Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Ibu dan Anak Sembuh dari Kanker

27 Juni 2022 |   Oleh pengikut Falun Dafa di Tiongkok Daratan

(Minghui.org)

Keponakan yang harus segera operasi kanker paru-paru

Suatu pagi di bulan Mei 2019, keponakan saya menelepon dan berkata, "Bibi, apakah Anda punya kenalan di rumah sakit besar di Beijing?" Saya bertanya apa yang terjadi, dan dia berkata, "Xiaohui (adiknya) pernah operasi kanker paru-paru pada April tahun lalu, dan sekarang telah menjalar ke kepala. Sekarang sedang infus di ruang rawat jalan rumah sakit. Sakit di kepala tidak tertahankan. Dia tidak bisa dirawat di rumah sakit, dan telah memberi uang 30 ribu yuan kepada calo juga tidak diterima di rumah sakit. “Menurut Bibi bagaimana? Dia baru berusia 40-an." Saya berkata, "Saya juga tidak mengenal siapa pun di rumah sakit. Anda bisa memintanya untuk dengan tulus melafalkan 'Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik', teruslah melafalkan, dan kalian semua juga ikut melafalnya."

Setelah menjawab telepon, saya memohon kepada Guru untuk menyelamatkan Xiaohui, agar dia bisa segera dioperasi. Saya juga terus melafalkan, “Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik.” Saya tahu bahwa sekarang hanya Guru yang dapat menyelamatkannya. Pada pukul 11:30 pagi, keponakan kembali menelepon saya dan berkata, "Bibi, kata dokter harap segera bersiap-siap untuk operasi pada jam 2 siang. Xiaohui sudah langsung dipindahkan dari pasien rawat jalan ke ruang operasi, bahkan sebelum dirawat inap di rumah sakit. Sungguh luar biasa!"

Pada awalnya, tidak ada yang tahu bagaimana Xiaohui melalui jalur apa hingga bisa mendapat jadwal operasi, dan calo pun tercengang: Apa yang terjadi? Saya bahkan tidak bisa transfer uang masuk ke rumah sakit. Melalui koneksi siapa? Keluarga juga bingung. Kemudian, saya mengetahui bahwa itu dilakukan oleh teman adiknya. Saya tahu bahwa Gurulah yang telah menyelamatkannya. Di permukaan, itu adalah manusia yang membantunya, tetapi yang benar-benar melakukannya adalah Guru.

Ketika saya mendengar Xiaohui akan segera dioperasi, saya bergegas ke rumah sakit di Beijing dengan mobil. Ketika saya tiba di rumah sakit pada jam 4 sore, Xiaohui sudah menjalani operasi, dan kerabat sudah menunggu di luar ruang operasi. Saya mengatakan kepada semua anggota keluarga untuk melafalkan "Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik." Sekitar pukul 7:00 malam, Xiaohui didorong keluar. Ketika saya melihat bahwa dia masih sadar, saya memintanya untuk melafalkan "Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik", karena saya telah membantunya melakukan Tiga Pemunduran sebelumnya. Seminggu kemudian dia diizinkan pulang dari rumah sakit.

Ketika dia keluar dari rumah sakit, dokter mengatakan bahwa Xiaohui tidak akan bertahan lebih dari dua tahun, karena dua pasien di bangsal yang sama kembali kambuh setelah operasi sekitar satu tahun, dan penyakitnya cenderung kambuh.

Setelah Xiaohui kembali ke rumah, saya memberinya alat rekaman kecil dan membawakannya buku Zhuan Falun (buku bimbingan utama Falun Dafa), sehingga dia dapat mendengarkan Fa dan belajar Fa di rumah. Sudah hampir tiga tahun berlalu, sekarang Xiaohui bugar dan sehat, bisa makan dan minum seperti sediakala. Setengah tahun setelah operasi dia telah kembali bekerja.

Kakak kedua menderita kanker kerongkongan stadium lanjut

Sekarang kita bicarakan tentang ibu Xiaohui, kakak kedua saya. Pada akhir 2020, dia merasa sedikit tersedak ketika sedang makan, tetapi tampaknya tidak serius. Setelah Tahun Baru, setelah makan dia muntah. Ketika dia pergi ke rumah sakit provinsi untuk pemeriksaan, dokter berkata kepada putrinya, "Ibu anda menderita kanker esofagus stadium lanjut dan tidak dapat menjalani operasi. Anda hanya dapat memberinya beberapa larutan nutrisi sebelum kemoterapi."

