Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Mata dan Wajah Saya Sembuh dari Ledakan Larutan Kimia

14 Agu 2021 |   Oleh Qing Kong, praktisi Falun Dafa di Tiongkok

(Minghui.org) Saya ingin membagikan kisah saya tentang ujian berat yang saya alami pada bulan September 2020. Saya membeli larutan kimia untuk menghilangkan bau yang keluar dari pipa limbah kami. Saya mengikuti instruksi dengan menuangkan larutan ke dalam botol plastik dan menambahkan air panas ke dalamnya. Saya memasang tutup botol dan menggoyangkannya dengan lembut. Botol itu langsung meledak seperti bom!

Saya kemudian mengetahui bahwa cairan yang berceceran dari ledakan itu bahkan bisa menimbulkan karat pada logam. Anda bisa membayangkan luka di wajah dan mata saya. Wajah saya dekat dengan botol ketika meledak.

Mata saya terasa sakit seperti tertusuk dan tidak bisa membukanya. Saya terus berteriak: “Falun Dafa baik! Sejati-Baik-Sabar baik! Guru, tolong bantu saya!” Saya ke kamar mandi untuk mencuci mata dengan meraba-raba, tetapi saya tidak dapat membukanya karena rasa sakit yang hebat.

Ketika putri saya yang berusia dua tahun melihat saya, dia berteriak ketakutan. Saya kemudian mengetahui wajah saya hancur tidak dapat dikenali. Untuk menenangkannya, saya katakan dengan lembut: “Jangan takut, Mama terluka tetapi akan segera sembuh.”

Ketika mengandung putri saya, kami mendengarkan ceramah audio Fa Guru setiap hari, dan itu terus berlanjut bahkan setelah dia lahir. Sebelum tidur, dia akan mendengarkan saya membaca Fa atau menyanyikan beberapa lagu yang digubah oleh praktisi Dafa. Oleh karena itu dia jauh lebih maju secara kognitif dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

Meski masih ketakutan, dia berhenti menangis dan diam-diam bersandar ke saya, memberi kenyamanan yang bisa ditawarkan tubuh kecilnya.

Saya menidurkannya. Dia tidur sebentar tapi tiba-tiba terbangun dan menjerit dan berteriak sekuat tenaga. Saya belum pernah melihatnya menangis seperti itu dan begitu lama. Melihat wajah saya yang cacat pasti merupakan pengalaman yang traumatis baginya.

Saya memutuskan sudah waktunya untuk menelepon suami agar pulang untuk menjaganya. Saya berhasil menghubungi nomornya hanya dengan sentuhan. Dia bertanya apakah perlu pergi ke rumah sakit. Saya mengatakan kepadanya itu tidak perlu, tetapi saya ingin dia pulang untuk menjaga putri kecil kami sehingga saya dapat beristirahat. Setelah selesai, saya duduk untuk memancarkan pikiran lurus dan bermeditasi. Tetapi segera saya menyerah pada rasa sakit di mata saya, perasaan mual dan pusing dan bersandar di sofa sehingga saya dapat terus memancarkan pikiran lurus dan melafalkan Fa.

Lebih dari tiga jam telah berlalu dan suami saya masih belum pulang. Saya meneleponnya lagi, dan menyadari situasinya serius, dia menelepon rekan praktisi yang paling dekat dengan rumah saya untuk datang. Rekan praktisi begitu dia melihat saya berkata, “Anda harus segera pergi ke rumah sakit.” Kemudian terpikir bahwa saya pasti terlihat sangat menakutkan baginya sampai mengatakan itu tanpa ragu-ragu. Dia membantu saya membersihkan sedikit dan membawa saya ke rumah sakit.

Pada saat mata saya diperiksa oleh dokter mata, mata saya sudah terkena bahan kimia yang kuat selama lebih dari empat jam. Dia terkejut dengan keadaan mata saya. “Kenapa lama sekali anda datang? Jika anda datang lebih awal, kami mungkin bisa menyelamatkan mata anda. Sekarang, karat telah menyebabkan kerusakan luas pada mata anda sehingga tidak mungkin untuk mengembalikannya.” Dia juga bertanya kepada saya, “Bagaimana anda bertahan dengan rasa sakit yang menyiksa begitu lama?” Dia siap untuk menerima saya di rumah sakit, tetapi saya dengan tenang menolak.

Saya berpikir dalam hati: Segalanya berada di tangan Guru. Guru ada di sini bersama saya. Anda tidak dapat menyelamatkan mata saya, tetapi Guru pasti bisa. Ketenangan saya membuat dokter tidak merasa khawatir. Dia meninggikan suaranya dan berkata, "Bahkan jika anda tinggal di sini, tidak ada jaminan bahwa kami dapat menyelamatkan matamu." Dia meyakinkan saya bahwa biaya rumah sakit tidak akan mahal. Sekali lagi, saya dengan tenang menolak untuk dirawat.

