Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Wanita Menemukan Kebahagiaan Dengan Mengikuti Prinsip Sejati-Baik-Sabar

2 Juli 2021 |   Oleh koresponden Minghui di Taiwan

(Minghui.org) Lei Xiaozhen adalah seniman pemula di Taiwan dengan karir yang sukses. Memikirkan kembali belasan tahun terakhir, dia memuji Falun Dafa karena telah membimbingnya melewati masa-masa sulit. Dia mengatakan rahasia hidup bahagia adalah hidup dengan prinsip Falun Dafa Sejati-Baik-Sabar.

Lei terkenal di Taiwan karena membuat replika makanan yang realistis menggunakan bahan wol. Media Taiwan telah mempublikasikan karyanya dan memberinya sambutan hangat. Karyanya juga memenangkan Penghargaan Budaya dan Kreatif di Taiwan Creative Expo tahun 2019. Namun, jalan kesuksesannya tidak selalu berjalan mulus.

Lei Xiaozhen dan keluarganya

Kembali Berkultivasi Saat Pernikahan Bermasalah

Dua puluh tahun yang lalu di usia 18 tahun, Lei menjabat sebagai perwira angkatan laut di Kementerian Pertahanan Nasional. Pada saat itu anggota keluarganya baru saja mulai berlatih Falun Gong. Dia ingat adik laki-lakinya mengatakan kepadanya, “Guru Li Hongzhi ada di sini untuk menawarkan penyelamatan.” Dia tercengang dengan perkataan adik laki-lakinya dan berpikir dia pasti memiliki pemahaman tertentu tentang Falun Gong. Namun, selain belajar Fa bersama keluarganya saat liburan, Lei tidak membaca buku utama Falun Dafa yakni buku Zhuan Falun, sendiri.

“Saya mendambakan kehidupan yang nyaman,” kenangnya. Sejak usia muda, Lei selalu bermimpi memiliki kisah asmara layaknya dongeng. Di satu titik, dia terjebak dalam pusaran emosi dan berhenti berkultivasi. Namun di tengah malam, dia sering merasa mati rasa. Dia sesekali bertanya pada dirinya sendiri, “Bisakah saya kembali berkultivasi?”

Lei kemudian menikah. Mimpinya tentang pernikahan dongeng hancur oleh kenyataan seringnya pertengkaran. Suaminya berkata bahwa Lei hanya ingin orang lain memperlakukannya dengan baik dan mengikuti tuntutannya, namun dia tidak pernah memikirkan bagaimana orang lain ingin menjalani hidup mereka, dan sangat egois.

Tidak ingin pernikahannya berantakan, Lei secara bertahap menyadari bahwa pernikahan sempurna yang dia cari hanyalah keterikatan, karena emosi dapat menyebabkan kebencian dan dendam.

Dia tahu harus kembali berkultivasi setelah melihat masalah dalam pernikahannya. Melalui membaca artikel berbagi pengalaman secara teratur di situsweb Minghui dan mendengarkan radio Minghui dia mendapat motivasi untuk kembali berlatih Falun Dafa. Dia mendengarkan radio Minghui bersama putranya, yang duduk di bangku sekolah dasar, dan tanpa sadar, seiring dengan karakternya yang membaik, lingkungan di sekitarnya juga berubah. Perubahan yang paling kentara adalah sikap suaminya.

Hubungan Menjadi Harmonis

Selain berusaha meningkatkan karakternya, Lei menjadi rajin berlatih dan belajar Fa secara teratur. Migrain yang selalu dia alami selama menstruasi benar-benar hilang. Suaminya mulai mengingatkan dia dan putranya untuk melakukan latihan dan belajar Fa, karena dia telah menyaksikan manfaatnya bagi Lei. Suaminya sering bertanya padanya, “Apakah kamu sudah melakukan latihan hari ini?”

Pasangan itu berhenti bertengkar karena hal-hal kecil. Ketika mereka memiliki perbedaan pendapat, Lei akan membicarakannya dengan tenang dan rasional. Dia bahkan berebut melakukan pekerjaan rumah. Sambil bergurau dia berkata kepada suaminya, “Tidak apa-apa, biarkan saya mencuci piring! Saya akan menganggap kesulitan sebagai kultivasi.” Suaminya akan menjawab, “Saya juga ingin menanggung kesulitan. Kalau tidak, pada akhirnya kamu akan menanggung semuanya.” Baik suami dan istri memperlakukan satu sama lain dengan hormat. Ini adalah kebahagiaan yang tidak pernah dia impikan sebelumnya.

