Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Perbedaan antara Menjadi Egois dengan Mengutamakan Orang Lain

28 Jan. 2021 |   Oleh praktisi Falun Dafa di Provinsi Hebei, Tiongkok

(Minghui.org) Saya keluar beberapa hari yang lalu untuk berbicara dengan orang-orang tentang Falun Dafa dan penganiayaan. Saat itu turun salju dan jalan licin. Saya tidak memerhatikan dan jatuh cukup keras.

Saya duduk di lantai sambil berpikir, “Saya adalah seorang praktisi jadi saya akan baik-baik saja! Saya masih harus berbicara dengan orang.” Saya bangkit dan menggerakkan tubuh saya. Meskipun kaki saya sedikit sakit, saya masih bisa mengendarai sepeda, jadi saya terus berjalan. Saya menghabiskan lebih dari satu jam dan membantu delapan orang mundur dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan organisasi afiliasinya.

Saya menerima telepon setelah saya pulang, penelepon itu ingin suami saya mengambilkan air mineral. Dia sedang memasak saat itu, jadi saya bilang saya yang akan pergi.

Segera setelah saya berpakaian dan bersiap untuk meninggalkan rumah, suami saya berkata bahwa dia akan mengirimkan air untuk Tang (pria) malam itu. Saya pikir jika air bukan untuk kita maka saya tidak ingin keluar. Saya mengganti pakaian saya dan memberi tahu suami saya bahwa sebelumnya saya jatuh dan kaki saya masih sakit, jadi saya tidak akan pergi untuk mengambil air.

Kaki saya sebenarnya baik-baik saja, tetapi segera mulai terasa sakit setelah saya selesai berbicara dengan suami saya. Semakin parah, dan saya tidak bisa berdiri tegak. Kedua sisi lutut saya bengkak, dan sakitnya tak tertahankan.

Saya kemudian memahami bahwa saya salah, dan saya segera mencari ke dalam.

Guru berkata,

“Saya masih ingin memberi tahu kepada kalian, sebenarnya watak hakiki kalian yang dahulu dibangun atas dasar egois dan kepentingan diri sendiri, mulai sekarang kalian berbuat sesuatu harus lebih dulu memikirkan orang lain, mengultivasi diri hingga mencapai kesadaran lurus yang tanpa ego dan tanpa mementingkan diri sendiri, dahulukan orang lain kemudian baru diri sendiri, oleh sebab itu sejak sekarang apa yang kalian lakukan dan katakan juga harus demi orang lain, bahkan memikirkan generasi berikutnya!” (“Sifat Kebuddhaan Tanpa Kebocoran,” Petunjuk Penting untuk Gigih Maju I)

Saya bersedia mengambil air jika itu untuk rumah tangga saya, kalau tidak saya tidak akan. Bukankah saya egois? Saya dengan tulus berkata kepada Guru Li (pencipta Falun Dafa), “Maaf, saya salah!”

Segera setelah saya menyadari kekurangan saya, rasa sakitnya berkurang dan bengkaknya berangsur-angsur mereda. Saya bisa memasak keesokan paginya, dan sekarang saya bisa naik sepeda.

Guru berkata,

“Kultivasi itu tergantung pada diri sendiri, sedangkan evolusi Gong tergantung pada Shifu.” (Ceramah 1, Zhuan Falun)

Saya merasakan Guru Li mengambil beberapa zat buruk setelah pengalaman ini. Saya memahami bahwa pikiran seorang kultivator sangat penting. Seseorang harus benar-benar berkultivasi jika ingin menaikkan tingkat.

Guru berkata,

Berkultivasi Nyata

Belajar Fa mendapatkan Fa
Banding belajar banding kultivasi
Cocokkan setiap masalah
Dapat melakukannya berarti berkultivasi
(Hong Yin I)

Saya akan terus meluruskan diri, dan berperilaku seperti praktisi Dafa. Saya ingin melakukan tiga hal dengan lebih baik dan membantu Guru dalam pelurusan Fa.