Putri saya sangat cemas sehingga dia segera membawa saya ke rumah sakit. Pemeriksaan menunjukkan bahwa saya menderita fibroid rahim, yang terbesar berukuran delapan atau sembilan sentimeter, ada juga tiga atau empat yang kecil. Kata Dokter, “Anda harus menjalani histerektomi, jika tidak hidup anda mungkin dalam bahaya.”

Saya tidak akan mendengarkan dia. Saya berpikir, “Berapa banyak rekan praktisi yang kondisinya lebih serius daripada saya yang semuanya baik-baik saja? Saya adalah seorang praktisi Falun Dafa. Ini bukan apa-apa -- saya tidak akan mengakuinya! Guru menjaga saya dan saya akan baik-baik saja!”

Keputusan saya membuat suami takut sehingga dia memberi tahu saudara laki-laki, ipar perempuan, dan putra untuk berbicara dengan saya. Tujuh atau delapan orang datang membujuk saya untuk menjalani operasi. Saya berpikir, “Mengapa ini terjadi? Saya telah berlatih Dafa selama beberapa tahun -- bukankah saya seorang praktisi?” Saya menangis dan memberi tahu mereka, “Guru akan membantu saya. Saya tidak akan menjalani operasi dan saya akan baik-baik saja.” Mereka terus berdebat dengan saya. Dokter berkata, “Pulanglah dan tenanglah. Anda bisa kembali saat anda siap.” Saya pun pulang

Ketika saya sampai di rumah, saya mengambil Zhuan Falun dan dengan air mata berlinang saya berkata kepada Guru, “Terima kasih atas usaha keras Guru untuk menyelamatkan saya. Yakinlah Guru, saya tidak akan pernah mengecewakan Guru! Saya pasti tidak berkultivasi dengan baik. Saya akan belajar Fa dan mencari ke dalam.”

Saya terus belajar Fa, melakukan latihan, dan memancarkan pikiran lurus setiap hari. Tiga tahun telah berlalu. Saya tidak dioperasi dan saya melakukan pekerjaan rumah dan pekerjaan fisik.

Saya memiliki pabrik tepung kecil, saya sering mengklarifikasi fakta pada pelanggan. Saya membantu mereka mundur dari PKT dan organisasi afiliasinya, memberi tahu mereka untuk mengingat, “Falun Dafa baik. Sejati-Baik-Sabar baik.” Saya merasa baik-baik saja.

Guru Melindungi Saya Lagi

Saya bekerja sendirian di rumah pada suatu hari di bulan Agustus 2018. Saya menaiki tangga untuk memeriksa ketinggian air di tangki air, yang tingginya sekitar tiga meter. Ketika saya turun, saya melewatkan satu anak tangga dan jatuh. Saya membentur lantai beton dan pingsan. Ketika saya sadar kembali, saya merasakan sakit yang menusuk jantung di tubuh bagian atas dan saya tidak bisa bergerak. Saya berpikir, “Saya adalah praktisi Falun Dafa. Tidak ada kejahatan yang layak menganiaya saya. Saya harus bangun!” Saya perlahan membuka mata dan melihat ponsel saya beberapa meter jauhnya. Saya berjuang merangkak dan mengambilnya untuk menelepon suami saya.

Lebih dari sepuluh menit kemudian, suami saya datang dan melihat saya terbaring di tanah. Dia berseru, “Apakah kamu baik-baik saja?” Dia takut tetapi tahu bahwa saya tidak akan pergi ke rumah sakit. Dia tahu bahwa banyak penyakit saya sembuh tanpa perawatan apa pun dan saya tidak akan berada dalam bahaya. Dia tidak menyebutkan pergi ke rumah sakit, dan dia membantu saya untuk berdiri.

Saya tidak merasakan kaki saya, dan kaki sangat bengkak sehingga saya tidak bisa menekuknya. Saya juga tidak tahan. Rasanya seluruh tubuh saya sakit. Rasa sakitnya begitu kuat sehingga sulit bernapas. Saya terus melafalkan Fa Guru dalam hati:

“... Tiap rintangan harus diterobos
Di mana-mana semua ada iblis
Ratusan derita sekaligus menimpa
Lihat dia bagaimana hidup
Bisa menelan derita dunia,
Keluar duniawi adalah Buddha.”
(“Derita Pikiran dan Hatinya,” Hong Yin)

Saya juga ingat Guru berkata,

“Saya mengatakan penderitaan fisik paling mudah ditahan, dengan mengertakkan gigi juga sudah dapat terlewatkan.” (Ceramah Empat, Zhuan Falun)

“Ketika sulit bersabar anda mampu bersabar. Ketika sulit dilakukan anda harus mampu melakukan.” (Ceramah Sembilan, Zhuan Falun)

Karena saya kesulitan bernapas, saya tidur sambil duduk. Ketika terlalu sakit untuk tidur, saya mendengarkan ajaran Guru.

Saya terus belajar Fa setiap hari. Meskipun saya sangat kesakitan, saya melakukan latihan. Saya terus memancarkan pikiran lurus untuk membersihkan unsur yang mengganggu di dimensi saya. Saya menolak untuk mengikuti penganiayaan ini -- saya hanya mengikuti pengaturan Guru.

Guru berkata,

Kami mengatakan, baik atau buruk yang akan terjadi berasal dari pikiran sekilas seseorang, beda pikiran sekilas ini juga akan membawa konsekuensi yang berbeda. (Ceramah Empat, Zhuan Falun)

Saya telah jatuh dari tempat yang tinggi ke lantai beton tanpa cedera, hanya bengkak dan nyeri akibat terjatuh. Setelah tiga hari, bengkak di kaki saya hilang dan saya bisa berjalan perlahan. Dua minggu kemudian, tubuh saya kembali normal.

Saya mampu mengatasi setiap penderitaan dan kesulitan dengan perlindungan dan berkah Guru. Pada saat kritis pelurusan Fa ini, saya hanya bisa berkultivasi dengan tekun. Saya ingin menjadi praktisi Dafa yang berkualitas selama periode pelurusan Fa sehingga saya bisa membalas penyelamatan Guru.