Lei berkata, “Seorang praktisi harus dibimbing oleh Sejati-Baik-Sabar. Saya mulai memperhatikan kata-kata dan tindakan saya serta belajar bicara pelan tanpa merasa terganggu. Saya menjadi lebih baik dalam menangani hubungan dengan keluarga. Saya melihat sesuatu dari sudut pandang mereka dan ini membantu mencegah konflik yang tidak seharusnya terjadi.”

Terjun ke Dunia Bahan Wol

Berlatih Dafa tidak hanya mengubah lingkungan keluarganya, Lei juga mampu menghadapi pasang surut karirnya dengan mencari ke dalam untuk melenyapkan keterikatan pada nama dan kepentingan.

Pada tahun 2016, Lei memutuskan untuk meninggalkan uang pensiun bulanan seumur hidup yang akan menjadi haknya setelah menyelesaikan tugas militer selama 20 tahun dan dengan berani melangkah ke dunia bahan wol. Dia harus meyakinkan perwira senior, rekan kerja, dan anggota keluarganya bahwa dia melakukan hal yang benar, karena sulit bagi mereka untuk memahami keputusannya. Dia berkata pada penyelianya, “Saya ingin menggunakan bahan wol untuk bercerita dan melakukan pameran karena dunia membutuhkan Sejati-Baik-Sabar.” Keyakinannya menyentuh hati kolonel, yang sebelumnya mencoba membujuknya untuk tinggal di militer. Kolonel kemudian berkata, "Saya melihat semangat di mata anda."

Setelah mendalami seni menggunakan bahan wol, bukannya mengadopsi metode tradisional untuk membuat barang-barang lebih padat, Lei menemukan cara menggunakan bahan tersebut untuk membuat roti yang terasa lembut dan halus serta terlihat menggugah selera. Ini membuatnya mendapatkan gelar “Wu Pao Chun” [master pemanggang roti di Taiwan] dalam dunia wol.

Kreasi buatan tangan berbahan wol milik Lei

Wakil Menteri Kebudayaan mempersembahkan Lei dengan Penghargaan Budaya dan Kreatif di Taiwan Creative Expo 2019.

Mengingat Titik Awalnya Selama Pandemi

Kesuksesan datang dengan cepat serta tekanan beban kerja yang berat, membuat Lei mulai lupa mengapa dia menjadi seorang seniman. Dia disadarkan oleh pandemi global pada tahun 2020.

Lei berkata, “Industri kerajinan tangan di Taiwan sangat keras. Karya-karya banyak sesama seniman mungkin tidak dikenali setelah berada di industri selama belasan tahun, atau bahkan dua dekade.”

Bulan Maret dan April lalu, bisnis tutup karena pandemi, Lei mengalami kesulitan dan kemunduran yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Selama dua bulan itu, saya benar-benar merasa seperti jatuh ke dasar lembah. Sebenarnya, saya tidak tahu harus ke mana melangkah. Bisnis terkena dampaknya, dan saya tidak punya penghasilan sama sekali.”

Situasi sulit memberinya kesempatan untuk menilai ulang dirinya sendiri. “Saya mempertimbangkan kembali apa yang saya cari. Awalnya saya keluar dari angkatan laut untuk melakukan pameran. Namun ketenaran datang terlalu cepat kepada saya, dan hal-hal tertentu berubah. Banyak pikiran buruk yang muncul, saya menjadi sombong…” Dia lupa bahwa “Sejati-Baik-Sabar” telah menginspirasinya untuk memulai bisnis. Sekarang karirnya jatuh pada masa-masa sulit, motivasi awalnya kembali menjadi jelas.

Dia mulai menghabiskan banyak waktu untuk belajar Fa. Setelah mendengarkan kisah kultivasi Buddha Milarepa di Radio Minghui, dia sangat tersentuh, dan bertekad untuk berkultivasi dengan rajin. Dia bertanya pada dirinya sendiri apa yang membuat Milarepa melanjutkan jalur kultivasinya.

Dia berkata, “Saya seorang ibu, pemilik bisnis, dan seniman. Saya harus mencoba yang terbaik untuk menghadapi semua tantangan dengan pikiran yang berani dan tenang.”

Dia memahami banyak hal setelah mencapai beberapa kesuksesan dalam memulai bisnis wolnya dan merasakan dampak virus PKT dalam hidupnya. “Seolah-olah semua keterikatan menjadi lebih lemah. Hati saya menjadi damai.”

