Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Cerita Saya : Mencari Dafa

13 Sep. 2021 |   Oleh praktisi Falun Dafa di Amerika Serikat

(Minghui.org) Sebelum saya mulai berlatih Falun Dafa di Tiongkok pada tahun 2011, rekan kerja dan teman saya sering berkata saya adalah “wanita kuat.” Saya suka mendengar hal ini, walaupun tidak jelas apa yang dimaksud “kuat.”

Saya sering berbicara dengan orang dengan nada yang kasar dan terus berdebat jika sesuatu tidak sesuai dengan keinginan saya. Suatu kali di tempat kerja, pihak management tidak menyediakan kendaraan untuk perjalanan saya. Saya kemudian menghina dan memaki direktur dari departemen manajemen di depan lebih dari selusin rekan kerja termasuk presiden perusahaan.

Saya beragumen dengan suami saya setiap waktu tentang hal-hal sepele di rumah. Saya hanya akan berhenti jika dia mengalah.

Saya terus-menerus tegang dan merasa lelah. Saya terbebani dengan penyakit, termasuk masalah jantung. Rambut saya mulai berubah menjadi abu-abu dan saya harus selalu membawa obat penenang jantung. Saya baru berumur tiga puluh tahun! Saya juga sering kaku dan nyeri otot, dimana dokter tidak mengetahui penyebab atau pengobatannya.

Pada 2010, saya berhenti dari pekerjaan saya karena masalah kesehatan. Karena tidak ada kerjaan, saya banyak sekali berselancar internet. Saya menyukai membaca mitos dan legenda dan menonton acara TV sejarah. Dalam beberapa bulan ke depan, Saya melewati beberapa ribu tahun sejarah Tiongkok dengan menonton serial TV online.

Setelah menonton kebangkitan dan kejatuhan banyak dinasti Tiongkok dan kelahiran dan kematian banyak tokoh sejarah, saya merasa sangat tidak berarti. Saya ingin merubah gaya hidup saya.

Pertama kalinya dalam hidup saya, saya mempunyai pikiran untuk menjadi biarawati. Tetapi saya tidak tahu bagaimana dan dimana saya harus melakukannya.

Karena propaganda selama puluhan tahun yang dilakukan oleh Partai Komunus Tiongkok (PKT), kebanyakan dari anggota keluarga dan saudara saya tidak percaya dengan keberadaan Buddha. Saya tidak memberitahukan pikiran saya kepada mereka karena saya tidak berharap mereka akan mengerti perasaan saya.

Kesan saya tentang apa artinya menjadi seorang biarawati adalah melantunkan kitab suci. Jadi saya mencari di online berbagai macam kitab suci dan melafalkannya secara diam-diam. Saya tidak tahu kitab suci mana dari aliran yang mana. Saya hanya melafalkan apapun yang saya temui.

Suatu hari, saya membaca Sakyamuni berkata pada saat Masa Akhir Dharma, Buddha Maitreya akan datang ke dunia manusia dan mengajarkan Dharma yang baru. Tiba-tiba, kata “Falun Dafa” muncul di pikiran saya.

Saya tidak tahu apa Falun Dafa itu. Tidak ada yang membicarakan itu dengan saya. Saya hanya tahu itu cukup baru dan PKT menentangnya.

Saya mengingat beberapa tahun lalu saya bertemu teman di internet. Saya tidak pernah bertemu secara langsung tetapi dari pembicaraan kami secara online, saya percaya dia adalah orang yang baik. Dia tahu banyak tentang Buddhisme, jadi saya memutuskan untuk bertanya padanya.

Saya Mulai Berlatih Falun Dafa

Setelah saya mengobrol dengan teman online saya, dia mengirimkan saya software bernama “Freegate.” Dia mengajari saya bagaimana cara menggunakan Freegate dan menyarankan saya untuk masuk ke website Minghui dan mengunduh buku Zhuan Falun.

Dengan sensor internet ketat dan blokade di Tiongkok, tidak mudah bagi dia untuk mengirimkan pesan ini kepada saya dengan aman. Berpikir kembali, saya sangat bersyukur mempunyai teman ini – yang adalah seorang praktisi Falun Dafa – yang mempunyai keberanian dan kebijaksanaan yang besar. Tanpa dia, saya mungkin tidak akan tahu apa itu Dafa!