Teman saya membantu dari ruangan dokter ke bangku di koridor. Samar-samar saya mendengar percakapan antara dokter dan perawat. Perawat itu berkata, “Dokter, selama lebih dari 20 tahun saya sebagai perawat, ini adalah pertama kalinya saya melihat cedera seserius ini. Matanya berubah menjadi abu-abu gelap. Apakah ada harapan?” Saya tidak begitu mendengar jawaban dokter tetapi nada suaranya menunjukkan rasa kasihan dan pasrah yang menunjukkan keputusasaan situasi saya.

Saya bertanya pada diri sendiri: Bagaimana saya harus menangani bencana yang tiba-tiba ini? Saya membutuhkan mata saya, dan saya membutuhkannya agar saya dapat menyelamatkan orang. Saya harus mendapatkan penglihatan saya, dan kekuatan lama tidak berhak mengambilnya dari seorang pengikut Dafa.

Sementara itu, saya juga berbicara dengan dua rekan praktisi lain di telepon dan memberi tahu mereka tentang situasi saya. Dengan pikiran lurus yang kuat, mereka berdua mengatakan kepada saya untuk tidak khawatir karena saya akan baik-baik saja.

Keluarga saya segera tiba. Di depan mereka, dokter yang sama bersemangat: “Dia sangat muda dan putrinya masih sangat kecil. Bagaimana dia akan mengatasinya?” Keluarga saya segera mengisi surat-surat agar saya diterima. Dengan demikian saya dipaksa tidur di rumah sakit.

Saya berpikir dalam hati: Saya adalah seorang praktisi, saya telah melalui banyak hal dalam kultivasi dalam dua puluh tahun terakhir. Bagaimana bisa saya berakhir di rumah sakit sekarang? Keterikatan apa yang saya miliki sehingga kekuatan lama dapat memanfaatkannya?

Saya mulai mencari ke dalam untuk menemukan keterikatan saya. Saya tidak terlalu rajin dalam beberapa tahun terakhir. Saya terus membuktikan kebenaran Fa, tetapi saya masih memegang banyak keterikatan manusia. Yang paling jelas adalah kebencian terhadap suami, yang dengan sendirinya terperosok dalam segala macam emosi manusia yang kompleks. Sebagai kultivator, seharusnya menganggap enteng setiap kehilangan dan memperoleh di dunia material ini. Suami saya tidak berkultivasi, tetapi saya bersikeras untuk menuntutnya dan memperlakukannya seolah-olah dia berbeda dari makhluk hidup lainnya. Itu adalah manifestasi dari keinginan egois saya yang kuat.

Makhluk di alam semesta baru harus selalu mempertimbangkan orang lain terlebih dahulu dan akan mengevaluasi setiap situasi dari sudut pandang orang lain. Keegoisan adalah karakteristik dari alam semesta lama, dan melepaskan diri adalah satu-satunya cara yang benar untuk berasimilasi dengan Dafa.

Saya juga melihat kebencian yang saya simpan secara umum. Manifestasi kebencian yang paling jelas adalah kesombongan, sikap agresif, sifat iri hati, dan sebagainya—semuanya berasal dari ego. Kebencian saya juga telah terbentuk di bawah pengaruh iblis jahat yaitu Partai Komunis Tiongkok (PKT) karena representasinya dalam dimensi ini tidak lain adalah kebencian dan dendam. Ketika saya bersikeras menilai sesuatu benar atau salah menggunakan logika manusia, saya tidak berbeda dari orang biasa. Itu adalah jebakan yang membuat saya jatuh: perasaan diperlakukan tidak adil berubah menjadi iri hati dan akhirnya berubah menjadi kebencian.

Sejujurnya, saya telah menyadari masalah yang saya miliki dalam kultivasi saya, tetapi saya tidak melihatnya dengan jelas apa adanya. Di bawah pengaturan dan kendali kekuatan lama, saya gagal membedakan diri saya yang "sejati" dari diri saya yang biasa. Sulit untuk menyingkirkan keterikatan tanpa pemahaman yang jelas tentang elemen jahat di balik keterikatan ini.

Kadang-kadang saya akan tunduk pada makhluk jahat dan dituntun untuk berpikir dengan cara tertentu tentang seseorang ketika saya seharusnya merenungkan situasi dan memeriksa diri sendiri. Sebenarnya, semua rasa sakit dan kesengsaraan dalam kultivasi saya adalah akibat dari kurangnya pikiran lurus dan kesadaran diri saya yang "sejati", serta keengganan saya untuk melepaskan keterikatan manusia.

