Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Pengawasan dan Inspeksi di Penjara Zhengzhou

10 April 2021 |   Oleh Feng Saoai, praktisi Falun Gong di Tiongkok

(Minghui.org) Hampir di setiap sudut di Tiongkok sekarang dilengkapi dengan kamera pengawas, baik itu di ruang publik seperti stasiun bus, jalan, taman dan toko, rumah pribadi, dan bahkan gang dan pedesaan. Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah mengubah negara menjadi negara pengawasan. Begitu orang Tiongkok keluar dari rumah mereka, mereka berada dalam pengawasan setiap menit setiap hari. Ketika mereka di rumah, ponsel dan komputer mereka berubah menjadi alat pengawas.

Pengawasan dan inspeksi paling efektif dan sering dilakukan di penjara PKT, terutama terhadap praktisi Falun Gong. Taktik yang digunakan di Penjara Zhengzhou memberikan gambaran sekilas tentang parahnya penganiayaan terhadap Falun Gong, yang telah menjadi sasaran PKT sejak Juli 1999.

Pemantauan Ketat Tahap Awal

Ketika praktisi Falun Gong tiba di penjara, pengawasan ketat dilakukan untuk menciptakan suasana teror. Mereka tidak diperbolehkan mempunyai ruang pribadi atau waktu untuk bergerak dengan bebas. Dengan isolasi ketat yang dijalankan di waktu yang sama, praktisi secara konstan berada di bawah tekanan.

Kebanyakan praktisi dimasukkan ke Bangsal Kesembilan, yang dibuat untuk menahan praktisi Falun Gong. Setiap praktisi dikurung di ruangan kecil dengan narapidana ditugaskan mengawasi mereka sepanjang waktu. Narapidana ini khususnya dipilih, termasuk yang terpelajar, pandai bicara, kuat, dan kejam.

Narapidana tersebut tidak akan membiarkan praktisi bertemu dengan praktisi lain ketika pergi ke kamar kecil atau menggunakan kamar mandi. Praktisi tidak diperbolehkan mengucapkan salam atau bertukar sapa dengan praktisi lain jika mereka kadang melihat satu sama lain. Mereka dipaksa tidur sedemikian rupa sehingga wajah mereka bisa terlihat.

Sementara itu, pejabat penjara melancarkan berbagai taktik untuk memaksa praktisi melepaskan Falun Gong dengan sebuah “konversi” formal. Mereka menggunakan instruktur, kebanyakan kolaborator yang telah melepaskan Falun Gong di bawah tekanan, untuk memainkan peran “orang baik.” Instruktur itu menggunakan kebohongan dan trik untuk menipu dan membuat praktisi bingung untuk membuat mereka melepaskan keyakinan mereka.

Jika tidak berhasil, mereka akan menggunakan cara-cara keras, termasuk pemukulan, penyiksaan verbal, duduk di “bangku kecil” selama waktu yang lama, dan dijemur di bawah sinar matahari yang menyengat. Mereka juga melarang praktisi untuk tidur, untuk berbelanja di toko penjara, dan menelepon. Beberapa anggota keluarga praktisi juga dibawa masuk dan di instruksikan untuk melakukan sebuah adegan dalam usaha menggunakan emosi keluarga untuk melemahkan keteguhan mereka. Beberapa narapidana bahkan memalsukan tanda tangan praktisi atau sidik jari di surat penyesalan, dan pejabat penjara berpura-pura untuk tidak mengetahui kebenarannya.

Penjara Zhengzhou, sebuah fasilitas kecil yang bisa menampung dua hingga tiga ribu narapidana, menghabiskan beberapa juta yuan untuk kamera pengawas yang secara keseluruhan berada di setiap sudut penjara. Tapi penjaga mengabaikan apa yang tidak ingin mereka lihat, seperti ketika setiap kali praktisi Falun Gong dipukuli.

Suatu kali praktisi Li Junqi dipukuli dengan brutal oleh narapidana Zhang Jianfeng dan narapidana lainnya, yang juga memukuli praktisi Falun Gong lain di koridor. Tapi seluruh video kamera tidak berfungsi waktu itu, dan tidak ada gunanya ketika alarm ditekan. Bukannya menghukum narapidana setelahnya, petugas malahan menghukum Li dengan merantainya.

Pengawasan dan Kontrol Ketat

Praktisi secara konstan diawasi dari hari di mana mereka masuk ke penjara hingga hari di mana mereka dibebaskan. Mereka yang memegang teguh keyakinan mereka menjadi subyek pengawasan dan kontrol ketat.

