Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Mantan Profesor Perguruan Tinggi Meninggal setelah Dilecehkan Selama Dua Dekade

31 Maret 2022 |   Oleh koresponden Minghui di Provinsi Shaanxi, Tiongkok

(Minghui.org)

Nama: Xing Wenzhen
Nama Mandarin: 邢文珍
Jenis kelamin: Perempuan
Usia: 79 Tahun
Kota: Xi'an
Provinsi: Shaanxi
Pekerjaan: Profesor perguruan tinggi
Tanggal Kematian: 7 Oktober 2021
Tanggal Penangkapan Terakhir: 8 April 2004
Tempat Penahanan Terakhir: Pusat cuci otak

Seorang wanita di Kota Xi'an, Provinsi Shaanxi, meninggal pada tanggal 7 Oktober 2021, setelah mengalami penangkapan selama dua dekade dan pelecehan karena keyakinannya pada Falun Gong, sebuah disiplin spiritual dan meditasi yang telah dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999. Dia berusia 79 tahun.

Xing Wenzhen adalah seorang profesor di Universitas Politeknik Northwestern. Sebelum berlatih Falun Gong, dia berjuang melawan berbagai penyakit, termasuk tekanan darah tinggi, radang ginjal, dan efek samping dari gegar otak. Pada usia 20-an, dia mengalami beberapa guncangan dan kedua sendi pinggulnya mengalami peradangan yang parah.

Setelah berlatih Falun Gong pada tanggal 15 Juli 1996, semua masalah kesehatannya lenyap. Dia menjadi asisten sukarelawan di tempat latihan di universitasnya dan mengajarkan latihan Falun Gong kepada pendatang baru.

Penganiayaan yang dimulai tiga tahun kemudian menghancurkan hidupnya yang damai. Karena menegakkan keyakinannya, dia ditangkap enam kali dan ditahan di kamp kerja paksa serta pusat pencucian otak. Bahkan setelah dia dibebaskan, dia menjadi sasaran pelecehan dan pengawasan jangka panjang. Dikucilkan oleh masyarakat berdampak pada kesehatannya, yang akhirnya merenggut nyawanya.

Kamp Kerja Paksa dan Dipecat dari Universitas

Pada bulan November 1999, empat bulan setelah penganiayaan dimulai, Xing dilarang memberikan pelajaran. Dia pergi ke Beijing tanggal 27 Desember 1999, untuk memohon hak berlatih Falun Gong dan ditangkap.

Setelah dibawa kembali ke Xi'an pada awal bulan Januari 2000, Xing pertama kali ditahan di Pusat Penahanan Shapo selama 15 hari dan kemudian selama 16 hari oleh universitas.

Karena membagikan artikel “Mengapa Saya Mulai Berlatih Falun Dafa” yang ditulis oleh praktisi Shao Xiaodong, Xing ditangkap lagi pada tanggal 6 September 2000, oleh personel keamanan universitas dan ditahan di Pusat Penahanan Shapo selama dua bulan.

Dia dihukum dua tahun di Kamp Kerja Paksa Wanita Provinsi Shaanxi pada tanggal 6 November 2000, oleh Kantor 610 Provinsi Shaanxi, sebuah badan di luar kerangka-hukum yang dibuat khusus untuk menganiaya Falun Gong. Pihak berwenang memperpanjang masa hukumannya sebulan karena dia menolak untuk melepaskan Falun Gong.

Saat dia menjalani hukuman, universitas menahan gajinya selama satu tahun dan memaksanya untuk pensiun dua tahun sebelum dia mencapai usia pensiun 60 tahun.

Seseorang bermarga Lin yang bekerja di universitas pernah berlatih Falun Gong tetapi kemudian melepaskannya. Lin bekerja dengan pemerintah untuk memantau praktisi di kampus dan melaporkan kegiatan mereka, termasuk Xing. Lin juga bekerja dengan pusat pencucian otak dan mencoba membujuk para praktisi untuk melepaskan Falun Gong.

Ditahan di Pusat Pencucian Otak

Guo Jian, seorang penjaga keamanan di universitas Xing, menelepon suami Xing pada tanggal 8 April 2004, dan mengatakan bahwa Kantor 610 setempat berbicara dengannya untuk “membantu” dia “menggali” Falun Gong dari pikirannya. Mereka mengancam akan membawanya ke pusat pencucian otak jika dia tidak menurut. Xing mengatakan bahwa adalah ilegal bagi mereka untuk menjadi tuan rumah pusat pencucian otak dan itu adalah hak konstitusionalnya untuk menjalankan keyakinannya. Terlepas dari upayanya untuk mengklarifikasi fakta, dia ditangkap dan dibawa ke sesi cuci otak yang terletak di sebuah wisma.

Suami Xing menyewa pengacara untuknya dan menulis surat banding meminta pembebasannya. Setelah 102 hari penahanan, dia dibebaskan dari pusat pencucian otak, namun polisi masih memerintahkannya untuk “berubah” di rumah sendiri.

Pusat pencucian otak, pada kenyataannya, adalah “penjara hitam”, disana para praktisi disiksa dan diisolasi dalam waktu lama. Beberapa hancur secara mental setelah dikurung di ruangan gelap tanpa sinar matahari selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Beberapa mulai mengalami kesulitan mengatur pikiran atau ucapan mereka. Beberapa kehilangan ingatan yang parah atau dihantui oleh halusinasi. Namun yang lain gila total atau gangguan mental.

Pengawasan dan Isolasi Berkepanjangan

Pada tanggal 18 Oktober 2004, petugas keamanan universitas menelepon suami Xing dan meyakinkannya dengan alasan palsu agar dia datang ke kantor mereka. Kemudian, polisi pergi ke rumahnya dan, mengklaim bahwa mereka akan memberi tahu dia tentang suaminya, menipu Xing untuk membuka pintu. Mereka menggeledah rumahnya tanpa surat perintah penggeledahan.

Selama Olimpiade Beijing bulan Juli 2008, polisi tetap berada di luar rumah Xing untuk mengawasinya. Sebuah kamera pengintai juga dipasang di luar gedung apartemennya.

Setelah suaminya meninggal, dia hidup sederhana seorang diri. Polisi masih mengganggunya dari waktu ke waktu.

Dengan berkembangnya kamera pengintai dan kecerdasan buatan, semakin banyak kamera pengintai dipasang di sekitar rumahnya. Polisi mengancamnya, mengatakan bahwa, meskipun mereka tidak menangkapnya, mereka akan mengejar praktisi yang melakukan kontak dengannya.

Demi keselamatan praktisi lain, Xing berhenti menghubungi mereka dan jarang keluar rumah.

Ketika polisi melecehkannya lagi pada bulan September 2021, dia sudah sangat lemah. Pelecehan itu semakin memperburuk kondisinya. Dia menjadi lumpuh, koma, dan mengompol pada awal bulan Oktober. Dia meninggal tanggal 7 Oktober.