Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

[Fahui Daring Internasional] Benar-Benar Percaya pada Guru dan Fa Telah Mengubah Konsep Fundamental dan Pengalaman Kultivasi Saya Bekerja di Media

12 Juli 2021 |   Oleh praktisi Falun Dafa di New York

(Minghui.org) Salam, Guru! Salam, rekan-rekan praktisi!

Saya mulai berlatih Falun Dafa pada tahun 1996 dan datang ke Amerika Serikat pada tahun 2008. Sepuluh tahun yang lalu ketika saya masih di universitas, praktisi lokal menyarankan agar saya membantu media. Saya ingin berbicara tentang beberapa pengalaman dan peningkatan saya dalam kultivasi saat bekerja di media selama bertahun-tahun.

Ketika saya masih junior dan senior di universitas, saya membantu melaporkan Shen Yun di banyak kota di AS. Saya kemudian berpartisipasi dalam pelaporan berita, dan saya juga berpartisipasi dalam sebuah acara untuk menghentikan penganiayaan Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Saat mewawancarai seorang sarjana dari Tiongkok, saya membantunya mengundurkan diri dari PKT dan organisasi afiliasinya. Saya merasa bekerja di media memberi banyak kesempatan untuk membangunkan hati nurani masyarakat.

Setelah lulus, saya pindah ke sebuah kota kecil di Amerika Serikat bagian selatan untuk belajar gelar Master. Saya terus membantu dengan laporan media pada akhir pekan. Tetapi saya segera menemukan bahwa tidak mudah untuk menyeimbangkan jadwal akademis yang sibuk dan keterlibatan dalam Dafa dan klarifikasi fakta.

Saya sering harus begadang untuk menyelesaikan tugas sekolah dan kemudian terbang ke kota lain pada akhir pekan untuk mengerjakan liputan berita. Saya adalah satu-satunya praktisi di kota kecil itu, dan saya merasa tidak memiliki lingkungan kultivasi yang baik. Pada saat itu, praktisi lain menyarankan agar saya bekerja di media penuh waktu. Saya mulai memikirkannya dengan serius.

Saya meninggalkan sekolah pada tahun 2014 dan bekerja sebagai reporter penuh waktu untuk surat khabar The Epoch Times di Washington D.C. Bekerja sebagai jurnalis di sana sebagian besar termasuk menghadiri acara, melakukan wawancara, mengambil foto, dan menulis artikel. Ketika saya masih di sekolah, hobi saya adalah menulis dan fotografi.

Sebagai seorang jurnalis, saya berpartisipasi dalam ceramah think-tank dan berbagai pameran setiap hari. Ini membantu saya mendapatkan pengetahuan dan wawasan. Setiap hari saya melakukan apa yang saya suka dan apa yang saya kuasai. Saya bisa keluar, menjelajah, dan bertemu orang-orang dari semua lapisan masyarakat. Saya juga dapat berpartisipasi secara langsung dalam melaporkan kegiatan praktisi.

Meskipun saya sering harus begadang dan menulis artikel, saya jarang merasa bekerja keras. Sebaliknya, saya merasa pekerjaan bermakna dan menarik. Saya berpikir menemukan pekerjaan terbaik--di sini di media.

Bergabung dengan Epoch Times Bahasa Inggris

Secara kebetulan, saya mulai bekerja di kantor pusat New York pada tahun 2017. Saya merasa seperti memulai perjalanan kultivasi yang benar-benar baru ketika saya meninggalkan pekerjaan yang saya kuasai dan minati. Karena kebutuhan kantor pusat New York berubah, saya ditugaskan kembali ke departemen yang berbeda.

Alasannya beragam, mulai dari tim kerja saya direorganisasi, hingga harus bergabung dengan tim lain karena lebih banyak orang dibutuhkan di sana. Saya merasa terganggu pada awalnya, tetapi begitu saya ingat jalur kultivasi kami diatur oleh Guru, saya mengerti ini adalah kesempatan untuk meningkat.

Tim tempat saya berada direorganisasi lagi pada akhir 2018. Secara kebetulan, saya dipanggil oleh supervisor saat ini untuk bekerja di departemen langganan Epoch Times bahasa Inggris yang baru didirikan, tempat saya bekerja sejak saat itu.

