Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Bandung dan Jakarta: Memperkenalkan Falun Dafa ke Masyarakat

15 Des. 2022 |   Oleh praktisi Falun Dafa di Indonesia

(Minghui.org) Pada Sabtu pagi, 10 Desember 2022, praktisi Bandung dibantu rekan praktisi dari Jakarta diundang untuk memperkenalkan latihan Falun Dafa (disebut pula Falun Gong) saat acara reuni para mantan pimpinan PT. Telkom Indonesia beserta keluarga di kawasan wisata pegunungan Lembang, Jawa Barat.

Memperkenalkan latihan Falun Dafa kepada mantan pimpinan PT. Telkom Indonesia dan keluarga mereka (10/12)

Para pensiunan beserta anak cucu mereka tampak antusias berlatih lima perangkat latihan Falun Dafa dan mengikuti gerakan praktisi yang berdiri di depan, sementara beberapa praktisi lainnya berkeliling untuk memperbaiki gerakan yang kurang tepat.

Setelah latihan bersama, mereka berbincang-bincang dengan praktisi. Salah seorang pensiunan pejabat Telkom bertanya, “Falun Dafa sudah dilatih di banyak negara, mengapa dilarang di China?” Praktisi menjelaskan bahwa penganiayaan terhadap Falun Dafa berakar pada iri hati dari mantan pimpinan Partai Komunis Tiongkok (PKT), Jiang Zemin, yang memandang pertumbuhan pesat Falun Dafa sebagai ancaman bagi kekuasaan partai. Di samping itu, ideologi partai komunis yang berbasis pada kebohongan, kekerasan dan pertarungan adalah bertentangan dengan prinsip dasar Falun Dafa, Sejati-Baik-Sabar.

Pada Minggu pagi, 11 Desember, para praktisi Jakarta kembali berlatih di event Car Free Day, yang berlangsung di distrik bisnis ibu kota. Banyak anggota masyarakat yang tengah berolah raga pagi, tertarik dan secara spontan mencoba lima perangkat latihan di tempat.

Saat Car Free Day, praktisi lama maupun peserta baru berlatih Falun Dafa bersama

Warga Jakarta berhenti dan berbincang-bincang dengan praktisi untuk memahami fakta tentang Falun Dafa

Banyak anggota masyarakat yang secara inisiatif meminta brosur pengenalan Falun Dafa dan mendapat penjelasan tentang Falun Dafa, prinsip dasarnya serta bagaimana praktisi Falun Dafa dianiaya secara tidak adil di Tiongkok. Banyak orang setelah memahami fakta kebenaran, mendukung upaya damai para praktisi dalam menentang penganiayaan.