Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Seorang Pasien Kanker Terminal Hidup Kembali

30 Maret 2022 |   Oleh praktisi Falun Dafa di Tiongkok

(Minghui.org) Falun Dafa telah membantu banyak orang meningkatkan kesehatan dan karakter moral mereka sejak diperkenalkan ke publik pada tahun 1992. Banyak kerabat dan teman saya telah memperoleh manfaat dari keyakinan mereka pada disiplin spiritual dan meditasi kuno ini, dan di sini, saya ingin berbagi mengenai salah satu pengalaman saya.

Saya memiliki saudara berusia 50 tahun. Dia adalah wanita tipe A yang giat bekerja, dia memiliki beberapa gelar universitas dari berbagai negara dan sekarang menjalankan bisnisnya sendiri. Kariernya masih menanjak, dan dia telah diberkati dengan kesehatan yang baik selama bertahun-tahun, kecuali batu empedu.

Pemahamannya terhadap Falun Dafa adalah positif. Dia mengundurkan diri dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan afiliasinya beberapa tahun yang lalu. Tetapi, dia belum mulai berlatih Falun Dafa.

Pada tahun 2021, kulit dan mata kerabat ini tiba-tiba menjadi kuning, disertai rasa sakit yang parah di punggung bagian atas. Semua ini terjadi dalam waktu beberapa hari. Dia tidak bisa melakukan apa-apa selain berbaring. Sakit punggung tidak terlalu mengganggunya, karena dia pikir itu mungkin akibat cuaca dingin dan saraf sensitif, tetapi kulit kuningnya membuatnya risau.

Dia sebelumnya telah mempelajari sedikit pengobatan Tiongkok dan tahu bahwa penyakit kuning mungkin mengindikasikan masalah pada kantong empedu. Untuk mengatasi masalah ini, dia berpikir bahwa dia memerlukan prosedur bedah kecil untuk menghilangkan batu empedu.

Jadi dia pergi ke rumah sakit besar untuk memeriksakan diri, tetapi hasil pemeriksaannya mengejutkan—kondisi batu empedunya sangat serius sehingga hatinya penuh dengan batu empedu. Batu-batu itu menyumbat saluran empedu dan menahannya sehingga empedu tidak bekerja secara normal. Pertumbuhan abnormal juga ditemukan di saluran empedunya, yang kemungkinan merupakan tumor. Dokternya tidak tahu apakah itu ganas atau jinak; hanya tes pasca operasi yang bisa mengetahuinya.

Padahal dia mengharapkan tindakan kecil, tetapi dokter malah meminta operasi sesegera mungkin. Dokter juga memperingatkan bahwa operasi itu sendiri memiliki risiko, tetapi hidupnya akan dalam bahaya jika dia tidak segera menjalani operasi.

Hasil tes ini datang secara tiba-tiba untuk semua teman dan kerabatnya. Hati semua orang terasa berat. Bagaimana mungkin orang yang sehat dan cakap seperti itu tiba-tiba sakit parah? Dalam waktu seminggu, dia tidak hanya tidak bisa mengurus dirinya sendiri, tetapi hidupnya juga dalam bahaya. Berat tubuhnya turun drastis menjadi hanya 50 kilogram.

Tidak banyak yang bisa dia lakukan kecuali melanjutkan perawatannya dan menjalaninya selangkah demi selangkah. Dia menulis surat wasiatnya sebelum operasi dengan instruksi terperinci tentang urusannya, untuk berjaga-jaga jika terjadi yang tidak diinginkan.

Melihat kondisi fisik dan suasana hatinya yang pesimis, saya ingin memberinya semangat. Saya mengatakan kepadanya bahwa banyak teman saya telah pulih dan hidup mereka berubah karena mereka mengucapkan kalimat yang mengandung kebenaran “Falun Dafa Hao, Zhen-Shan-Ren Hao (Falun Dafa baik; Sejati, Baik, Sabar adalah baik).”