Ada kurang dari sepuluh orang di tim kami. Kami mulai dari awal dan melakukan segala yang kami bisa untuk membantu keberhasilan surat khabar. Kami tidak memiliki pengalaman apa pun. Saya menyaksikan perkembangan usaha ini yang dimulai dari nol. Saya matang dengan proyek ini dan menemukan bahwa ada banyak kesempatan untuk meningkatkan Xinxing. Beberapa bulan terakhir ini, saya merasa telah membuat terobosan besar dalam kultivasi.

Pada awalnya, atasan saya meminta untuk fokus pada koordinasi layanan pelanggan. Saat itu (sekitar dua tahun yang lalu) hanya ada beberapa orang yang bekerja di layanan pelanggan. Tekanan kami sebagian besar berasal dari umpan balik pelanggan tentang berbagai masalah. Karena kebanyakan dari kami tidak memiliki banyak pengalaman bekerja dalam peran layanan pelanggan, dan kami harus mencari cara untuk menangani berbagai situasi.

Kami terkadang berurusan dengan satu masalah yang merepotkan ketika banyak masalah lain tiba-tiba muncul. Pada satu waktu beban kerja kami meningkat tetapi tenaga kerja kami tetap. Saya harus bekerja lembur. Sepanjang hari otak saya dipenuhi dengan masalah dan keluhan pelanggan.

Kadang-kadang saya merasa sangat stres dan tidak berdaya sehingga menangis saat duduk di depan komputer. Namun, saya memiliki pikiran lurus yang kuat dan saya tahu bekerja keras demi menyelamatkan pelanggan ini. Ketika saya menghadapi masalah yang sangat sulit, saya meminta bantuan Guru, dan pada akhirnya semuanya terselesaikan.

Karena jumlah pelanggan kami kemudian meningkat dan produk kami diperbarui dan ditingkatkan, kami memiliki masalah yang semakin kompleks untuk ditangani. Selama periode waktu ini, lebih banyak anggota yang bekerja dari jarak jauh bergabung dengan tim. Karena anggota tim berasal dari wilayah yang berbeda dan zona waktu yang berbeda, sebagai koordinator, beban kerja saya meningkat dan menjadi lebih berat.

Pada saat itu, hotline sibuk dari pagi hingga malam, dan tekanannya begitu besar sehingga anggota kelompok sering tidak punya waktu untuk memancarkan pikiran lurus. Bahkan menjadi sulit untuk menjamin waktu untuk belajar Fa dan melakukan latihan. Ada suatu masa ketika kami merasa ada banyak gangguan dari dimensi lain, dan beberapa anggota tim mengalami kesengsaraan keluarga dan fisik.

Karena praktisi tidak tinggal di zona waktu yang sama, ini membuat upaya sebelumnya untuk mengatur kelompok belajar Fa dan berbagi kultivasi tidak berhasil. Namun, saya menyadari anggota tim kami perlu memperkuat kondisi kultivasi kelompok kami.

Seorang praktisi yang mata ketiganya terbuka mengatakan kepada saya bahwa dia melihat faktor-faktor jahat di dimensi lain mengganggu rekan-rekan praktisi dan membuat mereka menderita karma penyakit. Kami kemudian meminta setiap anggota tim menyisihkan setengah jam setiap Senin malam untuk memancarkan pikiran lurus bersama.

Setelah kami memancarkan pikiran lurus bersama pada hari Senin berikutnya, rekan praktisi dengan mata ketiga terbuka dengan gembira mengatakan dia melihat Guru datang sementara kami memancarkan pikiran lurus. Dia berkata Guru melihat kami dengan gembira. Saya merasa sangat terdorong dan merasa kami harus terus berbagi pengalaman kultivasi mingguan dan memancarkan pikiran lurus.

Tradisi memancarkan pikiran lurus mingguan kami dan berbagi pengalaman terus berlanjut hingga hari ini. Meskipun jumlah orang yang berpartisipasi bervariasi, saya merasa kami semua mendapat banyak manfaat darinya. Kami mulai mengadakan belajar Fa dan melakukan latihan selama satu jam di kantor dua kali seminggu. Semua praktisi di tim kami merasa ini sangat bagus.

Dengan pesatnya pertumbuhan Epoch Times versi bahasa Inggris dan peningkatan pesat dalam jumlah pelanggan, tim layanan pelanggan selanjutnya juga berkembang. Semakin banyak praktisi bergabung dengan kami. Kami perlahan-lahan membangun tim manajemen kami sendiri, dari beberapa orang di awal, menjadi belasan, puluhan, dan kemudian ratusan anggota tim.

