Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Setelah Menjalani Tiga Hukuman Kerja Paksa, Wanita Jilin Ditangkap Lagi Karena Keyakinannya

15 Okt. 2021 |   Oleh koresponden Minghui di Provinsi Jilin, Tiongkok

(Minghui.org) Seorang warga Kota Jiaohe, Provinsi Jilin ditangkap pada tanggal 14 September 2021, setelah dilaporkan karena berbicara dengan orang-orang di luar taman kanak-kanak tentang Falun Gong.

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah disiplin spiritual yang telah dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak 1999.

Zhao Hongyan [wanita] dibawa ke Pusat Penahanan Kota Jilin pada hari berikutnya. Polisi memaksa keluarganya membayar 1.000 yuan untuk biaya pemeriksaan fisiknya, tanpa memberikan tanda terima.

Zhao mulai berlatih Falun Gong pada tahun 1996. Setelah penganiayaan dimulai pada tanggal 20 Juli 1999, dia pergi ke Beijing untuk memohon hak untuk berlatih Falun Gong dan ditangkap. Dia kembali ke Beijing pada bulan September 2000 dan ditangkap lagi. Saat ditahan di Penguncian Handan di dekat Provinsi Hebei, kakinya mengalami radang dingin yang parah sehingga dia tidak bisa berjalan. Pada bulan Januari 2001, dia dibawa kembali ke Jiaohe dan dijatuhi satu tahun di Kamp Kerja Paksa Kota Jiutai.

Zhao menulis surat kepada abangnya pada tahun 2002, merinci penganiayaan yang dideritanya. Suratnya dicegat oleh Kantor 610 Kota Jilin. Dia ditangkap untuk ketiga kalinya dan dibawa ke sesi cuci otak yang terletak di sebuah hotel. Karena dia menolak untuk melepaskan Falun Gong, dia dijatuhi satu tahun kerja paksa lagi. Dia mengembangkan fibroid rahim karena penyiksaan dalam tahanan dan kemudian dibebaskan dengan pembebasan bersyarat medis.

Zhao ditangkap keempat kalinya pada tahun 2010 setelah dilaporkan karena berbicara dengan orang-orang tentang Falun Gong. Dia dijatuhi hukuman kamp kerja paksa satu tahun ketiga. Ketika dia dibebaskan pada tahun 2011, dia menderita tuberkulosis tulang belakang, dislokasi dan tulang lepas. Dia tidak bisa berjalan atau menggerakkan tubuhnya saat berbaring di tempat tidur. Setelah dia kembali berlatih Falun Gong, kemudian dia pulih.

Selain penganiayaan yang dideritanya sendiri, putri Zhao, Qiu Lin, ditangkap pada tanggal 9 Juli 2020 karena berbicara dengan seorang pensiunan tentang Falun Gong. Ketika pengacara Qin akhirnya diizinkan untuk mengunjunginya di Pusat Penahanan Kota Jilin pada tanggal 9 Januari 2021, dia mengetahui bahwa dia telah diam-diam dijatuhi hukuman tiga tahun dengan denda 2.000 yuan. Dia mengajukan banding atas putusan tersebut, tetapi pengadilan yang lebih tinggi memutuskan untuk menegakkan hukuman aslinya.

Informasi kontak pelaku:

Chen Yantao (陈彦涛), kepala Kantor Polisi Minzhu: +86-13944267722, +86-432-67166777

Yang Hongwei (杨洪伟), kepala Kantor Polisi Hebeijie: +86-13704444491

Niu Wenjun (牛文军), wakil kepala Kantor Polisi Hebeijie: +86-13804444810, +86-432-67656588

(Lebih banyak informasi kontak pelaku tersedia di artikel asli berbahasa Mandarin.)