Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Tabrakan Parah Menjadi Pengalaman Kultivasi yang Menakjubkan

11 Des. 2021 |   Oleh praktisi Falun Dafa di Provinsi Shandong, Tiongkok

(Minghui.org) Saya mengisi ulang tangki bensin skuter pada pagi hari 19 Maret 2014, sebelum saya keluar untuk berbicara dengan orang-orang tentang Falun Dafa. Kualitas gas yang buruk menyebabkan mesin skuter saya terus mati. Dalam perjalanan pulang, saya memutuskan pergi ke pompa bensin di seberang jalan untuk mengganti bensin di tangki.

Saat saya sedang berkendara di seberang jalan, mesin berhenti lagi dan sebuah truk yang melaju kencang menabrak saya. Saya kehilangan kesadaran.

Ketika saya sadar, saya sedang berdiri, dan seseorang memanggil saya. Saya membuka mata dan melihat dua orang memegang tangan saya. Belakangan saya mengetahui mereka adalah sopir truk dan istrinya. Saya mengatakan kepada mereka saya merasa baik-baik saja. Saya perhatikan skuter saya berada di tanah sekitar enam meter (20 kaki) jauhnya dan truk itu berjarak 20 meter.

Sang istri berkata, “Ada luka di tangan dan kepalamu…” Saya ingat Guru mengajari kita untuk tidak membuat masalah terhadap orang lain. Saya mengatakan kepadanya, “Saya baik-baik saja. Hanya cedera kecil. Anda boleh pergi." Salah satu dari orang-orang disekitar meminta nomor telepon saya dan menelepon keluarga saya. Suami, putri, dan menantu saya segera tiba.

Menantu saya marah setelah dia melihat jaket saya robek dan kepala saya berlumuran darah. Dia menendang pengemudi! Saya menghentikannya dan berkata, “Ini bukan kesalahan pengemudi. Skuter saya tiba-tiba mati di tengah jalan.”

Sopir memanggil ambulans. Saya memberi tahu pengemudi dan orang-orang di sekitar, “Saya tidak perlu pergi ke rumah sakit. Saya berlatih Falun Dafa. Dengan perlindungan Guru, saya akan baik-baik saja.” Paramedis tiba dan orang-orang disekitar memaksa saya masuk ke ambulans.

Dokter memberi tahu saya memiliki luka sepanjang 9 cm (3,5 inci) di kepala saya dan dagingnya terlihat. Pembengkakan itu menyebabkan benjolan besar di kepala saya. Ketika dokter mencoba menjahitnya, saya menolak, “Tidak perlu, cukup bilas saja.” Dokter tidak setuju dengan saya. Sopir mengatakan kepada saya dia akan membayar semua prosedur medis. Saya masih bersikeras untuk tidak mendapatkan jahitan.

Menantu saya tidak tahu harus berbuat apa. Putri saya berkata, “Mari kita dengarkan ibu. Dia dalam kesehatan yang baik dan tidak minum obat apa pun selama bertahun-tahun.” Putri saya tidak berlatih Falun Dafa tetapi dia telah melihat banyak hal menakjubkan terjadi pada saya, dan percaya Falun Dafa memiliki kekuatan penyembuhan.

Kami meninggalkan rumah sakit dengan sopir. Di dalam mobil saya memberi tahu dia apa itu Falun Dafa dan mengapa Partai Komunis Tiongkok (PKT) salah menganiaya praktisi. “Harap yakinlah saya tidak akan mengambil sepeser pun dari anda. Saya adalah seorang praktisi Falun Dafa.” Dia melaju ke lokasi kecelakaan.

Suami saya dan istri pengemudi menunggu di sana sepanjang waktu. Suami saya kemudian memberi tahu saya bahwa istri pengemudi sangat khawatir dan percaya suaminya dalam masalah serius. Meskipun suami saya tidak berlatih Falun Dafa, dia membaca buku dan setuju dengan ajarannya. Dia mendukung apa yang saya lakukan untuk mengklarifikasi fakta.