Meskipun layanan pelanggan terdengar sederhana, seolah-olah yang perlu dilakukan hanyalah menjawab panggilan telepon dan membalas email, sebenarnya ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Semua prosedur ini terkait dengan kualitas layanan pelanggan secara keseluruhan. Saya terkadang merasa memastikan layanan pelanggan dilakukan dengan baik adalah proyek yang rumit dan besar.

Bekerja sebagai Koordinator Membantu Menyingkirkan Keegoisan Saya

Saya merasa koordinasi menjadi semakin sulit dan persyaratan untuk Xinxing dan kapasitas saya semakin tinggi dengan perluasan tim dan penambahan rekan baru. Hal ini terutama terjadi karena tim kami terdiri dari anggota dari latar belakang budaya yang berbeda, bahasa yang berbeda, usia, kepribadian, dan komunikasi serta kebiasaan kerja yang berbeda.

Saya merasa semua keterikatan yang tersembunyi terungkap dalam proses bekerja dengan rekan-rekan praktisi. Di masa lalu, saya pikir sangat kooperatif.

Setelah saya menjadi koordinator, menyadari betapa sombongnya saya. Saya memiliki budaya PKT yang kuat, sifat iri hati, mentalitas pamer, mentalitas bersaing, dan kebencian. Saya ingin memaksakan kehendak pada orang lain, dan saya tidak suka dikritik.

Selama beberapa waktu saya sering mengalami gesekan Xinxing dengan rekan-rekan praktisi. Padahal dalam hati saya tahu itu salah, saya berperilaku buruk ketika saya dihadapkan dengan konflik. Saya bahkan mengeluh dan bertanya-tanya mengapa orang lain tidak memiliki pengertian atau empati terhadap saya padahal saya sudah bekerja sangat keras dan sangat lelah.

Kadang-kadang saya meminta maaf kepada anggota tim di permukaan, tetapi saya sebenarnya berpikir, "Karena permintaan maaf saya sangat sopan, tidakkah anda harus melihat ke dalam dan meminta maaf kepada saya juga?" Sampai saya melepaskan keterikatan ini, tidak ada cara untuk benar-benar menyelesaikan konflik dan kesenjangan dengan praktisi lain.

Saya merasa seperti akan meledak setiap kali rekan-rekan praktisi menunjukkan kesalahan atau mengatakan saya memiliki budaya Partai. Saya tidak bisa menerimanya. Sebaliknya, saya membenci mereka.

Pada saat itu, saya merasa tidak dapat melewati kesengsaraan dan tidak dapat meningkatkan kultivasi. Ada kesenjangan antara saya dan rekan-rekan. Selain tekanan dari pekerjaan layanan pelanggan itu sendiri, saya mendengar umpan balik negatif sepanjang hari, setiap hari. Saya menjadi sangat tertekan dan tidak dapat mengikuti tiga hal yang Guru minta dari kami.

Keadaan depresi ini memicu masalah dalam kultivasi saya. Selama tahun-tahun kultivasi ini, ada karma pikiran yang kuat yang akan membuat saya kehilangan kepercayaan pada kultivasi, dan membuat saya merasa tidak layak atas penyelamatan Guru. Saya bahkan mulai curiga ada sesuatu yang salah.

Karena saya mulai berlatih dengan orang tua, saya selalu merasa Guru telah mengatur agar saya memiliki lingkungan kultivasi terbaik dan anggota keluarga saya yang rajin diatur untuk selalu membantu saya. Guru juga memberi saya segala macam bimbingan dan bantuan dalam mimpi dan selama proses kultivasi saya.

Karena itu, saya selalu merasa tidak ada alasan untuk gagal dalam kultivasi. Tetapi sebenarnya, saya sering merasa tidak melakukannya dengan baik, tidak menghargai Dafa dan kesempatan untuk berkultivasi, dan terus-menerus membuat kesalahan dalam kultivasi dan mendiskreditkan Dafa.

Saya dapat menekan pikiran-pikiran ini ketika kondisi kultivasi baik karena saya mengerti keyakinan dalam kultivasi saya sendiri juga berasal dari percaya pada Guru dan Fa. Saya merasa harus percaya dengan Guru dan Fa yang begitu besar, Guru pasti dapat memberikan saya penyelamatan.