Untuk narapidana biasa, pemantauan dan kontrol yang ketat adalah hukuman berat yang diberikan setelah penambahan masa hukuman, dan aturan penjara melarangnya digunakan selama lebih dari tiga bulan berturut-turut. Namun, praktisi yang tetap teguh pada keyakinannya sering kali berada di bawah pengawasan ketat selama enam bulan, satu tahun, atau bahkan beberapa tahun, seperti praktisi Bai Hongmin dan Li Junqi.

Praktisi ini berada di bawah pengawasan ketat hampir tidak mempunyai kebebasan. Mereka dipaksa duduk di bangku kecil dari pukul 5 pagi hingga 10 pagi dan hanya diberikan sepotong roti kecil setiap jam makan tanpa sayuran. Ruang kontrol ketat sangat panas di musim panas dengan banyak nyamuk dan dingin di musim dingin, tapi praktisi hanya diperbolehkan menggunakan selimut tipis.

Di Bangsal Kesembilan, narapidana menyiksa praktisi yang berada di bawah pengawasan ketat sesuka hati mereka. Mereka memukuli praktisi dengan kasar kapan pun mereka mau. Ketika para praktisi ini tidak dapat melafalkan peraturan penjara sebagaimana yang diminta, mereka disetrum dengan tongkat listrik.

Pengawasan Terselubung

Di permukaan, praktisi Falun Gong yang dipaksa melepaskan keyakinan mereka tidak lagi berada di bahwa pengawasan khusus. Tapi nyatanya, narapidana masih diperintahkan untuk secara terselubung mengawasi mereka dan melaporkan aktivitas mereka setiap minggu, khususnya sikap mereka pada Falun Gong dan PKT. Jika ada aktivitas mencurigakan, seperti pikiran positif terhadap Falun Gong atau pikiran negatif terhadap PKT, akan dilaporkan, praktisi itu akan dipanggil untuk melapor.

Perlakuan khusus lain bagi para praktisi yang disebut “laporan pikiran” bulanan. Mereka dipaksa untuk berulang kali memperkuat rasa tunduk mereka setiap bulan. Mereka akan dipanggil jika ada di antara mereka yang duduk dengan menyilangkan kaki, mirip dengan pose meditasi.

Inspeksi

Departemen kejaksaan memeriksa penjara untuk menemukan penyimpangan dan pelanggaran atau hukuman yang salah dengan mewawancarai para tahanan secara teratur. Prosesnya tampak mendesak dan nyata setiap saat, dan para tahanan secara aktif melaporkan ketidakadilan yang menimpa mereka. Namun kenyataannya, laporan tersebut jarang diselidiki, terutama dari praktisi Falun Gong.

Gigi praktisi Lu Shunmin dirontokkan dengan tongkat listrik ketika penjaga Chen Youzhi menyiksanya pada tahun 2003. Dia melaporkan kejadian tersebut berkali-kali tetapi tidak pernah mendapat tanggapan. Beberapa narapidana yang dinyatakan bersalah secara ilegal mengajukan pengaduan setiap kali pemeriksaan dilakukan, tetapi tidak ada yang berubah bahkan setelah bertahun-tahun.

Semua inspeksi lainnya hanyalah formalitas. Banyak yang dilakukan melalui video. Penjara diberi tahu sebelumnya, dan pemeriksaan dilakukan setelah penjara menyiapkan dan mengatur semuanya.

Inspeksi internal di Penjara Zhengzhou dilakukan lebih dari sekali seminggu, di tingkat penjara atau tingkat seksi. Beberapa inspeksi dijadwalkan dan beberapa dilakukan secara acak.

Selain inspeksi mingguan, inspeksi menyeluruh dilakukan pada hari libur besar, ketika tahanan harus memindahkan semua barang miliknya, termasuk tempat tidur, ke bawah untuk diperiksa. Para penjaga melewati mereka dengan ceroboh dan melemparkan barang-barang ke lantai. Saat menangani barang-barang milik praktisi Falun Gong mereka sangat teliti.

Laporan terkait dalam bahasa Inggris:

Zhengzhou City Prison Uses Isolation to Try to Force Falun Gong Practitioners to Renounce Their Faith

Falun Gong Practitioners Tortured by Zhengzhou City Prison Guards

Zhengzhou Prison Continues Attempt to Make Falun Gong Practitioners Renounce Their Faith

CCP Torture Method: “Hunger Therapy”