Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Jenewa, Swiss: Menyerukan Diakhirinya Penganiayaan terhadap Falun Gong di Pertemuan Dewan Hak Asasi Manusia PBB

7 Feb. 2024 |   Oleh praktisi Falun Gong di Swiss

(Minghui.org) Tinjauan Berkala Universal Dewan Hak Asasi Manusia PBB diadakan di Palace of Jenewa pada tanggal 22 dan 23 Januari 2024. Untuk memberi tahu perwakilan negara-negara di seluruh dunia yang menghadiri pertemuan tersebut tentang Falun Dafa (juga dikenal sebagai Falun Gong) dan penganiayaan Partai Komunis Tiongkok (PKT), praktisi dari beberapa negara Eropa mengadakan kegiatan di Place des Nations.

Praktisi yang berpartisipasi dalam acara tersebut berasal dari Swiss, Perancis, Jerman, Republik Ceko, dan Finlandia. Beberapa dari mereka memperagakan latihan atau memegang spanduk, sementara yang lain membagikan brosur dan berbicara kepada pejalan kaki. Selama acara dua hari tersebut, banyak orang berhenti untuk menonton, dan beberapa meminta informasi lebih lanjut tentang Falun Dafa dan menyatakan minatnya untuk mempelajari cara berlatih. Orang-orang memberikan dukungan dan menyemangati praktisi untuk melanjutkan.

z

Praktisi mengadakan kegiatan di Place des Nations di Jenewa pada tanggal 22 dan 23 Januari.

Praktisi membagikan brosur dan memperkenalkan latihan ini kepada orang yang lewat.

Banyak delegasi dari berbagai negara melewati Place des Nations selama dua hari tersebut. Dua delegasi dari Meksiko yang mengambil brosur mengatakan bahwa mereka telah mendengar tentang penganiayaan dan pengambilan organ oleh PKT ketika mereka berada di Atlanta di Amerika Serikat.

Seorang pegawai negeri yang menghadiri pertemuan pada tanggal 22 Januari menyeberang jalan dan menandatangani petisi yang menyerukan diakhirinya penganiayaan ketika dia melihat bahwa itu tentang Falun Dafa. Dia mengatakan kepada praktisi bahwa dia telah mendengar kesaksian di PBB, jadi dia tahu apa yang dialami praktisi Falun Dafa.

Seorang diplomat PBB terkejut mengetahui tentang pengambilan organ paksa yang direstui oleh PKT. Fakta bahwa penganiayaan telah berlangsung selama 25 tahun, mengakibatkan kematian begitu banyak praktisi, membuatnya merasa terganggu dan dia berkomentar bahwa “Kita tidak boleh tinggal diam.” Dia menyatakan penghargaannya kepada praktisi karena menyebarkan nilai-nilai universal Sejati, Baik, dan Sabar.

Orang-orang mendukung Falun Dafa dan mengecam penganiayaan.

Ketika perwakilan dari organisasi non-pemerintah berhenti untuk memotret spanduk, seorang praktisi memberi tahu dia tentang penganiayaan. Pria itu berkata bahwa dia adalah seorang penganut agama Buddha yang berlatih meditasi dan dia terkejut mendengar kebrutalan PKT. Dia mengambil beberapa selebaran dalam bahasa Prancis dan berkata dia akan memberikannya kepada rekan-rekannya di PBB.

Saat seorang guru dan murid-muridnya dari Inggris menghadiri pertemuan pada tanggal 22 Januari, dia mendengarkan dengan cermat penjelasan praktisi tentang pengambilan organ hidup-hidup yang dilakukan oleh PKT. Ketika dia dan murid-muridnya melewati tempat tersebut lagi keesokan harinya, dia berkata bahwa praktisi Falun Dafa sangat berani, berada di bawah tekanan yang luar biasa, dan mempublikasikan kebenaran.