Namun, karma pikiran ini akan keluar ketika saya merasa telah melakukan dengan buruk atau saya tidak dapat melewati kesengsaraan untuk waktu yang lama. Saya merasa seperti sedang berjuang di bawah air keruh.

Selama waktu itu, saya merasa butuh banyak keberanian untuk pergi bekerja setiap pagi. Menghadapi setiap hari menjadi siksaan. Meskipun saya tahu sedang mengalami kesengsaraan dan harus bertahan, saya merasa secara mental, telah mencapai batas. Kemudian, ketika saya menderita secara mental dan menghadapi tekanan dan berbagai keluhan dan ketidakpuasan dari pelanggan, rasanya jantung saya seperti melintir, dan sulit bernafas.

Di tengah rasa sakit ini, saya masih memiliki seutas rasionalitas. Saya berkata pada diri sendiri untuk terus bekerja setiap hari apa pun yang terjadi, karena saya percaya lingkungan ini akan membantu. Saya merasa jika kehilangan lingkungan bersama ini, situasi saya akan lebih buruk.

Kadang-kadang ketika saya pergi bekerja, saya merasa substansi yang membebani saya berkurang. Saya mencari cara untuk menerobos cengkeraman kekuatan lama. Jauh di lubuk hati, saya tahu semua pikiran buruk itu bukanlah watak hakiki saya. Dari waktu ke waktu, saya ingat apa yang Guru katakan,

“Sesungguhnya segala yang tidak sesuai dengan Dafa dan Zheng Nian pengikut Dafa, semuanya juga disebabkan oleh keterlibatan kekuatan lama, termasuk segala unsur yang tidak lurus dari diri sendiri, inilah sebabnya mengapa saya menetapkan pemancaran Zheng Nian sebagai satu di antara tiga hal besar bagi pengikut Dafa untuk dilakukan. Perihal memancarkan Zheng Nian, satu aspek ditujukan pada eksternal, satu aspek ditujukan pada internal, sesuatu yang tidak lurus tak ada siapa pun yang dapat meloloskan diri, hanya saja sikap kita terhadap pemancaran Zheng Nian berbeda, perwujudannya juga berbeda.” (“Pergolakan yang Ditimbulkan oleh Sebuah Artikel tentang Fu Yuanshen”)

Saya tahu kekuatan lama mencoba mematahkan keinginan dan keyakinan saya dalam kultivasi. Saya tidak bisa membiarkan kekuatan lama menang.

Saya juga mulai merenungkan mengapa kondisi kultivasi saya jatuh. Saya menyadari karena jadwal kerja yang sibuk, saya mengendur dalam belajar Fa dan memancarkan pikiran lurus, yang merupakan dasar kultivasi kami. Ini sebenarnya akar masalah saya.

Setelah berkultivasi selama ini, saya tahu selama dapat belajar Fa dengan tenang dan memancarkan lebih banyak pikiran lurus, tidak ada kesengsaraan atau kesulitan yang tidak dapat saya atasi. Saya mematut diri untuk berpartisipasi dalam kelompok belajar Fa pagi sebanyak mungkin. Saya juga memutuskan untuk belajar dan menghafal Fa lebih banyak.

Saya membaca artikel di Minghui.org yang ditulis oleh rekan-rekan praktisi tentang pengalaman dan wawasan mereka saat menghafal Zhuan Falun. Saya merasa sangat terdorong, dan juga ingin menghafal Fa. Pada awalnya saya khawatir tentang kesulitan; Saya merasa terlalu sibuk dengan pekerjaan dan sudah sulit untuk menjamin belajar Fa berhadapan muka setiap hari.

Namun, saya ingin menggunakan waktu luang untuk menghafal sebanyak yang saya bisa. Saya merasa jika menghafal satu paragraf saja saya akan mendapatkan banyak. Saat naik kereta bawah tanah, berjalan, atau menunggu, saya mulai melafalkan Zhuan Falun. Meskipun saya tidak dapat menghafalnya dengan lancar, saya sering memahami konsep Fa yang tidak saya lihat sebelumnya. Itu sangat membantu untuk meningkatkan kultivasi saya. Saya sekarang hampir selesai menghafal Zhuan Falun.

Menghafal Fa selama periode kultivasi saya memainkan peran penting. Dalam proses menghafal Fa, Guru telah membantu saya melepaskan banyak simpul dalam pikiran. Misalnya, saya dapat mengenali memiliki sifat iri hati yang kuat. Saya sering merasa ini menciptakan kesenjangan antara rekan praktisi dan saya, dan mencegah saya memperlakukan orang-orang di sekitar dengan kebaikan dan belas kasih seorang kultivator sejati.