Melalui membaca Zhuan Falun dengan sungguh-sungguh, Lei menemukan bahwa dia telah terikat pada nama dan kepentingan. Karena itu, dia tidak memperlakukan pelanggannya dengan tulus dan berhenti memperhatikan kualitas produknya.

Dia berkata, “Kultivasi adalah menerapkan prinsip Sejati-Baik-Sabar dalam kehidupan sehari-hari.” Oleh karena itu, dia sekali lagi mulai fokus menciptakan produk yang bagus. “Saya mulai menghabiskan banyak waktu untuk membuat karya, pengemasan, penjelasan produk, dan meningkatkan situs web saya.”

Sebagai guru kerajinan bahan wol selama lima tahun, Lei telah mengajar lebih dari 100 siswa. Dia memberi tahu murid-muridnya, “Buka mata dan telinga kalian saat mengerjakan kerajinan bahan wol. Hati kalian juga harus terbuka, jika tidak, yang kalian lakukan akan menjadi tidak benar.” Selama kelas pelatihannya, dia berulang kali mengembalikan kreasi muridnya dan mengajari mereka cara melakukannya lagi. Ini adalah ujian besar bagi murid-muridnya dan Lei, tetapi dia menemukan kedua belah pihak membuat kemajuan dengan cara ini.

Dia juga sering berbagi ide dan pengalaman dengan murid-muridnya dari sudut yang berbeda sehingga mereka bisa merasakan keindahan Sejati-Baik-Sabar. Sebagai contoh, “Kalian harus mengurai wol dengan lembut. Itu tidak akan berhasil jika kalian mengurainya secara paksa." Lei membandingkan ini dengan kehidupan, "Ini adalah prinsip yang sama, dalam hubungan dengan orang lain."

Pandemi mempengaruhi penjualannya, tetapi setelah dia berkultivasi dengan teguh, keajaiban terjadi. Suatu hari dia menerima telepon. Direktur Asosiasi Mata Air Hangat Taipei mengundangnya untuk mengerjakan sebuah proyek. Kontrak ini meratakan kembali kinerja penjualannya yang sempat menurun selama dua bulan.

Pandemi merenggut banyak nyawa. Lei berharap dia dapat memberi tahu lebih banyak orang tentang manfaat Falun Dafa dan fakta penganiayaan sehingga mereka dapat memperoleh manfaat secara fisik dan mental. Setiap kali dia pergi berbelanja, dia menyebutkan latihannya, dan orang-orang bertanya kepadanya tentang buku utama, Zhuan Falun. Melalui jangkauannya, seorang pemilik bisnis menyelesaikan konflik jangka panjang dengan ayahnya setelah mulai berlatih Falun Dafa. Asisten Lei belajar lebih banyak tentang Falun Dafa di Internet setelah mendengar dari bosnya setiap hari dan menjadi seorang praktisi juga. Selain memanfaatkan setiap kesempatan untuk memberitahu orang-orang tentang Falun Dafa, Lei tidak melupakan keinginan awalnya. Dia ingat menghadiri Pameran Seni Internasional Zhen-Shan-Ren yang diadakan oleh para praktisi. Melalui penjelasan lukisan, orang-orang mempelajari kisah di balik seni dan pesan yang ingin disampaikan para seniman.

Lei berkata, “Seni sejati harus menginspirasi hati orang-orang.” Dia berharap bisa menggelar pameran seni dengan tema utama hak asasi manusia. Baru-baru ini dia banyak berpikir tentang pekerjaan apa yang bisa dia lakukan sebagai pengrajin wol. Dia baru-baru ini membuat karya berjudul “Saya ingin mengatakan sesuatu...” yang menunjukkan seseorang memegang ekor naga merah jahat, yang mewakili Partai Komunis Tiongkok (PKT). Karya tersebut berfungsi untuk mengingatkan orang-orang tentang watak jahat rezim komunis Tiongkok, dan setiap orang harus menolaknya.

Karya terbaru Lei "Saya ingin mengatakan sesuatu ..."

Dia mengunggah karya seni ini di platform media sosialnya dan menjelaskan ide di balik penciptaannya. Dia meminta orang-orang untuk dengan berani mengatakan tidak kepada PKT. Beberapa pengikutnya mengirim pesan secara pribadi untuk mengatakan bahwa mereka setuju dengannya dan tersentuh oleh pekerjaannya.

Lei telah menemukan kebahagiaan sejati melalui berlatih Falun Dafa. Di waktu yang akan datang, dia akan menghargai identitasnya sebagai seorang seniman dan pengikut Falun Dafa dan terus bekerja keras dalam menerapkan Sejati-Baik-Sabar dalam kehidupan sehari-harinya.