Pada waktu itu, saya berada di kota selatan, dan mereka berada di utara. Keponakan menelepon saya untuk memberi tahu saya tentang kondisi ibunya, dan saya memintanya untuk melafalkan "Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik"." Dia berkata, “Saya telah meminta ibu melafalnya.” Karena keponakan juga telah paham fakta kebenaran tentang Dafa. Demikianlah, kakak kedua melakukan kemoterapi di rumah sakit provinsi. Dia bisa makan selama kemoterapi dan pulang setelahnya. Semuanya baik-baik saja. Setelah sebulan, dia pergi untuk pemeriksaan ulang. Dokter mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja, dan semuanya kembali normal. Dokter juga berkata, "Anda wanita tua dalam suasana hati yang baik, dan segera membaik." Dia tidak memberi tahu dokter bahwa itu adalah berkat melafal "Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik,", dan pulang membawa obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.

Ketika kakak kedua pulang, dia berperilaku seperti manusia biasa, pergi ke pesta dansa, ikut sibuk pada berbagai acara pemakaman, dia menjadi manusia biasa sepenuhnya. Akibatnya, pada Oktober, dia kambuh lagi. Dia mulai muntah lagi setelah makan, jadi dia pergi ke rumah sakit di ibukota provinsi, dan menjalani kemoterapi, kali ini kemoterapi sudah tidak berefek. Semakin sering kemoterapi semakin parah. Sebelum melakukan kemoterapi masih bisa menelan sesuatu; setelah melakukan kemoterapi, bahkan minum pun muntah. Rumah sakit sudah tidak bisa mengobatinya, jadi keponakan membeli pakaian kuno pulang, sambil menunggu kematian.

Pada akhir November, saya kembali ke kampung halaman dari selatan untuk menemui kakak kedua saya, dan saya membawa ceramah Fa Guru untuk dia dengarkan, dan memintanya untuk melafalkan ‘Falun Dafa baik’. Saat itu, dia sudah kurus kering, dan dia tidak bisa makan sama sekali, jadi dokter di desa memberinya tiga botol kecil cairan untuk bertahan hidup setiap hari. Melihat kondisinya sudah tidak bisa bertahan sampai tahun depan.

Suatu hari setelah saya kembali ke rumah, sebuah suara bergema di benak saya: "Lihatlah rumah sakit di sini apakah ada cara lain." Di sini adalah rumah sakit daerah, dan kakak kedua berobat di rumah sakit provinsi, jadi pada awalnya saya juga tidak punya ide ini. Jadi saya buru-buru pergi ke rumah sakit pusat kami, mendapatkan nomor telepon spesialis gastroenterologi, dan memberi tahu kondisi kakak kedua kepada spesialis tersebut. Spesialis itu berkata, “Baik, datang saja ke rumah sakit.” Itu berjalan dengan lancar. Saya segera menelepon kakak kedua dan yang lainnya serta memintanya bersiap untuk rawat inap.

Beberapa hari kemudian, mereka datang ke rumah sakit, dan dokter spesialis mengatakan bahwa operasi tidak dapat dilakukan, dan mereka hanya dapat memasang selang di kerongkongan untuk mengatasi masalah asupan makan. Selang pun dipasang, kakak kedua bisa makan, dan dia pulang setelah seminggu di rumah sakit. Selama dirawat di rumah sakit, saya meminta kakak kedua memakai earphone ponsel untuk mendengarkan ceramah Guru, dan dengan tulus melafalkan sembilan aksara "Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik."

Kakak kedua telah berada di rumah selama lebih dari tiga bulan sekarang, dan tubuhnya pada dasarnya telah pulih. Dia merasa tubuhnya semakin baik dan lebih baik. Dia juga bisa memasak dan melakukan pekerjaan rumah sederhana secara mandiri.

Orang-orang di sekitarnya bertanya bagaimana penyakitnya, dan dia berkata bahwa dia diberkati oleh dewa. Ketika saya mengunjunginya lagi, saya mengatakan padanya, "Kakak telah mendapat perlindungan dari Guru Dafa.”