Meskipun saya mengenalinya, saya merasa mentalitas ini sulit dihilangkan. Terkadang sepertinya ada yang dihilangkan, tapi saya juga sering merasa ada di mana-mana. Saya merasa sangat tertekan. Mengapa keterikatan ini begitu kuat? Bagaimana cara menyingkirkannya? Mengapa saya tidak bisa bahagia dari lubuk hati ketika orang lain memiliki hal-hal baik, merasa itu tidak adil?

Suatu hari, ketika saya sedang menghafal Fa tentang "sifat iri hati" di Zhuan Falun, saya tiba-tiba melihat kalimat Fa Guru:

“Dua konsep yang berbeda ini dapat menimbulkan konsekuensi yang berbeda. Ia dapat menimbulkan sifat iri hati.”

Ketika saya mengingat kalimat ini, mata saya tiba-tiba tertuju pada kata-kata “Konsep”. Saya menyadari Konsep diri sendiri yang menimbulkan sifat iri hati.

Saya pikir pasti ada beberapa konsep salah yang menghalangi. Saya mengikuti sifat iri hati ini untuk menggali jauh ke dalam konsep di baliknya. Saya menyadari sifat iri hati ini berasal dari tidak ingin melihat orang lain lebih baik dari saya. Dengan kata lain, saya harus lebih baik dari yang lain. Saya menyadari ini adalah semacam mentalitas yang dibentuk oleh pendidikan budaya Partai yang saya terima ketika masih kecil.

Dalam pendidikan budaya Partai, hanya yang kuat yang bisa bertahan dan tidak akan tersingkir di masyarakat, sedangkan yang lemah menyedihkan dan tidak bisa bertahan. Saya menyadari jika ingin menghilangkan sifat iri hati, saya harus membalikkan pikiran ini. Mengapa saya harus lebih baik dari yang lain?

Kehidupan seseorang sudah ditentukan, dan Guru telah mengatur yang terbaik untuk kami. Saya hanya harus melakukan hal-hal yang harus saya lakukan dengan baik. Saya tiba-tiba merasakan pencerahan. Sejak saat itu, saya merasa sifat iri hati saya lebih mudah disingkirkan. Segera setelah itu muncul, saya tahu itu bukan saya, dan menyingkirkannya dari pikiran.

Setelah itu, saya menyadari banyak masalah dalam kultivasi saya mungkin disebabkan oleh berpegang teguh pada beberapa kesalahpahaman yang belum saya kenali. Saya mulai mencari hal ini. Saat saya terus belajar Fa dan mencari ke dalam, saya tiba-tiba menyadari masalah mendasar dalam kultivasi saya; motivasi saya untuk berkultivasi didasarkan pada keegoisan.

Segera setelah saya menyadari hal ini, saya merasakan kejutan. Saya belajar Fa selama bertahun-tahun, dan selalu melihat di dalam Fa, Guru mengharuskan kita tidak mementingkan diri sendiri dan memikirkan orang lain ketika melakukan sesuatu. Namun sepertinya saya tidak pernah serius memikirkan mengapa kita harus tidak mementingkan diri sendiri.

Saya merasa seperti terjebak dalam kultivasi. Saya terus memikirkan masalah keegoisan dan ketidakegoisan. Saya merasa hanya bisa melewati situasi ini jika saya benar-benar mengerti dan meningkat dari prinsip-prinsip Fa. Saya diam-diam memohon Guru untuk mencerahkan saya. Suatu hari, saya tiba-tiba tidak lagi terjebak dengan masalah ini.

Saya berkata pada diri sendiri inilah yang diminta Guru. Yang harus saya lakukan adalah melakukan apa yang Guru katakan. Sebagai kehidupan kecil di alam semesta, kehidupan yang diciptakan oleh Sejati-Baik-Sabar, saya harus berasimilasi dengan Dafa dan karakteristik alam semesta.

Saya benar-benar merasa ketika saya memiliki pemikiran untuk berasimilasi dengan Dafa tanpa syarat, bagian terdalam dari hidup saya dan seluruh kultivasi saya mengalami perubahan mendasar yang sangat besar. Saya akhirnya tahu bagaimana menapaki jalan di masa depan, menyingkirkan keegoisan, dan menjadi makhluk yang benar-benar tidak mementingkan diri sendiri dan benar-benar berasimilasi dengan Dafa.