Setelah mencari kedalam, saya mulai memancarkan pikiran lurus untuk menyangkal segala serangan terhadap saya karena saya hanya tunduk pada pengaturan Guru dan tidak mengakui pengaturan lainnya.

Guru berkata,

“Saya berpikir demikian: dingin, kamu membuat saya dingin, kamu ingin membekukan saya? Saya bahkan lebih dingin dari kamu, saya yang membekukan kamu. (Hadirin tertawa. Tepuk tangan) Lalu kamu ingin membuat saya kepanasan, sebaliknya saya membuat kamu kepanasan, saya buat kamu kepanasan hingga tak tertahan.” (Ceramah Fa pada Konferensi Fa di Amerika Serikat Barat saat Hari Yuansiao Tahun 2003)

Ketika mata saya benar-benar sakit, dalam pikiran, saya memindahkan semua rasa sakit itu kepada makhluk jahat yang memulai gangguan. Dengan cara ini, rasa sakit berkurang sehingga saya dapat menahannya. Dokter menawarkan untuk memberi saya suntikan tetanus, tetapi saya menolak.

Dalam keadaan setengah sadar, saya melihat di depan ada jalan berliku di gunung yang curam. Puncak gunung tidak terlihat dan jalannya tampak sangat sempit. Saya adalah satu-satunya orang berjalan mendaki.

Seorang rekan praktisi membawakan saya sebuah pemutar audio kecil sehingga saya dapat mendengarkan ceramah Guru. Mendengarkan suara Guru, saya merasa kurang tidur karena rasa sakit. Namun demikian, sepanjang malam, saya bisa merasakan Falun berputar di sekitar mata saya. Saya merasa tidak enak karena membebani Guru dengan masalah saya lagi.

Keesokan harinya, rasa sakit di mata berkurang setengahnya. Dokter memeriksa mata saya dan memberi tahu dokter dan perawat lain bahwa mata saya sudah pulih dan prospek untuk menyelamatkan mata saya bagus. Saya segera meminta untuk diberhentikan. Dokter kembali terkejut dan berkata, “Anda tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk tinggal di sini dan anda juga tidak ingin disuntik. Anda mungkin berisiko kehilangan penglihatan jika mata anda terinfeksi. Kami bisa memantaunya jika anda tinggal di sini.”

Keluarga saya berpikir lebih baik bagi saya untuk tinggal selama beberapa hari lagi. Saya tidak berpikir bijaksana untuk melawan keinginan mereka. Saya adalah satu-satunya pasien di bangsal, jadi saya duduk untuk mendengarkan ceramah Guru. Dua hari kemudian, atas desakan saya, dokter setuju untuk mengeluarkan saya setelah saya menandatangani pernyataan untuk membebaskan rumah sakit dari segala tanggung jawab terkait mata saya.

Dokter memberi tahu terdapat kerusakan serius pada mata saya, bahkan jika mata saya pulih, saya masih perlu bergantung pada obat-obatan untuk mengatasi kekeringan dan menyusut. Juga, dia mengatakan kerusakan pada mata kiri saya lebih parah daripada mata kanan, dan tidak mungkin untuk sembuh dengan sendirinya. Sementara dia mengatakan itu, sepanjang waktu saya menghapus kata-katanya dalam pikiran: “Kata-kata anda tidak berarti apa-apa bagi saya. Saya seorang pengikut Dafa dan Guru melindungi saya. Saya pasti akan baik-baik saja.”

Dia juga mengatakan mata kanan saya sudah membaik tetapi bekas lukanya tidak terlihat bagus dan bisa terinfeksi. Saya disuruh datang kembali untuk perawatan lebih lanjut. Saya berpikir: Saya pasti tidak akan kembali, dan saya hanya harus berhati-hati dengan diri saya sendiri.

Dua bulan kemudian, mata kiri saya hampir sembuh total, sedangkan bengkak di mata kanan saya baru saja berkurang. Mata kanan tidak pulih sebaik mata kiri. Betapa berbedanya jika memiliki pemikiran yang benar pada saat itu!

Setelah pulang dari rumah sakit, saya melanjutkan pekerjaan saya untuk membuktikan kebenaran Fa dari rumah. Wajah saya pulih cukup cepat, dan saya tidak merasakan mata kekeringan dan menyusut seperti yang diprediksi oleh dokter.

Saya berbagi pengalaman ujian saya untuk mengungkapkan rasa terima kasih saya kepada Guru yang penuh belas kasih dan untuk menunjukkan betapa indah dan luar biasanya Dafa. Harap diingat, “Falun Dafa Baik!”