Saya mengatakan kepadanya untuk ingat melakukan hal yang sama dan jika dia dengan tulus melafalkannya dari hati, Guru Li akan melindunginya. Dia mendengarkan dengan seksama dan segera mulai melafalkan kalimat itu dalam hati. Saat dia melantunkan, dia merasakan perasaannya tenang dan pikirannya menjadi lebih positif. Dia tidak lagi pesimis. Dia meminta saya untuk tidak mengkhawatirkannya.

Ketika operasi hampir selesai, dokter menunjukkan kepada saya tumpukan besar batu yang dikeluarkan dari hatinya dan lesi yang dipotong. Dokter juga memberi tahu saya bahwa pertumbuhan abnormal itu adalah tumor. Dari pengalamannya, tampak ganas, tetapi hasil pastinya tidak dapat dikonfirmasi sampai analisis patologis keluar. Hati saya terasa sangat berat mendengarnya.

Beberapa hari kemudian, laporan itu keluar, membenarkan bahwa pertumbuhan itu adalah tumor ganas. Luka operasinya telah sembuh, tetapi kerabat saya mengeluh tentang sakit punggungnya, dan oleh karena itu seorang ahli bedah ortopedi dipanggil untuk berkonsultasi.

Ahli bedah ortopedi menyarankan melakukan pemeriksaan tulang belakang lehernya. Setelah pemeriksaan ini, ditemukan bahwa kanker telah menyebar ke tulang belakang lehernya, menyebabkan patah tulang belakang leher, yang menyebabkan rasa sakit di punggung atasnya. Kankernya sudah mencapai stadium lanjut, dan tanda-tanda kemungkinan metastasis kanker juga ditemukan di paru-paru. Jadi diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hampir sebulan telah berlalu dari awalnya penyakit kuning hingga diagnosis kanker stadium akhir dengan metastasis tulang. Tak satu pun dari kerabatnya yang siap secara mental untuk ini. Setiap tes yang keluar bisa membawa berita yang lebih buruk.

Dokter memberi tahu kami bahwa dalam situasinya saat ini, dia hanya bisa menunggu luka operasinya sembuh dan kemudian menjalani kemoterapi. Ketika kami menyebutkan tentang perawatan untuk tulang belakang leher, dokter mengatakan bahwa kankernya sangat invasif, dan dia mungkin memiliki waktu kurang dari enam bulan. Tidak ada gunanya merawat tulang belakang lehernya.

Kami berkonsultasi dengan banyak rumah sakit kanker terkenal, dengan harapan mendapat perawatan yang lebih baik. Tetapi hasilnya semua sama. Semua dokter berpikir bahwa adalah sebuah keajaiban jika bisa bertahan hingga enam bulan, dan dalam kasus terbaik, mereka akan memberinya waktu satu tahun. Tidak ada yang mengira mengobati kanker di tulang punggung ada gunanya. Mereka semua berpikir bahwa jika dia bisa mempertahankan kondisinya saat ini, itu sudah cukup baik.

Secara keseluruhan, para dokter ini telah memberinya hukuman mati. Melihat tidak banyak harapan dengan perawatan medis saat ini, saya pikir mungkin Falun Dafa adalah harapan terakhirnya, jika dia mau membuka pikirannya dan mencobanya.

Saya mengatakan kepadanya bahwa di antara praktisi Falun Dafa, ada banyak contoh orang yang telah sembuh dari kanker. Saya juga mengatakan kepadanya bahwa Guru mengajarkan Dafa kepada para praktisi untuk benar-benar mengultivasi diri mereka sendiri, bukan untuk menyembuhkan penyakit.

Saya menjelaskan pemahaman saya bahwa selama dia tulus dalam meningkatkan dirinya dan tidak mengejar hasil apa pun, Guru akan menjaganya. Yang harus dia lakukan adalah membaca buku-buku Dafa dan merenungkan perilakunya. Bahkan jika dia hanya memiliki satu hari tersisa untuk hidup, dia masih dapat menghabiskan hari itu untuk berkultivasi, dan tidak mengkhawatirkan hal lain.