Ketika saya membaca Zhuan Falun saya menemukan bahwa itu adalah buku tentang kultivasi dengan mengajarkan bagaimana untuk menjadi orang baik. Mengapa PKT melarang orang untuk menjadi baik? Saya bertanya teman dan dia menyarankan saya membaca buku itu beberapa kali lagi.

Karena penasaran, saya membaca Zhuan Falun kata demi kata beberapa kali. Saya segera menyadari ini adalah apa yang saya cari. Buku ini memberi tahu orang bagaimana cara berkultivasi. Karakteristik dasar dari alam semesta adalah Sejati-Baik-Sabar. Selama seorang kultivator mengikuti prinsip ini, dan melakukan latihan gerakan, dia akan bisa menjadi makhluk yang lebih tinggi!

Pada waktu itu, saya tidak mengerti prinsip mendalam dari karakteristik alam semesta. Tetapi saya merasa prinsip Sejati-Baik-Sabar adalah sangat berharga, terutama di kondisi moralitas masyarakat yang sudah merosot. Sebuah pikiran muncul dari lubuk hati saya yang terdalam: Saya ingin menjadi salah satu kehidupan penting di dunia yang telah kacau ini. Saya akan mengikuti prinsip Sejati-Baik-Sabar selama sisa hidup saya!

Saya mengunduh Maha Metode Menuju Kesempurnaan dan mencoba melakukan perangkat latihan dengan mengikuti deskripsi di buku. Ketika saya mencoba latihan perangkat gerakan ke lima untuk pertama kalinya, saya tidak bisa duduk dengan posisi lotus, saya duduk di kursi dengan kaki saya di lantai. Segera ketika saya menutup mata dan tenang, saya merasa saya sedang duduk di piringan besar yang berputar. Saya pikir kursi saya bergerak. Saya membuka mata saya, saya melihat kursinya tidak bergerak. Saya menutup mata, piringan itu mulai berputar lagi. Saya sangat gembira; semua yang Guru katakan ternyata benar!

Pertama kali saya melakukan meditasi duduk dengan kaki menyilang posisi lotus, saya hanya bisa bertahan selama 17 menit. Saya harus berdiri karena kaki saya sangat sakit.

Agar bisa bertahan lebih lama, saya berlatih meditasi duduk dengan posisi lotus kapanpun ada kesempatan. Saya akan duduk selama saya bisa, dan berdiri ketika kaki saya sangat sakit.

Awalnya, suami saya melihat saya dengan aneh tetapi tidak berkata apapun. Beberapa hari kemudian, dia bertanya apakah saya berlatih Falun Dafa. Saya berkata ya. Dia melihat saya diam-diam.

“Apakah kamu tahu polisi di jalanan sedang berusaha menangkap orang yang berlatih Falun Dafa?” dia berkata, dengan senyum di wajahnya.

“Iya, saya tahu. Saya membacanya di internet.”

Dia melihat saya lagi dan mengangguk, “Baiklah, kamu bisa berlatih di rumah, tetapi jangan berlatih di luar.”

Jadi saya berlatih Falun Dafa. Saya mengunduh video latihan perangkat gerakan, tetapi saya tidak bisa memutar videonya. Saya berulang kali mempelajari deskripsi gerakan di Maha Metode Menuju Kesempurnaan tetapi saya tidak bisa mengerti di beberapa bagian. Saya berlatih latihan perangkat gerakan ke empat dengan salah selama satu tahun sampai saya bisa berkomunikasi dengan teman praktisi.

Saya tahu saya harus memancarkan pikiran lurus untuk membersihkan partikel jahat. Tetapi saya tidak bisa mengerti secara penuh deskripsi dari internet dan tidak tahu bagaimana cara melakukannya. Rekan praktisi mencoba berbagai cara untuk menjelaskannya kepada saya, tetapi saya tidak melakukannya dengan benar selama lima tahun ke depan. Saya tidak tahu bagaimana melakukan posisi telapak tangan lotus. Selama waktu untuk memancarkan pikiran lurus, saya pikir saya harus berpikir tentang kejahatan yang harus saya musnahkan.