Guru berkata,

“Melalui Xiulian dan membaca buku secara terus-menerus, di dalam proses Xiulian berangsur-angsur mencapai keadaan dapat benar-benar memahami Fa di dalam basis Fa. Anda mematut diri sendiri dengan tuntutan yang lebih tinggi, berupaya mengekang pikiran buruk, anda berupaya memandang hambar dan menyingkirkan hal-hal yang menjadi keterikatan anda. Bagian anda yang dapat memenuhi kriteria itu, sekalipun hanya dalam waktu sedetik, akan segera ditetapkan. Dengan demikian tiada hentinya, tiada hentinya menerobos ke permukaan. Akhirnya semua sudah habis diterobos, ketika lapisan terakhir berhasil diterobos, anda akan menemukan pikiran dan pandangan anda sama sekali sudah bukan seperti semula, cara anda berpikir sudah tidak sama dengan semula, itu adalah anda yang sesungguhnya, watak dasar anda yang sesungguhnya. Sedangkan segala sesuatu yang tidak dapat anda lepas dan yang anda pikirkan sekarang, semuanya adalah konsep yang terbentuk pasca lahir, yang membelit diri anda.” (Ceramah Fa pada Konferensi Fa Amerika Serikat Barat)

Seperti yang Guru katakan dalam bagian Fa ini, setelah perubahan internal terjadi, saya merasa bahwa seluruh cara berpikir dan cara memandang orang-orang dan lingkungan sekitar berubah secara drastis. Perubahan cara berpikir ini juga secara mendasar mengubah banyak konsep saya.

Di masa lalu, saya selalu merasa kultivasi itu sulit dan menyakitkan. Saya terikat pada kapan itu akan berakhir. Saya juga khawatir tidak berkultivasi dengan cukup baik, dan saya takut tingkat kultivasi saya akan jatuh suatu hari karena tidak dapat mempertahankan Xinxing atau tidak dapat bertahan jika waktu kultivasi diperpanjang.

Ketika saya menyadari kultivasi adalah tentang berasimilasi dengan Dafa dan harus memperhatikan orang lain tanpa syarat, kultivasi tiba-tiba tampak tidak terlalu sulit, menyakitkan, atau rumit. Ketika saya mengalami kesengsaraan di masa lalu, saya tidak dapat memahami ini tidak peduli bagaimana saya mencoba.

Saya akan terjebak dalam cobaan dan merasa bahwa itu sangat pahit. Saya bahkan merasa proses kultivasi saya tampaknya lebih sulit daripada yang lain. Saya merasa harus menanggung lebih dari yang lain. Sebenarnya, itu semua disebabkan oleh keegoisan. Saya mengutamakan kebahagiaan, kemarahan, kesedihan, perasaan, dan diri saya sendiri, daripada berasimilasi dengan persyaratan Guru, Dafa, kultivasi, dan makhluk hidup.

Guru berkata,

“Kita umumnya di saat menjumpai masalah apapun, selalu memandang ke luar, mengapa kamu memperlakukan saya seperti ini? Dalam hati merasa telah diperlakukan tidak adil, bukan sebaliknya memeriksa diri sendiri, ini merupakan hambatan paling besar dan paling fatal bagi semua makhluk hidup.” (Ceramah Fa pada Konferensi Fa di Singapura)

Ketika saya dapat menempatkan asimilasi Dafa dan orang lain di atas diri saya sendiri, saya tidak lagi membuang waktu bertanya-tanya mengapa ini terjadi pada saya atau mengapa orang lain memperlakukan saya seperti ini. Sebaliknya, saya berupaya keras mencari kesalahan dan kekurangan saya sendiri tanpa syarat. Saya mencoba untuk memperhatikan orang lain. Saya mengingatkan diri sendiri jika tidak ada yang perlu saya perbaiki, saya tidak akan mengalami kesengsaraan itu.

Di masa lalu, meskipun saya mendengar Guru mengatakan bahwa hal-hal baik dan hal-hal buruk adalah hal-hal yang baik, saya tidak mengubah konsep. Sekarang, saya melihat segala sesuatu yang terjadi sebagai kesempatan untuk berasimilasi lebih jauh dengan Dafa. Apa pun yang terjadi, Guru menunjukkan kepada saya melalui kejadian itu apa kekurangan saya dan bagaimana saya dapat meningkatkannya. Sekarang, saya benar-benar berpikir ini adalah hal yang hebat.