Dia memberi tahu istri pengemudi, “Istri saya berlatih Falun Dafa. Dia tidak akan membuat anda mengalami kesulitan. Dia tidak akan mengambil sepeser pun dari anda. Jangan khawatir."

Sebelum pasangan itu pergi, sopirnya mengeluarkan 2.000 yuan dan berkata kepada putri saya, "Ini untuk ibumu membeli jaket baru dan memperbaiki skuternya." Putri saya mengatakan kepadanya, “Anda mendengar ibu saya di dalam mobil. Begitu juga kami. Kami tidak akan mengambil uang.” Sopir itu berkata, “Saya benar-benar bertemu dengan orang baik. Jika ibumu memilih tinggal di rumah sakit, itu akan menghabiskan banyak uang saya. Saya akan kehilangan pekerjaan dan truk saya.” Untuk meyakinkan pengemudi, keluarga saya menolak menuliskan nama atau nomor teleponnya. Sebaliknya suami saya meninggalkan nomor telepon untuk sopir.

Saya mencuci kepala ketika sampai di rumah. Saya harus mencucinya tiga kali untuk menghilangkan darahnya. Baju saya basah oleh darah. Saya berganti pakaian sebelum melakukan latihan Falun Dafa dan saya melanjutkan hidup seperti biasa.

Praktisi datang menemui saya keesokan harinya, setelah mendengar tentang kecelakaan itu. Luka di kepala saya mulai menutup dan sembuh. Seorang praktisi berkata, “Lihat seberapa baik luka itu sembuh. Jika anda mendapatkan jahitannya, anda harus kembali lagi dan melepasnya.” Bengkaknya hilang malam itu. Anak-anak saya yang datang melihat saya terkejut.

Berita tentang kecelakaan itu menyebar dengan cepat di masyarakat setempat karena terjadi saat lalu lintas padat dan banyak saksi mata. Orang-orang membicarakannya karena mereka tidak mengerti mengapa saya tidak meminta kompensasi dari pengemudi, atau bahkan meminta nomor teleponnya. Mereka merasa kaget dan takjub melihat betapa cepatnya saya sembuh tanpa perawatan medis.

Kecuali praktisi Falun Dafa, tidak ada yang pernah tahu mengapa saya tetap berdiri setelah truk menabrak saya dan skuter saya terlempar sejauh 20 kaki. Itu karena Guru Dafa berdiri tepat di sebelah saya.

Saya berbicara tentang kecelakaan mobil ketika saya mengklarifikasi fakta. Orang-orang berseru, “Anda adalah praktisi Falun Dafa yang tidak meminta uang setelah kecelakaan lalu lintas itu!? Praktisi memang orang baik!”

Saya berusia 69 tahun dan berpendidikan rendah. Setelah saya mempelajari ajaran Falun Dafa, saya tahu bagaimana menjadi orang baik. Setelah saya mulai berlatih Falun Dafa 23 tahun yang lalu, kesehatan dan karakter saya meningkat secara dramatis. April ini adik perempuan saya, yang sudah lebih dari 30 tahun tidak saya temui, pulang. Dia berlari ke arah saya dan memeluk, “Bagaimana kakak menjadi begitu cantik?!” Seorang nenek dari tetangga sebelah juga memuji saya mengatakan bahwa saya lebih cantik daripada ketika saya menikah.

Saya memang terlihat jelek saat menikah. Salah satu mata saya sipit dan wajah saya dipenuhi bintik-bintik. Mata saya tidak lagi sipit serta bintik-bintik saya lenyap setelah saya berlatih Falun Dafa. Kulit saya bersih dan sekarang memiliki kulit kemerahan dengan sedikit kerutan. Ketika adik perempuan saya mengatakan bahwa saya menjadi lebih cantik, mungkin itu karena saya biasanya tersenyum serta tenang dan damai.