Saya mempunyai banyak pertanyaan tentang kultivasi. Di bawah penganiayaan brutal, tidak ada cara aman untuk berkomunikasi dengan rekan praktisi. Ketika saya mencoba bertanya sesuatu kepadanya, saya tidak bisa bertanya kepadanya secara langsung dia tidak bisa menjawab secara langsung juga. Komunikasi kami seperti tebak-tebakan. Pada akhirnya, saya hanya bisa menebak separuh apapun yang dia coba beritahukan pada saya.

Jika beberapa hari rekan praktisi tidak muncul online, saya menjadi sangat khawatir tentang keselamatannya. Saya terus meminta Guru Li (pendiri Dafa) di dalam hati untuk melindungi dia.

Suatu hari, dia berkata bahwa istrinya (juga seorang praktisi) ditangkap. Saya hancur mendengar hal ini. Saya memohon kepada Guru, lagi dan lagi, untuk menjaga istri praktisi tersebut agar aman. Di lain waktu saya hanya duduk di sana, menangis tak berdaya.

Saya ragu apakah saya harus mengambil resiko dan terus bertanya kepada rekan praktisi. Jika saya tidak bertanya padanya, apa yang harus saya lakukan? Banyak sekali hal yang saya tidak mengerti! Jadi saya bertanya kepadanya setiap hari, walaupun saya tahu itu sangat beresiko.

Hal ini tidaklah mudah bagi saya – yang tadinya egois dan sombong – untuk mengasimilasi diri pada Sejati-Baik-Sabar. Saya menghadapi banyak masalah ketika saya sedang menyeimbangkan pekerjaan, hidup, dan kultivasi. Saya tidak bisa menganggu rekan praktisi terlalu sering karena itu akan membahayakannya.

Seringkali, saya berdiri sendiri di balkon, melihat ke langit, dan menangis diam-diam. Hanya di balkon, saya merasa dekat dengan Guru seperti Guru di langit dan bisa melihat dan mendengar saya.

Saya merasa putus asa dan sangat ingin berbicara dengan rekan praktisi secara bebas. Saya berharap saya bisa bertemu dengan praktisi lokal. Banyak kali, Saya berjalan tanpa tujuan di sepanjang jalan dan pasar. Kapapun saya melihat seorang wanita tua yang membawa tas, saya akan berjalan melambat dan mencari alasan untuk berhenti dan berdiri disana. Saya berharap dia akan memberikan saya brosur klarifikasi fakta atau memberi tahu saya “Falun Dafa Baik”!

Saya terus mencari. Selama lima tahun, saya tidak bertemu satupun praktisi Falun Dafa. Terkadang, ketika saya merasa seseorang di jalan terlihat sangat baik, saya akan berjalan melambat dan berharap orang itu adalah praktisi yang akan berbicara kepada saya tentang kebenaran Dafa. Tetapi setiap kali, orang yang terlihat baik itu hanya berjalan melewati saya. Seringkali, mata saya yang berkaca-kaca mengikuti orang-orang itu ketika mereka pergi. Saya memohon kepada Guru di dalam hati, lagi dan lagi: tolong, biarkan saya bertemu praktisi Dafa!

Tahun-tahun berlalu, dan saya masih tidak bertemu praktisi. Namun banyak penyakit jangka panjang saya hilang, terutama psoriasis yang saya alami lebih dari enam tahun di wajah saya. Di masa lalu saya meminum banyak obat untuk mengobatinya tetapi masih gagal. Setelah saya berlatih Falun Dafa, penyakit itu sembuh tanpa saya sadari! Wajah saya menjadi sagat mulus tanpa ada jejak psoriasis. Penyakit jantung saya dan badan saya yang sering sakit juga sembuh.

Kepribadian saya juga meningkat. Saya tidak lagi menaruh perhatian terhadap keuntungan dan kerugian pribadi. Saya berhenti “berjuang” untuk menjadi “wanita kuat.” Hati saya menjadi damai. Saya tidak lagi bertengkar dengan suami saya.

Suami saya sering memerhatikan saya, dan berkata dengan tersenyum, “Perhatikan keselamatan kamu.”

