Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Guru di Heilongjiang Meninggal Dunia Setelah Dua Bulan Bebas dari Penjara

29 Jan. 2021 |   Oleh koresponden Minghui di Provinsi Heilongjiang, Tiongkok

(Minghui.org) Wang Fan, seorang guru sekolah dasar dari Kota Suihua, Provinsi Heilongjiang, meninggal pada 31 Desember 2020, pada usia 54 tahun. Wang kembali ke rumah pada Oktober setelah menyelesaikan hukuman dua tahun penjara karena menyebarkan materi Falun Gong (juga dikenal Falun Dafa), sebuah latihan spiritual yang telah ditindas oleh rezim komunis Tiongkok sejak 1999.

Wang ditangkap pada 3 Oktober 2018, bersama dengan empat praktisi Falun Gong lainnya. Awalnya dia ditahan di Pusat Penahanan Lanxi, di mana dia dihukum karena menolak untuk memberikan namanya kepada polisi. Kemudian dia dipindahkan ke Pusat Penahanan Kota Anda, di sana dia dipaksa mengenakan belenggu berat setiap jam selama satu bulan lebih. Setelah dipindahkan ke Penjara Wanita Heilongjiang, Wang mengalami penyiksaan fisik dan mental. Dia menderita sakit kepala, tangannya mati rasa, demensia, pingsan dan tekanan darah tinggi sebagai akibatnya.

Wang kembali ke rumah pada awal bulan Oktober, dan menemukan dia telah dipecat oleh Sekolah Dasar Shangzhi setelah mengajar di sana selama 30 tahun dan terkenal sebagai guru yang sangat dihormati dan disukai.

Hanya dua minggu setelah dia mulai mengajar di sebuah lembaga swasta untuk mengatasi kesulitan keuangan, dia pingsan di rumah pada 30 Desember dan dibawa ke rumah sakit. Dia didiagnosis menderita pendarahan batang otak dan meninggal dunia keesokan harinya.

Ditangkap di Kabupaten Lanxi

Wang ditangkap di Kabupaten Lanxi bersama Zhao Tinting, Yang Chuanhou, Bai Xia, dan Wang Fuhua pada 3 Oktober 2018. Kelima praktisi Falun Gong ini diinterogasi di Kantor Polisi Kecamatan Beian. Ketika Wang menolak memberikan namanya, seorang petugas polisi memborgol tangannya ke belakang dan memaksanya berdiri menghadap dinding. Petugas tersebut terus-menerus mengutuk dan mencubit wajahnya dengan kejam.

Seorang petugas polisi lainnya mengancam akan menyemprot air merica. Petugas ketiga memukulnya beberapa kali.

Kemudian polisi mendapatkan informasi pribadi kelima praktisi ini dengan menggunakan teknologi pengenalan wajah. Wang tetap menolak menjawab pertanyaan apa pun selama interogasi.

Pemerasan Uang di Pusat Penahanan Lanxi

Pusat Penahanan Lanxi menggunakan banyak cara untuk memeras uang dari para tahanan dan keluarga mereka. Ketika putra Wang datang berkunjung, dia diminta untuk membayar 1.000 yuan di gerbang dan membeli barang-barang mahal di toko swalayan yang dimiliki dan dikelola oleh penjaga Lu Feifei.

Para penjaga sering mengambil barang-barang atau makanan tahanan. Standar makanan yang diberikan pusat penahanan sangat buruk. Untuk mendapatkan makanan lebih baik, seseorang harus membayar ekstra. Selama 12 hari Wang ditahan di Pusat Penahanan Lanxi, putranya membayar total 1.400 yuan sementara yang lainnya hanya membayar 500 yuan.

Penyiksaan di Pusat Penahanan Kota Anda

Segera setelah Wang dan keempat praktisi lainnya dibawa ke Pusat Penahanan Kota Anda, mereka digeledah. Mereka diberi seragam penjara untuk dikenakan. Seragam itu termasuk kemeja, celana panjang, dan rompi berlabel nama pusat penahanan. Wang menolak mengenakan rompi karena label tersebut. Selama satu bulan, para penjaga tidak memberinya pakaian hangat meski cuaca dingin.

Ada tiga bangsal di pusat penahanan. Penjaga menghasut kepala narapidana di setiap bangsal untuk menyiksa praktisi Falun Gong. Wang menyaksikan seorang praktisi bernama Song Hongwei disiksa oleh kepala narapidana dari bangsal lain. Pada hari pertamanya di pusat penahanan, Song tidak membiarkan penjaga mengambil fotonya. Kepala narapidana dan narapidana lainnya menyeretnya ke kamar kecil dan menyiramnya dengan air dingin. Mereka juga memukul serta menendang dirinya dalam waktu yang lama. Hal yang sama terjadi keesokan harinya.

Meskipun Wang tidak dipukuli, dia sering dipermalukan dan diejek oleh kepala narapidana dan narapidana lainnya. Ketika Wang menolak untuk menyuap mereka, dia disuruh membersihkan kamar kecil selama satu bulan. Para penjaga dan narapidana lainnya mengejek dan mempermalukan dirinya bilamana mereka tidak menyukainya.

