Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Dihukum Penjara Saat Masih Koma, Guru Matematika Meninggal Dunia

14 Mei 2022 |   Oleh koresponden Minghui di Provinsi Liaoning, Tiongkok

(Minghui.org)

Nama: Ding Guochen
Nama Mandarin: 丁国晨
Jenis Kelamin: Pria
Umur: 51
Kota: Dalian
Provinsi: Liaoning
Pekerjaan: Guru
Tanggal Kematian: 30 April 2022
Tanggal Penangkapan Terakhir: 10 Juli 2019
Tempat Penahanan Terakhir: Pusat Penahanan Jinzhou

Ding Guochen masih koma ketika dia dijatuhi hukuman penjara karena berlatih Falun Gong. Guru matematika dari Kota Dalian, Provinsi Liaoning meninggal dunia dua bulan kemudian, pada tanggal 30 April 2022. Dia berusia 51 tahun.

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah disiplin spiritual yang telah dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak 1999.

Tangkap

Ding dan istrinya Yan Qinghua ditangkap selama penyisiran polisi di seluruh provinsi pada 11 Juli 2019. Penangkapan kelompok itu dilakukan sebagai bagian dari upaya Partai Komunis Tiongkok untuk “menjaga stabilitas” menjelang peringatan 70 tahun mengambil alih kekuasaan Di Tiongkok.

Yan dibebaskan pada hari itu juga, tetapi Ding dibawa ke Pusat Penahanan Jinzhou pada malam hari. Dia mengadakan mogok makan selama empat minggu untuk memprotes penahanan sewenang-wenang dan dicekok paksa makan. Dia kehilangan pendengarannya dan mengalami stroke akibat pelecehan. Dia kemudian dibebaskan dengan jaminan pada 19 Oktober 2019.

Ding kembali berlatih Falun Gong setelah kembali ke rumah. Dia kembali sehat, tetapi masih ada masalah dengan pendengarannya.

Saat Ding masih ditahan, Yan pergi ke kantor polisi setempat untuk menuntut pembebasannya. Petugas Li pernah mencengkram lehernya dan mendorongnya ke ruangan untuk diinterogasi. Ketika dia kembali pada 10 September 2019, petugas yang sama menarik rambutnya dan memutarnya. Akibatnya, sebagian besar rambutnya rontok. Polisi juga mengancam akan menangkap kedua anaknya ketika mereka mencapai usia 18 tahun.

Hukuman dan Meninggal Dunia

Polisi menyerahkan kasus pasangan itu ke Kejaksaan Distrik Jinzhou pada awal 2020. Mereka didakwa dan kasus mereka dilimpahkan ke Pengadilan Distrik Jinzhou pada 14 Mei 2020. Ketika pasangan itu menolak menghadiri sidang, polisi dan anggota staf pengadilan sering mengganggu mereka di rumah.

Pak Ding mengalami stroke lagi pada 27 Januari 2021 dan mengalami koma. Dia tidak pernah sadar kembali dan tetap dalam keadaan koma. Pengadilan Distrik Jinzhou menjatuhkan vonis bersalah terhadap pasangan itu pada 23 Februari. Ding dijatuhi hukuman dua tahun penjara dan denda 5.000 yuan (Rp 11.000.000). Yan diberikan tiga setengah tahun dan didenda 8.000 yuan (Rp 17.600.000).

Pada satu keadaan, tiga anggota staf Pengadilan Distrik Jinzhou datang ke rumah pasangan itu untuk memastikan kondisi kesehatan Ding. Yan menunjuk ke arahnya, dalam keadaan koma dan diberi oksigen, dan berkata: “Dia menjadi seperti ini karena penganiayaan. Kamu lihat sendiri. Kami tidak mampu menanggung biaya pengobatannya di rumah sakit dan saya hanya bisa merawatnya di rumah.”

Melihat situasi keluarga yang mengerikan, anggota staf pengadilan berkata kepadanya: “Kamu bisa tinggal di rumah untuk merawatnya.”

Yan menghabiskan semua tabungan keluarga untuk perawatan medis Ding dan meminjam banyak dari kerabat dan teman-teman mereka. Sekarang hidup dalam keadaan melarat, dia juga berjuang untuk mengatasi kekosongan yang ditinggalkan oleh meninggalnya Ding, dan merawat kedua anak mereka.

Ding Guochen sebelum dia tak sadarkan diri.

Guru Dicintai Muridnya

Ding memiliki gelar sarjana di bidang Informasi Elektronik dan Teknik Elektro dari Universitas Teknologi Dalian. Dia memuji Falun Gong karena menyembuhkan Hepatitis B dan komplikasi stroke.

Dia dan istrinya dipecat dari pekerjaan mereka pada tahun 1999 karena memohon hak berlatih Falun Gong kepada pemerintah pusat di Beijing. Untuk menghidupi keluarga, ia mulai mengajar siswa matematika. Dia memperlakukan setiap siswa dengan kesabaran dan perhatian. Sebagian besar nilai dari mereka meningkat dengan cepat, dan orang yang sering gagal dalam ujian matematika akhirnya menjadi peringkat pertama di kelasnya. Selama istirahat kelas, Ding menceritakan kisah zaman kuno kepada siswa dan mendorong mereka agar membuang kebiasaan buruk dan memperbaiki postur tubuh mereka. Banyak siswanya menangis ketika mereka mendengar tentang penangkapan terakhirnya.

Para siswa menelepon istri Ding dan bertanya kapan dia akan kembali mengajar. Seorang anak berkata kepada istri Ding: “Saya tidak dapat menemukan guru yang lebih baik seperti dia! Saya tidak ingin pindah kelas les lainnya. saya hanya ingin belajar dengan guru Ding.”

Laporan terkait dalam bahasa Inggris:

Sentenced While in a Coma, Liaoning Man Remains Unconscious Months Later (Graphic Photo)

Couple Sentenced to Prison for Their Faith, Husband Still in a Coma after Suffering a Stroke

Students Cry for Math Tutor Arrested for Not Renouncing His Faith

Liaoning Province: At Least 35 Falun Gong Practitioners Arrested in Two Days

Shenyang City, Liaoning Province: 13 Falun Gong Practitioners Arrested in One Day

Five Liaoning Residents Face Prosecution for Practicing Falun Gong