Penganiayaan

Sebelum terlalu lama, petugas PKT mendeteksi seseorang di rumah saya menggunakan perangkat lunak untuk menembus blokade internet PKT. Mereka menduga seseorang berlatih Falun Dafa. Suatu hari, mereka memanggil suami saya memaksanya untuk menulis pernyataan jaminan berjanji bahwa dia dan anggota keluarganya tidak akan berlatih Dafa.

Suami saya ketakutan. Dia tidak lagi melihat saya berlatih dengan tersenyum. Walaupun dia dan anggota keluarganya melihat bagaimana perubahan saya sejak berlatih Dafa dan mereka lebih menyukai kepribadian saya yang sekarang, mereka terlalu takut pada iblis PKT. Mereka memutuskan untuk menjaga jarak dengan saya. Suami saya mulai sering tidak pulang ke rumah. Seiring berjalannya waktu, dia meminta cerai. Dia berkata dia tidak ingin hidup dengan ketakutan.

Saya pindah ke rumah kecil di pinggiran kota, yang dulu pernah saya beli sebelum bercerai. Itu adalah pertama kalinya saya tinggal sendiri di tempat yang tidak saya kenal. Sungguh sangat sulit bagi saya.

Saya adalah praktisi yang cukup baru. Saya masih mempunyai keterikatan yang kuat pada Qing. Saya tidak memberi tahu saudara atau orang tua saya bahwa pernikahan saya hancur karena berlatih Falun Dafa, karena saya khawatir mereka akan mempunyai pikiran negatif terhadap Dafa. Saya juga takut membiarkan orang tahu dimana saya tinggal karena saya takut itu tidak akan aman bagi mereka.

Satu-satunya rekan praktisi yang sering berkomunikasi dengan saya (secara online) berhenti berkomunikasi dengan saya ketika dia dan keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Dia pikir ini akan lebih baik bagi keselamatan saya.

Percaya pada Dafa

Walaupun saya tidak punya pemahaman mendalam tentang Dafa, keyakinan saya yang kuat terhadap Dafa dan Guru membantu saya melewati ujian demi ujian.

Saat awal saya berlatih Dafa, saya sering mengalami proses penyingkiran karma. Satu gejala terjadi berulang-ulang sampai saya merasa jantung saya sulit berdetak. Saya merasa sangat lemah dan hampir pingsan. Saya tahu ini adalah proses penyingkiran karma. Jadi setiap kali hal ini terjadi, saya memohon Guru agar tidak membiarkan saya pingsan di luar.

“Jika karma saya sangat besar sehingga saya harus kehilangan kesadaran, Guru, mohon biarkan saya sampai di rumah terlebih dahulu.”

Jika saya sudah di rumah, saya akan berkata pada Guru, “Guru, tolong bangunkan saya jika saya kehilangan kesadaran.”

Selama suatu waktu, gejala ini terjadi cukup sering. Setiap kali, saya selalu berhasil menyelesaikan apa yang saya lakukan dan pulang ke rumah dengan selamat dan berbaring. Guru tidak pernah membiarkan saya hilang kesadaran.

Karena ada banyak hal tentang kultivasi yang tidak saya mengerti, saya sungguh berharap saya bisa berbicara dengan rekan praktisi. Tetapi saya tidak bisa menemukan siapapun.

Saya berjualan online pada saat itu. Penjualan tidak begitu bagus. Saya mencoba dua pekerjaan tapi tidak ada yang bertahan lama.

Saya pergi ke rumah ibu saya untuk mencari pekerjaan di daerah sana. Ibu saya sangat khawatir tentang keselamatan saya. Dia mengikuti saya ke mana pun dan menghentikan saya dari berbicara dengan orang. Dia terus menasehati saya untuk berhenti berlatih Falun Dafa, mengatakan polisi di jalan menangkap praktisi Dafa setiap waktu.

Karena saya tidak bisa berlatih dengan tenang di rumah ibu saya, saya kembali ke rumah kecil saya. Di daerah ini, saya tidak kenal siapa pun. Orang di daerah ini berbicara dengan dialek lokal yang tidak bisa sepenuhnya saya mengerti. Saya mengalami kesulitan berkomunikasi dengan orang di sana, apalagi mengklarifikasi fakta kepada mereka.

Pada sekitar Tahun Baru 2016, saya khawatir bagaimana saya bisa hidup. Lebih buruk lagi, saudara perempuan saya menelepon dan meminta saya untuk memberikan toko online yang saya kelola kepadanya. Dia ingin menggunakan toko itu untuk menjual furnitur secara online.