Dia memahami perkataan saya dan mengungkapkan keinginannya untuk mulai berkultivasi Dafa. Karena dia tidak mampu dan tidak memiliki kekuatan untuk membaca, saya memutar rekaman audio ceramah Guru untuknya. Setiap malam saya akan membacakan Zhuan Falun, buku inti dari Falun Dafa kepadanya.

Selama periode waktu ini, Guru mulai memurnikan tubuhnya. Dia mengatakan bahwa setiap kali dia kesakitan, dia akan mengucapkan "Falun Dafa Hao, Zhen Shan Ren Hao." Setelah itu, dia benar-benar dapat merasakan bahwa Guru sedang menyalurkan rasa sakitnya dari punggungnya ke tangannya, dan kemudian keluar dari tubuhnya. Rasa sakit akan segera berhenti. Hanya ada satu serangan rasa sakit yang sangat menyakitkan, tetapi dia terus meminta bantuan Guru, dan dia bertahan melewatinya. Sejak itu, dia tidak lagi menderita sakit parah, dan bahkan rasa sakit ringan juga berangsur-angsur menghilang.

Sesuai permintaan dokter, ia memulai program kemoterapinya. Kemoterapi sangat merusak tubuhnya sehingga dia merasa sangat lemah setelah sesi pertama, dan rambutnya rontok setelah sesi kedua dan ketiga.

Tetapi dia terus membaca buku Dafa setiap hari, dan secara bertahap, suaranya mulai menjadi lebih kuat, dan berat badannya mulai bertambah. Selain kehilangan rambut, dia hampir tidak mengalami efek samping kemoterapi yang biasa dialami, seperti mual, muntah, dan nyeri. Selama kemoterapi, tubuhnya menjadi lebih baik bukannya lebih buruk.

Ketika dokter memeriksanya, mereka menemukan bahwa dia telah pulih dengan sangat baik, dan semua indikator kanker menurun dengan cepat, dan akan kembali ke tingkat orang normal. Dokternya terkejut melihat hasil ini dan merasa luar biasa bahwa dia berhasil pulih dalam waktu yang singkat.

Setelah belajar Dafa untuk beberapa waktu, dia bukan lagi orang yang sama. Orang yang terbaring di tempat tidur dan menghitung mundur hari-hari yang tersisa, dan sekarang berjalan dengan penuh semangat ke dokter untuk mengetahui kondisinya. Dokternya mengatakan bahwa itu adalah sebuah keajaiban bagi pasien dengan penyakit tersebut dapat pulih, karena kemanjuran perawatan saat ini tidak cukup untuk membalikkan keadaan.

Pemulihannya juga mendorong dokter untuk mempertimbangkan perawatan lanjutan untuk tulang belakang lehernya. Setelah mengetahui berita ini, keluarganya saling berpelukan dan menangis bahagia.

Perawatan tulang belakang leher juga bukan tugas yang mudah. Untuk itu diperlukan pengangkatan tulang belakang leher yang telah rusak dan pemasangan stent. Sebelum operasi, kami semua sangat gugup, tetapi kerabat saya sangat tenang. Dia mengatakan bahwa dia tidak gugup sama sekali, dan selama dia terus melantunkan kalimat itu di dalam hatinya, dia percaya bahwa tidak akan ada masalah.

Operasi enam jam itu sukses dan semuanya berjalan lancar. Setelah operasi, kerabat saya pulang dan terus berlatih Falun Dafa. Dia pulih dengan sangat baik. Dalam waktu kurang dari sebulan, dia tidak perlu lagi memakai penyangga leher dan bisa mengurus dirinya sendiri. Pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa semua indikatornya normal dan tidak ada lagi masalah yang ditemukan pada pemeriksaan paru-parunya.

Dari awal penyakitnya hingga pemulihan terakhirnya, hanya butuh enam bulan.

Seseorang dengan kanker stadium akhir, metastasis tulang, dan kelumpuhan umum mengalami pemulihan yang ajaib setelah berlatih Falun Dafa. Semua teman dan kerabatnya berterima kasih atas penyelamatan belas kasih Guru Li dan kesempatan hidupnya yang baru.