Suatu hari di bulan Juni 2019, Wang dan seorang praktisi lainnya terlihat sedang melakukan latihan Falun Gong di sel mereka. Penjaga memasang belenggu yang beratnya hampir 9 kg pada Wang sebagai hukuman. Dia harus mengenakan belenggu sepanjang waktu, bahkan saat tidur. Dengan belenggu ini, dia hanya bisa bergerak dalam langkah kecil dan tidak dapat berjalan dengan punggung lurus. Kaki, paha, punggung, dan pinggangnya kesakitan. Dia butuh beberapa orang untuk membantunya melepaskan pakaian saat mandi.

Setelah dua minggu, seorang penjaga mengatakan padanya bahwa belenggunya akan dilepaskan jika Wang setuju tidak melakukan latihan Falun Gong lagi. Wang menolak dan mengatakan dia tidak melakukan kesalahan apa pun. Narapidana lainnya sangat terkesan dengan Wang, dan seseorang menyemangatinya dengan mengatakan secara diam-diam, “Falun Dafa baik.” Penjaga akhirnya melepaskan belenggu setelah 35 hari, ketika tim inspeksi provinsi akan berkunjung.

Setelah itu, seorang tahanan di sel yang sama memberi tahu Wang, “Saya sungguh mengagumi kalian praktisi Falun Gong. Kalian mempertahankan martabat Falun Gong dengan perbuatan tanpa kehilangan prinsip kalian. Falun Gong luar biasa!”

Pengalaman di Penjara Wanita Heilongjiang

Wang dihukum dua tahun penjara pada Mei 2019. Setelah permohonan bandingnya ditolak, dia dipindahkan ke Penjara Wanita Heilongjiang pada 20 Oktober 2019. Di sana ada lebih dari 300 praktisi Falun Gong dipenjara karena keyakinan mereka.

Praktisi Falun Gong hanya diperbolehkan mengenakan seragam yang diberikan penjara. Bahkan dalam cuaca dingin, mereka tidak diperbolehkan mengenakan pakaian yang lebih berat. Karena Wang menolak melepaskan Falun Gong, dia dipaksa duduk tegak tanpa bergerak di bangku kecil selama lebih dari 18 jam setiap kali, dari jam 04.00 pagi hingga 22.00. Bangkunya sempit dan rendah (tingginya hanya sektiar 25 sentimeter), dan permukaannya tidak rata. Ketika dia tidak sanggup duduk lagi, seorang narapidana berdiri di depannya dan menyatukan kedua kakinya sementara lainnya berdiri di belakangnya dan menggunakan lutut untuk membuat punggung Wang tetap lurus. Tekanan tersebut membuatnya merasa punggungnya patah.

Narapidana lalu membawa Wang ke sebuah tempat di penjara di mana di sana tidak ada kamera pengawas. Mereka meninju, menampar, dan mencubit wajah serta kakinya sampai malam. Keesokan paginya, Wang dibangunkan pagi-pagi untuk duduk di bangku lagi. Pada siang hari, dia merasa pusing. Ketika berusaha bergerak, dia terjatuh. Narapidana yang mengawasinya menuduhnya pura-pura sakit. Kemudian Wang kehilangan kendali atas tangan dan kakinya di kamar kecil serta terjatuh.

Wang dibawa ke rumah sakit penjara dengan tandu. Tekanan darahnya sangat tinggi. Dia diberi obat untuk menurunkan tekanan darahnya. Meskipun masih diejek oleh narapidana dan penjaga, mereka tidak lagi memaksa Wang duduk di bangku kecil atau bekerja.

Sekitar bulan Mei 2020, saat pandemi mereda, penjaga kembali meminta narapidana untuk menulis laporan pemikiran mingguan, bulanan, dan tahunan tentang “transformasi” mereka. Wang menolak untuk menulis apa pun. Ketika narapidana mengancam Wang dengan sel isolasi, dia menjawab, “Kami adalah orang baik, dan kami dianiaya.” Ketika seorang narapidana menendangnya karena tidak duduk dalam posisi yang diminta, Wang dengan serius berkata, “Memukul orang itu melanggar hukum.” Dia menolak mengikuti permintaan yang tidak masuk akal dari para penjaga dan narapidana yang ditugaskan untuk mengawasinya.

Suatu hari ketika narapidana diperintahkan untuk membaca peraturan penjara dengan suara keras, Wang kembali menolak. Dia disuruh duduk di bangku kecil di sudut, tetapi kali ini dia menolak untuk mematuhinya. Wang menjelaskan kepada tim yang memimpin penganiayaan terhadap Falun Gong bahwa praktisi bukanlah penjahat. Pemimpin tim setuju bahwa praktisi Falun Gong tidak bersalah.

Wang akhirnya kembali ke rumah pada 3 Oktober 2020. Dia meninggal dunia dua bulan kemudian.

Artikel terkait dalam bahasa Inggris:

Seven Heilongjiang Falun Gong Practitioners Imprisoned and Tortured for Their Faith

Heilongjiang Woman Convicted for Her Faith Has Been Forced to Wear Shackles for Over a Month

Seven Heilongjiang Province Residents, Including One with a Severe Medical Condition, Sentenced for Their Faith in Falun Gong

Suihua, Heilongjiang Province: Eight Arrested in One Week for Their Faith, Seven Facing Trial

Students and Parents Outraged When a Beloved Teacher Is Arrested Again for Her Belief in Falun Gong

Artikel terkait dalam bahasa Mandarin:

黑龙江绥化市优秀教师王芳遭二年冤狱迫害经历