Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Berita Susulan: Pria Shaanxi Meninggal Tiga Tahun Setelah Pembebasan Penjara Kedua

16 Jan. 2022 |   Oleh koresponden Minghui di Provinsi Shaanxi, Tiongkok

(Minghui.org)

Nama Tionghoa: 李周文
Jenis Kelamin: Laki-Laki
Umur: 75
Kota: Baoji
Provinsi: Shaanxi
Pekerjaan: Teknisi mekanik
Tanggal Meninggal: November 2019
Tanggal Penangkapan Terakhir: 6 Mei 2009
Tempat Penahanan Terakhir: Penjara Weinan

Li Zhouwen, seorang teknisi mekanik di Kota Baoji, Provinsi Shaanxi, meninggal pada November 2019, tiga tahun setelah ia disiksa di penjara karena menolak melepaskan keyakinannya pada Falun Gong, sebuah disiplin spiritual yang telah dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak 1999. Ia berusia 75 tahun.

Istrinya, Zhang Gaixiu, juga dianiaya hingga tewas setelah ia dihukum empat tahun karena berlatih Falun Gong. Ia meninggal di usia 57 tahun pada 26 Februari 2008.

Suami dan Istri Keduanya Dihukum karena Keyakinan Mereka

Zhang mempunyai banyak penyakit dan hanya bisa terbaring; ia tidak bisa merawat diri sendiri. Ia diperkenalkan pada Falun Gong pada Januari 1997, dan mulai berlatih pada 8 Maret di tahun itu. Dalam satu bulan, ia bisa bangkit dari ranjang dan merawat diri sendiri. Kemudian, ia bahkan bisa bekerja di ladang. Melihat perubahan pada dirinya, Li juga mulai berlatih Falun Gong.

Setelah rezim komunis Tiongkok melancarkan kampanye berskala nasional menentang Falun Gong pada 20 Juli 1999, petugas dari Kantor Polisi Chenchun secara berkala melecehkan pasangan ini karena menolak melepaskan Falun Gong.

Petugas dari Divisi Keamanan Domestik Kabupaten Fengxiang dan Kantor Polisi Chenchun mendobrak masuk ke rumah pasangan tersebut pada 11 September 2001. Tanpa menunjukkan identitas diri mereka, mereka menggeledah rumah dan merampas seluruh buku-buku dan materi Falun Gong milik pasangan itu.

Li dibawa ke sebuah tempat dan ditahan selama 23 jam sebelum dipindahkan ke Kantor Polisi Chenchun, di mana ia diperintahkan menandatangani dokumen terkait pengadilan. Ia dibawa ke pusat penahanan kabupaten setelah menandatangani dokumen itu. Ia dipukuli beberapa kali di pusat penahanan karena melakukan meditasi Falun Gong.

Li kemudian dihukum tujuh tahun dan istrinya dihukum empat tahun. Karena penyakit lamanya kambuh akibat penyiksaan di tahanan, ia diperbolehkan menjalani masa tahanan di luar penjara.

Li ditahan di Penjara Zhuangli antara 2002 dan 2005 dan Penjara Weinan selama sisa masa tahanan penjara. Ia menahan penyiksaan dan pencucian otak di kedua penjara itu dan juga dipaksa menulis surat pernyataan melepaskan keyakinannya.

Karena tekanan mental dari penganiayaan dan diskriminasi dari masyarakat, putra pasangan ini membenci Falun Gong dan tidak memperbolehkan Li meninggalkan rumah dengan bebas atau berbicara kepada praktisi Falun Gong lain setelah ia dibebaskan pada Desember 2007.

Sementara Zhang menjalani tahanan di luar penjara, petugas Biro Keamanan Publik berkunjung ke rumahnya dan melecehkannya setiap bulan. Ia menjadi ketakutan dan gelisah, dan mengalami masalah mental. Ia meninggal pada 26 Februari 2008, di usia 57 tahun.

Dihukum Lagi hingga 4.5 Tahun

Petugas dari Divisi Keamanan Domestik dan Kantor 610 terus melecehkan Li setelah ia dibebaskan pada 2007. Karena ia menolak melepaskan keyakinannya, polisi menangkapnya pada 6 Mei 2009 dan menahannya di sebuah pondok milik pemerintah hingga 22 Mei, sebelum membawanya ke pusat penahanan setempat. Ia kemudian dihukum 4,5 tahun di Penjara Weinan.

Dua masa tahanan penjara total 11 tahun menyebabkan kerusakan mental luar biasa pada Li. Keluarganya mengalami diskriminasi dari masyarakat dan juga kerugian finansial (Li bisa menghasilkan 10,000 yuan per bulan sebelum dipenjara)

Ketika Li dibebaskan pada 2016, ia menjadi lumpuh dan tidak bisa merawat diri sendiri. Ia meninggal pada November 2019.