Tetapi toko online tersebut adalah sumber penghasilan saya satu-satunya, walaupun bisnis tidak berjalan terlalu bagus. Apa yang harus saya lakukan? Saudara perempuan saya tidak akan senang jika saya menolaknya. Saya tidak akan menyalahkan saudara perempuan saya karena dia tidak tahu situasi saya. Tetapi jika saya memberikan toko saya kepadanya, bagaimana saya bisa hidup?

Malam itu, saya tidak bisa tidur. Berguling-guling di tempat tidur, air mata terus mengalir.

Tiba-tiba sebuah pikiran muncul di benak saya: Saya mempunyai Guru! Guru tidak akan membiarkan saya kelaparan! Saya memutuskan untuk memberikan toko saya kepada saudara perempuan saya. Tetapi, dia tidak pernah berbicara tentang menginginkan toko saya lagi.

Saya Akhirnya Menemukan Praktisi Lain!

Tidak lama setelah saya melepaskan harapan bahwa anggota keluarga atau kerabat saya dapat membantu saya, secara ajaib, saya menemukan seorang praktisi Dafa di daerah saya!

Sebelum Tahun Baru Imlek, saya menyadari kuplet di beberapa rumah dekat saya mempunyai kata-kata yang berhubungan dengan Falun Dafa. Karena saya hanya membaca buku Dafa di komputer atau ponsel saya selama lima tahun belakangan, ini pertama kalinya saya melihat kata-kata yang berhubungan dengan Dafa ditampilkan di depan umum.

Saya sangat gembira! Ketika tidak ada orang di sekitar, saya berjalan menuju kuplet dan menyentuhnya. Saya memanggil Guru dalam hati saya lagi dan lagi.

Saya tidak yakin keluarga mana yang praktisi Falun Dafa. Selama beberapa hari saya berusaha mencari tahu.

Suatu hari, ketika saya sedang mengendarai sepeda, saya tidak sengaja menabrak sepeda yang ada di depan rumah tersebut, dan bel yang ada di sepeda tersebut rusak. Saya mengetuk pintunya dan meminta maaf kepada orang di dalam, dan berjanji akan membelikan mereka bel baru. Mereka berkata itu tidak masalah dan tidak perlu bel yang baru.

Saya membelikan bel baru dan pergi ke rumah itu lagi. Saya mengetuk pintunya. Seorang wanita tua membuka pintu. Saya takut dia akan menutup pintunya, jadi saya melangkah selangkah ke depan menaruh satu kaki untuk mengganjal pintu.

“Bibi,” Saya bertanya dengan suara lembut, “Saya sangat menyukai kuplet anda. Dimana anda mendapatkannya?” Saya mengintip sebentar ke rumahnya. Saya berharap melihat foto Guru di dinding atau benda-benda terkait dengan Dafa jadi saya bisa tahu ini rumah praktisi.

Wanita tua itu tersenyum kepada saya. Dia membuka pintu lebih lebar dan mengizinkan saya masuk ke rumahnya.

Dia kemudian menutup pintunya.

“Apakah anda pernah mendengar Falun Dafa?” dia bertanya dengan lembut.

Saya seketika menangis. Saya telah menunggu momen ini selama LIMA tahun. Hari ini, AKHIRNYA!

Saya menangis. Saya tertawa. Dengan air mata dan senyuman di wajah saya, kami mengobrol.

Tidak lama, praktisi tersebut mengenalkan saya ke kelompok belajar Fa lokal. Kami mendistribusikan materi klarifikasi fakta bersama. Kami pergi ke banyak tempat untuk berbicara kepada orang-orang tentang kebenaran Dafa dan menyarankan untuk mundur dari PKT.

“Takdir pertemuan sejak lampau beribu kehidupan

Dafa menggandengnya dengan seutas benang..”

(“Jalan Ketuhanan Pahit getir,” Hong Yin II)

Lima tahun setelah saya diperkenalkan dengan Dafa, saya tidak sendiri lagi. Saya akhirnya bergabung dengan rekan praktisi!

Saya sangat berterimakasih kepada penyelamatan Guru yang belas kasih!