Adapun rekan-rekan praktisi, saya dapat mengabaikan kekurangan mereka. Saya menyadari Guru secara sistematis mengatur jalur kultivasi semua praktisi. Ketika apa yang dikatakan atau dilakukan beberapa praktisi mengganggu saya, saya sekarang menyadari ini dimaksudkan agar saya melihat dan merenungkan kekurangan diri sendiri. Saya tidak lagi melihat rekan-rekan praktisi dengan konsep dan prasangka seperti sebelumnya, juga tidak fokus pada kekurangan mereka. Apa yang saya lihat sekarang adalah kekuatan mereka dan di mana mereka telah berkultivasi lebih baik dari saya.

Ibu saya, seorang rekan praktisi, pernah berkata saya tidak bagus dalam berkultivasi dan tidak jelas tentang Fa. Saya tidak pernah menganggap serius kata-katanya. Saya berpikir saya telah berkultivasi selama bertahun-tahun, dan setelah banyak cobaan dan kesulitan, bagaimana mungkin saya tidak tahu banyak tentang kultivasi? Tetapi setelah konsep egois yang mendasar ini berubah, saya menyadari benar-benar tidak mengerti bagaimana berkultivasi sebelumnya.

Pada saat yang sama, saya juga menyadari sebagai seorang koordinator, saya harus melakukan yang terbaik untuk bekerja sama dengan orang lain dan membantu orang lain, sehingga setiap orang dapat memberikan kekuatan penuh dan memaksimalkan kemampuan mereka. Setiap kali saya memiliki pikiran negatif, saya segera menyadari ini adalah kekuatan lama yang ingin menciptakan penghalang. Saya tidak bisa membiarkan kekuatan lama berhasil, jadi saya dengan penuh semangat memancarkan pikiran lurus untuk melenyapkan kejahatan yang mengganggu tim kami secara keseluruhan.

Melihat kembali perkembangan tim layanan pelanggan kami, kami telah berkembang dari beberapa orang menjadi ratusan, dari menangani ratusan permintaan layanan pelanggan sehari menjadi ribuan. Dari melakukan semuanya secara manual, kami perlahan-lahan dapat mengotomatiskan banyak masalah dan secara signifikan meningkatkan efisiensi kerja kami.

Ini adalah hasil dari dedikasi dan kerja keras yang tak terhitung dari semua rekan praktisi dalam kelompok kami. Saya merasa sangat beruntung dapat bekerja dalam tim seperti itu, dan saya sangat berterima kasih kepada rekan-rekan praktisi di tim kami atas bantuan, dorongan, dan toleransi mereka.

Manajer kami juga sangat memperhatikan kultivasi tim, terutama para praktisi muda, dan telah menciptakan lingkungan belajar Fa dan kultivasi yang baik bagi kami. Saya juga sangat berterima kasih kepada ibu karena dengan sabar dan tanpa lelah berbicara dengan saya berkali-kali, dan membantu saya menyelesaikan simpul di hati.

Kesimpulan

Lebih dari 20 tahun telah berlalu sejak saya mulai berlatih kultivasi pada usia lima tahun. Ada banyak keajaiban, besar dan kecil, yang terjadi selama saya berkultivasi Dafa.

Melihat kembali jalan yang tidak rata dan bergelombang yang telah saya lalui, saya tidak dapat menggambarkan betapa bersyukurnya saya kepada Guru. Melalui kultivasi, saya menyadari ketika seorang praktisi mengesampingkan egonya dan tanpa syarat berasimilasi dengan Fa dan memikirkan orang lain dan makhluk hidup dari hati, hatinya akan dipenuhi dengan cahaya, belas kasih, dan kedamaian. Kebebasan ini benar-benar tidak ada bandingannya dengan kegembiraan orang-orang biasa.

Akhirnya, saya ingin mengakhiri berbagi pengalaman saya dengan puisi Membantu Guru” dari Hong Yin III,

“Pahlawan berjumlah banyak berkumpul dan menyatu dalam arus mahabesar

Walau berbeda golongan, usaha dan pekerjaan

Namun pengikut Dafa adalah satu tubuh

Membantu Shifu meluruskan Fa mengekang pengaruh jahat.”

Terima kasih Guru! Terima kasih, rekan-rekan praktisi!

(Konferensi Fa daring Internasional 2021)